Hyperia

Hyperia
Perubahan Rencana


__ADS_3

"Alvin ya? Sudah lama sekali sejak terakhir kali kita bertemu,bagaimana kabarmu?"


"Sebaiknya kamu mengkhawatirkan dirimu sendiri setelah ini"


Alvin menembak Reguilon dengan handgun miliknya,handgun itu dapat mengunci target yang di bidik dengan tepat,Reguilon tidak diam saja,dia juga melesatkan anak panahnya, keduanya beradu anak panah yang dilesatkan Reguilon hancur ketika mengenai peluru milik Alvin,refleks Reguilon langsung menahan peluru itu dengan busur miliknya,Reguilon yang melihat itu melompat mundur kebelakang,ia bermaksud untuk kabur


"Aduh aduh baru mulai loh"


Alvin menembak kearah Reguilon yang melarikan diri,kali ini ia menembaknya dengan beruntun,total 10 peluru yang ia lesatkan,peluru tersebut sangat cepat dan sudah mengunci targetnya,beberapa peluru memantul dari dinding ke dinding lorong untuk menuju kearah Reguilon,Reguilon yang menyadari itu ia membuat barrier untuk melindungi tubuhnya,Alvin juga ikut berlari mengejar Reguilon


"Apakah kamu takut?"


Di pertigaan,Reguilon belok kearah kiri,Alvin yang berlari ia tidak sempat berfikir,ketika hendak berbelok,Reguilon telah menunggunya dan kemudian ia meninju wajah Alvin,dan mengeluarkan pisau miliknya,Alvin berhasil menghindari serangan dari pisau itu ia dengan cepat mengambil benda berbentuk lingkaran kecil dari sakunya dan melempar kearah Reguilon,awalnya memang benda itu sangat lambat tapi tiba-tiba itu melesat dengan cepat,Reguilon hampir terluka fatal oleh serangan kejutan itu namun ia masih diberkati keberuntungan karena hanya terkena luka gores, kemudian ia menendang kaki kiri Alvin yang membuat kakinya menekuk,kemudian ia dengan kuat memukul perut Alvin


"Ughh!!!"


Alvin mengambil langkah mundur,ia tidak sengaja menginjak jebakan,tiba tiba sebuah anak panah melesat tepat diatas kepalanya,ia berhasil menghindarinya tapi tetap mendapat luka di bagian bahu,Alvin berlutut karena mendapat luka yang cukup dalam, kemudian Reguilon berjalan mendekati Alvin dan membidiknya dengan busur miliknya


"Selamat tinggal Alvin"


Reguilon melepaskan anak panah miliknya dan mengenai tepat di jantung Alvin,ia menurunkan busurnya,dan tiba tiba


BANG!!!


Sebuah anak peluru melesat melukai lengan kanan Reguilon yang sering ia gunakan untuk memegang busur


"Waduh meleset"


Alvin berdiri dengan santai mengarahkan pistolnya kepada Reguilon,Reguilon keheranan,ia melihat Alvin yang masih berdiri kemudian melihat Alvin yang sudah mati


"Kenapa kamu terkejut? Itu hanyalah hologram,sangat mirip dengan ku bukan?? Kau terlalu cepat 1000 tahun untuk mengalahkan diriku Reguilon"


Alvin kembali menembak kali ini bukan berwujud peluru,melainkan sebuah laser yang sangat panas kecepatannya bukan main,Reguilon kembali menahannya dengan busur miliknya,berhasil ditahan,tetapi itu meninggalkan sebuah lubang di busur miliknya,Reguilon kembali berlari menjauh dari Alvin


"Tch kau tidak pernah berubah!"


Sementara itu Hiki dan Max sedang bertarung dengan ratusan bahkan ribuan A.I,mereka menyerbu Hiki di tempat jantung itu berada,Hiki dan Max sedikit kesulitan melawan musuh sebanyak itu,sementara Vera masih dalam keadaan sekarat,Hiki sudah berusaha membuat luka itu tertutup namun itu bukanlah anak panah biasa,racun mulai menyebar keseleruh tubuhnya dan dia sedang diambang kematian,Max dengan tubuhnya yang besar,tanpa ampun ia membabi buta para A.I yang terus berdatangan,sementara Hiki seperti biasa ia masih santai menghadapi para A.I bahkan ia bertarung hanya menggunakan tangan satu,sementara tangan lainnya berada di saku jaket miliknya


"Tidak ada habisnya!!!"


