Hyperia

Hyperia
Kesepakatan Pertama


__ADS_3

Paginya Vera mendapatkan kabar jika Edgar tidak dapat di selamatkan ia mengalami cedera pada otaknya cedera aksonal difus yang membuat Edgar meninggal di rumah sakit,Sherran orang tua Edgar tidak menyalahkan Vera atas meninggalnya Edgar ia menganggap itu adalah sebuah kecelakaan,karena merasa bersalah Vera menemui Sherran di malam hari,dia terlihat sedang menjaga bar seperti biasa namun kali ini ia tampak lesu dan tidak bersemangat


"Hai paman"


Vera duduk di depan bar lounge Sherran menyambut nya dengan ramah


"Oh hai Vera,apa yang membuat mu datang malam-malam seperti ini?"


"Aku,hanya ingin meminta maaf perihal peristiwa kematian anak mu"


"Tidak usah di pikirkan nak,itu semua hanyalah kecelakaan,aku tidak menyalahkan mu..aku tidak melihat Jo dimana dia?"


"Dia berkata mempunyai urusan,aku tidak tahu kemana dia pergi,namun terlihat buru-buru"


"Begitu ya..Edgar adalah anak yang baik bukan?"


Vera mengangguk,dia tersenyum kepada Sherran dengan wajah nya yang masih polos,tidak lama sekelompok pelanggan datang mereka duduk di kursi panjang dekat pintu


"Hei Vera,bisakah kamu sapa para tamu itu dan tanyakan ingin pesan apa"


"Serahkan padaku"


Vera menghampiri pelanggan tersebut dengan senyumannya ia bertanya


"Selamat malam tuan-tuan ada yang bisa saya bantu?"


"Oh pelayan kecil,bawakan kami sebotol minuman alkohol yang tidak terlalu keras"


Ucap salah seorang dari mereka


"Silahkan menunggu"


Vera kembali kepada Sherran dan memberi tahu pesanan tamu tersebut,Sherran memberikan Sebotol besar minuman alkohol beserta 5 gelas diatas nampan Vera mengantarkan pesanan itu kepada tamu tadi


"Silahkan dinikmati"


"Pelayan muda,apakah kamu bekerja disini?"


"Tidak aku hanya membantu,ada lagi yang bisa saya bantu?"


"Tidak,sudah cukup terimakasih nak"


Vera membungkuk tanda hormat kepada pelanggan,kemudian ia kembali duduk di bar lounge,malam itu ia habiskan berbincang dengan sherran bermaksud berusaha menghiburnya,tidak lama Jo datang dan bergabung bersama mereka


Waktu terus berjalan Vera telah di rawat oleh Jo selama kurang lebih 6 tahun,ia tumbuh dengan cepat,selama 6 tahun bersama Jo ia mempelajari ilmu bela diri,teknologi,bertahan hidup,serta ilmu medis,ia mempelajari banyak hal,di umur 16 tahun ia berhasil membuat sebuah A.I dengan wujud kucing,ia tidak membuatmya sendiri Vera dibantu oleh Jo dan Vera menamakan A.I itu Kuro karena warna kulit kucing itu berwarna hitam dengan teknologi yang ada saat ini,A.I itu bisa berbicara,menjalankan perintah,bahkan berubah wujud menjadi manusia


"Vera berapa umur mu?


Tanya Jo kepada Vera,mereka duduk bersebelahan bersama Jo menikmati pemandangan kota di malam hari di atas gedung yang tinggi


"18"


"Sudah 6 tahun sejak aku menemukan mu di padang gurun,dan kamu telah tumbuh sebagai pria dewasa yang cerdas"


"Itu semua karena dirimu pak,jika tidak ada kamu saat itu mungkin aku telah meninggal di bunuh oleh Vadallat,aku sudah menganggap dirimu sebagai orang tua ku, tanpa dirimu aku tidak mungkin bisa sampai menciptakan Marie"


"Ya aku tau....Vera aku rasa kamu sudah saatnya mengetahui sebuah fakta yang mungkin akan membuatmu terkejut"


Vera mengangguk ia menatap wajah Jo yang sudah semakin menua


"Aku adalah pemimpin dari kelompok kriminal terbesar di seluruh dunia ini.The Abyss"


"The Abyss,kelompok kriminal yang selalu kamu ceritakan kepadaku, pemimpinnya adalah dirimu sendiri..kau...tidak mungkin bagaiamana bisa orang seperti mu..."


