
Gerrartoria 23:30
Vera bersama yang lainnya tiba di Gerrartoria,keadaan disana sangat buruk,banyak gedung-gedung menjulang tinggi yang dihiasi oleh lampu neon,dan banyak gang-gang sempit yang menjadi tempat kejahatan seperti pembunuhan,transaksi obat-obatan terlarang,dan banyak hal lainnya,jalanan kota di sana sangat basah,bukan karena hujan melainkan karena tumpahan minyak,lumpur,limbah kotor yang dibuang di gang-gang atau tempat sembarang,tingkat keamanan disana sangat rendah,ekonomi rakyatnya sangat buruk,pemerintah yang tidak bertanggung jawab menjadi salah satu faktor terjadinya kekacauan kota Gerrartoria
"Holmes,tempat tinggal mu sangat buruk"
Ucap Vera yang sedang berjalan menuju ke kediaman Holmes,sementara itu Max dibawa oleh Alvin menuju rumah sakit yang berada di kota Asgard bersama Lucia,sekarang Lucia adalah buronan dan Hiki tidak bisa membiarkan Lucia tertangkap begitu saja,Alef dia diikat dan dimasukkan kedalam kardus besar,kardus itu dibawa oleh Holmes menggunakan troli
"Begitulah,jika bisa memilih pun aku ingin keluar dari kota ini,tapi aku masih mempunyai tugas disini"
Ucap Holmes sembari mendorong Troli,sampainya di tempat Holmes Vera membantu membuka kardus itu dan mendudukkan Alef yang terikat di kursi ia telah sadar dari pingsannya
"Hah! Apa yang kamu inginkan dariku?!"
Alef menatap mata Holmes dengan penuh kebencian,namun Holmes membalas tatapan itu dengan tawanya
"Hiki,Vera,dan kamu bisakah kalian keluar sebentar? Aku perlu bicara empat mata"
"Tapi sebelum itu beritahu aku tentang keberadaan adik Vera"
"Hmm?"
Holmes langsung menatap Hiki mendengar permintaan Hiki
"Kota mati 6 tahun lalu,apakah kamu tau kemana perginya semua anak-anak saat itu?"
"Ah! Peristiwa itu ya! Kalau aku tidak salah itu disebabkan oleh seorang peretas bernama Darwin,aku tidak tahu dimana dia karena aku belum pernah menelusuri tentang dia,namun aku pasti akan membantumu nanti,ohiya dalang dibalik peristiwa itu adalah pemimpin The Greatest sekarang,aku lupa namanya tapi aku bisa pastikan yang aku katakan adalah Fakta,jadi bisakah kalian meninggalkan aku sebentar?"
Hiki,Vera,dan Lauriel meninggalkan Holmes bersama Alef,ada rasa khawatir di dalam diri Vera namun ia membantah kekhawatiran itu dan memilih untuk percaya kepada Holmes
"Hmm ngapain ya..tempatnya buruk banget buat dipandang"
Ucap Lauriel yang menyindir keadaan kota Gerrartoria
"Lebih baik kita berjalan-jalan dikota dari pada harus menunggu pria itu selesai bicara"
"Hiii!! Nggak ah! Mending aku disini aja!"
"Ide bagus,aku ingin mengenal kota ini lebih jauh"
Lauriel menolak ajakan Hiki dia lebih memilih menunggu di depan pintu rumah Holmes,sementara Vera dan Hiki mereka memutuskan untuk berkeliling ditengah kota yang becek,mereka pergi meninggalkan Lauriel sampainya di tengah kota mereka berhenti
"Benar-benar parah"
Ucap Hiki yang melihat kondisi jalan raya kota
"Tempat seperti ini lebih masuk akal jika disebut tempat sampah"
"Kamu tidak perlu mengatakan itu"
"Ada apa? Yang aku katakan sesuai fakta,aku tidak akan mengatakan sesuatu secara spontan,lihat saja penduduknya,mereka kotor,dan-"
"Cukup,cukup,apakah kamu lapar?"
"Sedikit"
"Kalau begitu ayo kita cari tempat makan, Aku harap ada tempat makan yang layak.."
Mereka berdua berjalan bersama ditengah kota yang diterangi oleh lampu neon berwarna ungu dan biru,mereka berjalan cukup jauh sampai akhirnya mereka menemukan sebuah tempat makan yang cukup layak,mereka memasuki tempat itu
"Selamat datang!"
Sambut penjaga kedai,Hiki dan Vera duduk berhadapan,di meja dekat pintu keluar, kemudian penjaga kedai itu menghampiri Hiki dan Vera untuk mengambil pesanan
__ADS_1
"Apa yang ingin kalian pesan?! Oh!! Apakah kalian berdua adalah pasangan?!! Kalian sangat cocok! Jika iya kalian akan mendapatkan potongan harga!"
