
Malam itu,Hiki tidur dengan keadaan terjaga,bahkan suara langkah kaki yang mengendap-endap pun dapat didengar olehnya,sementara itu diluar Joana hendak pergi ke pemandian air panas yang ada disana, diperjalanan dia bertemu dengan Kuro yang sedang duduk diatas meja di depan pintu masuk ke pemandian air panas,awalnya Joana hendak menghiraukan namun Kuro menyapanya yang membuat Joana terkejut
"Hai anak muda"
Sapa Kuro,Joana yang mendengar itu matanya membelalak,dia merasa bahwa dia sedang di dalam mimpi
"Kucing yang bisa berbicara..."
"Ada apa? Apakah kamu terkejut?"
Joana memandangi tubuh Kuro yang berbulu hitam dan matanya yang menyala di kegelapan malam, serta sebuah alat di lehernya yang membantunya berbicara
"Tentu saja kamu terkejut karena tidak pernah keluar dari mansion ini bukan?"
"Tau apa kamu kucing hitam?"
"Ahh~ sungguh gadis pemarah yang lucu,karena terlalu lucu dia tidak ingin orang yang ia cintai di lukai, bagaimana pun caranya kamu tidak akan bisa melakukannya sendirian,aku hanya memperingatkan dirimu"
Kuro kemudian turun dari meja itu dan berjalan kedalam kegelapan,Joana memandangi Kuro yang berjalan kedalam kegelapan lorong kemudian dia akhirnya pergi ke pemandian air panas,sementara itu Hiki dia masih tertidur wajahnya mengkerut menandakan bahwa dia tidak tenang,pada suatu saat dia merasakan kehadiran seseorang,Hiki membuka matanya dan benar saja sebilah pisau telah berada diatasnya dan ketika pisau itu meluncur kearahnya Hiki langsung menghindar dan turun dari ranjang
"Dari mana dia masuk?!!"
Ucap Hiki dalam hati,Hiki berlari kearah pintu dan membukanya,pisau itu masih terus mengikuti Hiki,dan sama seperti sebelumnya sosok tersebut melemparkan barang-barang yang ada disana,dan ketika telah berada di titik jebakan pertama,Hiki menunggu hasilnya,namun pisau yang telah siap menerjang tidak bekerja sama sekali,sampai pada titik jebakan kedua,Hiki mengambil Vas bunga itu dan tertarik lah sebuah benang yang nampak mengikat seseorang,Hiki berhenti sejenak,dan ketika ia hendak mendekat tiba-tiba pisau dijebakan pertama lepas dan 10 pisau itu langsung melesat kearah Hiki dengan cepat
"!!?"
Hiki menghindari pisau pertama hingga ke 8,saat hendak menghindari pisau ke 9 dan 10 dia menghindarinya dengan tidak sempurna alhasil tubuhnya mendapat luka gores,setelah itu Hiki kembali berlari di lorong sembari berpikir
"Mustahil manusia bisa lolos jebakan seperti itu! Kalau bukan manusia berarti-!"
Saat di persimpangan Hiki mengambil arah kiri dan kebetulan disana ia bertemu dengan Vera yang sedang berjalan di lorong dengan wajah lesu
"Vera!"
Hiki berhenti di depan Vera dan memegang kedua bahunya,kemudian dia menoleh kebelakang untuk memastikan apakah sosok itu masih mengikutinya atau tidak,setelah Hiki yakin bahwa dirinya aman,dia menarik nafas dalam-dalam dan melepaskan tangannya dari bahu Vera
"Ada apa Hiki? Kenapa kamu berlari di malam hari?'
"Sosok itu,dia menyerang ku"
"?!! Dimana!!? Dimana dia?!!"
"Tenang saja,dia telah melepaskan diriku kali ini"
"Daripada seperti ini lebih baik kita pergi dari hotel ini"
"Jika kita pergi dari hotel ini maka Noelle akan dalam bahaya"
"Tapi jika tidak kita akan terus diusik oleh penunggu disini,lagipula sebelumnya Noelle aman-aman saja tinggal disini"
Wajah Hiki menjadi terang,dia mendapatkan sebuah pendapat tentang apa yang terjadi saat ini
"Vera! Bisakah kamu mengulangi kata-kata mu lagi?!!"
