Hyperia

Hyperia
Menyusup dan Bertarung!


__ADS_3

"Berikan benda itu kepadaku"


"Apa yang kamu maksud?"


Lauriel menjawab dengan nada sedikit tinggi


"Kukatakan sekali lagi berikan benda itu kepadaku"


"Sudah kubilang apa yang kau maksud?


"Jangan pura-pura bodoh! Berikan chip itu kepadaku!"


"Ohh~ chip itu,kamu mau? Ambil sendiri dong"


"Kalau kamu tidak ingin memberikannya maka terpaksa aku harus menggunakan kekerasan"


Pria itu mencabut pedangnya dari tanah,dan mengarahkannya kepada Vera dan Lauriel


"Namaku Helusia Kapten Divisi 3 Gottenburg,datang untuk menyukseskan misi"


Pria itu berlari kearah Vera dan Lauriel,ketika Vera hendak berlari juga,Lauriel menahan tubuh Vera


"Biar aku"


Lauriel dengan tangan kosongnya,berlari untuk berduel dengan Helusia,Helusia mengayunkan pedangnya,tetapi serangan itu masih terlalu mudah untuk Lauriel,Lauriel menghindarinya dan memukul perut Helusia dengan sangat keras


"Hnggh!!!"


Kepala Lauriel tepat dibawah dagu Helusia,Helusia dengan sikutnya memukul kepala bagian atas Lauriel,Lauriel mendorong tubuh Helusia dan melompat kebelakang mengambil langkah untuk bersiap melancarkan serangan berikutnya,Helusia mengucapkan sesuatu yang suaranya tidak terdengar jelas oleh kuping Lauriel,tiba tiba pedang dua tangan itu menyala,dia kembali berlari kearah Lauriel dan menebasnya dari kiri ke kanan,Lauriel yang menganggap bisa menahannya, dengan santai ia menangkis serangan itu, alhasil lengan bagian kanannya terputus dan terpisah dari anggota tubuh Lauriel,tapi ia tidak mengeluarkan darah,dengan kata lain tangan itu hanyalah tangan yang terbuat dari teknologi yang mirip sekali dengan tangan manusia


"Cyborg??"


"Boleh juga dirimu"


Dari bahu bagian kiri,muncul sebuah baja yang mulai melindungi dari leher hingga jari jari lengan kiri Lauriel,kemudian di telapak tangannya terdapat sebuah lingkaran yang dapat mengeluarkan sinar ultra yang sangat panas yang bahkan mampu menembus 100 bangunan


"Maju sini!"


Ucap Lauriel,Helusia kembali menerjang Lauriel kali ini dengan kecepatan tinggi ia hendak menusuk Lauriel tepat di bagian dada,namun ketika jarak mereka sudah 1 meter,sebuah barrier menghalangi Helusia untuk melangkah lebih dekat


"Mati Lu!!"


Lauriel mengeluarkan sinar ultra dari telapak tangannya,melihat itu Helusia langsung melindungi dirinya dengan pedang miliknya sinar ultra itu berhasil ditahan oleh Helusia, sinarnya berbelok melewati Helusia,setelah serangan sinar ultra itu selesai,pedang Helusia berubah menjadi merah dan rapuh akibat panas dari sinar ultra,kemudian Lauriel melompat dan menendang pedang milik Helusia


"?!!!"


Pedang milik Helusia hancur berkeping-keping,kemudian dengan tangan kirinya,Lauriel berputar dan meninju Helusia tepat dibagian wajah,dirinya terpental jauh bahkan terbentur oleh gedung


"Arghh!"


Dari hidung Helusia mengeluarkan darah,ia mencoba bangkit perlahan,dan dari dalam jubahnya ia mengeluarkan sebuah senjata jarak jauh yang bentuknya seperti balok berwarna ungu


"Sialan beraninya kamu memukul wajahku,


aku akan mengakhiri ini"


Dari barrel senjata miliknya mengeluarkan sebuah energi berbentuk lingkaran,semakin lama pelatuknya ditarik semakin besar pula energi yang akan dilancarkan


"Supernova Burst!!"


"Gawat!! Energi itu sangat besar, perkiraan skala nya pasti sangat besar! mustahil bagi kita untuk menghindarinya tanpa luka!"


Ucap Vera sedikit panik, energi itu dilepaskan,skala nya sangat besar,tiba tiba sebuah lubang hitam muncul dan menyerap energi tadi,ntah kemana perginya Supernova tersebut,tapi yang pasti itu sangat jauh dari bumi


"Kenapa kalian sangat lama? Ya ampun Lauriel"


Hiki datang dengan wajah santainya sembari mengemut sebuah permen


"Hiki!! Apakah kamu mengkhawatirkan diriku?"


"Pfft buntung"


"B-berisik! Ayo kembali dan perbaiki lengan ini!"


Melihat itu,Helusia sangat terkejut,pupil matanya mengecil seakan tidak percaya,ia mengangkat tangannya dan mengarahkan kepada Hiki


"Hmm?"