Mendengar itu wajah Vera sedikit tersipu
"B-buk-"
"Iya kami adalah sepasang kekasih,aku ingin memesan ini,bagaimana dengan kamu?"
"?!! Ah! I-iya aku samakan saja denganmu"
"Hahaha nampaknya pria ini mempunyai sifat pemalu,baiklah silahkan tunggu sebentar!"
Penjaga kedai itu pergi untuk menyiapkan makanan yang dipesan Hiki,sementara Vera wajahnya masih memerah
"kenapa kamu bilang seperti itu?"
Vera berbisik dengan wajah memerah
"Tentu saja agar mendapatkan potongan harga,jangan berisik,diam saja"
Jawab Hiki,Vera menatap wajah Hiki yang tanpa ekspresi,nampaknya dia telah kelelahan setelah pertarungan di Great Shackles,apalagi ia mendapat luka cukup serius
"Hiki..bagaimana dengan lukamu?"
"Sudah membaik,aku tidak bisa merasakan sakitnya,bagaimana denganmu?"
"Aku sudah bisa berjalan normal,namun ini sedikit menyakitkan,bahuku juga masih sedikit sakit"
Hiki mengeluarkan ponselnya dan membuka kamera untuk memfoto pemandangan dari kaca,tidak lama kemudian penjaga kedai tadi datang dengan membawa makanan
"Terimakasih"
Hiki makan menggunakan sumpit,ia memesan sebuah makanan berkuah yang pedas,ia sedikit kesulitan saat makan karena poninya yang sedikit menghalangi pandangannya belum sempat menghabiskan makanan tersebut,tiba-tiba Lauriel menelpon Hiki dengan nada panik
Mendengar Lauriel sepanik itu Hiki langsung berdiri dan meninggalkan kedai,Vera ia langsung berdiri dan berlari mengikuti Hiki
"Hiki! Tunggu!.."
Vera hendak menyusul Hiki,namun penjaga kedai menarik tangannya
"Kau belum membayar!"
Vera melemparkan uang kepada penjaga kedai itu kemudian dia berlari mengejar Hiki,dia melewati jalan raya yang becek dan hampir tertabrak oleh kendaraan,sampainya dirumah Holmes,ia melihat pintu rumahnya yang telah terbuka,Hiki memasuki rumah Holmes,dan alangkah mengejutkannya dia menemukan Holmes yang tidak bernyawa di kursi tempat dimana Alef duduk, keadaannya mengerikan,Holmes diikat dikursi itu dan banyak luka disekujur tubuhnya,mata Holmes melebar menandakan kesakitan yang luar biasa
"?!!!!!"
Vera terdiam melihat keadaan Holmes,yang ada dipikirannya bukan lah rasa kasihan atau sedih,melainkan dia kesal karena sumber informasi tentang adiknya kini telah tiada,dia menggigit bibir bawahnya kemudian mengepalkan tangannya, rasa kesal menyelimuti Vera yang terdiam
"Lauriel Bagaimana ini bisa terjadi?"
Tanya Hiki masih dengan sikap dinginnya,ia mengecek ke sekitar tubuh Holmes yang tidak bernyawa,kemudian dia mendapati sebuah surat yang dipegang ditangan Holmes dia mengambil surat itu dan membacanya
"Aku nggak tau! Aku cuma berdiri di depan sana! Ketika aku sedang melamun aku dengar suara benda jatuh! Terus aku masuk buat memeriksanya,lalu...aku menemukan Holmes yang tidak bernyawa..."
Di dalam surat itu terdapat pesan untuk Hikita,disana tertulis
***Yang Terhormat Hikita***
Aku memperingatkan agar kamu tidak mencampuri urusanku,jika kamu masih mengganggu diriku,maka aku tidak akan segan membunuh dirimu dan orang-orang disekitar mu
***Tertanda Richard***
"Pria itu lagi..."
__ADS_1
Hiki terdiam sejenak,kemudian matanya melebar setelah mendengar suara langkah kaki
"Pengguna Hyperia!! Lauriel Vera!! Jangan lengah! Ada musuh disekitar kita!"
Mendengar itu Vera dan Lauriel langsung sigap,mereka berhati-hati untuk mengantisipasi serangan musuh secara tiba-tiba,Lauriel mengeluarkan sebuah handgun dari balik jaketnya
"....!! Lauriel!! Dibelakang mu!"
Mendengar Hikita berkata seperti itu,Lauriel langsung menembak kearah yang dikatakan Hiki,namun disana tidak ada apa-apa hanya ada pintu keluar yang terbuka dan jejak kaki
"Tunggu! Lauriel Hikita! Jejak kaki itu bukan milik diriku! Kaki ku tidak sebesar itu!"