"Ya"


"Hiki aku akan mengalihkan perhatian mereka keluar tempat ini,kau harus menyelamatkan anak itu! Dia sekarat! Jangan khawatirkan aku!"


"Aku mengerti"


Max berlari menerobos puluhan A.I yang memblokir pintu masuk ruangan,sebagian para A.I mengikutinya,sebagian mereka masih fokus pada Hiki,Hiki dengan mudah mengalahkan semua A.I itu,sekarang ia harus menyelamatkan nyawa Vera


"Vera! Kau dengar suaraku?!"


Vera menatap mata Hiki,wajahnya yang imut sangat dekat dengannya,pandangannya kabur ia memegang pipi Hiki dengan tangan kanannya dan mulai berhalusinasi jika itu adalah adiknya


"Vere,syukurlah kamu selamat,sekarang...kakak benar-benar akan meninggalkan dirimu,maafkan kakak karena aku tidak bisa melindungi mu,aku selalu berjanji untuk melindungi mu,tapi aku tidak pernah memegang kata itu,sebaliknya kamu malah menyelamatkan diriku,maafkan aku Vere aku bukanlah kakak yang baik,jangan sedih Vere aku akan segera bertemu dengan ayah dan ibu,jangan lupa makan dan jangan menangis lagi...."


Tangan Vera yang menyentuh Hiki perlahan lemas dan terjatuh, Hiki memegang lengan Vera dan mengecek urat nadi miliknya


"...."


Vera telah mati,Hiki menutup matanya dengan kedua tangannya,kemudian ia perlahan berjalan keluar tiba-tiba Helusia masuk dan menghadang Hiki


"Disini kau rupanya!"


"Jangan menghalangi ku,mood ku sedang hancur,pergi atau mati"


Mendengar itu,Helusia sedikit gentar,namun ia tetap mengarahkan pedangnya kepada Hiki


"Begitu ya,baiklah"


Belum sempat mengedipkan mata,tiba tiba Hiki menghilang dari pandangannya dan ia mendengar suara langkah kaki berjalan dibelakang dirinya,ia menoleh kearah langkah kaki itu,dan melihat Hiki berada disana


"Bagaimana bis-?!!!!"

__ADS_1


Tiba-tiba kedua lengan Helusia terpotong,entah bagaimana caranya tapi kecepatan itu sangat lah diluar nalar,Helusia berteriak dan mengalami pendarahan hebat,Hiki terus melangkah keluar bangunan,sampainya di gerbang depan,ia melihat Max yang bertarung dan berteriak melawan ribuan A.I dan para Gottenburg


"Minggir Max"


Hiki mengangkat kedua tangannya,Tiba-tiba sebuah lubang hitam yang sangat besar bahkan hampir mencakup seluruh kota muncul dilangit,melihat itu Max langsung berlari dengan tergesa-gesa,poni rambut Hiki menutupi mataya,semua A.I dan para Gottenburg melihat kearah Lubang hitam itu,


Hiki mengangkat kepalanya,matanya yang berawarna merah menatap kearah A.I ia seperti tidak memiliki emosi


"Mati"


Dari satu lubang hitam yang sangat besar itu,jutaan senjata tempa melesat dengan cepat kearah para A.I yang terlihat seperti semut,serangan itu berlangsung lama,seluruh lahan atau jalan dikota itu dipenuhi oleh berbagai pedang,belati,tombak,kapak,dan banyak senjata lainnya,Hiki kembali kedalam bangunan itu menghampiri Vera yang telah mati,sementara itu Alvin dan Reguilon yang sedang bertarung perhatian mereka teralihkan oleh lubang besar itu