"Kau ingat saat kita pertama kali bertemu?saat itu aku di perjalanan pulang dari kota Asgard,ketika di tengah jalan aku menemukan dirimu,entah karena apa tetapi hati ku memutuskan untuk menyelamatkan mu,kemudian aku merawat mu,aku memberi tahu Sherran agar tidak ada yang membicarakan ini di depan dirimu,karena takut ini akan membuat mu menjauh dari ku, namun aku tidak bisa menutupi selamanya nyatanya aku adala seorang penjahat yang dipenuhi dengan dosa,aku telah membunuh ribuan orang"


"Aku tidak peduli tentang itu pak,dimata ku kamu adalah orang baik yang menyelamatkan diriku,kamu adalah orang tua ku"

__ADS_1


"Senang mendengar itu Vera,tetapi sekarang mungkin malam ini adalah hari terakhir kita bisa duduk bersama,lokasi ku telah di ketahui oleh para gottenburg diseluruh dunia mereka akan memburuku mereka tidak akan melepaskan diriku dan mereka akan mengeksekusi diriku,maka dari itu kamu harus pergi jika kamu terus bersama ku,aku khawatir jika mereka juga menangkapmu,Vera aku hanya bisa membimbing mu sampai ini"


Jo Berdiri diujung gedung ia melihat kearah cahaya Rhongomyniad yang bersinar sangat terang


"Setelahnya kamu akan memutuskan kemana dirimu akan pergi,satu hal aku mempunyai pesan padamu jangan pernah mudah memberikan kepercayaan mu kepada orang lain,seorang musuh bisa menyamar menjadi apa saja bahkan orang terdekat kita sekali pun,aku harus pergi bawa Kuro bersama mu dia akan berguna untuk mu,dalam seminggu ini kamu akan mendengar jika diriku sudah meninggal,maafkan aku Vera jika aku membuat dirimu merasa sakit hati"


"Aku paham"


"Jangan sampai dirimu menjadi seperti diriku,aku adalah seorang pendosa"


"Aku paham"


Vera menggenggam tangannya dengan keras ia mengigit bibir bawahnya,agar air matanya tidak jatuh


"Kalau begitu aku pergi dulu,jaga dirimu baik baik,ini adalah perpisahan,aku telah memberikan seluruh pegetahuan ku jaga itu baik baik,cari lah seseorang yang benar benar bisa dipercaya,selamat tinggal Vera 6 tahun bersama mu sangat lah menyenangkan,kenangan ini tidak akan pernah aku lupakan"


Jo mengambil Zipline dari pinggulnya,ia menembakkan Zipline itu ke gedung di sebelah mereka


"Pak"


Vera menghampiri Jo dan memeluknya dengan erat


"Aku sangat menyayangimu,aku sudah menganggap dirimu sebagai orang tua ku,selamat tinggal"


Jo mengelus rambut Vera kemudian ia pergi terjun menggunakan zipline nya di kejauhan Jo melambaikan tangannya dan tidak lama kemudian ia hilang dari pandangan Vera


"Sialan kenapa harus selalu seperti ini,rasa sakit ini...tidak tertahankan"


Malam itu berlalu,kali ini Vera bangun tanpa Jo di sebelahnya,pagi itu ia disambut oleh dua orang pria berbadan besar yang membawa sebuah tablet data,ia memberikan kepada Vera,di dalam tablet itu,dijelaskan jika seluruh harta dan kekuasaan Jo diambil alih oleh seseorang yang bernama Richard,ia dulunya adalah tangan kanan Jo,harta yang dimaksud adalah rumah yang saat ini Vera tinggali dan seluruh kekayaan Jo,Vera membanting tablet itu,dengan sinis ia berkata kepada kedua pria itu


