Hyperia

Hyperia
Dejavu


__ADS_3

"Kakak!! bangun! Kak!"


Vera mendengar suara Vere yang terus memanggil namanya,perlahan dia membuka matanya lalu Vere meraih tubuh Vera memeluknya dengan erat


"Kakak aku sangat khawatir padamu! aku mengira jika dirimu telah...Huaaaa!!!!"


Vera mengelus-elus kepala Vere berusaha menenangkannya,Vera menyadari jika dirinya sedang di dikurung disebuah ruangan yang hanya terdapat satu buah ranjang dan meja,serta satu buah kamera pengawas,beberapa saat kemudian seorang pria dewasa dengan pakaian tertutup memasuki ruangan Vera dan Vere


"Vera? Vere? Benar?"


Tanya pria itu dia berusaha memegang tangan Vere,kemudian dengan keras Vera menepaknya


"Siapa dirimu berani menyentuh adik ku?!!!"


Pria itu menggeser tangannya kemudian ada sebuah menu yang melayang di udara,dia menekan salah satu menu itu,kemudian sebuah sup muncul secara tiba-tiba diatas menu itu


"Makanlah,kalian lapar bukan?"


"I-iya.."


Vere mengambil mangkuk berisi sup itu,


Pria tadi berjalan pergi meninggalkan Vera dan Vere


"H-hei apa hanya satu??"


Pria itu tidak menggubris Vera dia meninggalkan ruangan dan pintu itu kembali terkunci,perut Vera keroncongan karena ia pingsan selama 3 hari dan belum makan selama 3 hari


"Kakak,makanlah ini untuk mu,aku telah makan pagi tadi,jadi aku rasa cukup untuk ku"


"Tidak,Vere itu adalah milikmu maka kamu harus menghabiskan nya paham? agar dirimu tumbuh menjadi anak yang sehat dengan begitu Ayah dan Ibu pasti senang"


"Apakah tidak apa-apa?"


Vera mengangguk,ia berjalan menuju pintu ruangan,ia meraba seluruh bagian dari pintu itu,Vera merasa untuk saat ini mustahil baginya untuk melarikan diri,ia kembali ke ranjang ia menatap Vere yang sedang makan dengan lahap


"Kak,katakan Aaa"

__ADS_1


Vere menyuapi Vera,dia tersenyum dan mengelus kepala Vere dengan lemah lembut


"Aku berjanji,kita akan keluar dari sini"


"Aku percaya dengan mu kak,aku sayang padamu"


Vere memeluk Vera dengan erat mereka bagaikan api dan asap yang tidak bisa dipisahkan,hari berhari terus berlalu,Vera tidak kehabisan cara,dia terus berfikir bagaimana caranya agar ia keluar dari tempat ini,tanpa diketahui Vera berhasil mengambil ID card milik pria yang sering mengantarkan makanan untuk mereka,beberapa kali pelayan itu kembali datang dan menanyakan kepada Vera,Vera menyembunyikan disebuah tempat bahkan kamera pengawas tidak bisa melihatnya,setelah pelayan itu pergi,Vera meninggalkan ruangan itu sendiri meninggalkan Vere itulah kegiatan rutin Vera untuk mencari jalan keluar,tempat itu seperti sebuah pabrik yang sangat amat besar, Disana banyak ruangan yang kemungkinan didalamnya juga terdapat anak anak seperti Vera dan Vere,Vera menelusuri pabrik itu,walaupun diawasi dengan ribuan kamera pengawas dan Alarm penjaga yang terpasang,selama sebulan penuh ia terus melakukan hal itu tanpa diketahui oleh Pemilik pabrik ini,sampai waktunya tiba


"Ayo ikut aku Vere"


"Kemana kita akan pergi kak?


"Dengar Vere,kita akan keluar dari tempat ini,ikuti perintahku setelah kita keluar dari sini kita akan hidup bersama bahagia untuk selamanya kita tidak akan terpisah paham?"


"Kakak....Umu tentu saja aku percaya jika kakak yang berbicara"


"Bagus,ayo!"


Vera dan Vere meninggalkan ruangannya dia telah membuat rute pelarian yang benar benar matang


"Sebenarnya tempat apa ini?"


