Hyperia

Hyperia
Awal Kehancuran


__ADS_3

Arthur telah tidak sadar kan diri selama 3 hari dibawah pohon yang telah layu,tubuhnya masih dalam keadaan lemah,ia membuka matanya secara perlahan


"Hei apa yang terjadi,kenapa semuanya terlihat.."


Dirinya dikejutkan dengan pemandangan yang ia lihat, banyak pepohonan yang kering dan mati, awan gelap menyelimuti hari itu di iringi dengan angin kencang yang berhembus


"Kepala ku sakit sekali"


Arthur memegang kepalanya dan berusaha untuk berdiri,kemudian ia mengecek luka di perutnya pendarahan yang ia alami sudah berhenti, kemudian,Arthur meraba tas kecil yang tergantung di bokong Arthur untuk memastikan kunci yang dititipkan oleh mayor Oliviera masih berada disana


"Syukurlah,aku bisa melindungi kunci ini,sebaiknya aku harus menemui Harry untuk menyerahkan kunci ini"


Arthur berjalan menuju mobil yang letaknya tidak jauh dari sana,mobil itu adalah milik penyusup yang mengejar arthur,ia berjalan dengan terhuyung-huyung sambil memegang kepala nya menggunakan lengan kiri miliknya,ia membuka pintu mobil itu dan menaiki nya


"Aku ingin segera bertemu dengan istri dan anak ku"


Arthur menyalakan mobil itu dengan kunci yang masih menempel di tempatnya, ia pun pergi menuju kota yang jaraknya sangat jauh dari tempat Arthur saat ini


Arthur berkendara dengan pikiran yang menumpuk di otak nya, sepanjang perjalanan dia sama sekali tidak melihat seseorang maupun tanda tanda kehidupan ia hanya mendapati keheningan,sampai diperbatasan kota Arthur berhenti


"Sudah kuduga ada yang tidak beres ini terlalu hening mana!"


Arthur berteriak di keheningan kota dengan maksud agar seseorang bisa mendengar suaranya,ia memasuki bangunan-bangunan namun tidak ada penghuninya


"Aku harus segera menemui presiden"


Arthur dengan kecepatan tinggi menuju gedung putih tempat kediaman pemimpin negara, sesampainya Arthur disana ketika hendak memasuki gedung putih Arthur dihalangi oleh palang yang mengharuskan dirinya menempel kan id card untuk bisa masuk kedalamnya,Arthur menempelkan id card miliknya dan kemudian palang itu terbuka, Arthur disambut dengan 2 orang tentara yang bertugas menjaga pintu gedung putih, salah seorang prajurit yang menjaga pintu itu adalah bawahan Arthur saat ia menjalankan sebuah misi penting di Russia,Pria itu bernama Negev,Negev memberikan hormat kepada Arthur begitu juga dengan temannya


"Pak! Syukurlah anda selamat!"


Ucap Negev


"Apa yang sebenarnya terjadi disini? Kemana seluruh penduduk? Kenapa sangat sepi sekali disini?"


"Sedikit informasi yang aku tau jika saat ini sedang tejadi pandemi"


"Pandemi? Pandemi apa?"


"Saat ini kita sedang dikelilingi oleh virus yang mematikan, virus itu akan merusak bagian dalam tubuh kita,ketika kita membuka masker dan menghirupnya maka kita akan mati"


"Virus? Apa mungkin eksperimen di laboratorium itu gagal dan berakhir seperti ini?"


Ucap Arthur dalam hati


"Oh benar,Negev bisa kah kamu mengantarkan ku menemui presiden? Aku ada keperluan den dengannya"


"Ngomong-ngomong apakah hanya anda yang selamat?"


