
Lauriel yang masih berada di kota kasta menengah bawah melihat kebawah lubang yang ia lihat,jarak antara kasta terendah dan menengah bawah sangat jauh
"Waduh,gimana cara turunnya nih"
Lauriel berdiri menatap lubang itu sembari menggaruk-garuk kepalanya, tiba-tiba seorang wanita memegang pundak Lauriel,Lauriel yang selalu waspada langsung balik badan dan melancarkan tinju kepada wanita itu,ternyata wanita itu adalah Lucia,beruntung Lucia berhasil menghindari serangan itu
"H-hei!! Apa yang kamu lakukan!!?"
"Eh Lucia toh,aku kira siapa..m-maaf aku cuma waspada aja,gak ada salahnya kan waspada? Ohiya Lucia kenapa kamu ada disini? Bukannya kamu di kota menengah atas sama Max sama Alvin? Kok ada disini?"
"Aku disuruh Alvin untuk menebus obat di kota menengah bawah...ketika aku baru keluar dari apotek,aku mendengar suara benturan,maka dari itu aku menelusuri suara itu,dan ternyata suara itu berasal dari dirimu...kamu kenapa bisa ada di sini Lauriel?'
"Aku dilempar sama cowok badannya gede banget!,intinya sekarang Vera dalam bahaya,tapi aku ga bisa langsung turun saja kebawah sana...tinggi banget woi!! Barrier aku masih cooldown karena benturan tadi..."
Lucia merogoh id card yang ada di sakunya,kemudian memberikan kepada Lauriel
"Pakai kartu akses milik diriku saja,dengan ini kamu bisa bebas untuk pergi ke lantai manapun,kecuali kota kasta tertinggi"
"Wih!!"
Lauriel mengambil ID card itu
"Makasih banget loh! oh iya cara pakenya gimana nih?"
"Kamu bisa menggunakan ini untuk menaiki kereta yang akan mengantarmu ke kasta bawah"
"Oh gitu,yaudah makasih banyak ya Lucia! Aku harus cepet-cepet bantuin Vera,kalau nggak bisa-bisa dia dibunuh! Sampai nanti!"
Lauriel langsung berlari sembari melambaikan tangan kepada Lucia,dia langsung menuju stasiun kereta dan menempelkan id card milik Lucia,dan itu berfungsi,Lauriel dengan mudah dapat memasuki stasiun itu dan menaiki kereta tersebut,kereta itu turun ke kota kasta terendah,sampainya di kota kasta terendah,pintu kereta terbuka,terdapat banyak sekali kerusakan yang disebabkaan oleh pertarungan antara Vera dan Giano,tidak ada siapa-siapa disana,nampaknya Vera dan Giano bertarung di tempat lain di kota ini
"Kemana coba perginya"
Lauriel berlari keluar dari kereta menuju pagar yang menjadi pembatas agar tidak jatuh ke kota,letak stasiun tersebut mengambang diatas langit,dan cara agar dapat pergi ke stasiun itu harus menaiki sebuah lift berbentuk tabung,ia melihat kebawah kota dan mencari Vera yang pasti akan terlihat jelas dari atas tempat dimana Lauriel berdiri
"Dimana ya,dimana ya"
Lauriel melihat ke kiri dan ke kanan,mencari tempat keberadaan Vera, akhirnya dia mendengar suara keras dari sisi selatan kota,dia langsung melompat dari stasiun itu dan mendarat dengan sempurna,dia langsung berlari dan menuju kearah suara tersebut, benar saja,Vera sedang bertarung dengan Giano,namun Vera sekali tidak dapat menyerang Giano,dia hanya terus menerus menghindar
"Vera!"
Vera melirik kearah Lauriel,seketika dia langsung terhantam oleh pukulan Giano yang sangat keras,tubuh Vera terhempas hingga terbentur oleh tembok rumah yang ada disana
"Ups...maaf"
Ucap Lauriel,kemudian Lauriel memasuki mode betarung miliknya,perlu diketahui bahwa Lauriel juga seorang cyborg
"Serahkan padaku Vera,aku tidak akan kalah!"
Lauriel melesat menggunakan boost di kaki robot miliknya,dia langsung menabrak tubuh Giano yang besar dan dilapisi armor,namun dia berhasil mendorong tubuh Giano dan membenturkan ke bangunan hingga bangunan itu hancur oleh tubuh Giano,tidak hanya satu,melainkan Lauriel membenturkan hingga 3 rumah sebelum Giano memegang tubuh Lauriel dan mendaratkan kakinya di tanah,akhirnya Lauriel dapat dihentikan,Lauriel melompat mundur dan merubah tangan kanan miliknya menjadi sebuah pedang hologram yang bercahaya berwarna biru
"Senjata jarak jauh tidak mempan kan? bagaiamana kalau pertarungan jarak dekat?"