Mereka terus berjalan melewati kamera pengawas,disana tidak ada AI hanya ada sebuah jebakan dan kamera pengawas serta sirine peringatan,sampai di depan sebuah jembatan kaca yang nampak seperti tiada habisnya Vere mulai merasa kelelahan


"Vere,sedikit lagi,setelah kita melewati ruangan ini,di depan sana ada sebuah gerbang untuk pergi ke dunia luar,maka dari itu semangatlah ayo berdiri"


Mereka berjalan melewati jembatan kaca itu,Vera terus berjalan menuntun Vere,yang berjalan secara perlahan,setelah sampai di depan gerbang,Vera langsung menempelkan ID Card nya,namun


"Vere! kita berha-"


Ketika menoleh kearah Vere,Vera terkejut,Vere menginjak sebuah laser peringatan yang mengakibatkan sirine peringatan berbunyi,gerbang yang tadinya terbuka perlahan mulai tertutup,sekelompok orang datang,suara langkah mereka terdengar


"Vere!!! Ayo!


Peluang melarikan diri di depan mata,naas kaki Vere yang terkena laser itu membeku tidak bisa digerakkan


"VERE!! ADA APA AYO?!!"

__ADS_1


"Kak,kaki ku membeku!!"


Vera berusaha membantu Vere,namun usahanya sia-sia


"Kak,pergilah duluan"


"Apa maksudmu?!!"


"Aku akan baik-baik saja cepat! Ini kesempatan mu"


"T-tapi...Tidak aku tidak ingin kehilanganmu Aku akan tetap disini!!"


Pintu hampir tertutup,Vera masih berdiri disana,ia memutuskan untuk menetap bersama Vere


"Ya ampun kakak selalu seperti ini,aku sayang padamu..Kakak"


Vere mendorong Vera sekuat tenaga,Vera terpental,ia berhasil melewati gerbang tepat sebelum tertutup rapat-rapat


"Tidak!!! VERE!!! VERE!! APA YANG KAU LAKUKAN?!! VERE!!!"


Bangunan itu dilindungi oleh sebuah perisai yang aktif,sementara itu Vere ditangkap, karena Vere melakukan percobaan pelarian ia dipindah ke tempat yang lebih jauh yaitu dibawah tanah,sementara itu Vera berlari,dikejar oleh puluhan orang suruhan dibelakangnya,dia berlari melewati hutan-hutan yang sangat tebal,ia masih diikuti,dia berlari terus berlari tanpa tau kemana ia perg


"Aku mohon tuhan, selamatkan lah aku,aku harus melindungi adik ku!!"


Ucap Vera dalam hati,smpainya di sebuah Gurun ia benar-benar telah kelelahan,ia berhasil terkejar,tiba tiba tepat di depan tempat Vera terbaring muncul sesosok manusia seperti monster yang langsung menyerang kelompok orang yang mengejar Vera tanpa basa basi


"Oh tidak Vadallat"


Terjadi pertempuran antara Vadallat dan kelompok yang mengejar Arthur,Vadallat adalah manusia yang dianugerahi oleh kekuatan Hyperia,tetapi mereka tidak bisa mengendalikannya sebaliknya mereka dikendalikan oleh Virus itu,mereka seperti hewan buas yang menyerang apa saja dihadapan mereka,kelompok tadi berhasil dibantai oleh makhluk yang nampak seperti mayat hidup itu,dia menoleh ke Vera dengan wajahnya yang hancur dan matanya yang berwarna merah


"Gawat,aku..aku sudah tidak bisa berlari"


Makhluk itu mendekati Vera,dia memegang kepala Vera dan membuka mulutnya lebar lebar


"BAM..BAM!!"


Seseorang menembakan sebuah peluru tak kasat mata,peluru itu dengan mudah berhasil menembus kepala Vadallat,tidak lama makhluk itu mati dan tubuhnya menjadi abu,Orang yang menembakkan peluru itu menghampiri Vera,orang yang menyelamatkan Vera adalah seorang pria tua dengan kumis dan janggut,ia mengenakan sebuah topi dan jaket kulit yang sangat tebal

__ADS_1


"Apakah kamu baik-baik saja nak?"


Vera menatap mata pria tua itu ia berusaha meraihnya tetapi ia kembali tidak sadarkan diri


__ADS_2