Arthur menunduk raut wajahnya berubah,ia mengenang teman-teman dan bawahannya yang mati karena penyerangan itu,alis nya berkerut,kemudian ia mengepalkan tangannya


Negev berjalan mendekati Arthur dan berusaha menghiburnya ia menepuk punggung Arthur


"Pak,kematian rekan-rekan mu tidaklah sia-sia,dengan selamat nya dirimu maka kamu bisa memberitahu apa yang terjadi,aku yakin mereka semua pasti bahagia melihat diri mu selamat"


Arthur mengangkat kepala nya dengan sedikit tersenyum


"Silahkan pak ikuti aku"


Negev membuka pintu gedung putih dan membawa Arthur bersama nya untuk menemui presiden,di perjalanan suasana hening tanpa pembicaraan Arthur masih tenggelam dalam pikirannya,setelah cukup lama berjalan,sampailah mereka berdua didepan ruangan presiden yang dijaga oleh seorang tentara berkulit hitam bernama John yang saat ini menjabat sebagai kapten,John dan Arthur juga saling mengenal karena mereka dulu berada di satu tempat pelatihan


"Arthur! Kenapa dirimu tidak memberikan kabar kepada kami,Kepala negara telah mengira jika tim mu telah gugur oleh virus ini dan juga darimana virus ini berasal?"


"Cerita ini sangat panjang.John,bisakah aku menemui presiden aku mempunyai keperluan dengannya"


Arthur tidak menjawab dia menatap mata john,mengetahui itu john mempersilahkan Arthur untuk masuk


"Baiklah Silahkan"


John membuka kan pintu ruang presiden didalam terlihat seorang presiden bernama Harry Yang tengah duduk menghadap jendela membelakangi Arthur dan menyilangkan kaki kiri nya ke atas kaki kanan nya


"Pesanan Sampai"


John menutup pintu ruangan kemudian


Harry memutar kursi nya dia nampak mengenakan masker sama seperti Arthur,berbeda dengan yang lainnya melihat Arthur yang berdiri didepannya dia tidak terkejut,dia melihat tubuh Arthur dari bawah hingga atas,kemudian ia bangkit dari duduknya dan menghampiri Arthur yang berdiri tegak


"Dimana kah benda itu?"


Ucap Harry bertanya kepada Arthur, Arthur memberikan kunci itu dan diterima oleh Harry,Harry menepuk pundak Arthur sebanyak 2 kali

__ADS_1


"Aku sudah yakin jika dirimu akan kembali"


"Tidak mudah untuk menjaga kunci ini,semenjak aku diberikan kewajiban untuk menjaga kunci ini,aku telah mengorbankan segalanya,Nyawa,waktu,harga diri"


"Di inggris,hanya kau lah satu-satunya orang yang mendapatkan kepercayaan dariku,maka dari itu tolong jaga kunci ini sampai saat itu tiba,jadi bisa jelaskan apa yang terjadi disana?"


"Kami diserang oleh penyusup,aku tidak tau siapa yang mengirim mereka, tetapi jumlah mereka lebih banyak,ditambah penyebab kematian rekan-rekan ku bukanlah oleh penyusup itu melainkan virus yang sedang mengelilingi kita saat in-"


"Dan virus itu berasal dari eksperimen ku.Benar?"


Harry kemudian kembali ke kursinya,ia duduk tegak dengan kedua tangan di atas meja,Harry menarik napas dalam dia melihat ke atap dan menaikkan kakinya ke atas meja


"Gagal...dan ini semua adalah dampak dari semua itu"


"Aku sudah mengira ini,aku sudah memberi tahumu ratusan kali jika tidak ada manusia yang bisa mempunyai kekuatan super"


"Itu mungkin bisa terjadi ini hanya masalah waktu,dan kau tau virus ini telah menyebar ke seluruh dunia, namun mereka semua belum mengetahui jika virus yang mengacaukan semuanya ini berasal dari inggris"


"Apa yang akan terjadi jika mereka mengetahui nya?"


"Apa lagi? Sudah pasti mereka akan meminta pertanggungjawaban atas semua nyawa yang telah hilang lebih buruk nya lagi adalah kita akan menjadi musuh dunia dan jika itu terjadi,kunci ini adalah jalan satu-satu nya,itu adalah hal yang harus dihindarkan,aku tidak ingin terjadi peperangan"


"Kalau begitu dimana seluruh penduduk?"


