Hyperia

Hyperia
Cyborg Terkuat


__ADS_3

"Heh aku rasa hoki berpihak kepada kita"


Lauriel terdiam sejenak begitu juga dengan Hiki,sementara Max kembali harus beristirahat,dia diantar oleh Alvin dan Lucia ke kenalan Hiki yang tinggal di Mesopotamia


"Bisakah kamu mengetahui lokasi tepatnya Ruby?"


Tanya Hiki yang bertanya dengan nada seperti biasanya.


"Hiki...kamu kadang bertanya hal yang mustahil,Cyber ini jauh lebih pintar dibanding aku"


Semua orang terdiam,Vera kemudian melihat sekeliling kota Mesopotamia,kota Mesopotamia menjulang tinggi,dan kota itu dibagi 5 tingkatan sesuai kasta mereka masing-masing,dan kali ini,Vera,Hiki,dan Lauriel berada di kota paling bawah, sementara Alvin,Max,dan Lucia mereka berada di kota menengah atas karena mendapat izin dari kenalan Hiki


"Kenapa kota ini seperti... Piramida? Tidak ini seperti kota yang ditumpuk-tumpuk"


Tanya Vera yang keheranan,dia masih belum memahami sistem kota Mesopotamia,berbeda dengan Hiki yang telah menjelajahi hampir seluruh kota di dunia


"Semakin tinggi tempat kita berpijak, semakin tinggi juga harga diri kita"


"Maksudmu Hiki?"


"Mesopotamia menggunakan sistem kasta,semakin rendah kasta dirimu,semakin rendah pula harga diri kalian,kasta disini dibagi menjadi 5 sesuai dengan kota yang ada"


"Tapi hebat sekali... siapa yang membangun kota hingga menjulang setinggi itu?"


"Teknologi,aku juga tidak tahu siapa yang mempunyai ide itu"


Ketika mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba sebuah kereta berhenti tidak jauh dari mereka berdiri


"Buat naik keatas harus pake kereta itu?"


Tanya Lauriel yang menatap kereta yang berjalan diatas rel hologram


"Benar"


Ketika sedang berbicara,Ruby tiba-tiba kembali menghubungi Hiki


"Hiki maaf,aku tidak bisa menelusuri Cyber itu lebih lanjut,dia sangat pintar...aku tidak bisa membantu mu lebih dari ini"


Hiki tidak membalas perkataan Ruby,sementara Vera yang menatap kereta itu perhatiannya tertarik kepada seseorang pria di dalam kereta yang menggunakan pakaian serba hitam,pria itu nampak orang dari kasta atas,namun kenapa dia harus turun hingga ke kasta terendah? Apa yang dia lakukan? Itu yang ada dibenak Vera


"Kenapa Vera? Ngelamun aja,kamu liat cewek seksi ya?"


Tanya Lauriel dengan sedikit nada mengejek,dia berjalan ke hadapan Vera dengan ekspresi wajah yang mengejek


"Ah tidak...aku hanya terkagum dengan kota ini"


"Ooo gitu"


Lauriel pergi dari pandangan Vera,ketika Lauriel pergi,pria yang mengenakan pakaian serba hitam itu seketika hilang tanpa jejak,padahal kereta itu masih ada disana


"Eh?!"

__ADS_1


"Ada apa Vera?"


Tanya Hiki yang melirik Vera dengan tatapan tajam


"T-tidak...tidak ada,oh Hiki apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


Ketika sedang berbincang,tiba-tiba seorang pria berbadan besar dengan otot yang sangat kuat terjun dari kasta ke 2,ia hendak menginjak Hiki yang sedang berdiri tegak,walau tidak ada suara namun insting Hiki menyadari hal itu,Hiki langsung menghindar dan beruntung dia tidak terinjak,jalanan yang terbuat dari aspal bahkan hancur ketika pria itu mendarat,wajar saja karena pria itu melompat dari kasta ke-2 dengan kecepatan tinggi


"?!!"


