Hyperia

Hyperia
Kekalahan dan Dunia Cermin


__ADS_3

Hiki yang merasakan getaran kuat langsung mencari sumber tersebut dia kemudian melihat Giano yang mencharge sebuah energi dalam jumlah besar


"Gawat,jika dibiarkan mereka akan mati"


Ketika Giano melepaskan energi itu,Hiki kembali membuka lubang hitam di hadapan Vera dan Lauriel, tiba-tiba sebuah Supernova Burst milik Helusia yang sebelumnya di makan oleh lubang itu kembali muncul dan kemudian kedua sinar itu beradu,walau ukurannya jauh lebih kecil daripada sebelumnya,tapi kekuatannya masih dapat menahan Atomic Bleast milik Giano,ketika berbenturan itu menghasilkan getaran yang tinggi dan memicu angin yang luar biasa,kemudian kedua sinar itu berbelok keatas dan bahkan menembus barrier pelindung kota menengah bawah dan kota menengah,saat hendak membentur barrier kasta menengah atas tiba-tiba energi itu hilang seperti dihalau oleh sesuatu,Giano yang baru saja melihat ultimate nya dihalang sangat terkejut


"B-bagaimana bisa?!! Dari mana lubang itu berasal?!!"


Giano mencari orang yang memunculkan lubang itu, kemudian saat dia menatap ke stasiun yang ada di udara,dia melihat sosok Hiki yang bersender di pagar sembari menatapnya dengan tatapan kosong


"Kau!!! Seharusnya aku membunuhmu terlebih dahulu!!!"


Emosi Giano tidak dapat dikendalikan lagi,dia menggaruk-garuk kepalanya dan wajahnya menjadi merah marah


"Sial! Sial! Sial! Sial! Sial! Sial!!!!"


Giano frustasi akan kenyataan yang terjadi,dia langsung berlari kearah Lauriel dan Vera, bagaimana pun juga walau Lauriel berhasil selamat dari Atomic Bleast milik Giano,dia masih belum bisa mengalahkannya karena Giano masih memiliki Core yang ada di dadanya,dan Core itu juga dilindungi oleh logam yang sangat kuat,ketika berlari Giano mencabut tiang listrik dan melemparkannya ke Lauriel dengan kecepatan tinggi,Vera yang dapat melihat kejadian itu 3 detik sebelum terjadi,memeluk Lauriel dan melompat kesamping, sehingga mereka terhindar dari hantaman tiang yang melaju dengan cepat itu


"Makasih Sobat!"


Ucap Lauriel,Lauriel kembali berdiri dan dengan tangan kanannya dia kembali mengeluarkan pedang hologram miliknya,dia berlari kearah Giano,Giano memukul Lauriel,Lauriel kemudian menahan pukulannya itu dengan tangan kirinya,kemudian dia menusukkan pedangnya ke inti core tersebut,namun Giano masih dilindungi oleh barrier


"Barrier ini lagi?!"


Lauriel menambah tekanan kepada pedangnya,kemudian Giano yang mendapati pertahanan Lauriel terbuka memegang kepalanya dan melempar Lauriel kearah Vera,Vera menangkap tubuh Lauriel,dan Giano langsung melemparkan sebuah besi yang ada disana besi itu mengarah langsung ke kepala Vera,namun Vera berhasil menghindar dan malah menangkap besi itu,itu adalah kesalahan Vera karena menangkap besi itu, tangannya terluka akibat gesekan yang terjadi,dia kemudian melemparkan besi itu kepada Giano,Giano tidak menghindar,tidak menepis dia membiarkan besi itu melesat kearahnya,sekali lagi,barrier itu melindungi tubuhnya,Lauriel mengubah pedangnya menjadi sebuah kapak,kali ini dia tidak mengubah tangannya,melainkan memunculkan sebuah kapak,dengan ancang-ancang ala-ala bermain baseball,ketika Giano telah dekat Giano berusaha menangkap tubuh Lauriel,namun kali ini Lauriel langsung menghantam kapak itu ke tubuh Giano,Giano terkejut karena kali ini serangan Lauriel lebih kuat,itu karena Lauriel masih memakai mode Hyperia miliknya,semakin lama ia menggunakan,semakin besar juga kekuatan fisik yang ia dapat,Barrier itu retak


"Mati!!!"


Lauriel menambah tekanan kemudian bilah kapak itu bercahaya merah dan akhirnya bisa menembus barrier itu,kemudian kali ini Giano berhasil dilukai,Lauriel berhasil menancapkan kapaknya di perut Giano


"A..ah...."