"Beri aku waktu untuk mengemas barang-barangku"


Vera tahu jika penyebab kematian Jo adalah Richard,ia merencanakan semua ini agar dia mendapatkan kekuasaan,juga saat itu posisi Jo sedang tidak diuntungkan karena ia memiliki Vera bersamanya, Jo tidak ingin membiarkan Richard mengusik kehidupan Vera, mengingat umur Jo sudah tua dan ia tidak bisa melindungi Vera selamanya,setelah mengemas barang-barang ia mendorong kedua pria itu dan melewatinya,dengan zipline miliknya Vera turun dari gedung milik Jo


"Sekarang..kemana aku harus pergi,sendiri lagi..terkadang sendirian itu lebih baik"


Kuro tiba-tiba muncul entah darimana,ia mengelus-elus kaki Vera menggunakan tubuhnya,kemudian Vera mengambil Kuro


"Darimana saja kau?"


Tanya Vera kepada Kuro


"Aku punya kesibukan sendiri"


"Sombong sekali"


"Siapa kedua pria itu?


"Anak buah Richard"


"Siapa itu Richard?"


"Apakah sekarang waktunya sesi tanya jawab?"


"Tidak aku sedang mengintrogasi dirimu"


Vera menekan sebuah tombol di kalung milik Kuro,kalung itu berfungsi agar Kuro tidak bisa berbicara,Vera sengaja membuat itu karena terkadang diisi kepala Kuro hanyalah sebuah pertanyaan dan pertanyaan,Kuro menampar wajah Vera mengekspresikan jika dia sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan Vera,kemudian Kuro turun dari pelukan Vera,setelah itu Vera kembali berjalan tanpa arah diikuti oleh Kuro dibelakangnya,beberapa hari kemudian Vera sampai di bawah tepat dimana Rhongomyniad berada,dari dekat tombak itu sangat besar dan cahaya nya semakin bersinar,Vera tidak silau karena ia menggunakan sebuah kacamata yang menangkal segala cahaya,jadi ketika Vera mengenakan itu maka ia hanya bisa melihat bentuk dari benda tersebut tanpa adanya cahaya


"Vera Ashley..Benar?"


Suara seorang wanita mengejutkan Vera,Vera menoleh kearah suara itu,ia mendapati sesosok gadis pendek dengan rambut pendek berwarna hitam,serta warna matanya yang merah menyala,ia menggunakan pakaian gothic dengan lipstick berwarna hitam,serta sebuah tas di pundakny


"18 tahun,anak dari seorang William Ashley dan Amelia Ashley,tragedi besar menimpa nya saat ia berumur 12 tahun kemudian ia diselamatkan oleh seorang pria tua bernama Jo,ia berteman dengan seorang pria bernama Edgar,naas baru beberapa jam anak itu mati karena terbentur dibagian kepala dan-"


"Siapa kau ******?"


"******? Aku Hikita senang berkenalan dengan mu"

__ADS_1


"Darimana kamu tau semua itu?"


"Dengan benda ini aku bisa mengetahui seluruh informasi yang ada di dunia,aku mengetahui kisah hidupmu,bahkan ukuran mu"


Wanita itu menunjukkan sebuah alat yang tertempel di matanya,ia perlahan berjalan menghampiri Vera,Vera bersiap untuk hal yang tidak menyenangkan,ia sudah memegang sebuah belati dibalik tubuhnya


"Wow wow tenang bung,aku tidak bermaksud untuk bertarung"


Bahkan Wanita itu mengetahui apa yang ada dibalik tubuh Vera padahal Vera menutupi belati dari penglihatan wanita itu dengan tubuhnya,Wanita itu berhenti


"Jatuhkan pisau itu,lihat aku tidak bersenjata"


Wanita yang mengaku bernama Hikita itu melemparkan tasnya kehadapan Vera dan kembali berjalan perlahan


"Vera menjatuhkan belati yang ia pegang,mereka berhadap-hadapan dan Hikita mengulurkan tangannya


"Namaku Hikita,panggil saja aku Hiki"


"Apa-apaan dirimu ini, datang secara tiba-tiba dan berprilaku aneh kemudian dirimu mengaku mengetahui semua tentang diriku"


"Kamu mencari adik mu bukan?"