"Mereka semua aman di bawah tanah,dan kita hanya mempunyai satu masalah


"Apa itu?"


"Kita tidak mempunyai bahan pangan yang cukup,mungkin kita hanya bisa bertahan beberapa tahun"


"Kenapa?"


"Seluruh bahan pangan mati karena virus ini,hewan ternak,tumbuhan,air tercemar"


"Apakah...dampaknya separah ini?"


Harry terdiam,dia hanya bisa mengangguk kepalanya peralahan, Arthur melemparkab kunci itu kepada Harry,Arthur berbalik bsdan dan perti dari sana ia membuka pintu,negev dan john masih berbincang disana


"Apakah sudah selesai?"


Tanya John kepada Arthur


"Ya,terimakasih John,sekarang aku harus pergi lagi"


Arthur mengangguk kemudian ia berjalan menepuk pundak negev,negev membalikkan tubuhnya dan berjalan mengikuti Arthur


"Kemana dirimu akan pergi pak?"


"Bawah tanah"


Arthur pergi menuju bawah tanah,dia menaiki sebuah lift yang mampu diisi oleh 20 orang,bersama Negev ia turun ke bawah dan disana tampaklah sebuah kota yang cukup besar,didepan lift Arthur disambut oleh Liutenant James yang kebetulan sedang ingin menuju keatas,James hormat kepada Arthur kemudian ia menurunkan tangannya


"Bagaimana kondisi nya?"


"Situasi saat ini sangat kacau,kami tidak mempunyai bahan pangan dan Air mineral yang cukup,seluruh hewan ternak sudah terkontaminasi oleh virus,sedangkan rakyat yang selamat sangat tidak seimbang dengan persediaan"


Arthur mengangguk,ia tidak menyangka dampak dari eksperimen itu sampai seperti ini


"Apa yang harus aku lakukan, dampak dari virus itu sangat parah,Harry sialan aku sudah memberi tahumu sebelumnya.."


Ucap Arthur dam hati


"Baiklah terimakasih pak saya izin pergi terlebih dahulu"


James pergi meninggalkan Arthur,dan Arthur bergegas menuju kota itu, sepanjang jalan Arthur melihat wajah kekhawatiran,banyak orang orang yang kehilangan orang berharga baginya,istri, anak, ibu,ayah,saudara, kerabat karena musibah ini, ditengah perjalanan menuju gudang persediaan ia dihadang oleh seorang anak kecil yang wajahnya pucat


"Pak apakah kamu mempunyai air?"


anak kecil itu terlihat seperti berusia 12 tahun,anak itu tampak sangat tertekan,Arthur menurunkan badannya dan bertanya kepada anak itu


"Saat ini aku tidak membawa air,tapi aku bisa mengambilkan untuk mu,tunggu disini sebentar"


"Pak tolong cepat"


Arthur mengangguk,ia pergi meninggalkan anak itu dan berjalan menuju ke gudang persediaan yang ada di kota itu,ditemani dengan negev yang masih mengikuti tanpa berbicara sedikitpun,saat tiba disana, gudang persediaan dijaga oleh dua tentara berbadan besar dan berisi


"Aku butuh sebotol Air"


Ucap Arthur dengan kepala tegak dan tinggi melihat kedua penjaga itu

__ADS_1


"Tidak bisa,saat ini belum waktunya untuk makan dan minum"


"Tidak peduli,aku butuh sebotol air"


"Tidak bisa,itu akan melanggar peraturan yang telah diberlakukan"


"Aku butuh sebotol air!"


"Sudah kubilang tidak bi-"


"Biarkan mereka mendapatkan sebotol air"


Suara seseorang yang sudah tua itu menarik perhatian Arthur,ia melirik kearah orang itu,melihat perawakan orang tersebut


Arthur dan Negev serentak hormat,orang itu adalah Jendral Moriarty, orang yang dikenal memiliki sifat keras dan tidak mempunyai hati


"Jenderal!"