Giano terdiam melihat dirinya yang berhasil dilukai oleh Lauriel,darah mengalir dari perut Giano,namun Giano tersenyum,dia malah memegang kepala Lauriel dengan kedua tangannya dan hendak menghancurkannya,pegangan Lauriel ke kapak itu terlepas,Vera yang melihat kepala Lauriel hendak dihancurkan dia memegang kapak yang masih menancap di perut Giano,dan dengan sekuat tenaga berusaha membelah tubuh Giano hingga menjadi dua bagian,Giano tidak melepaskan genggamannya,Lauriel berusaha melepaskan genggaman itu namun cengkraman Giano sangat kuat,tiba-tiba Kuro kucing hitam peliharaan Vera datang entah darimana,dia menaruh sebuah C4 pada pinggang Giano


"Lepaskan genggaman mu Tuan!"


Mendengar suara Kuro,Vera melepaskan genggamannya pada kapak itu dan tiba-tiba bom itu meledak,daya ledaknya tidak terlau besar,namun itu dapat merusak tubuh Giano bahkan menghancurkannya sehingga membuat Giano mati seketika,sementara itu Alvin dia masih berdiri dan dia berada di lobby hotel,sudah 5 menit sejak dia berputar-putar di hotel itu,ketika dia menaiki lift dia berada di lantai 1 dan ketika dia keluar dia masih berada di lantai 1 padahal jelas-jelas lift itu jalan dan Alvin telah menunggu selama 5 menit didalamnya


"Ini janggal,sepertinya aku paham kenapa aku tetap berada di lantai 1 walaupun aku menaiki lift dengan waktu yang lama,ada 2 kemungkinan,orang tersebut bisa memanipulasi tempat ini,atau yang aku lihat selama ini adalah ilusi.."


Alvin melihat jam tangannya dan dia terkejut ketika jam itu berputar kearah kiri


"Huh?!! Apa yang..."


Alvin kemudian pergi ke meja Lobby untuk bertanya kepada penjaga yang ada disana


"Permisi"


Namun walaupun Alvin telah memanggil berkali-kali dan menekan lonceng,disana tidak ada jawaban,dan ketika ia hendak membuka pintu keluar hotel,dia hanya melihat kegelapan diluar sana,tidak ada cahaya tidak ada apa-apa,dia kemudian mendengar suara orang berjalan kaki,namun dia tidak dapat menemukan orang tersebut padahal dia yakin bahwa orang itu ada disana


"Apa yang terjadi?!!"


Alvin mencoba menghubungi Hiki,namun tidak ada sinyal yang menyambung,kemudian saat dia melihat tulisan di handphonenya,semuanya menjadi terbalik


"Huh?! Jangan bilang kalau ini adalah! Dunia Cermin?!!!"


Alvin baru menyadari satu hal,lawan yang sedang ia hadapi adalah pengguna Hyperia tingkat tinggi,kemampuan yang hanya dimiliki oleh 0.2% populasi manusia pengguna Hyperia tingkat tinggi.ilusi


"Begitu ya...jadi aku terjebak di lobby hotel ini,suara yang aku dengar adalah suara asli dari dunia yang asli,namun bagaimana tubuhku? Apakah aku pingsan? Jika iya,maka itu akan berbahaya jika orang itu menemukan tubuhku...pertama bagaimana caranya aku masuk ke dunia ini...saat aku masuk aku berbicara dengan lobby hotel...ah! foto mata itu!"


Alvin bergegas kedepan Lift dimana ia melihat foto mata yang tergantung tepat diatas pintu lift, tiba-tiba pintu lift terbuka sendiri,itu mungkin ada orang di dunia asli yang membuka pintu tersebut


"Foto itu,huh tunggu setelah orang itu mengetahui aku terkena ilusinya..dia akan mendatangi tubuh asli ku itu lebih bahaya, butuh waktu lama dari kamar 627 menuju lobby,aku masih memiliki waktu dan mencari cara agar aku bisa-"


Tiba-tiba Alvin mendengar suara kerumunan yang sangat ramai,dia mendengar beberapa dari mereka berkata


"Jadi dia orang yang dimaksud bos"


"Detak jantungnya lemah"


Alvin terkejut dengan perkataan mereka,mereka mengatakan hal itu yang berarti orang di seluruh hotel ini adalah musuh bagi Alvin,bagaimana mereka tau bahwa Alvin mengincar bos mereka? Tentu saja mereka tau bahwa Alvin adalah teman Hiki,Giano mengatakan "jadi kamu yang namanya Hiki" yang berarti selain Hiki Giano dan orang yang mendukungnya dari belakang juga mengetahui identitas Alvin dan yang lainnya,kecuali Vera karena Vera baru mengenal Hiki