"Eh.. Noelle akan aman?"
"Tidak! Sebelum itu"
"Penghuni...mansion ini?"
"Itu dia! Aku rasa aku tau siapa yang melakukan ini! Jika bukan kekuatan ilusi Roman dan bukan manusia yang menyerang ku,maka kemungkinan kecilnya memang benar bahwa sosok tak kasat mata lah yang menyerangku"
"Hiki,kamu percaya hantu? Padahal sebelumnya..."
"Sudahlah,daripada tidak terpecahkan lebih baik kita percaya pada teori ini,dan orang yang melakukan semua ini ada diantara kita.."
"Maksudmu..pengkhianat?"
"Bukan bodoh,maksudku Joana"
"Joana?...Joana itu siapa?"
"Benar kan? Noelle selalu menyebut nama Joana,padahal sedari awal disini hanya dialah satu-satunya manusia yang tinggal di mansion ini,saat di waktu sarapan kemarin,dan pembicaraan ku dengannya di atap,dia menyebut nama Joana,lantas siapa Joana itu?"
"Maksudmu Noelle adalah orang yang ingin membunuh mu?"
"Kamu ini ngantuk atau bagaimana?! Bukan begitu bodoh!"
Hiki memandangi keadaan sekitar, berjaga-jaga untuk memastikan Joana tidak ada disana
"Agar lebih aman ayo ke kamarmu,kita bicarakan disana"
"Eh k-kamarku?!"
"Sudah cepat ayo"
Vera dan Hiki berjalan ke kamar Vera yang tidak jauh dari sana,sementara yang lainnya telah bermimpi indah karena waktu saat ini telah menunjukkan pukul 2 dini hari, sesampainya di kamar Vera,Hiki mengunci pintu dan dia duduk di kasur diikuti oleh Vera yang duduk disampingnya
"Aku rasa sudah aman,Joana kemungkinan adala arwah teman Noelle...pertama kita akan membahas motif dari Joana melakukan percobaan pembunuhan tersebut,apa yang dapat kamu pikirkan"
Vera menaruh tangannya di dagu dan berpikir,dia tidak mengerti apa yang hendak disampaikan Hiki,apalagi saat ini dia belum tidur yang membuat pola pikirnya menjadi lamban
"Mungkin karena rasa cemburu..."
"Indeed,jika seandainya memang Noelle bisa melihat Joana,maka dari itu sebelum kita disini mereka pasti menghabiskan waktu berdua bersama,dan ketika kita sampai disini,Noelle selalu bersama kita hingga timbul lah rasa cemburu pada Joana, ditambah kita yang tidak bisa melihat Joana yang nyatanya adalah sosok hantu"
"Kalau begitu,Noelle belum menyadari jika Joana adalah hantu?"
"Ya...dan ada beberapa kejanggalan juga,saat dia memberitahu Joana terluka dan aku hendak melihat keadaannya dia melarang diriku,Joana pasti telah melarang Noelle untuk membiarkan aku ke kamarnya"
"Benar juga,dan untuk bunga Ruby Edelviet.... jangan-jangan itu juga pemberian Joana?!! Tapi...kenapa? Jika dia tidak suka pada kita bukannya sebaiknya dia membiarkan Ruby..."
"Mungkin karena jika Noelle pergi selama 6 hari akan membuatnya semakin murka terhadap kita,jadi agar dia menghindari itu dia mengambil bunga Edelviet itu agar dia tidak berpisah selama itu dengan Noelle"
"Kalau begitu apakah ada hubungannya dengan Ruby?"
"Entahlah aku tidak mengetahui tentang itu, dan juga ketika dia menyerang ku,dia dapat melemparkan barang-barang disekitar,kemungkinan dirinya adalah seorag esper sebelum meninggal"
"Tapi jika benar seperti itu maka ini akan sulit"
"Ya,sangat sulit"
Tiba-tiba suara gemuruh petir terdengar,hujan turun dengan lebat membasahi kota Mesopotamia,kota teratas dan menengah atas tidak dapat tersentuh oleh hujan berkat sebuah alat yang berada di kota teratas,hawa menjadi dingin,situasi menjadi tegang, tiba-tiba pintu kamar Vera terbuka dengan keras diiringi angin yang menyambutnya
__ADS_1
"Jauhi...Noelle!"
