Hyperia

Hyperia
Great Shackles


__ADS_3

Suara langkah kaki terdengar di lorong apartemen,Hiki berjalan dan mengetuk pintu kamar Ruby


"Ruby"


"Ah Hiki?"


Ruby membukakan pintu kamar apartemen miliknya kemudian ia mempersilahkan Hiki untuk masuk kedalamnya,kamar Ruby sangat dipenuhi dengan barang barang sehingga tidak ada tempat bagi Hiki untuk duduk,dinding-dinding kamarnya dipenuhi oleh blueprint rancangan senjata, alat-alat serta banyak lagi,dan terdapat layar besar berwarna biru yang tidak dapat disentuh tetapi dapat dilihat oleh mata telanjang


"Seperti biasa kamar mu selalu berantakan"


Ucap Hiki,Ruby sendiri adalah seorang gadis berusia 18 tahun,ia adalah seorang introvert yang kesulitan untuk berbicara dengan orang lain pengecualian untuk Hiki karena alasan tertentu,Ruby mengenakan kacamata berbentuk bulat serta rambut poninya yang panjang berwarna merah terurai,dan warna mata yang berwarna ungu


"Ada apa datang ke tempat ku?"


Tanya Ruby


"Aku ingin memberi tahumu jika kita akan berpindah kota"


"Oh begitu ya,pasti alasannya adalah karena hujan pedang kemarin,saat itu aku sedang tertidur dan ketika aku bangun aku melihat ke luar jendela apartemen,dan tiba-tiba sudah banyak mayat-mayat yang berserakan..itu sangat mengerikan"


"Itu ulah diriku"


Ruby menelan ludah dan tertawa kecil


"Tapi Hiki bagaimana caranya aku ikut bersama mu? Bisa saja aku keluar tapi jika orang-orang memandangi ku itu membuat ku tidak nyaman itu sangat memaluka ketika semua orang memandangi ku,apalagi semuanya belum pernah melihat diriku,mereka pasti akan menghina fisik ku"


Hiki menghela nafas ia menggelengkan kepalanya


"Kapan kamu akan berubah Ruby...tenang saja aku akan memberikan koordinat ketika sudah sampai disana,setelah itu kamu bisa pindah dengan cara berteleport itu adalah kemampuan mu bukan?"


"Baiklah jika begitu,ohiya aku sedang membuat proyek baru,aku ingin membuat mesin waktu!!"


"Huh bahkan orang-orang tinggi pun tidak dapat membuat mesin waktu, bagaimana bisa dirimu membuat hal mustahil seperti itu?"


"Tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?"


"Terserah padamu"


Hiki berjalan keluar dari apartemen tersebut,di perjalanan pulang ia harus menginjak-injak mayat-mayat yang berserakan,namun itu adalah pemandangan yang biasa bagi dirinya


"Aku rasa aku harus membersihkan ini mayat ini semua"


Hiki menggeser jarinya seketika sebuah layar muncul ia menekan angka-angka dan menelpon pusat keamanan kota Asgard,tidak membutuhkan waktu lama pusat keamanan kota Asgard langsung mengangkat telpon itu


"Permisi,aku ingin melaporkan jika di Alfheim telah terjadi pembantaian,aku adalah salah satu korban selamat,tolong bantuannya"


Hiki mematikan telpon itu kemudian ia melanjutkan perjalanan pulangnya,


sampai di rumah Hiki membuka pintu dia melihat Alvin dan Max yang sedang berbincang di ruang bawah


"Alvin apakah kamu sudah menyiapkan kendaraan untuk kita?"


" Max yang membawanya"


"Kerja bagus Max,tujuan kita adalah Northern Calf...Vera,Lauriel turunlah"


Tidak lama kemudian Vera dan Lauriel turun dari lantai atas untuk menemui Hiki

__ADS_1


"Kita akan berangkat sekarang persiapkan barang bawaan kalian,bawa barang-barang yang benar-benar dibutuhkan,Max dimana kendaraan itu"


Max menekan sebuah remot yang hanya terdapat satu tombol


"Diluar sana"