Menyadari itu Hiki menoleh kearah Helusia yang berlutut lemas,kemudian dia menghampiri nya,sebuah lubang hitam muncul mengeluarkan sebilah belati yang terbuat dari crystal,Hiki menggenggam belati itu dan hendak menebas kepala Helusia

__ADS_1


"Mati"


Ketika belati Hiki hendak mencapai leher Helusia,sebuah anak panah melesat cepat kearah Hiki,anak panah itu terbuat dari besi yang dialiri oleh listrik,Hiki menghindar dan menjauh dari Helusia


"Menjauh dari bawahan ku"


Ucap seorang Pria yang berdiri diatas sebuah bangunan badannya besar,tingginya sekitar 190cm dengan sebuah busur di punggung nya


"Helusia,kamu bisa bangun?"


"I-iya"


Helusia bangkit,ia memegangi perutnya dengan tatapan tajam kepada Hiki


"Hikita,aku tidak sangka bisa bertemu dengan mu ditempat ini"


"Siapa kamu?"


"Namaku Reguilon Jendral Pertahanan Alfheim,salah satu prajurit yang dipercaya untuk melindungi Alfheim dari orang seperti mu"


Mendengar itu,Hiki sama sekali tidak gentar,ia menatap lurus ke mata Reguilon


"Sayang sekali saat ini aku harus menolong juniorku terlebih dahulu,sampai bertemu lagi,dan di pertemuan selanjutnya aku pastikan dirimu mati"


Reguilon dan Helusia tiba tiba menghilang menjadi percikan berwarna biru,Hiki melepaskan belati miliknya dari genggamannya dan belati itu hilang masuk kedalam lubang hitam yang kembali muncul


"Ayo pulang,Vera kamu tidak apa-apa?"


"Y-ya aku tidak terluka,bagaimana dirimu bisa menyerap energi sebesar itu"


"Itu adalah kekuatan yang dianugerahi oleh tuhan kepadaku melalui virus Hyperia"


Mereka bertiga kembali ke kediaman Hiki,Vera duduk di sofa sementara Hiki memperbaiki tangan kanan Lauriel


"Lauriel terimakasih karena telah melindungi diriku"


"Bukan apa-apa kok"


"Ngomong-ngomong,dirimu ini adalah seorang cyborg?"


"Bukan kemauan ku tapi jika ingin bertahan hidup hanya ini satu satunya,tangan ini mirip dengan manusia bukan?,Hiki sangat ahli dalam hal seperti ini,tetapi untuk kasus adiknya itu beda lagi"


"Terimakasih Hiki"


Hiki duduk di samping Lauriel dia membuka telapak tangannya dan seketika sebuah peta kerajaan muncul,disana dijelaskan dengan sangat detail,jebakan,para A.I yang berjaga,hingga jalan-jalan buntu


"Bagaimana kamu bisa mendapatkan peta ini??"


Ucap Vera terkejut


"Aku mempunyai orang dalam, tenang saja dia bisa dipercaya,dan akan ku jelaskan,rute kita untuk mengambil jantung buatan itu,pertama kita memerlukan bantuan untuk membuat kekacauan di gerbang depan,Max dan Alvin sudah siap untuk itu, selanjutnya kita akan masuk melalui saluran air dan kita akan berada disini,di kamar mandi pria,letaknya cukup jauh dari tempat jantung itu berada,namun ini adalah tempat yang sedikit dijaga oleh A.I kita akan melewati lorong ini dan disini terdapat banyak sekali jebakan,maka dari itu berhati-hatilah,untuk rute pelarian,kita akan menggunakan sebuah helikopter yang telah disediakan di sini, kita akan melewati kota bagian selatan,kemungkinan jika kita ketahuan mereka akan mengejar kita,dan rencana kabur kita menaiki helikopter otomatis dibatalkan,disana ada sebuah bangunan yang bertuliskan Hello,masuk kesana dan jangan sampai ada Gottenburg atau A.I yang mengikuti mu,disana kita akan berkumpul dan bertemu paham? Kita akan melakukan serangan besok malam,untuk sekarang istirahat terlebih dahulu,Vera aku sudah menyiapkan kamar mu dilantai dua"


"Oh baik,terimakasih Hiki (dia sangat pintar dalam strategi)"


Ucap Vera dalam hati


"Hiki malam ini tidur bareng dong~"


"Tidak tidur di kamar mu sendiri"


"Aduuh please Hiki Boleh ya? Pleasee~"


Lauriel terus memohon kepada Hiki,Vera sedikit tertawa,kemudian ia berdiri


"Baiklah,selamat malam Hiki,Lauriel"


"Selamat malam"


Ucap mereka berdua,Vera pergi ke kamar tidurnya dan berisitirahat untuk hari esok,malamnya Kuro datang mengetuk jendela kamar Vera,Vera membukanya dan kemudian Kuro pun masuk


"Dari mana kamu Kuro?"


"Memastikan agar rencana mu besok aman"


"Heeh memangnya apa yang bisa kamu lakukan?"