Vera langsung mengambil posisi bertarung begitu juga dengan Lauriel,Lauriel langsung memasuki mode bertarung miliknya sementara Vera langsung mengambil sebuah pistol di pinggangnya,Vera menembakkan peluru tepat ke leher pria itu,namun alangkah mengejutkannya,peluru itu malah terpental dan berbalik kepada Vera dengan kecepatan dua kali lipat,alhasil Vera tertembak dibagian paha kanan


"?!!"


Kekuatan Vera masih belum dapat diaktifkan,itu memiliki cooldown yang cukup lama,maka dari itu,Vera tidak dapat memprediksi hal tadi, Lauriel yang melihat darah mengalir dari paha Vera langsung menyerang pria itu dengan tangan kanannya yang terbuat dari besi, namun serangan itu ditahan dan Lauriel malah dilempar oleh pria itu ke kota atas tempat dimana orang orang kasta menengah bawah tinggal


"Jadi kamu ya yang namanya Hiki,aku Giano,aku kesini untuk mencari seseorang dan membunuhmu"


Entah atas dasar apa,namun yang pasti pria ini adalah suruhan dari seseorang yang menganggap keberadaan Hiki di kota ini sebagai ancaman baginya,Hiki berdiri dengan satu kaki sementara kaki lainnya berjinjit dan hanya menapak menggunakan jari-jarinya


"Kenapa kamu menyerang ku?"


Tanya Hiki dengan nada dingin seperti biasanya,pria itu menatap Hiki seperti tanpa rasa takut


"Kenapa kamu perlu mengetahui alasan jika kamu akan mati ditanganku?"


"Siapa yang menyuruhmu? Ah tidak usah,aku sudah tau, pasti yang menyuruh mu adalah"


Hiki menatap pria itu dengan tatapan dinginnya


Mendengar itu,wajah Giano langsung mengeluarkan urat,amarahnya langsung memuncak ketika Hiki menyindir orang yang menyuruhnya,Giano langsung melancarkan pukulan dengan tangan kanannya,bahkan telapak tangan Giano cukup untuk memegang kepala Hiki,tinggi badan Giano dan Hiki seperti tikus dan anjing Shepherd,Hiki menghindari serangan itu,dia melompat dan memunculkan sebuah lubang hitam dan mengambil sebuah belati dari lubang itu,dia melempar belati itu kepada Giano,Hiki terkejut ketika belati itu berbalik kearahnya dengan kecepatan dua kali lipat,beruntung Hiki berhasil menghindari belati itu dan hanya terkena luka gores dibagian pipi


"Haha padahal kamu telah melihat temanmu terluka karena meyerangku,tapi kamu tidak belajar dari itu"


Hiki mendarat diatas pagar dan menatap Giano


"Kamu,Cyborg ya?"


Tanya Hiki kepada Giano


"Kalau iya memang kenapa?!"


Jawab Giano dengan nada yang masih emosi,Giano mengambil sebuah besi yang ada disekitar sana, kemudian melemparkan kepada Hiki


"Mau main lempar-lemparan hah?"


Hiki memunculkan lubang hitam dan besi itu masuk kedalamnya, kemudian lubang hitam itu secara tiba-tiba berada dibelakang tubuh Giano,namun Giano menangkap besi itu dan melemparkannya kepada Hiki,Hiki kembali dikejutkan dengan hal itu, bagaimana dia bisa tau bahwa besi itu ada dibelakangnya? Tanya Hiki dibenaknya,Hiki kembali menghindar dan melompat kebawah melewati pagar itu, kemudian dia mendarat dengan sempurna di atap rumah dan berlari meninggalkan Vera yang masih berlutut, sementara itu Lauriel,dia terpental jauh hingga menembus kaca pembatas antar kota yang tebal namun dia tidak terluka karena telah memasang barrier sebelum bertabrakan dengan kaca,pada saat dirinya hendak terpental lebih jauh dia melemparkan sebuah jangkar ke salah satu bangunan dan menarik dirinya ke bangunan itu,kemudian dia mendarat dengan selamat


"Gilaa!!! Apa-apaan tuh kekuatan!!!? Gak normal banget...sekarang aku dimana?"


Lauriel menghubungi Hiki yang tengah mengumpat dan sedang berpikir tentang situasinya saat ini, bagaimana cara mengalahkan pria raksasa itu

__ADS_1


"Hiki kamu baik-baik saja?!"