Terdengar suara yang bergema,itu adalah suara Joana yang murka kepada Hiki,Joana cemburu ketika Noelle lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Hiki padahal sebelumnya Noelle selalu bersama Joana
"Vera pegang tanganku!"
Vera meraih tangan Hiki dan Hiki memunculkan lubang hitam,mereka masuk kedalam lubang hitam itu dan berteleportasi ke sisi lain mansion ini
"Kalian tidak akan bisa kabur!"
Walaupun jarak mereka jauh,namun suara gema Joana masih terdengar,hujan semakin lebat,petir menyambar kemana-mana
"Vera hubungi yang lainnya!"
Vera menggeser tangannya dan seketika terdapat layar hologram di depannya dia langsung menelpon Lauriel dan yang lainnya yang masih tertidur namun tidak ada jawaban,dan tiba-tiba di ujung lorong sebelum persimpangan angin yang sangat besar tiba-tiba datang,itu adalah bukti kehadiran Joana,angin itu langsung dengan cepat bergerak menuju mereka berdua
"Ayo cepat Vera!"
"Tidak ada jawaban!"
Hiki langsung menarik tangan Vera dan berlari di mansion yang sangat luas ini,saat dipersimpangan,Hiki masih memegang tangan Vera dan ketika Hiki mengambil arah kiri,Hiki mendorong tubuh Vera seakan menyuruhnya untuk berpencar dan ketika Vera berlari cukup jauh,angin itu tidak ada disana,tentu Joana lebih memprioritaskan Hiki dibanding dirinya,ketika Hiki berlari di lorong tiba-tiba selain dibelakangnya juga ada angin besar di depannya yang siap mengirim Hiki ke Joana
"Tertangkap kau!"
Hiki melihat pintu disana dan berlari ke pintu itu,pintu itu adalah jalan alternatif menuju atap,karena tidak ada cara lain Hiki menaiki tangga itu dan berlari keatas
"Berhenti lah dan mati dengan tenang kau brengsek!"
Ucap Joana yang suaranya bergema, sesampainya di atap,Hiki berhenti berlari dan membalikkan badannya,dengan wajah datarnya dia meregangkan tangannya
"Kenapa tidak bertarung dengan tangan kosong saja,Joana?"
Ucap Hiki yang menantang Joana
"Kamu gila? Aku kira aku bodoh?! Jika aku mengizinkan kamu menyentuh diriku maka aku pasti akan mati!"
"Benar juga ya...lantas kenapa kamu melakukan ini? Cembur-?"
"Berisik! Kau merebut Noelle ku yang selama ini ku jaga! Setiap malam setiap saat dia selalu menyebut namamu! Hikichan Hikichan itu membuat aku mual! Sekarang aku akan mengambil nyawamu agar Noelle bisa sepenuhnya menjadi milikku hahahahaha"
"Orang-..tidak kau ini bodoh ya? Membunuh hanya karena cemburu"
"Kau tidak mengerti apa-apa! Aku...aku adalah teman Noelle saat kita masih kecil,aku selalu mengaguminya,dia berbakat,memiliki banyak teman,harta,dan segalanya tapi bagaimana denganku?!! Aku lahir di kasta terendah dengan status yatim piatu,menderita karena selalu menjadi budak orang-orang brengsek!
.. sampai akhirnya Noelle mengetahui tentang fakta itu,dia menghampiri ku dan menyapa ku dengan senyumnya...dia menanyakan hal yang ia dengar...kemudian dia memeluk diriku dan berkata 'tidak apa-apa Noelle, setelah ini aku akan membeli mu dari mereka,dan mulai saat itu mari kita berteman' ucapnya dengan senyum polos itu,aku masih mengingatnya.. hari dimana pertama kali aku melihat seseorang sepertinya.Tapi sangat disayangkan aku harus mengalami kecelakaan,pada saat itu di kota ini terdapat sebuah konstruksi dan saat itu aku sedang berjalan disekitar sana bersama Noelle, tiba-tiba beberapa beton jatuh dari langit tanpa sepengetahuan Noelle, orang-orang berteriak dan ketika aku melihat keatas,aku langsung mendorong Noelle,dan akibatnya diriku mati karena hal itu,aku tidak menyesal setidaknya aku berhasil melindungi senyum itu,setelah mengetahui aku mati,Noelle selalu menangis dikamarnya, itulah yang membuatku memilih untuk kembali ke dunia ini....DAN SEKARANG ORANG SEPERTI MU HADIR INGIN MERUSAK PERASAAN KU?!! AKU AKAN MEMBUNUHMU! HIKITA!"