"Bos menyuruh kita menunggu sampai dia datang"


"Kira kira apa ya yang akan dilakukan bos dengan orang ini"


Tubuh Alvin tergeletak di dekat tangga,diatas tangga,Alvin juga melihat bingkai mata yang terpajang disana,rasanya bingkai itu seperti menatapnya


"Bingkai itu lagi..apakah memang benar itu penyebabnya? Kalau iya"


Alvin berlari menaiki tangga hendak menhambil bingkai itu,namun alangkah mengejutkannya bahwa dia tidak bisa menyentuh bingkai itu,tangannya menembus bingkai itu


"Apa?!!!"

__ADS_1


Keringat mengalir di dahi Alvin,dia menyadari bahwa sebentar lagi orang itu akan datang,dia kembali ke depan lift itu dan mencoba mengambil bingkai foto yang ada tepat diatas pintu lift,namun sama seperti sebelumnya,dia tidak dapat menyentuhnya, tiba-tiba pintu lift terbuka,Alvin dapat melihat seorang laki-laki memakai kacamata,rambutnya panjang dan kusam, mempunyai kumis dan senyum yang terukir di wajahnya


"Wah wah aku kedatangan tamu"


Alvin terkejut ketika dia mampu melihat pria yang ada dihadapannya,Alvin mengambil langkah mundur dan menatap tajam pria itu, kemudian selagi ada kesempatan dia melempar pisau kearah pria itu,namun pisau itu menembusnya


"Huh?!!"


"Percuma Alvin,kau tidak akan bisa melukaiku hahahahahahahaha"


Pria itu tertawa seakan dia telah mengalahkan Alvin


"Sekarang saatnya pengeksekusian"


Pria itu berjalan melewati Alvin yang berada di dunia Cermin,Alvin tidak langsung bergerak,dia terdiam dan berpikir


"Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah dia juga berada didalam dunia cermin? Tidak,itu mustahil,jika dia ada di dunia cermin maka seharusnya aku bisa menyentuhnya"


Alvin bergegas mengikuti pria itu,pria itu menuju tangga dan kemudian dia berlutut dan memegang tubuh Alvin,seketika tubuh Alvin yang berada di dunia nyata dapat terlihat,wajahnya sangat pucat dan nampaknya dia sedang sekarat,pria itu menyuruh anak buahnya untuk pergi,Alvin yang melihat tubuhnya sekarat sedikit panik


"Lihat Alvin,ini tubuhmu, sebentar lagi tubuh ini akan terbelah menjadi banyak bagian hahahaha"


Pria itu mengeluarkan sebuah belati dan menggoreskan ujung bilahnya ke tangan Alvin, tiba-tiba tubuh Alvin yang berada di dunia cermin ikut terluka


"Jika aku melukai tubuhmu yang tak berdaya ini,maka tubuhmu di dunia cermin juga akan merasakan sakitnya"


Dia mengambil tangan Alvin dan dengan belatinya,dia memotong jari tengah Alvin, seketika jari Alvin yang berada di dunia cermin ikut terpotong,dia merasakan sakit, namun dia hanya terdiam, kemudian Alvin tersenyum


"Padahal aku tidak mau menggunakannya...tapi mau bagaimana lagi.."


Ketika sedang fokus kepada tuhuh Alvin, tiba-tiba sebilah pisau melayang dan menusuk ke punggung pria itu,dan kali ini,Alvin dapat melukainya


"Eh?? Arghhhh!!!!!!"


Pria itu mengerang kesakitan,dia memegangi lukanya sembari menatap Alvin


"Bagaimana... bagaimana bisa?!!! Padahal dirimu di dunia ilusi milik diriku,namun kenapa kau mampu melukaiku!!?"


Pria itu bangkit dan mengambil langkah mundur menjauh dari Alvin,Alvin menunduk dan dia mengambil sebuah pisau dari balik long coat miliknya dan melemparkan kepada pria itu,pria itu berusaha menangkisnya,namun kali ini pisau itu menembus dirinya


"Eh?!!"