"Aku baik-baik saja,tapi Vera...dia masih disana"


"Vera.."


"Aku masih keheranan dengan kekuatan pria itu, apakah mungkin dia seorang pengguna Hyperia?? Tapi jika iya aku bisa merasakan itu...dia hanyalah seorang cyborg biasa,tapi kemungkinan-"


Tiba-tiba Ruby menyela percakapan,dia menyambungkan sambungannya ke Hiki dan Lauriel


"Ada pihak lain yang membantunya bertarung"


Ucap Ruby


"Pihak lain?"


"Ya,aku bisa mendeteksi sinyal radio pria itu dengan seseorang...namun jaraknya sangat jauh dari kalian,aku bisa saja sih berduel dengannya melalui VR Gear...namun aku tidak tau seberapa besar kekuatan orang itu,jadi aku tidak yakin untuk langsung menantangnya"


"Tapi bukankah kamu harus meretas komputer orang tersebut terlebih dahulu? Bukankah kamu bilang cyborg itu jauh lebih cerdas dari mu?"


"Benar,tapi ini orang lain Hiki"


Hiki memejamkan matanya dan berpikir,sementara Vera dia menyuntikkan obat bius untuk menghilangkan rasa sakit yang ada di kakinya,dia kemudian berdiri dan menatap orang itu yang masih berdiri menghadap Vera dari kejauhan,kemudian pria itu berjalan kearah Vera,Vera bersiap dengan pistol miliknya


"Apakah kamu tidak pernah belajar dari kesalahan?"


Ucap Giano kepada Vera dengan sedikit tawa,Vera kemudian tersenyum dan membuang pistol itu


"Lalu bagaimana caraku mengalahkan mu? Apakah aku harus adu tinju? Itu tidak mungkin kan?"


"Kau tidak akan bisa mengalahkan ku,aku tidak akan menyakiti ku,tapi sebagai gantinya kamu harus memberi tahu diriku sesuatu"


"Apa itu?"


"Kamu temannya Hikita kan? Dimana orang yang menjadi kelinci percobaan kota Alfheim"


"Kelinci... percobaan? Apa maksudmu?"


"Alfheim melakukan eksperimen menyuntikkan virus hyperia kepada seseorang bukan?,aku dengar orang itu berhasil selamat dan dia dibawa kabur oleh Hiki,dimana orang itu?"


"Kenapa kamu mencarinya?"


"Orang itu bisa menjadi kandidat pemegang gelar The Strongest berikutnya..orang yang memegang gelar itu sekarang adalah Richard dari kelompok kriminal The Greatest, aku tidak tau siapa Hikita,tapi pesuruh- maksudku aku merasakan kekuatan yang besar darinya,maka dari itu-"


Giano keceplosan,secara tidak sengaja dia membuat yakin kepada Vera dan yang lainnya bahwa dia tidaklah berkerja sendirian,Vera memotong percakapan Giano dengan mengungkapkan dirinya sebagai orang yang dimaksud


"Aku orang itu"


Giano terdiam sejenak,kemudian wajahnya tiba-tiba langsung dipenuhi urat dan langsung menyerang Vera,namun Vera dapat melihat serangan itu 3 detik sebelum Giano melakukannya, walaupun serangan Giano sangat cepat,namun Vera dapat menghindarinya,Giano terkejut ketika Vera menghindari serangannya dan malah memukul aspal hingga retak


"Huh?!"

__ADS_1


Vera menginjak kaki Giano sebagai pijakan melompat,kemudian dia menendang muka Giano dengan keras,namun bagi Giano,itu adalah serangan yang bahkan tidak terasa olehnya, Vera mendarat dan mengambil jarak dari Giano sembari menatap nya,sementara Giano masih terdiam terkejut


"Hebat...sudah kuduga orang itu adalah kandidat The Strongest selanjutnya!! Aku harus membunuhnya sekarang sebelum aku terlambat, setelah aku membunuhmu maka aku akan membunuh Richard dan bawahannya,bersiaplah untuk MATI!"


__ADS_2