Dari bawah tanah muncul sebuah kendaraan,yang mengapung nampak seperti mobil pada umumnya tetapi ini tidak mempunyai ban dan juga mempunyai sayap untuk terbang dan juga ukurannya lebih besar hingga mampu menampung untuk 7 orang,Hiki menaiki kendaraan itu berusaha untuk memahami kendalinya sementara yang lainnya mereka sedang mempersiapkan barang bawaan mereka,Vere yang tidak memiliki itu ia langsung naik dan duduk disebelah Hiki,tidak lama kemudian mereka semua naik ke dalam kendaraan itu,Hiki menyalakan mesinnya,sebuah turbo mendorong kendaraan itu agar mengapung di udara,kemudian Hiki menarik sebuah Tuas dan kendaraan itu dapat dijalankan..butuh waktu beberapa hari untuk sampai kota Northern Calf karena jaraknya yang sangat jauh kota itu berada di tengah-tengah sebuah gurun besar,sampainya disana mereka langsung ditahan oleh para A.I yang bentuknya sangat aneh,mereka mempunyai 4 mata 4 tangan dan 4 kaki, sementara pihak keamanan di kota ini bernama Paladin,mereka dapat memasuki kota Northern Calf,tetapi tidak dengan Hiki,ia harus mencari jalan lain agar bisa menyusup kedalam sana,disana sedang terjadi badai pasir jadi pandangan mereka sedikit terganggu


"Lebih baik kita mencari tempat tinggal terlebih dahulu untuk saat ini!"


Ucap Max,ketika sedang berjalan perhatian Vera teralihkan oleh sebuah bangunan berbentuk Oval yang sangat-sangat besar, bangunan itu adalah penjara yang dimaksud oleh Alvin sampai di sebuah Hotel Max langsung menghampiri front office dan menyewa 5 kamar


"Totalnya menjadi 8juta faye


"8 juta?! b-bagaimana bisa kita membayar sebanyak itu"


Tanya Vera,bel pintu masuk berbunyi seorang wanita dengan jaket hitam memasuki hotem tidak lain wanit itu ialah Hiki yang datang dengan rambut dipenuhi pasir,Hiki langsung menuju front office dan menempelkan kartu kredit


"6 kamar"


Ucap Hiki


"Pffft Hiki rambut mu dipenuhi pasir"


Ucap Lauriel,Hiki langsung menggoyangkan kepalanya dan pasir itu pun berterbangan


"Ahh aku pikir aku harus mandi,dimana kuncinya?"


Petugas memberikan sebuah kunci kepada Hiki,Hiki berada di kamar 1320 di lantai 127 ia langsung berjalan melewati Vera dan yang lainnya,ia menaiki lift yang terbuat dari kaca dan tembus pandang,hanya butuh waktu 10 detik untuk sampai ke lantai 127,dia langsung berjalan di lorong dan ketika sedang berjalan seorang pria yang sedang mabuk menabrak Hiki,bukannya minta maaf pria itu malah mencaci maki Hiki,Hiki kemudian menatap pria itu dengan tatapan yang menyeramkan,pria itu kemudian langsung pergi tanpa berkata apapun,Hiki langsung membuka pintu kamarnya,dinding kamar itu berwarna putih serta di sisi nya terdapat tanaman-tanaman,terdapat sebuah ranjang dengan seprai berwarna putih dan sebuah televisi yang sangat lebar,serta hal-hal lain layaknya seperti rumah sendiri,Hiki langsung menuju ke kamar mandi,setelah selesai membersihkan badan dia duduk di ranjang dan menyalakan televisi,Mereka tidur di kamar mereka masing-masing, kebetulan kamar Vera tidak jauh dari kamar milik Hiki ia berada di 1310 sekitar 20 meter jarak antara mereka sementara Max di lantai 132,Lauriel dan Alvin di lantai 129.


Malam tiba Vera sedang berjalan di lorong hotel,dia menaiki lift untuk sampai ke lantai paling atas,disana terdapat sebuah taman yang dilindungi oleh sebuah barrier transparan,disana ia bertemu dengan Alvin yang sedang merokok dan duduk di pagar gedung


"Ah Vera apa yang kamu lakukan di tengah malam seperti ini?"


"Aku hanya mencari angin saja"


Kemudian Vera bersandar di pagar,mereka menghadap berlawanan,asap rokok menghiasi malam yang sunyi itu,sifat Alvin sangat tenang,dia bukanlah tipe seperti Max,Lauriel,ataupun Hiki,dia tidak cukup kuat bahkan diantara keempat itu ialah yang paling lemah,tetapi dengan kecerdasan miliknya,ia mampu bahkan mengalahkan seorang Guardian kelas atas


"Vera...Kamu berasal dari kota itu bukan?"


"Maksudmu?"


Alvin menarik nafas panjang dia turun dari pagar dan bersender di pagar bersebelahan dengan Vera,masih dengan rokoknya,ia dengan santai berbicara


"Wanita itu adalah penyelamat hidupku"


"Apakah kamu juga berasal dari kota mati itu?"