Ucap dua penjaga itu


"Ambilkan air untuk dirinya"


"Siap!"


Salah seorang penjaga tadi langsung bergegas mengambil sebotol air untuk Arthur,


"Arthur kau selamat"


"Ya pak,tetapi rekan rekan ku gugur karena serangan mendadak yang dilancarkan oleh penyusup itu"


"Itu lebih baik"


5 tahun lalu saat perang Inggris-Russia Moriarty hampir kehilangan nyawanya,saat itu ia ditangkap dan dimasukan kedalam penjara yang sangat ketat penjagaannya,bahkan butuh 2 kompi untuk menembus penjara itu,karena penjara itu berisi orang orang penting seperti pimpinan musuh ataupun orang yang mempunyai informasi penting,pada saat itu,kompi yang dipimpin oleh Arthur berhasil menerobos masuk dan menyelamatkan Moriarty walaupun Arthur harus kehilangan 79 nyawa,Moriarty sama sekali tidak berbicara ia menyalakan rokok dan merokok didepan Arthur sembari menghadap keluar kaca


"Virus ini berasal dari eksperimen itu bukan?"


Tanya Moriarty kepada Arthur


"....Ya..kamu benar pak"


"Anak itu selalu membuat masalah"


Tidak lama kemudian prajurit itu kembali membawakan sebotol minuman dan roti, wajah nya tampak kesal seperti tidak menyukai Arthur,menyadari hal itu Arthur mencoba memprovokasinya


"Jika wajahmu seperti itu,maka kamu tidak akan mendapatkan seorang istri,wajahmu itu jelek, minimal tersenyum jika ingin mendapat pasangan"


"Apa-?!!"


Benar saja orang itu terpancing ia mendekat kearah Arthur dan mencengkeram kerah baju Arthur dengan kuat, melihat itu Moriarty berkata dengan sangat Keras


"Hei jaga tangan mu! Dia adalah atasan mu!"


Negev menepak tangan penjaga menyingkirkan lengannya dari kerah baju Arthur,Arthur menarik nafas panjang kemudian menatap dua penjaga tadi dengan tatapan tajam


"kami butuh air untuk seorang anak kecil,hanya satu itu hanyalah angka kecil kau tidak akan mati jika hanya kehilangan satu botol paham?"


Arthur menepuk dada salah seorang penjaga itu dengan tangan yang memegang botol, penjaga itu nampak menahan emosi


"Ayo Negev"


Arthur memberi hormat kepada Moriarty sebelum meninggalkan gudang persediaan,kemudian ia bergegas pergi untuk menemui anak itu,ia mencari ditempat dia bertemu bocah itu, bocah itu masih Disana, Arthur memberikan minuman dan makanan yang ia ambil dari gudang persediaan


"Ini dia,minumlah"


"Tapi pak aku hanya membutuhkan Air"


"Ambil saja"


"..Sebenarnya air ini bukan untuk ku"


Mendengar itu Arthur dan Negev sedikit terkejut


"Lantas untuk siapa?"


Anak itu menunjuk ke seorang nenek tua yang sedang sakit-sakitan, melihat itu Arthur sedikit tersentuh,anak itu menghampiri nenek yang sedang duduk lemah,ia meminumkan nenek itu air tadi,Arthur mendekati dan bertanya


"Apakah dia nenek mu?"


"Bukan,aku hanya merasa tidak tega kepadanya,dahulu aku mempunyai seorang nenek tapi dia telah meninggal 2 hari lalu "

__ADS_1


Arthur memegang rambut anak itu dan mengelusnya,Arthur berdiri dan menatap kota bawah tanah ia menatap puncak atau bangunan tertinggi yang ada disana


"Dunia ini...akan segera berakhir"


__ADS_2