"Ya ampun dia berlebihan"


Ucap Alvin,Alvin dapat sedikit unggul dari Reguilon,mereka bertarung jarak dekat menggunakan tangan kosong,walaupun tinju Reguilon hampir tidak pernah mengenai Alvin tetapi sekali terkena oleh tinju itu mungkin saja dapat membuat Alvin pingsan ataupun terluka parah,pada satu kesempatan Reguilon dapat melancarkan tinjunya tepat di perut Alvin,ia terlempar jauh dan tubuhnya tidak sengaja mendarat diatas land mine yang transparan


BOOM


Landmine itu meledak hingga membuat lubang di dinding dan juga lantai, beruntung Alvin telah memakai armor anti ledakan, walaupun armor itu tidak mampu sepenuhnya melindungi Alvin dari ledakan setidaknya mampu meminimalisir daya ledak dari landmine tersebut,Alvin tersungkur di lantai,Reguilon perlahan mendekati Alvin yang terbaring itu


"Apalagi kali ini huh? Apa kau akan muncul dari bawah dan menarik kaki ku?"


"Haha kali ini kau menangkap yang asli"


"Kali ini aku akan membalas perbuatan mu kepadaku"


Reguilon mengeluarkan pisau miliknya dan berjalan mendekati Alvin,tiba-tiba sebuah anak panah yang tidak lain dan tidak bukan adalah ranjau,melesat kearah Reguilon dan mengenainya tepat dibagian dada, kemudian ia berlutut dan melihat kearah dadanya


"Apa?!!"


"Kena kau"


Alvin berdiri dan mendekati Reguilon


"Kau pikir kau sudah menang hah?"


"Kau..... bagaimana bisa?!!"


Alvin mengeluarkan pistol miliknya dan mengarahkannya kepada Reguilon


"Selamat tinggal"


Ia menarik pelatuknya,dan seketika Reguilon terjatuh dan mati,walapun ia berhasil mengalahkan Reguilon, tetapi ia mendapati luka yang cukup banyak


"30 menit 27 detik ya,cukup lama juga"


Alvin memiliki kebiasaan menghitung waktu dirinya ketika bertarung dengan musuh yang ia anggap kuat,ia bersender di dinding dan menatap lubang hitam yang masih menutupi langit


"Sebaiknya kita pindah kota setelah ini"


Kembali pada Hiki yang berjalan kepada Vera,ia melewati Helusia yang telah mati,dan kemudian mengambil jantung buatan itu


"Tuan"


Kuro datang ntah darimana,ia menghampiri Hiki yang berdiri memandangi tubuh Vera


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?"


Tanya Kuro pada Hiki,Hiki terdiam dan mengangkat tubuh Vera,ia membawa tubuh Vera keluar dari bangunan,ketika ia melihat keadaan diluar,seluruh A.I telah lenyap,ia melewati bangkai para A.I dan Gotttenburg sembari membawa tubuh Vera ia berjalan menuju sebuah bangunan kecil yang berada di pinggir kota,ia meletakkan tubuh Vera dan melepaskan baju miliknya,Kuro yang mengikuti Hiki menanyakan apa yang akan dilakukan oleh Hiki


"Operasi"


Jawab Hiki dengan nada dingin,Kuro sedikit terkejut,ia tahu maksud Hiki,wanita itu hendak menggantikan jantung milik Vera dengan jantung buatan walaupun persentase nya kecil dan juga Hiki tidak pernah melakukan ini sebelumnya tetapi dari matanya,dia yakin jika dia bisa melakukannya,Kuro keluar ruangan dan tidak lama kemudian ia kembali dalam wujud manusianya,ia memutuskan untuk membantu Hiki melakukan operasi


"Aku akan membantu mu"


Kuro mengambil alih operasi itu,operasi dilakukan selama 5 jam,jantung buatan itu berhasil dipasang menggantikan jantung Vera yang sudah tidak berdetak


"Tuan bangunlah!"


Hiki berharap penuh jika operasi itu berhasil,perlahan Vera membuka matanya,ia melihat Hiki dan Kuro

__ADS_1


"Apa yang terjadi?"