Senyum lebar langsung terukir di wajah Giano,dia merentangkan tangannya dan membuka telapak tangannya, tiba-tiba sebuah kapak besar yang terbuat dari besi yang tajam muncul
__ADS_1
"Maju Kau!"
Ucap Giano yang dipenuhi semangat bertarung,bagi Lauriel ini bukanlah pertarungan yang mudah,namun bukan berarti dia tidak bisa memenangkan pertarungan ini,Lauriel kemudian mengaktifkan mode Hyperia miliknya,kemudian dia bisa membaca aura milik Giano,walau tidak terlalu berguna,namun itu menambahkan kekuatan fisik bagi Lauriel, pandangan Lauriel seketika langsung berubah menjadi hitam putih dan ia hanya dapat melihat aura Giano yang berwarna merah membara,Lauriel melemparkan sebuah flashbang dari tangan kirinya,Giano tidak dapat melihat pergerakan Lauriel yang melempar flashbang karena perhatiannya tertuju kepada Lauriel
"S-sialan!"
Lauriel langsung berlari dan langsung menyerang Giano,dia hendak menebas kaki kiri Giano,namun Giano malah menendang Lauriel dengan kaki kiri miliknya,seakan tahu bahwa Lauriel mengincar itu,Lauriel menghindar ke sebelah kiri,kemudian efek flashbang yang diterima Giano telah berakhir,Giano melihat Lauriel yang menghindar dan langsung memukul kepala Lauriel,namun kali ini Lauriel diselamatkan oleh Hiki,Hiki membuat lubang dibawah Lauriel sehingga ia terjatuh kemudian memunculkan lubang lainnya diatas kepala Giano,Lauriel dengan tinjunya meninju kepala belakang Giano,namun Giano masih dilindungi barrier,kemudian Lauriel menambah booster pada pukulannya,namun sayang dia masih tidak bisa menembus barrier Giano dan memutuskan untuk mengambil jarak
"Trims Hiki!"
Hiki berdiri diatas stasiun,hanya memperhatikan pertarungan Lauriel yang nampaknya cukup seimbang sembari mencari orang yang membantu Giano dari balik layar,Kembali kepada Lauriel,dia mengambil posisi siap bertarung,masih dalam mode Hyperia miliknya,selama mode itu aktif,dia tidak akan kelelahan dan akan terus mendapat kekuatan fisik seiring lamanya dia menggunakan kekuatan itu,kemudian kali ini Giano yang mengambil inisiatif menyerang,dia menambah booster kepada pijakannya dan dengan cepat langsung melesat kearah Lauriel,mata Lauriel terbelalak kemudian dia dihajar oleh Giano namun dia masih bisa menahannya,tubuhnya terpental jauh melayang di udara kemudian Giano melompat dengan kecepatan tinggi dan memegang tubuh Lauriel,kemudian dia membanting Lauriel ke tanah dari ketinggian hingga Lauriel terbentur ke tanah Giano melesat dari udara kearah Lauriel yang terbaring di tanah,ketika jarak Giano telah dekat Lauriel tersenyum dan mengangkat tangan kanannya tiba-tiba sinar laser yang kuat dan skala nya sangat besar muncul menghantam Giano,sekali lagi,Giano melindungi dirinya dengan barrier,namun kali ini Barrier itu retak hingga serangan laser itu berakhir,Lauriel berdiri dan melompat untuk menghindar dari hantaman Giano yang melesat kearahnya
"Waduh gawat,masih ga mempan buset"
Lauriel kembali memunculkan pedang hologramnya dan menatap Giano yang kembali bangkit dari kejauhan,Giano menatap Lauriel dengan amarah yang memuncak
"Wanita brengsek, ini pertama kalinya seseorang menyerang diriku sampai seperti ini,kamu orang pertama yang berhasil membuat barrier ku retak"
Giano menunjuk kearah Lauriel kemudian mengepalkan tangannya
"Siapa namamu?!"
"Heh udah mau mati aja pake genit segala,aku Lauriel,kenapa? Tertarik kepadaku? Maaf aja nih ya tapi tipe ku itu bukan cowok kaya dirimu"
Giano tertawa terbahak-bahak
"Boleh juga kau! Aku suka gayamu! Mari bertarung hingga mati yang menentukan pemenang!"
Sementara Hiki,dia masih menatap kota menengah atas dan lubang yang dibuat Lauriel, tiba-tiba Ruby mengirim teks kepada Hiki,layar hologram muncul di hadapan Hiki,dan hanya Hiki yang dapat melihat itu
Hiki membacanya kemudian sebuah keyboard muncul dan Hiki mengetik sebuah pesan kepada Ruby
"Bagus,dimanakah orang itu?"
"Kota menengah atas,disana ada sebuah rumah semacam apartemen dan dia tinggal di kamar nomer 627"
"Baik,aku akan meminta Alvin untuk mengurusnya,kerja bagus Ruby,aku akan memberimu hadiah nanti"
"Terimakasih!"