"Ya aku juga kehilangan keluarga ku sama seperti dirimu,sampai saat pada dia datang menolong diriku dari serangan A.I,aku tidak mengerti mengapa dia melakukannya,tidak ada alasan pasti"


Suasana kembali hening,bara api terus menyala, diluar sana sedang terjadi badai pasir tetapi badai itu tidak sampai ke hotel yang ditempati oleh Vera karena tempat itu telah dilindungi oleh barrier yang transparan


"Apakah kau mempercayai wanita itu?"


Tanya Vera,Alvin sedikit terkejut dengan pertanyaan Vera ia mematikan rokoknya dan membuangnya


"Tentu aku percaya kepadanya,dia adalah seorang penipu,tetapi dia tidak pernah mengingkari janjinya.....aku rasa ini sudah cukup malam,aku tidur dulu"

__ADS_1


Alvin melambaikan tangannya,ia memasuki lift dan hilang dari pandangan Vera,Vera menatap langit malam,di langit langit dapat terlihat bintang-bintang yang bertebaran dan juga sebuah planet yang sangat besar,Bumi yang ditinggali saat ini telah bergerak sangat jauh,dan saat ini Bumi telah memiliki tata surya baru,juga diluar sana dapat terlihat sebuah kota yang hanya dapat ditinggali oleh orang-orang elite,tidak lama kemudian Vera kembali ke kamarnya dan tertidur.


Keesokan harinya ia telah ditunggu oleh Hiki dan yang lainnya di lobby


"Kau lama sekali"


Ucap Max dengan senyum miliknya,dia adalah orang yang selalu optimis


"Maaf semalam aku begadang,jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


"Masuk penjara"


"E-eh? Apa maksudmu?"


"Kita akan menemui seseorang di penjara,dan mungkin orang itu mengetahui sesuatu tentang adikmu"


"Bagaimana caranya kita bisa kesana?"


"Mudah saja..Max"


Max dengan badannya yang besar menyeret tubuh Vera dan melemparkannya keluar hotel,kemudian Max memukul wajah seseorang di jalanan ia membuat kerusuhan di tengah kota,Vera yang tidak tahu apa-apa ia hanya berdiri membeku,karena keributan itu mereka berdua mendapatkan perhatian dari para penduduk,paladin yang melihat itu mereka berusaha mengehentikan Max dan membawa mereka ke penjara untuk di interogasi,setelah selesai,Paladin memutuskan mereka berdua dijatuhkan hukuman 1 tahun penjara


"Rencana macam apa ini?!!"


"Sudahlah ikuti saja"


Nama Vera Ashley kini telah tercoreng,ia berkali kali berteriak, karena dalam film yang ia lihat kehidupan di penjara sangat sengsara,makan seadanya,tidur di kasur yang keras bahkan disana dipenuhi oleh penjahat kelas atas,ia sama sekali tidak menyetujui rencana ini tetapi nasi sudah menjadi bubur.. beberapa hari kemudian


*Lapangan Penjara*


"Hei Kau Anak Baru!"


Seorang pria botak dengan tubuh besar menghampiri Vera dan mencengkram kerah baju miliknya,Vera tidak panik sebaliknya ia menatap mata pria itu dengan tajam


"Apa masalahmu botak?"


Baru mengeluarkan satu kalimat,pria itu langsung menghajar perut Vera sehingga membuat Vera tersungkur kemudian ia bangkit dan memukul wajah pria itu,naas bagi pria berbadan besar itu,pukulan itu hanyalah sebatas angin lewat saja


"E-eh?"


Pria itu hendak melancarkan serangannya kepada Vera,Vera dapat melihat serangan itu,ia menutup matanya dan menghindari serangan itu


"Apa yang dilakukan bocah ini? Hahahaha belum aku pukul sudah menghindar"


"Apa yan-?!!!"


Ucap Vera dalam hati,Vera tidak mengerti apa yang terjadi ia jelas-jelas melihat pria itu memukul dirinya tetapi kenyataannya,pria itu sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berdiri,seketika jantung buatan Vera berdetak sangat cepat,itu membuat sakit yang sangat sangat pedih


"Argh!!!"


Vera berlutut memegangi dadanya,pria botak itu hendak memukul Vera


"Apa yang kau lakukan kepada Temanku Hah?!!"


Max berlari dan dengan tangannya yang besar berotot ia meninju pria botak itu,seketika pria botak itu terhempas jauh hingga membentur tembok,bahkan tembok itu retak karena benturan itu


"Vera kau tidak apa-apa?!"

__ADS_1


"J-jantungku s-sakit sekali!"


Setelah itu Vera pingsan dan Max membawa Vera ke sel tahanan mereka,Max menyadari bahwa kekuatan dari Hyperia mulai tumbuh dari dalam diri Vera,akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Hiki dan memberi tahu tentang hal itu


__ADS_2