"Syukurlah!!"


Ucap Kuro dengan penuh bahagia,sementara Hiki menatap mata Vera ia bernafas dengan lega


"Hiki apa yang terjadi? Aku dimana?"


Hiki menceritakan semuanya


"Begitu ya,eh lalu bagaimana dengan adikmu?!!"


Mendengar pertanyaan itu Hiki menunduk,ia nampak tidak berani menatap Vera,sementara wajah Vera penuh dengan pertanyaan,dengan berat Hiki membuka mulutnya untuk berbicara


"Semuanya adalah kebohongan"


"Apa..maksudmu?"


"Tentang adikku,adik mu,semuanya adalah kebohongan,dari awal aku sama sekali tidak mempunyai seorang adik,dan aku tidak tahu dimana adikmu"


Mendengar itu Vera sangat terkejut,ia baru teringat perkataan Jo untuk tidak mempercayai siapapun,ia menggenggam tangannya erat erat,kemudian ia bangkit dan mencengkram bahu Hiki


"Kau menipuku?"


Hiki tidak dapat menjawab,dia hanya menundukkan wajahnya


"Jawab aku!! apa kau menipu ku?!!!"


"Ya,aku meminta bantuan mu adalah untuk menanamkan jantung ini,untuk mendapatkan kekuatan,dengan cara bantuan dirimu kau akan menanamkan jantung ini kepada orang pilihan ku,jantung itu bukanlah jantung biasa,itu adalah percobaan pemerintah yang memproduksi jantung buatan dan mereka menyuntikkan Virus Hyperia kedalamannya"


"Apa alasan mu melakukan semua itu?"


"Tidak ada,tapi lihatlah kau berhasil hidu-"


"Aku tidak peduli dengan itu!!! lantas bagaimana janji mu untuk membantu ku menemukan adikku?!!!"


Vera mendorong tubuh Hiki hingga terbentur tembok,Hiki masih berdiri menundukkan wajahnya,Vera pergi tanpa sepatah kata pun diikuti oleh Kuro yang sudah kembali dalam wujud kucingnya


"Aku tidak menyangka jika dia menipuku,aku sudah menaruh kepercayaan kepadanya dan percaya dengan apa yang ia katakan,namun apa balasannya?"


Ucap Vera dalam hati,ketika sedang berjalan tiba-tiba jantung buatan itu berdetak sangat kencang dan Vera merasakan sakit yang amat pedih


"!!! apa yang ter-"


Vera terjatuh ketanah dan ia langsung tidak sadarkan diri,ia masih belum terbiasa dengan jantung itu,Hiki yang melihat Vera pingsan mengangkat tubuhnya dan membawanya kembali ke kediaman miliknya


*Beberapa hari kemudian*


Vera terbangun disebuah ruangan,ia melihat Hiki yang sedang membuat sebuah sarapan


"Ah kamu bangun?"


Ucap Hiki,Vera mengingat dengan jelas apa yang terjadi malam itu,dia bangkit dari ranjang dan hendak bergegas pergi keluar rumah milik Hiki,namun Hiki menahannya


"Tunggu Vera,kemana kamu akan pergi selanjutnya?"


"Bukan urusanmu"


"Aku akan membantumu mencari adik mu"


"Tidak perlu"


"Kesepakatan adalah kesepakatan,kau telah membantu diriku mendapatkan benda itu,maka dari itu aku akan membantu mu mencari adikmu,walau aku tidak mengetahui keberadaannya,tapi kita bisa mencarinya bersama"


Vera berjalan keluar tanpa menjawab Hiki,di ruang tamu dia dapat melihat Lauriel,Max,Alvin yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing,ketika Vera datang perhatian mereka tertuju kepada Vera


"Oh!! kau sudah bangun"


Ucap Lauriel dengan senyum lebar diwajahnya


"Aku tidak akan mempercayai seseorang lagi setelah ini,ku pastikan itu!"

__ADS_1


Ucap Vera dalam hati


__ADS_2