Vera mengelus-elus bulu milik Kuro,Kuro berbaring di pangkuan Vera dengan matanya yang dipejamkan


"Aku bisa melakukan segalanya"

__ADS_1


"Dasar kucing aneh"


"Tuannya lebih aneh"


Malam pun berakhir,hari begitu cepat,malam ini adalah malam dimana rencana penyusupan itu akan berjalan,Hiki dan Laurel menunggu Vera di depan rumah,mereka tampak menggunakan Jubah dan sebuah masker,Hiki memberikannya juga kepada Vera,kemudian Vera mengenakannya,mereka berjalan ditengah kerumunan orang-orang,sampai akhirnya mereka sampai di sebuah saluran air yang tepat berada di bawah kerajaan


"Max sudah siap?"


Ucap Hiki melalui radio yang ada di kupingnya


"Baiklah,tepat sesudah kau berteriak aku akan langsung bergegas"


Tidak lama kemudian suara seorang pria berteriak terdengar sangat keras diikuti oleh suara pukulan yang diarahkan ke tanah,mendengar itu Hiki langsung berjalan diikuti oleh Vera dan Lauriel,mereka tepat di bawah kamar mandi pria,suara kerusuhan terdengar diatas,Hiki menaiki tangga dan mengintip untuk memastikan keadaan aman


"Ayo!"


Hiki keluar dari saluran air begitu juga dengan Vera dan Lauriel,Hiki membuka pintu secara perlahan,dan berjalan dengan hati-hati dilorong yang penuh jebakan


"Hati-hati"


Dengan teknologi yang ada di mata nya Hiki dapat melihat seluruh jebakan yang tersebar di ruangan tersebut


"Ikut langkah ku"


Hiki terus melangkah menghindari jebakan-jebakan,mereka melihat beberapa A.I tetapi tidak membunuhnya karena khawatir posisi mereka akan diketahui,sampai di depan sebuah ruangan yang diduga adalah ruangan jantung tersebut disimpan,mereka disambut oleh seorang pria yang tidak lain ialah Reguilon,dengan panahnya,ia telah bersiap untuk menembak


"Diatas sana!"


Reguilon meluncurkan anak panah,Vera berhasil menghindarinya tetapi anak panah itu memantul dan berputar yang akhirnya berhasil melukai Vera tepat di dada


"Vera!!!"


Ucap Hiki,Lauriel yang melihat itu langsung melompat untuk mendekati Reguilon,Reguilon menjatuhkan sebuah smoke bomb yang membuat penglihatan berkurang


"Dimana dia?!!"


Ucap Lauriel,Hiki menghampiri Vera dan mencabut anak panah itu dari dadanya


"Ughhh"


"Vera bertahanlah! Sialan!! Lauriel kejar dia!!"


Lauriel mengejar Reguilon,sementara Hiki mengurus luka Vera yang cukup fatal,ia mencoba menuangkan sebuah cairan obat ke tubuh Vera,tetapi itu tidak berfungsi dengan baik,luka Vera masih terbuka,darah terus mengalir dari tubuh Vera,sementara Lauriel masih mengejar Reguilon


"Tunggu Brengsek!!!"


Teriak Lauriel mengejar Reguilon di Lorong,dia lupa bahwa lorong itu penuh jebakan sehingga beberapa kali membuat nyawa nya hampir hilang karena jebakan itu


"Sial!! Kemana dia?!!"


"Disini"


Dari kejauhan,terlihat Reguilon yang sedang membidik Lauriel, tanpa pikir panjang dia berlari berusaha menyerang Reguilon,sebelum dia mendekat Reguilon melancarkan anak panah,Lauriel menahannya dengan mudah tapi dia tidak menyangka jika anak panah itu dapat meledak,ia terpental karena ledakan tersebut dan tubuhnya tersensor oleh sistem keamanan dan membuatnya harus menerima banyak luka ditubuhnya


"S-sial!! Dia sangat pintar!"


Reguilon berjalan mendekat Lauriel dengan sebuah pisau ditangannya,ia menaruh bilah pisau itu tepat di leher Lauriel


"Dimana chip itu?"


"Maaf membuat mu menunggu!!"


Suara seorang laki-laki terdengar dari kejauhan,sebuah tembakan laser menerjang Reguilon dengan kecepatan tinggi, beruntung ia masih bisa menghindar walaupun terluka sedikit


"Sigh siapa lagi ini?"


"Lauriel kamu tidak apa-apa??"


"Alvin,syukurlah kamu datang,terimakasih,dimana Max?"


"Dia sedang membantu Hiki melawan para A.I,tugasku disini adalah untuk menyelamatkan ku"


"Tapi sebelum itu kamu harus membinasakan dirinya,jika dirimu itu mungkin saja"


"Serahkan padaku"


Alvin memegang tangan Lauriel seketika dirinya perlahan menghilang menjadi percikan-percikan berwarna biru


"Yoo Reguilon benar? Apakah kamu masih mengingatku? Benar,aku adalah orang yang membuat luka di sekujur tubuhmu"

__ADS_1


__ADS_2