Hyperia

Hyperia
Barang titipan yang menjadi masalah


__ADS_3

20:20 Alfheim


Hiki memegang telinganya dengan jari telunjuknya, dan ia mulai berbicara, terlihat seperti ia sedang menelepon seseorang


"Lauriel kamu dimana?..apa ada yang lainnya juga?..ya ampun kau ini.."


Setelah selesai,Hiki melihat kearah Vera yang sedang berdiri menatap Hiki


"Kita mampir ke bengkel tua terlebih dahulu"


"Kenapa kita harus ke tempat seperti itu?"


"Lauriel menitipkan barang kepada pak tua disana, dan dia lupa untuk mengambilnya"


Tanpa banyak cakap,Hiki langsung berjalan diikuti oleh Vera,dari gerak gerik yang Hiki tunjukkan ia tampak sangat berhati-hati,bahkan,sedari tadi mereka selalu melalui gang-gang sempit yang jarang dilalui oleh orang-orang,menyadari itu Vera pun bertanya


"Hiki,kenapa sedari tadi kita selalu berjalan melewati tempat seperti ini? Bukankah kita hanya memutar lebih jauh?"


"Oh, aku belum memberitahu mu ya,aku burnonan kelas S atas kasus pencurian, pembunuhan,dan lain-lain,bahkan bounty ku mencapai 8000 juta Faerie"


"8000 juta??!!!"


Vera sangat terkejut ia tidak menyangka bahwa perempuan yang mengenakan pakaian serba hitam dihadapannya ini adalah buronan kelas S


"Ya aku sudah melakukan kejahatan kurang lebih selama 5 tahun,dan ada lagi buronan yang lebih tinggi,dia adalah ketua kriminal yang paling ditakuti..Joseph..aku pernah bekerja sama dengannya,dia sangat terampil dan memiliki skill,aku mengaguminya,tapi..dia telah..sudah cukup bicaranya ayo"


Hiki tidak mengetahui bahwa Vera adalah anak angkat Joseph atau Jo,mereka terus berjalan melewati gang-gang sempit,sampai akhirnya Vera tidak sengaja menginjak sebuah ranjau yang membuat sirine kota berbunyi


"Kenapa ada ranjau disini?!!!"


Ucap Hiki,tiba tiba 3 A.I yang tingginya sekitar 250cm muncul dari bawah tanah,Vera dan Hiki bersiap untuk pertarungan,Hiki membentangkan tangannya,dan tiba-tiba sebuah belati muncul di tangan Hiki,bilah belati itu terbuat dari crystal berwarna merah dan mengeluarkan cahaya seakan dilapisi oleh cahaya tersebut,Vera mengeluarkan sebuah pistol yang tersembunyi dibalik bajunya


"Tunggu,jangan menggunakan handgun, itu itu tidak akan melukainya A.I ini khusus adalah tipe khusus untuk bertarung,ia dilapisi perisai yang membuat semua jenis peluru terpental jika mengenainya"


"Ini bukan handgun,ini adalah Airgun dengan sedikit kekuatan tambahan"


Ucap Vera sembari tersenyum kecil,A.I tadi menyerang Hiki,Hiki dengan mudahnya melompat menghindari serangan tersebut dan menggunakan tangan A.I tadi menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi,Hiki melempar belati miliknya


"Copy"


Ucap Hiki,seketika belati itu membelah diri menjadi 2,A.I tadi menahan belati tersebut,namun hanya satu belati yang berhasil dia tahan,belati itu adalah belati tiruan dengan kata lain itu hanyalah sebuah program komputer yang membuat tiruan dari belati tadi,sementara belati yang asli menancap di leher A.I tadi,Hiki yang tadi melompat berhasil mendarat dengan selamat dan berlari lagi kearah A.I tersebut,Hiki melompat dan menendang robot tersebut dengan telapak kaki,bukan bermaksud untuk menjatuhkan tetapi ia kembali melompat mengambil belati tadi,robot tadi mengeluarkan sebuah laser dari matanya,dengan cepat Hiki menghindari laser itu


"Refleks yang luar biasa"


Ucap Vera yang melihat pertarungan Hiki, tiba-tiba dua A.I lainnya berlari menghampiri Vera, diluar dugaan,Vera berlari menghampiri A.I tersebut


"Vera! Apa yang kau lakukan?!! Menjauh!"