Layar itu menghilang dan kemudian Hiki mengambil ponsel miliknya dan menelpon Alvin yang kebetulan juga berada di kota menengah atas,dia masih menunggu Lucia yang belum kembali karena kartu identitasnya di pinjam oleh Lauriel, Alvin yang tengah duduk di kursi dekat jendela mengangkat telepon itu
"Hiki,ada apa?"
"Datangi lokasi yang aku berikan"
Ucap Hiki,kemudian dia mengirim lokasi itu lewat pesan
"Musuh baru? Apakah aku harus membunuhnya?"
"Sebaiknya jangan,tunggu sampai aku tiba disana,biar aku yang mengurusnya setelah ia berhasil kamu dapatkan "
"Baiklah"
__ADS_1
Hiki mematikan telepon,Alvin langsung berdiri dan menyalakan rokoknya,dia mengenakan Long Coat yang tergantung di dekat pintu kamarnya,ketika dia berjalan keluar dia bertemu teman lama Hiki yang mengizinkan Alvin dan Max tinggal dirumahnya
"Ah, kemana kah kamu hendak pergi?"
Tanya teman Hiki itu,kemudian Alvin dengan ramah menjawab
"Aku ada urusan sebentar,tolong jaga Max...aku akan segera kembali"
"B-baiklah...hati-hati"
"Ah iya aku pinjam mobil mu ya"
"Tentu"
Teman Vera memberikan kunc mobil dan kemudian Alvin pun pergi,dia mengendarai mobil itu,mobil itu tidak dapat terbang karena selain ada mobil yang sudah benar-benar canggih,juga masih ada mobil yang berjalan di aspal,setelah hampir 20 menit,akhirnya Alvin sampai di apartemen tersebut,masih dengan rokoknya dia membuang puntung rokok itu dan menginjaknya
"Let the show begin"
Alvin meminta izin kepada penjaga Lobby dan ia diberikan izin,dia mencari kamar nomer 627, sementara itu Lauriel masih bertarung dengan Giano,kali ini Vera masih tidak dapat membantu,karena sangat berbahaya jika dia bertarung dengan seorang Cyborg,apalagi Giano bertubuh besar,dia hanya melihat pertarungan Lauriel dan Giano,penduduk di kota Mesopotamia saat mereka berdua bertarung melarikan diri kerumahnya masing-masing dan melindungi rumahnya dengan barrier sehingga tidak dapat hancur karena pertarungan itu, sementara jika ada rumah yang tidak dilindungi oleh barrier maka berarti rumah itu kosong atau tidak berpenghuni
"Arghhhh,kenapa kau ga mati aja!!!?"
Lauriel mulai emosi ketika Giano masih dapat berdiri walau sudah menerima banyak kerusakan,begitu juga dengan dirinya kemudian Giano menunjukkan sebuah Core yang ada di dadanya
"Karena aku masih punya ini!"
"Ohh gitu,jadi itu inti dari dirimu ya,gak heran sih kamu kan Cyborg,kalau aku berhasil mematikan Core itu maka dirimu akan dapat dikalahkan bukan?"
"Benar,tapi pusatnya bukanlah diriku, melainkan-"
"Udah tau,perihal itu bakal diurus temenku,santai aja dia orang yang bisa dipercaya,aku hanya perlu menunggu kabar untuk segera membunuhmu, buat sekarang,nahan dirimu agar ga nangkep Vera adalah prioritas ku"
"Kenapa kamu sangat melindunginya?"
"Kenapa? Karena dia adalah teman ku"
Vera yang mendengar itu sedikit tersentuh,dia selalu sendiri selama 6 tahun, setelah kematian Edgar,dia hanya menghabiskan waktu bersama Kuro,namun kali ini,seorang wanita dihadapannya menganggap dirinya sebagai seorang teman
"Teman...baiklah kalau begitu..aku akan menghancurkan kalian berdua!"
Giano mengangkat kedua tangannya dan kemudian sebuah bola berwarna biru yang terbuat dari energi muncul,
perlahan semakin banyak energi yang terkumpul,semakin besar pula ukurannya
"Aku akan mengakhiri ini!"
Lauriel dapat merasakan kekuatan yang luar biasa dari energi itu,begitu juga dengan Vera
"Woi! Woi! Lu mau ngancurin kota ini hah?!!"
Tanya Lauriel yang mencoba menghentikan Giano,namun Giano menghiraukannya dan masih tetap fokus kepada pengisian energi
"Atomic! Bleast!"
__ADS_1
Giano melancarkan serangannya itu,Lauriel dan Vera hanya terdiam,sementara Alvin masih kebingungan karena nampaknya dia hanya berjalan berputar-putar di apartemen itu, apakah dia salah jalan? Atau musuh yang telah mengetahui keberadaan Alvin?