Tiba-tiba lengan kiri Lauriel terluka,lukanya seperti sayatan pisau,dari luka itu mengalir sebuah darah,bagi Lauriel itu bukanlah sebuah masalah
"Ada apa ini?! Jangan bilang kalau musuh kita tidak terlihat!"
Ucap Vera dengan sedikit nada panik,kemudian mereka bertiga mendengar suara seorang pria tertawa yang bergema
Vera melirik ke sekitar untuk mencari sumber suara itu
"Keluar dari sini!! Jangan berada di ruangan sempit!!"
Teriak Hiki,kemudian mereka bertiga berlari keluar dari rumah Holmes menuju ruang terbuka,mereka sengaja berpencar,pria itu mengikuti Lauriel ke sebuah lahan parkir yang tidak jauh dari sana,terdapat banyak mobil yang terparkir disana
"Aduh Gawat,kayaknya aku salah jalan deh"
Ucap Lauriel membalikkan badannya,ia mewaspadai serangan tiba-tiba,masih dengan handgun miliknya,dia mencoba untuk mendengar suara langkah kaki dari pria itu,tiba-tiba Lauriel terpental ia nampak seperti ditendang oleh pria tak kasat mata itu
"Ugh!!! Si***n kau!!"
Lauriel langsung bangkit dan ia kemudian mulai menembaki keberbagai arah dengan handgun miliknya,amunisi dari pistol itu bukanlah peluru melainkan sebuah sinar laser yang telah dikombinasikan oleh sebuah radioaktif yang bisa membuat tubuh seseorang akan mengalami kulit terbakar, lecet dan luka, bahkan kanker kulit,namun itu tidak berlaku kepada A.I dan Cyborg
"Si***n kau!! Tunjukkan wujud mu pengecut!!"
Lauriel naik pitam,dia sama sekali tidak bisa mengetahui posisi dari lawannya,dia malah mendapatkan banyak serangan seperti sayatan pisau dan pukulan
"Huh huh kalau seperti ini terus bisa gawat"
Lauriel mengangkat tangan kanannya,di telapak tangannya terkumpul sebuah energi panas yang dapat melelehkan besi,Lauriel adalah seorang Cyborg dia kemudian berfokus untuk mendengar suara langkah kaki
"....disana!!"
Lauriel menembakan energi itu kearah yang ia percaya,namun itu tidak mengenai apapun dan malah membakar sebuah mobil yang terparkir disana
"Kemana kamu menembak?"
Tanya pria itu,kemudian tiba-tiba tangan kanan milik Lauriel terputus,namun Lauriel tidak mengeluarkan darah karena itu adalah tangan robot
"Kalau sudah begini tidak ada cara lain"
Lauriel memejamkan matanya,dia berkonsentrasi penuh dan menarik nafas dalam-dalam,ketika ia membuka matanya,matanya menyala berwarna emas,kekuatan Hyperia milik Lauriel adalah dia dapat melihat Aura milik orang lain,yang berarti dia dapat mengetahui keberadaan pria yang menyerang Lauriel dengan membaca Aura yang dimilikinya,pria itu tidak menyadari,ketika dia hendak menyerang Lauriel,Lauriel menoleh kearah pria itu dan dengan tinjunya,ia meninju pria itu tepat diwajahnya,nampaklah wujud pria itu, pria itu berbadan kekar dengan tinggi sekitar 5'7 atau 170cm rambutnya panjang sebahu dan terdapat luka gores di dahinya
"Bagaimana?!! Bisa.."
Pria itu segera bangkit,Lauriel berlari kearah pria itu dan memukul perutnya,kemudian pria itu membungkuk dan Lauriel menendang kepala pria itu hingga pria itu kembali terjatuh
"Gawat! Aku harus Lari!"
Pria itu kembali menghilang dan berlari,Lauriel dapat melihat aura milik pria itu,dan ketika sampai di tengah kota,siapa sangka bahwa tengah malam seperti ini kota Gerrartoria masih sangat ramai,dengan itu Lauriel sedikit ragu untuk menyerang karena dia tidak bisa membedakan orang-orang disana,kekurangan dari kekuatan Lauriel adalah setelah ia memasuki mode Hyperia miliknya pandangannya akan menjadi hitam putih dan dia hanya dapat melihat aura orang-orang dalam jarak 1km
"Gawat.."
Semua aura penduduk Gerrartoria berwarna hitam,itu karena penduduk disana sangat diselimuti kebencian akan pemerintah
__ADS_1
"Ini semakin sulit.."