Vera berlari ketika jarak mereka dekat Vera berseluncur diantara dua kaki A.I tersebut, kemudian ia mengarahkan Airgun nya dan menarik pelatuknya


"BAMM!!!"


Walaupun hanya angin,tetapi suara dari handgun milik Vera sangat besar,begitu juga kekuatannya,ini adalah pertama kali Vera mencoba kekuatan dari Airgun rakitan miliknya,karena tidak kuat menahan tekanan Airgun itu,tangan Vera yang digunakan untuk menembak terpental kebelakang dan terbentur dengan tanah, Pertahanan Vere terbuka,Robot satunya menembakkan peluru dari tangannya


"?!!!!"


Tiba tiba sebuah barrier melindungi Vera dari peluru tersebut


"Ya ampun tuan,kamu sangat ceroboh"


Kuro,si kucing berwarna hitam itu berdiri diatas bangunan dan menatap lurus kepada Vera,matanya yang berwarna biru bersinar terang dibawah sinar bulan,kucing itu selalu menghilang tetapi selalu datang disaat yang tepat,Kuro turun dari atas bangunan,dan dengan kecepatan yang tidak wajar ia tiba tiba berada di depan A.I tadi dan menempelkan sebuah landmine pada tubuh A.I menggunakan mulutnya,landmine tadi sangat kecil dan muat di mulut seekor kucing


"Awas ledakan~"


Kuro melindungi Vera dan Hiki dengan Barier begitu juga Dirinya,A.I yang ditempelkan Landmine oleh Kuro seketika meledak


"Boom!!"


Ledakan tadi menghancurkan bangunan disekitar,dan membuat posisi mereka diketahui oleh Gottenburg yang sedang berpatroli


"Bisakah kalian bertarung dengan hening?!!"


Ucap Hiki,ia kembali berlari kearah A.I tadi dan mengulangi perkataan yang sama


"Copy"


Ia melemparkan belati miliknya dan belati miliknya terbelah menjadi 10 dengan ukuran yang sama,robot tadi menggunakan sebuah shield yang tidak terlihat sehingga belati itu tidak dapat melukainya


"Disini!!"


Ntah bagaimana caranya,tubuh Hiki yang berlari di depan A.I tadi perlahan menghilang dan muncul sosok Hiki lainnya di belakang A.I tadi,ia melompat dengan tinggi tepat dibawah bulan yang bersinar terang,matanya yang berwarna merah juga bersinar dengan indah, ia membuka telapak tangannya,dan sebuah sabit besar yang bilahnya terbuat dari crystal berwarna biru muncul

__ADS_1


"Hyaaa!!"


Hiki menerjang A.I tadi dan memenggal kepalanya dengan sabit miliknya


"Menarik"


Ucap Kuro, sedangkan Vera yang melihat itu ia sangat terpesona dengan kemampuan Hiki,Hiki mendarat tanpa luka kemudian ia mengangkat tangannya,tiba tiba sebuah lubang muncul dan Sabit tadi menghilang kedalam lubang itu


"Vera cepat kita harus lari! Para Gottenburg telah mengetahui posisi kita!"


Vera dan Hiki kembali berlari,Vera menoleh kearah Kuro yang tidak bergerak sedikitpun


"Aku akan segera menyusul tuan"


Ucap Kuro,kemudian Hiki dan Vera kembali berlari,setelah ledakan tadi, keamanan kota diperketat,banyak Gottenburg yang berpatroli tidak seperti sebelumnya bahkan mereka sampai menelusuri gang-gang kecil,ketika sedang berlari, mereka menemukan sebuah saluran air bawah tanah,kemudian mereka berdua masuk kedalamnya dan melanjutkan tujuan mereka untuk ke bengkel tua


"Aku rasa ini sudah cukup jauh"


Hiki menaiki sebuah tangga,dan melihat kondisi diluar


"Aman,kita semakin dekat,ayo"


Hiki keluar dari saluran air diikuti oleh Vera,mereka berdua saat ini penuh waspada,karena jika seandainya tertangkap,maka mungkin Hiki akan dihukum mati


"Vera di depan sana ada 2 gottenburg,apakah kau bisa melempar sebuah pisau?"