Angin berhembus kencang mendorong tubuh Hikita seakan menyuruhnya untuk mati
"Cerita yang membosankan"
Mendengar itu,Joana semakin terpancing emosinya,dia mengeluarkan angin yang lebih kencang dari itu,karena tidak kuat menahannya,tubuh Hiki terbawa di hendak jatuh dari atap mansion namun dia masih berpegangan pada pagar disana,Hiki bergelantungan namun wajahnya masih datar,akhirnya Joana menunjukkan sosoknya,sosok wanita berambut ungu dengan mata yang berwarna kuning,raut wajahnya amat mengerikan karena kebencian terhadap Hiki,rambutnya sebahu dan dia berjalan mendekati Hiki yang bergelantungan
"Selamat tinggal"
Joana mengangkat tangannya hendak melepaskan pagar itu agar Hiki terjatuh, tiba-tiba Noelle datang dan memanggil nama Joana dengan terengah-engah
"JOANA!"
Mendengar suara Noelle,Joana langsung terdiam,Noelle berjalan kearahnya dengan langkah nampak kesal,Joana pikir Noelle akan menghampirinya namun dia salah,Noelle melewati dirinya dan menolong Hiki,kemudian setelah Hiki naik kembali keatap,Noelle berjalan kearah Joana dan menamparnya,Joana terkejut,matanya membelalak tidak percaya dengan hal ini,kemudian Noelle memegang baju Joana dengan kedua tangannya dan bersender ke dadanya
"Noelle...aku-"
"Karena cemburu? Benar?"
Noelle menatap Joana dengan air mata yang mengalir di pipinya
"Kenapa? kamu cemburu?! Karena aku dekat dengan Hikita? Kenapa kamu seperti itu?! Hikita adalah teman masa kecilku! sebelum aku bertemu denganmu,aku bertemu dengan Hikita terlebih dahulu!!....kamu salah Joana,aku tidak melupakan dirimu,aku menyayangimu layaknya adik ku"
Noelle memeluk Joana dengan erat,pipinya basah karena air mata,perlahan Joana juga mulai meneteskan air mata
"Aku sudah tau,kalau kamu telah meninggal"
Joana terkejut ketka mendengar itu dari Noelle,selama ini Joana menganggap bahwa Noelle tidak mengetahui kebenaran itu.
"Tapi aku tidak peduli,mau kamu hantu,cyborg,bahkan monster sekali pun aku tetap menyayangimu,aku sengaja menyebut namamu di depan mereka karena aku ingin mereka menganggap kamu ada disini,memang benar aku menghabiskan waktu ku akhir-akhir ini lebih banyak dengan Hikichi,tapi apakah aku tidak boleh bahagia bertemu dengan teman lamaku? Tidak begitu kan Noelle? Aku kecewa karena kamu melakukan hal ini,kenapa kamu melakukan semua ini hanya karena kamu cemburu? Itu adalah hal bodoh Joana"
"Noelle..."
Noelle masih diam membeku, sementara Hiki menyalakan rokoknya dan membalikan badannya membelakangi mereka berdua
"Maaf Noelle...aku...aku hanya merasa sakit hati ketika kamu memperlakukan Hikita sama seperti kamu memperlakukan diriku..aku..aku hanya..."