Pria itu kebingungan,bagaimana bisa itu menembus setelah sebelumnya dia mampu terluka,bingkai mata yang ada diatas tangga dan diatas pintu lift pun telah tiada, namun Alvin masih berada di dunia cermin


Pria itu berkata dengan nada tinggi,keringat mengalir deras,wajahnya yang tadi tersenyum berubah menjadi ketakutan


"Kasih tau gak ya"


Alvin kembali melemparkan pisau kearah pria itu,namun pisau itu kembali menembusnya,dan tiba-tiba gelas kaca yang berada di atas meja lobby melesat ke kepala pria itu


"Arghhh!!!! Siapa yang melem-"


Tidak ada siapa-siapa disana,hanya ada Alvin di dalam dunia cermin yang dapat ia lihat,bukan keringat lagi kali ini kepalanya mengalir darah karena gelas tadi


Pria itu hendak melarikan diri menaiki tangga,namun tiba-tiba,sebuah payung milik seseorang yang tersender diatas tangga bergerak kearahnya dan menusuk perutnya,Alvin berjalan mendekati pria itu dan memegang tangannya, tiba-tiba tubuh Alvin terseret ke tubuh aslinya,tubuh aslinya kembali normal,wajahnya kembali segar,dan dia langsung segera bangkit dan menghampiri pria itu yang terjatuh dengan payung yang menancap di perutnya


"Siapa namamu?"


"R-r-roman!! Tolong maafkan aku!"


"Roman ya, kekuatan mu kuat,tapi kamu memilih lawan yang salah,kekuatan diriku adalah memanipulasi logam dan kaca, dan juga diriku memiliki kelebihan yang aku punya dari kecil yaitu"


Alvin tiba-tiba berbalik dan melancarkan pukulannya,seorang pria yang mengendap-endap dan ingin menikam Alvin langsung terkena pukulan Alvin dan terjatuh


"Bisa mendegar suara sekecil apapun dan sejauh apapun,ah iya aku akan menjelaskan bagaimana bisa aku melukaimu,gelas tadi adalah gelas yang memang berbeda di realita,gelas itu berada di dunia asli dan aku menggerakkannya dengan pikiranku begitu juga dengan belati itu,andai saja dirimu berhadapan dengan Max atau Lauriel,aku yakin kamu bisa dengan mudah mengalahkannya"


Alvin menarik payung yang menancap di perut Roman, tiba-tiba anak buah Roman berdatangan,sebagian dari lift,sebagian dari atas tangga, mereka langsung berlari kearah Alvin, Alvin membuka long coat miliknya di dalam long coat miliknya terdapat puluhan pisau yang sengaja ia simpan untuk saat-saat seperti ini,pisau itu langsung mengapung dan melesat kearah anak-anak buah Roman dan membunuhnya satu persatu,Apartemen itu langsung dipenuhi oleh darah segar,Roman yang melihat itu wajahnya langsung berubah menjadi ketakutan setengah mati,Alvin mengambil tali dari sakunya kemudian dia mengikat tubuh Roman dan membawanya ke mobil,dia menaruh tubuh Roman di bagasi mobil


"10 menit ya...orang ini cukup merepotkan"


Alvin memasuki mobil dan mengendarainya kembali menuju rumah teman Hiki,sementara itu Lauriel dia tengah merasa senang dan memeluk Kuro dengan erat


"Kuro!! Kamu adalah pahlawanku!!! Hahaha"


"T-tolong hentikan!"


Hiki teleport menggunakan lubang hitam ke tempat dimana Vera berdiri,kemudian dia melihat tubuh Giano yang telah hancur,namun inti core nya masih utuh,dia mengambil inti core yang berbentuk bola tersebut dan menaruhnya kedalam lubang hitam


"Kuro dari mana saja kamu?!"


Tanya Vera kepada Kuro,Kuro memutari tubuh Vera sembari mengelus-elus kakinya


"Maaf Tuan...aku membuntuti kucing lain"

__ADS_1


"Kuro...kamu tau kan kamu tidak punya waktu untuk hal itu"


"Itu karena dirimu yang memprogram diriku seperti itu,kamu menaruh kata cinta maka dari itu aku menemukan cinta pertama ku"


"Ya sudahlah,yang penting kamu selamat"