"Aku tidak yakin, tapi aku bisa menjaga langkah ku untuk tidak bersuara"


Sebuah lubang hitam kembali muncul,Hiki mengambil sesuatu didalamnya kemudian ia memberikan Vera sebuah pisau


"Lakukan"


Hiki membidik seorang Gottenburg disebelah kanan, sementara Vera mendekati Gottenburg disebelah kiri untuk menikamnya,Vera sangat berhati-hati namun hari ini dia sangat sial


*Krek*


"Apa itu?!"


2 Gottenburg tadi menoleh kearah Vera,Vera langsung melompat untuk menjatuhkan Gottenburg targetnya,sementara Hiki melemparkan sebuah Pisau dan tepat mengenai kepala Gottenburg satunya,Vera berusaha menusuk Gottenburg tadi namun sayang serangannya digagalkan,pisau tadi terlempar jauh dan Gottenburg tadi memukul wajah Vera tepat di hidung,Hiki dengan sigap menembak Gottenburg tadi dengan handgun yang dilengkapi oleh peredam,sehingga Gottenburg tadi pun mati


"Kau tidak apa-apa?"


Hiki menghampiri Vera dan melihat dirinya yang terkapar di aspal


"Tidak juga,bangunlah"


Vera bangun,ketika ia bangun hidungnya mengeluarkan darah


"Ah kau berdarah"


Hiki mengambil sebuah sapu tangan dari tas miliknya dan mengelap darah yang mengalir dari hidung Vera


"Kau harus lebih berhati-hati,Ayo"


Perlakuan Hiki membuat wajah Vera sedikit memerah, kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju bengkel tua, sesampainya disana mereka bertemu dengan pria tua yang tubuhnya gendut dengan janggut yang tumbuh tebal di dagunya


"Omega,Aku datang untuk mengambil benda itu"


"Hiki!! Sudah lama kamu tidak ke tempat ku"


"Ya, kalau tidak salah sekitar 2 tahun lalu"


"Siapa pria yang bersama mu?"


"Oh dia Vera...Rekanku,dia akan membantu ku untuk menghidupkan adik ku"


"Adik mu adalah anak yang baik tapi Richard biadab itu membunuhnya tanpa rasa bersalah"


"Dia membunuh Lily karena dia tidak ingin aku ikut campur urusannya,dia mengecam ku tapi aku menghiraukannya"


"Itu bukan salah mu"


Pak tua tadi kembali kedalam bengkel,Vera dan Hiki menunggu cukup lama sampai akhirnya dia kembali


"Ini dia chipnya"


"Chip? Kenapa dia menitipkan ini?"


"Aku hanya diminta untuk menjaganya,aku tidak tahu apa-apa"


"Kalau begitu aku pamit dulu,sampai nanti"

__ADS_1


Hiki dan Vera meninggalkan bengkel tua itu dengan membawa sebuah chip titipan Lauriel, perjalanan pulang mereka juga cukup sulit sampai akhirnya mereka sampai disebuah bangunan yang berada di pinggir kota Alfheim,mereka memasuki bangunan itu dan Hiki langsung disambut oleh seorang perempuan berambut pirang dengan mata berwarna hijau tingginya sekitar 162cm dengan pinggul yang ramping


"Hiki akhirnya kamu pulang aku merindukanmu!~"


Wanita itu bernama Lauriel wanita yang meminta tolong kepada Hiki untuk membawakan barang titipan miliknya


"Kamu membawa benda itu?"


"Ya"


Hiki memberikan chip itu kepada Lauriel,dengan senyuman yang sangat lebar diwajahnya dia kembali memeluk Hiki


"Ahahaha Hiki kamu sangat hebat! Eh siapa pria dibelakang mu?"


"Dia? Vera Ashley, mulai sekarang kita akan bekerja sama dengannya"


"Hmm?"


Lauriel mendekati Vera menatap dari dekat dan memperhatikan penampilan Vera


"Apakah kamu yakin dengan orang ini?...yah kalau Hiki yang memilih aku tidak perlu ragu..Aku Lauriel,apakah kamu salah satu orang yang mempunyai kemampuan dari Hyperia?"


