Hyperia

Hyperia
Malam Penuh Korban


__ADS_3

1 minggu telah berlalu sejak Hiki masuk penjara,ia telah dijatuhkan hukuman mati hanya beberapa hari saja sebelum hukuman itu dilaksanakan...Hiki berencana untuk menyelesaikan urusannya dipenjara ini pada malam ini,Hiki mengumumkan jika dia akan menyerang Alef dan pasukannya pada malam ini kemungkinan pertempuran itu akan memakan banyak korban,pada siang hari Hiki kembali ke sel tahanannya setelah berkumpul dengan Vera dan yang lainnya,ia melihat Lucia yang sedari tadi tidak bergerak ditempat tidurnya,ia baru menyadari jika sejak awal dia datang ke penjara itu,dia tidak pernah melihat lucia saat jam makan siang maupun waktu olahraga,Lucia selalu mengurung diri dikamar, kegiatannya di penjara hanya,mengambil makan setelah itu kembali ke kamar,setiap malam juga terdengar suara tangisan dari Lucia,Hiki penasaran dengan semua itu kemudian ia bertanya dengannya


"Lucia?"


Tanya Hiki kepada Lucia yang sedang tertidur,Hiki masih berdiri di depan sel memandangi tubuh Lucia,kemudian ia duduk di depan cermin


"Lipstik ku sudah pudar"


Ucap Hiki kemudian dari cermin ia melihat Lucia telah bangun


"Kamu baik-baik saja?"


Tanya Hiki


"Eh ah i-iya aku baik-baik saja"


"... kenapa setiap malam kamu menangis?"


"T-tidak bukan apa-apa"


"Beritahu saja kepadaku, jika seandainya diriku membuat kamu takut aku akan pindah dari sini"


Hiki membalikkan badannya dan menatap lurus ke mata Lucia, Lucia tidak berani menatap mata Hiki,ia selalu mengalihkan pandangannya


"Ehh begitu toh"


Terdapat sebuah tindik dikuping Hiki yang ternyata itu adalah sebuah alat komunikasi Ruby memberi tahu tentang penyebab Lucia masuk kedalam penjara dari data yang ia retas dari pusat keamanan Great Shackles


"Jadi dirimu dituduh melakukan pembunuhan ya,bisakah kamu menceritakannya lebih jelas kepadaku?"


Lucia terkejut,bagaimana bisa Hiki tau hal itu,ia mulai gelisah apakah ia akan bercerita atau harus terus menutupinya


"Apakah kamu takut dengan mereka? Berada di penjara selama 12 tahun itu tidak sebentar"


Hiki bangun dari kursi dan beranjak duduk di ranjang Lucia, Lucia menjauh dan memeluk kedua lututnya kemudian ia membuka mulutnya dan mulai bercerita


"Malam itu aku sedang berjalan di kota Molina,aku hendak pulang ke rumah,saat aku dijalan aku tidak sengaja melihat sebuah pembunuhan di taman A-19 pelaku pembunuhan itu adalah orang terkenal di kota Molina,yaitu calon presiden ke-89 Tiebert Honnovan,dia menyadari bahwa aku melihat ia melakukan perilaku keji itu,aku langsung berlari,begitu juga dengan dia,dia berlari mengejar diriku,aku menuju kesebuah kantor polisi terdekat dan ketika hendak sampai disana,tiba-tiba pria itu berlari mendahului diriku masuk kedalam kantor polisi dan ia malah melaporkan diriku atas pembunuhan yang dilakukan olehnya,dan disitu hal aneh terjadi,aku sama sekali tidak membawa pisau,aku hanya membawa tas gendong ku! itu saja,tapi ketika sampai dikantor polisi entah bagaimana caranya aku memegang sebuah pisau tepat ditangan kiri ku, dengan bukti-bukti yang ada,dan tentunya juga dengan uang yang dimiliki kepa*at itu,aku didakwa atas kasus pembunuhan,dan aku dijerat hukuman 12 tahun penjara,dia mencuci tangannya dan menjadikan diriku sebagai pelaku..aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,aku tidak punya pengacara ataupun dukungan,aku hanya bisa pasrah sampai akhirnya aku dibawa ke tempat mengerikan ini"


Air mata Lucia tidak tertahankan ia menangis menutup kedua matanya,Hiki terdiam ia sudah mengetahui sisi gelap dari manusia


"Malam ini tunggu digerbang utara"


Lucia kebingungan ia tidak mengerti apa yang Hiki maksud,Hiki yang tadinya ingin beristirahat ia langsung mengontak Ruby dengan sebuah tindik yang ternyata adalah alat komunikasi yang berada di lidahnya

__ADS_1


"Ruby,malam ini bisakah kamu meretas sistem keamanan Great Shackles? Agar para Paladin tidak menganggu perang itu,dan juga matikan seluruh jebakan yang ada disini paham? Terutama di gerbang utara...iya baiklah "


Setelah persiapan yang menegangkan,akhirnya Hiki,Max,dan Vera telah bersiap disebuah tanah kosong yang sangat luas,tidak lama kemudian Alef dan anak buahnya datang, terlihat dengan jelas bahwa anak buah Alef lebih banyak daripada Hiki para pengikut Hiki mulai gentar setelah melihat banyaknya pasukan Alef


"Sial itu membuat mental mereka melemah"


Ucap Vera yang sedikit khawatir,kemudian Hiki membalikkan tubuhnya dan berpidato untuk terakhir kalinya


"Dengar! Apakah kalian takut setelah melihat jumlah mereka?!!"