"Kau tau dimana dia berada?"


"Aku tau segalanya,tapi sebelum itu aku ingin meminta sebuah bantuan kepada mu,anggap saja sebuah kesepakatan,kita akan bekerja sama"


"Apa yang bisa ku bantu?"


"Aku dengar dirimu sangat pandai dengan teknologi,aku sudah lama mencari tahu tentang mu,namun saat itu kamu sedang berada dibawah perlindungan Jo,maka dari itu aku tidak berani mendekat tapi sekarang...langusngke intinya saja,aku butuh bantuan dirimu untuk menghidupkan seseorang"


"Apa maksudmu?"


"Adik ku,ia meninggal beberapa bulan lalu,dan aku tidak ingin kehilangan dia,aku ingin meminta bantuan mu untuk menyelamatkan adik ku"


"Maksud mu kau ingin diriku untuk menanamkan sebuah jantung A.I pada adik mu?"


Hiki mengangguk,tatapan nya sangat dalam Vera melihat kearah Kuro yang nampaknya ingin berbicara,ia meraihnya dan mengaktifkan tombol yang ada di leher Kuro


"Tunggu dulu nyonya,pertama-tama perkenalan diriku adalah Kuro aku adalah A.I milik tuan Vera,apakah kamu tahu jika persentase keberhasilannya hanyalah 5%?? Bahkan bisa kurang dari itu tergantung kualitas jantung buatannya,dan harganya juga sangat lah mahal jika ingin membuat sendiri membutuhkan waktu yang sangat sangat lama"


"Kita tidak akan membeli,atau pun membuat,kita akan mencuri benda itu,tidak usah khawatir aku tidak meminta dirimu untuk menemani ku untuk mencuri benda itu,kamu hanya perlu menanamkan jantung itu kepada adik ku,setelah semua itu,aku akan memberi tahu dimana lokasi adik mu?"


"Bagaimana aku bisa mempercayai mu?


"Bukankah tempat itu seperti pabrik peternakan yang didalamnya terdapat banyak ruangan dan jebakan? Dan disana terdapat jembatan yang terbuat dari kaca"


"Dia tahu semua itu,bagaimana ini..aku diberi pesan oleh Jo agar tidak memberikan kepercayaan ku dengan mudah kepada orang lain,tapi ini adalah kesempatan ku untuk bertemu dengan adikku setelah sekian lamanya"


Ucap Vera dalam hati


"Vera jangan khawatir,wanita itu tampak bisa dipercaya tetapi kita memerlukan jaminan untuk semua itu"


Kuro menyambungkan koneksi miliknya kepada chip di dalam otak Vera


"Apakah ada jaminan untuk semua itu?"


Wanita itu berjalan menghampiri Vera,ia mengulurkan tangannya ia menunjukkan sebuah tombol berwarna merah kemudian wanita itu menunjukkan sebuah kalung yang terpasang di lehernya


"Lihat ini,jika aku berbohong atas semua yang aku katakan,maka tekan saja tombol itu dan benda ini akan meledak"


Vera mengambil tombol itu dan melemparnya kepada Kuro,dengan sedikit keraguan ia menjabat tangan Hiki,yang berarti mereka telah sepakat untuk bekerja sama,Hiki tersenyum manis kepada Vera


"Ohiya aku akan menunjukkan suatu tempat kepada mu ikuti aku,dan hei kucing manis ayo kemari aku akan menggendong mu!"


Hiki berjalan menuju sebuah tempat sembari menggendong Kuro di tangannya,diikuti oleh Vera yang saat ini mendapatkan secercah harapan untuk bertemu dengan adiknya


"Aku harap ini adalah jalan yang diberikan tuhan kepadaku"

__ADS_1


__ADS_2