"Sudah cukup,orang yang seharusnya menerima kata-kata itu adalah Hikichi"
Noelle melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya menatap Hiki yang masih merokok,Joana kemudian berjalan menuju Hiki dan berdiri disampingnya, sebelum Joana berkata Hiki langsung membuka mulutnya
"Cepat lepaskan kutukan yang kamu berikan kepada Ruby"
"...baik"
Joana melepaskan kutukan yang ia berikan kepada Ruby,kemudian dalam situasi canggung Hiki berkata
"Sama seperti dirimu, orang yang kamu kutuk itu adalah orang yang penting bagiku,Ruby adalah teman masa kecil ku,jikalau kamu bukan teman Noelle,sudah pasti aku akan membunuhmu"
"Maaf...aku..aku melakukannya karena saat itu aku emosional"
"Tidak perlu dipikirkan,aku tidak mempermasalahkannya"
"Walaupun aku hampir membunuh mu?"
"Membunuh? Jika aku jatuh pun aku akan kembali berada di belakang mu dan membunuhmu,kamu beruntung karena Noelle menyelamatkan mu lagi"
Joana menatap Noelle,kemudian Noelle tersenyum
"Jadi aku diselamatkan oleh Noelle ya..aku mengerti,intinya aku minta maaf karena semua yang aku lakukan"
Joana membungkuk,tanda hormat dan permintaan maaf kepada Hiki,Hiki yang bersender di pagar membuang rokoknya dan membalikkan badannya
"Lain kali kamu harus berpikir 100x untuk menyerang lawanmu,hoaaam sudah saatnya untuk tidur"
Hiki meninggalkan atap mansion dan kepergiannya itu diperhatikan oleh Joana dan Noelle
"Orang itu...santai sekali"
__ADS_1
Ucap Joana yang sedikit terkagum dengan Hikita
"Begitulah Hikichi!"
Semua orang kembali ke kamarnya masing-masing pada pagi hari Hiki dan yang lainnya berkumpul di ruang tamu dan Hiki menceritakan tentang malam itu
"Tuh kan bener! Aku bilang juga hantu! Kamu ga percaya sih Hiki!"
Ucap Lauriel dengan wajah sombongnya karena tebakannya kali ini benar, semua orang berkumpul disana,Max telah pulih begitu juga dengan Lauriel,mereka siap untuk pergi ke kota teratas untuk mencari dalang kedua dari genosida kampung halaman Vera
"Yah sedari awal ketika Noelle melarang ku untuk menjenguknya aku sudah mulai percaya dengan hantu, tapi itu belum pasti sampai jebakan yang dibuat Alvin gagal"
Ucap Hiki yang wajahnya nampak lebih segar pagi ini, sementara Max masih murung dan nampak lesu,Vera yang melihat itu bertanya
"Max apakah kamu belum menamatkan game mu?"
"Bukan seperti itu..aku berhasil menamatkannya tapi..... karakter wanita favoritku mati dan itu membuat hati ku sakit,aku menangis semalam karena itu"
"Badan besar dan kekar tapi dengan kematian karakter saja menangis"
Ucap Alvin mengejek Max
"Asal kamu tau ya! Karakter favorit itu adalah main heroine dari game itu! Dia melakukan segalanya untuk sang main character untuk mencapai tujuannya! walaupun keduanya mati namun setidaknya mereka berhasil mencapai tujuan mereka"
"Tapi Hiki,kenapa Joana mengutuk Ruby,dan kutukan itu memangnya ada di dalam dunia ini?"
Tanya Lucia kepada Hiki
"Ruby dan aku adalah satu,maksudku ruangan Ruby berada di tindik yang ada dikupingku"
Semua orang yang mendegar itu terkejut,mereka mengira bahwa Ruby berada jauh dari sini tapi ternyata mereka salah
"Mataku adalah mata Ruby,dia juga membantu ku dalam bertarung,jika Ruby tidak dikutuk, pasti dengan teknologi yang ia miliki ia bisa mendeteksi Joana dengan cepat,dan untuk kekuatan kutukan umm contohnya kekuatan pengendali cuaca itu di dapat setelah seseorang meninggal,aku mendengar dalam legenda seperti itu,atau mungkin kekuatan dia sebenarnya adalah kutukan? Aku tidak tahu"
Mereka menunggu kedatangan Noelle dan Joana, tidak lama kemudian Joana dan Noelle muncul dan menuruni tangga untuk sampai diruang tamu,kali ini Vera dan yang lainnya dapat melihat wujud Joana,Noelle mengenakan gaun sedangkan Joana hanya mengenakan pakaian biasa, ketika menuruni tangga Joana mengulurkan tangannya untuk membantu Joana agar tidak jatuh, sesampainya di ruang tamu,semua orang tercengang,begitu juga dengan Vera,Vera terkesima dengan kecantikan Noelle, pandangannya tidak bisa beralih dari Noelle
"Wah! Noelle cantik banget gokil!"