Hiki bertanya kepada pengikutnya,tetapi mereka semua hanya terdiam


"Apakah hanya dengan jumlah itu membuat kalian takut?! Bukankah kalian ingin membalaskan apa yang telah mereka ambil dari kalian?! Jangan lemah! Hanya karena jumlah bukan berarti kita kalah! Apa yang telah mereka ambil dari kalian?!! Apakah kalian akan terus menjadi pengecut dan hanya terdiam ketika diintimidasi? Jika iya,maka kembalilah ke sel kalian! Jika kalian ingin membalas perlakuan mereka maka ikutlah bersamaku! Untuk melawan para Ba***gan itu!"


Tidak lama kemudian pasukan Hiki bersorak semangat,Hiki maju ketengah lapangan begitu juga dengan Alef,mereka saling berhadap-hadapan dengan tatapan yang saling memandang satu sama lain


"Dari dekat seperti ini wajahmu boleh juga ya"


Ucap Alef dengan nada mengejek


Belum selesai bicara Hiki langsung meninju kepala Alef,kemudian pasukan Hiki mulai maju begitu juga dengan anak buah Alef,Vera juga ikut serta,ketika sedang bertarung,ia harus menghadapi salah satu lawan kuat,yang tidak lain adalah tangan kanan Alef dipenjara itu nama panggilan dia adalah Bald,Vera harus menghadapi lawan yang sangat jelas jauh diatas kekuatan Vera,tubuh Bald sangat besar,bahkan lebih besar dari Max tingginya sekitar 230cm,Bald meninju Vera,Vera menghindarinya,ia mencoba menendang Kaki Bald,namun tubuh Bald sekeras baja, tiba-tiba Max datang menyeruduk Bald tapi Bald masih bisa menahannya tubuh Max


"Vera! Lawan dia adalah aku! Pergi bantu Hiki!"


"Apakah Kau akan terus menghindar hah?!!"


Ucap Hiki sembari menyerang Alef,Pada satu kesempatan Alef mampu menyerang balik namun masih berhasil dihindari oleh Hiki,Hiki menunduk dan menendang kaki Alef,membuatnya terjatuh dan dengan belatinya ia langsung menerjang wajah Alef namun Alef masih bisa menghindar dan menendang tubuh Hiki,Hiki terhempas dan mendarat dengan sempurna


"Aku harus lebih berhati-hati,laki-laki ini belum menunjukkan Hyperia miliknya"


Ucap Hiki dalam hati,sementara itu Sherlock hanya mengamati pertarungan dari kejauhan,sedangkan Vera ia terhenti oleh seseorang yang bernama Poki ia merupakan pengguna Hyperia sama seperti Alef


"Oi Pria Yang ada disana! Kemana kau akan pergi hah?!"


Tubuh Poki dipenuhi dengan Tato,Vera membalikkan badannya dan melihat wajah Poki


"Oh? Seekor tikus?"


"Kamu tidak boleh menyambut tamu seperti itu,akan aku ajari bagaimana caranya!"


Tiba-tiba sebuah besi yang ada di dekat Vera menghantam wajah Vera,Vera langsung kehilangan keseimbangan dan ia mengeluarkan darah karena benturan yang sangat kencang


"?!! Bagaimana bisa?!"

__ADS_1


Vera masih keheranan dengan apa yang terjadi,ia menatap Poki dengan tatapan tajam dan lurus, pria penuh tato itu tersenyum melihat ekspresi Vera yang kebingungan,Vera bersiap dalam posisi bertarungnya,tiba-tiba sebuah pipa saluran air yang berada di sisi lantai hancur,Air itu mengenai Vera dengan Volume yang besar, itu membuat Vera terhempas kedinding,Poki berjalan dengan santai menghampiri Vera yang bersender di dinding,ia jongkok dan mengejek Vera


"Biar aku bersihkan darah itu dengan air ini! Kau tau ini air apa?!! Ini adalah Air kotor dari penjara ini! Hahahahahaa! Bau sekali!"


Poki mengambil langkah mundur,Vera perlahan bangun dengan keseimbangan yang kacau


"Serangan selanjutnya! Aku pasti bisa menghindar!"