Vera dan yang lainnya pergi menuju kota menengah atas,sebelum itu Lauriel menjemput Lucia dan kemudian mereka semua bersama-sama pergi ke kasta menengah atas dengan membayar biaya sebesar 2milyar faye.Sesampainya di kota menengah atas,Vera,Hiki dan yang lainnya langsung menuju ke tempat atau rumah dimana teman Hiki tinggal, sesampainya disana mereka disambut oleh Noele dan seorang wanita lainnya,Noele tidak lain dan tidak bukan adalah teman Hikita sementara seorang pelayan adalah teman sekaligus pekerja Noel yang bernama Joana,Noel adalah teman Hiki dari umur 7 tahun,namun pada daat Hiki berumur 16 tahun,mereka berdua sudah tidak pernah lagi berhubungan dan baru kali ini mereka bertemu lagi secara langsung,setelah Noele menunjukkan kamar mereka masing-masing Joana berkata kepada Noele dengan nada tidak senang


"Siapa wanita itu? Nampaknya kamu dan dia sangat dekat sekali"


"Ah,dia Hikita,atau aku biasa memanggilnya Hikichi,dia adalah teman masa kecilku"


"Kamu sepertinya senang sekali dia berkunjung,yah biarlah...aku akan memasak untuk makan malam terlebih dahulu"


Joana meninggalkan Noele dilorong,Noele menuju kamarnya dan mengganti pakaian miliknya menggunakan pakaian biasa,setelah itu dia mengunjungi kamar Hiki dia mengetuk pintu kamarnya dan memanggil namanya


"Hikichi,apakah kamu ada didalam?"


Hiki membuka pintu itu,Hiki juga baru saja mengganti pakaiannya,dia menggunakan tank top dan celana jeans pendek wanita


"Apakah aku mengganggu mu?"


Tanya Noele


"Tidak,ada apa?"


"Aku hanya ingin mengajak mu makan malam,Joana telah menyiapkannya,setelah ini pergi ke ruang makan aku akan memanggil teman-teman mu yang lain,sampai nanti!"


Noele melambaikan tangannya kemudian perlahan dia mulai menghilang dari penglihatan Noele


"Joana? Siapa?"


Perlu diketahui bahwa rumah Noele sangat besar,daripada rumah,ini lebih wajar jika disebut mansion,semuanya berkumpul di ruang makan


Max,Alvin,Lucia,Lauriel,Verasemuanya ada disana,diatas meja yang sangat panjang dan besar terdapat hidangan yang sangat mewah dan kualitasnya tidak perlu ditanya,Hiki duduk disebelah Lauriel,mereka semua duduk disisi meja itu


"Okay semuanya silahkan dinikmati! Ah iya,namaku adalah Noele,dan...ummm...Joana tidak ada disini ya...ah intinya Joana adalah temanku,dia wanita baik,dan anggap saja ini seperti rumah kalian sendiri"


"Wasikk!!! Eh Noele disini ada kolam renang ga?"


Tanya Lauriel dengan penuh semangat,padahal dia baru saja terluka parah,namun dia kembali dipenuhi energi


"Lauriel... perhatikan tubuh mu saat ini,kamu sedang terluka bukan?"


"Ah kamu mah Lucia...yah gak salah sih...tapi kan....boleh kan ya Hiki?"


Hiki tidak menjawab dia sedang mengunyah makanan dan menikmatinya


"Hi-"


Ketika Lauriel hendak memanggil nama Hiki sekali lagi,Hiki melirik dengan tatapan tajam


"Ah oke oke aku rasa artinya ga boleh ahahaha..."


Lauriel memalingkan pandangannya dari Hiki


"Serem banget gila!"


Ucap Lauriel dengan suara perlahan,kemudian Max yang hampir pulih juga nampaknya telah segar kembali


"Ngomong-ngomong Hiki,aku lupa memberitahumu,orang itu telah aku sekap di ruang bawah tanah"


"Orang itu? Siapa?"


Tanya Max kepada Alvin


"Aku mendapat perintah dari Hiki untuk menangkap seseorang... orang itu pengguna ilusi"


Mata Max membelalak terkejut


"Ilusi?!!! itu adalah kekuatan berbahaya...bagaimana kamu bisa selamat?"


"Memang kekuatannya kuat,namun nampaknya dia sedang sial karena bertemu denganku"


Makan malam itu berlangsung dihiasi dengan kebahagiaan, namun tidak dengan Vera,dia bangkit dari duduknya dan hanya makan sedikit,dia masih terus kepikiran tentang adiknya Vere


"Aku permisi dulu"


Ucap Vera meninggalkan ruangan Makan,Hiki melirik Vera yang berjalan keluar ruangan dengan wajah muram


"Vera..."


Ucap Lucia dengan rasa khawatir,Vera sangat menyayangi adiknya,dia selalu berkata ingin melindungi adiknya namun nyatanya Vera lah yang malah selalu dilindungi oleh Vere

__ADS_1


__ADS_2