"Hyperia?"


"Aku belum memberitahu mu ya?"


Tanya Hiki kepada Vera,Vera menggelengkan kepalanya


"Hyperia adalah sebuah Virus,ilmuan menduga jika Virus ini telah hidup miliaran tahun lalu,dan saat ini Virus ini telah sampai tahap evolusi akhir, sebenarnya Virus ini berbahaya,orang yang terkena Virus ini akan mempunyai sebuah kekuatan super atau apapun disebutnya,sebagai gantinya jika mereka tidak kuat menahan kekuatan tersebut maka mereka akan dikendalikan oleh Virus ini,seperti Vadallat diluar sana,mereka adalah orang-orang yang terjangkit virus ini tetapi mereka tidak bisa mengendalikannya,dan orang orang yang berkerja sama denganku adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dari Hyperia,termasuk diriku"


"Aku baru tahu tentang itu,dan ohiya 6 tahun lalu aku bertemu dengan sesosok bayangan,bayangan itu merasuki tubuh seseorang dan mereka memakai tubuhnya untuk melakukan pembunuhan atau kejahatan,dan saat aku bertemu dengannya dia berkata bahwa dia akan selalu ada di sisiku mulai saat itu, tapi aku belum pernah melihatnya lagi sejak itu"


"Bayangan? Aku tidak pernah mendengarnya"


"Ohiya chip ini sebenarnya bukan untuk ku tetapi untuk Ruby"


"Kenapa kamu tidak menyuruh ku untuk langsung ke apartemen nya saja?!!


"Abisnya aku kangen dengan dirimu...ohiya biarkan aku yang mengantar chip ini"


"Dimana yang lainnya?"


"Tidak tahu,aku kesini sudah sepi,mungkin mereka punya urusa mereka masing-masing,ohiya Vera-chan ikut aku yu~ Kita akan bersenang-senang hahaha, tenang saja tidak seperti Hiki aku ini bukan buronan"


"Lauriel,Vera butuh istirahat"


"Tidak apa-apa Hiki,aku masih bisa berjalan"


"Ehh??~ menarik~ kalau begitu yuk"


Belum menempatkan bokong di tempat yang empuk,Vera sudah harus mengikuti Lauriel menuju apartemen Ruby untuk mengantarkan chip tersebut,di perjalanan Lauriel tidak berbicara sedikitpun,sehingga suasana menjadi canggung,sampai di sebuah apartemen,mereka harus menaiki sebuah lift,lift ini seperti tabung dan ketika manusia memasukinya mereka akan langsung dipindahkan ke lantai yang mereka mau tanpa perlu menekan tombol,sistem tersebut dapat mengantarkan kita dengan membaca pikiran yang kita miliki


"Seriusan lantai 107?!!"


Ucap Vera terkejut


"Yah abisnya gedung ini sangat tinggi..oke~ Di depan sana ada kamar Ruby-cwan~ ah dia introvert mungkin tidak ingin bertemu denganmu,bahkan aku belum pernah melihat wajahnya,aku rasa hanya Hiki yang pernah"


Lauriel menekan bel pintu apartemen Ruby


"Pizza mu telah sampai!!"


"Maaf aku tidak memesan pizza"


"Chip mu loh, ini aku bawakan"


"Ohh Lauriel terimakasih,eh s-siapa pria itu?"


"Oh dia teman baru kita Vera Ashley"


"Ashley?"


"Kenapa?"


"Bukan apa-apa, terimakasih banyak kalau begitu sampai nanti,aku masih banyak kerjaan sampaikan salam ku kepada Hiki"


"Okee~ ayo Vera kita pergi,ohiya mau mampir ke cafe? Aku tau tempat yang bagus"


Mereka keluar dari apartemen,dan ketika di depan pintu masuk,mereka dihadang oleh seorang pria dengan pedang dua tangan yang ditancapkan di tanah,warna rambutnya berwarna merah, matanya berwarna putih dengan tubuh besar dan berisi


"Ahh~ masalah-masalah"

__ADS_1


"Serahkan chip itu kepada ku"


__ADS_2