Poki tersenyum,Vera telah menyadari bahwa kekuatan Poki adalah ia bisa memindahkan atau menggerakkan barang walaupun tidak ia sentuh atau dengan kata lain Telekinesis,kekuatan ini cukup umum bagi pengguna Hyperia, kekuatannya berskala dari yang hanya bisa menggerakkan barang sekecil pensil sampai ada juga yang bisa menggerakkan gedung,itu semua tergantung kemampuan dari orang tersebut,Telekinesis dibagi menjadi 5 tingkat Beginning>>dominate>>Higher>>Expert>>Elder


Dan Poki ada di tingkat Higher,Poki menggerakkan sebuah pisau yang sengaja ia taruh disana,pisau itu terletak di titik buta Vera,ia menggerakkan pisau itu,sebelum itu Vera dapat melihat apa yang akan terjadi,ia dapat melihat dengan jelas dirinya tertusuk oleh pisau yang melesat dari belakang tubuhnya tidak lama kemudian pisau itu melesat dengan kecepatan tinggi,Vera yang telah mengetahui,ia membalikkan badannya,dengan keyakinan tinggi ia menangkap pisau itu dan melemparkannya langsung ke Poki dengan senyum yang masih terukir diwajahnya, melihat itu Poki terkejut,ia telah mati langkah pisau itu mengenai Poki tepat di dada,sementara itu tangan Vera terluka akibat menangkap pisau itu,darahnya mengalir cukup deras


"Bagaimana bisa?!! Itu adalah titik buta baginya! Bagaimana?!!!!"


Amarah poki memuncak,ia menggerakkan seluruh barang yang ada disana,semua benda itu tertuju kepada Vera,Vera berlari menjauh dari Poki yang mengalami pendarahan hebat,ia menatap mata Vera dengan penuh amarah


"Kau!!"


Walau begitu Poki tidak mampu bergerak,ia hanya mampu melihat Vera berlari,atap lorong itu mulai runtuh akibat kekuatan yang dimiliki Poki,Vera masih berlari ia menghindari barang-barang yang terus menerjangnya,terlihat sebuah pintu diujung lorong ketika hendak menggapai gagang pintu itu Vera dihantam oleh sebuah beton dinding yang digerakkan oleh Poki,Vera terhempas keluar dan lorong itu seketika runtuh,benturan itu cukup kuat,Vera tidak mampu menggerakkan tubuhnya lagi,tulang bahu kanan milik Vera patah akibat hantaman itu,Holmes melihat Vera yang tergeletak disana,ia langsung berlari menuju Vera, sementara itu Max dan Bald masih bertarung,Bald bukanlah seorang pengguna Hyperia namun fisik dan ketahanan tubuhnya sangatlah kuat


"Kamu boleh juga ya!"


Teriak Bald yang sama sekali tidak terluka, begitu juga dengan Max,mereka sama-sama menerima pukulan namun pukulan itu tidak menghasilkan apapun,Max kembali menerjang Bald,ia menjatuhkan tubuh Bald dan mengunci tubuh Bald dengan teknik D'arce Choke,Max menjatuhkan tubuh Bald kesamping Max mengunci lengan Bald hingga terkena bagian leher,tangan Max menggenggam biceps tangan lainnya untuk membuat cekikan ke leher Bald agar menjadi lebih erat


"Kau pikir itu bisa membuatku menyerah?!"


Bald,ia mampu bangkit dari kuncian itu dan membanting tubuh Max ke tanah dan menginjak wajah Max dengan keras,itu membuat dia berpikir bahwa dia telah menang,namun Max menarik kaki Bald yang membuatnya terjatuh kemudian Max berlari,ia meruntuhkan sebuah tiang besi yang cukup besar dan mengambilnya,Bald bangkit ketika ia berdiri Max langsung menghantam wajah Bald dengan tiang itu dengan kekuatan penuh


"Baru kali ini aku merasakan sakit sialan!"


Sementara itu Hiki,ia masih mendominasi pertarungan,ia terus menyerang Alef tanpa ampun,Hiki terus menyerang,saat ia menyerang ia mengeluarkan lubang hitam dibelakang tubuh Alef,lubang itu mengeluarkan anak panah dan menusuk Alef hingga menembus tubuhnya,Hiki berhenti menyerang ia berpikir jika setelah ia melukai Alef,Alef akan menunjukkan kekuatannya


"Akhirnya yang aku tungu tunggu"


Alef terkekeh,Hiki menatap Alef tanpa ekspresi diwajahnya,darah yang mengalir dari tubuh Alef perlahan membeku,dan luka itu perlahan tertutup,darah yang membeku itu membentuk sebuah pedang


"Sekarang giliran ku!"


Kini situasi berbalik,Hiki terus diserang oleh Alef,kekuatannya nampak bertambah setelah ia memegang pedang itu


"Kenapa?!! Kenapa kau menghindar?!! HIKITA?!!"


Hiki menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik,ketika sedang bertahan ia menendang sebuah loker di lorong dan loker itu jatuh meninpa Alef,Alef menahan loker itu,Hiki tidak melewati kesempatan itu,ia langsung memunculkan lubang hitam di sekeliling Alef Hiki mengeluarkan puluhan pedang dari lubang itu,Alef tertusuk oleh puluhan pedang itu, tiba-tiba pedang itu terhempas salah satu pedang itu melukai pipi Hiki,sekarang tubuh Alef dilindungi oleh Armor yang terbentuk dari darah miliknya

__ADS_1


"Ayo kita lanjutkan pertarungan kita!"


__ADS_2