Puji Lauriel kepada Noelle
"Kamu benar Noelle sanga cantik ketika memakai gaun"
Noelle sedikit tersipu namun dia tetap tersenyum
"Kalau begitu kalian hendak pergi bukan? sangat disayangkan kalian hanya tinggal sebentar saja"
"Kalo lama-lama nanti Joana ngamuk lagi huahahaha"
Ucap Lauriel dengan nada bercanda
"Mana mungkin,aku telah jera berhadapan dengan Hikita"
Joana berjalan kehadapan Hikita dia menundukkan kepalanya sekali lagi sebagai tanda permintaan maaf
"Mohon maafkan aku atas semua yang aku lakukan"
"Angkat kepalamu"
Hiki menatap Joana dengan wajah datarnya,kemudian dia memegang bahu kanan Joana dan menatapnya dengan serius
"Setelah kami pergi,maka hanya kamulah yang berada disisi Noelle, jadi aku minta tolong kepadamu untuk melindunginya bahkan jika kamu harus mempertaruhkan nyawamu"
"Tapi..aku telah mati jadi aku tidak memiliki nyawa"
"Ada benarnya,intinya Noelle adalah temanku,dan dia adalah temanmu,jaga dia jangan sampai terluka paham?"
Joana mengangguk,kemudian Noelle berjalan berdiri disamping Joana
"Hikichan,senang bisa melihatmu lagi,tapi kamu sudah harus pergi ya,ah aku punya sesuatu untukmu"
Noelle meminta sesuatu kepada Joana kemudian Joana memberikan sebungkus coklat
"I-ini untukmu,ini adalah buatan ku sendiri,j-jadi maaf jika rasanya aneh"
Noelle memberikan coklat itu dengan tersipu malu,Hiki mengambil coklat itu dan menatap Noelle
"Terimakasih Noelle,kamu selalu baik seperti biasanya"
"Kamu juga tidak pernah berubah, selalu dingin dan kadang kamu mengacuhkan ku hmph!... tapi itulah Hikichi yang aku kenal, semoga kamu selamat dalam perjalanan mu,dan Vera,aku juga memiliki sesuatu untukmu"
Noelle juga memberikan coklat untuk Vera, berbeda dengan coklat Hiki yang berbentuk kotak, coklat yang Noella berikan kepada Vera berbentuk hati
"Woahh??!!! Pernyataan cinta nih?!!"
"Nampaknya kamu memiliki penggemar Vera"
Ucap Lauriel dan Lucia
"Enaknya menjadi pria tampan...aku kapan ya dapat coklat"
Ucap Max yang menggerutu,Alvin memegang bahu Max dan dia juga iri dengan Vera
"Orang seperti kita mustahil mendapatkan momen itu.."
Sementara Noelle wajahnya sangat merah karena tersipu,dia menggelengkan kepalanya
"B-bukan seperti itu! K-kalian salah! Itu tidak ada maksud apa-apa!"
"Ehh masa sih? Masa yang dikasih cuma Vera"
"I-itu ah!"
Semua orang tertawa diruangan itu kecuali Hikita,Vera juga tersipu namun dia tersenyum kepada Noelle
"Terimakasih Noelle,aku menghargai ini,aku harap kita bisa bertemu lagi lain kali"
"Ah..iya...aku harap begitu"
Setelah itu semuanya terdiam sampai Hiki meregangkan tubuhnya dan berkata
"Kalau begitu, sudah saatnya untuk pergi ke kota teratas"
"Aku telah menyiapkan kendaraan dan tiket akses masuk kesana,Joana akan mengantarkan kalian"
__ADS_1
"Terimakasih Noelle"
Setelah itu mereka semua pergi dari mansion itu,mereka diantar Joana menuju stasiun kereta untuk menuju kota atas,disamping itu,Vera mendapatkan kontak Noelle dan sekarang mereka harus fokus untuk bahaya selanjutnya