Hyperia

Hyperia
Perasaan yang tidak asing


__ADS_3

Vera dibawa oleh orang tua itu ke sebuah tempat bernama Alfheim,Alfheim adalah sebuah kota yang angka kriminalitas nya paling tinggi diantara daerah daerah lain di muka bumi


"Dimana aku??"


Ucap Vera terbaring di sebuah ranjang,ia melihat pria tua yang menyelamatkannya sedang duduk disamping jendela sambil meneguk secangkir teh hangat pandangannya tertuju keluar jendela menatapi kota malam yang diguyur oleh hujan rintik-rintik


"Kau sudah bangun nak?"


Pria tua itu menghampiri Vera dia duduk di kursi sebelah tempat Vera berbaring,ia memegang kening Vera


"Suhu tubuh mu masih panas,tunggu sebentar aku akan membuatkan teh untuk mu"


"Tunggu pak,dimana aku? dan siapa dirimu?"


"Bukan kah lebih sopan jika kamu memperkenalkan dirimu terlebih dahulu?"


"Namaku..Vera..Ashley Vera aku berumur 12 tahun baru saja lulus dari sekolah dasar beberapa hari lalu,dan sekarang aku ditempat ini"


Pria tua tadi nampak terkejut dengan perkenalan yang Vera lakukan


"Namaku Jo,disini adalah Alfheim,dan rumah kecil ini adalah rumah ku"


"Pak apakah kamu tau dimana adik ku?"


"Aku menemukan mu seorang diri di tengah gurun,aku tidak melihat orang lain selain dirimu"


"Adik ku berada disebuah tempat seperti pabrik yang sangat besar,pabrik itu berada di balik hutan lebat,aku meninggalkan dirinya disana,harusnya aku tetap disana,tetapi ia mendorong ku sehingga aku dapat keluar dari tempat itu,sebagai gantinya,adik ku ditahan oleh mereka,aku terus berlari tanpa tujuan dan akhirnya hidupku terselamatkan oleh dirimu,terimakasih pak aku berhutang padamu"


Pria tadi membuatkan secangkir teh untuk Vera ia menaruhnya di meja sebelah ranjang Vera


"Bagaimana perasaan mu?"


"Lebih baik dari sebelumnya,sekarang aku merasa sedikit aman"


"Bagus,istirahat lah aku akan menunjukkan sesuatu padamu nanti,sekarang aku harus pergi kamu akan aman disini"


"Hati hati.."


Pria itu meninggalkan ruangan, meninggalkan Vera seorang diri,Vera meminum teh itu dan tidak lama kemudian ia kembali tertidur,keesokan harinya ia terbangun namun ia tidak melihat orang tua bernamana Jo itu disana,Vera bangun dari tempat tidurnya ia mencari Jo disekitar rumah,ia baru menyadari jika ia berada di ketinggian setelah membuka pintu rumah Jo


"Wow,tinggi sekali"


Ia kembali kedalam dan menemukan sebuah surat di meja, ia mengambilnya dan membaca surat tersebut


Vera,kau telah sadar? Perlu kamu ketahui jika setiap pagi sampai sore aku bekerja,aku akan kembali pada pukul 8 malam,aku akan mengajakmu ke sebuah tempat,aku akan segera kembali,kamu boleh melakukan apa saja disana,tapi berhati-hatilah agar tidak terjatuh


"Dia masih bekerja di usianya yang sudah tidak muda lagi? Di kota ku pria yang sudah berumur 50 tahun akan pensiun dan dia hanya akan menikmati sisa hidupnya"


Malam tiba,Jo kembali dari pekerjaannya ia membuka pintu dan menemui Vera yang sedang membaca buku di rumahnya


"Buku apa yang kau baca?"


"Tidak tahu,seharian ini aku hanya membaca buku tebal ini"


Jo mengambil buku yang dipegang Vera,buku itu berjudul Monster,buku itu berdasarkan kisah nyata ribuan tahun lalu,buku itu menceritakan tentang sebuah pria yang mempunyai masalah didalam hidupnya,ia dikucilkan bahkan tidak dianggap keberadaannya oleh masyarakat,setiap hari ia selalu diperlakukan seperti sampah,sampai di hari ia bertemu dengan sebuah makhluk menyerupai bayangan yang dengan kata-katanya meyakinkan jika pria itu bisa menjadi kuat jika memberikan tubuhnya kepada monster tersebut,pria itu setuju dan itu menjadi awal pembantaian yang sangat mengerikan,sampai saat ini diceritakan jika makhluk itu masih ada namun keberadaannya tidak diketahui


"Baiklah sesuai janjiku,ayo aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu,ikuti aku"


"Kemana kita akan pergi?"


"Sebuah bar"


Vera mengikuti Jo,ia berjalan cukup jauh,melewati kota yang dipenuhi A.I dan lampu lampu yang amat terang,Vera dan Jo melewati jalan-jalan sempit diantara rumah rumah,menuruni beberapa anak tangga dan persimpangan sampai akhirnya ia tiba disebuah bar yang cukup besar

__ADS_1


"Oh tuan Jo,selamat datang apa ada hal penting yang membuat mu datang ke tempat ini?"


Jo duduk tepat di depan bartender begitu juga dengan Vera


"Whiskey?"


"Tidak,ada anak kecil disini"


"Ohh! Hai nak siapa namamu?"


"Vera Ashley"


"Ashley?"


Bartender tadi melirik kearah Jo,sama seperti reaksi Jo pertama kali mendengar nama Vera,ia terkejut tetapi ia berusaha menutupinya dengan senyum di wajahnya


"Begitu ya nama yang bagus! Sungguh! Namaku Shierran aku pemilik bar ini"


Ketika sedang berbicara lonceng pintu berbunyi tanda seseorang memasuki bar tersebut


"Aku pulang"


"Dan itu anakku Edgar"


"Hai,aku Edgar senang bertemu dengan mu"


Edgar mengulurkan tangan dan Vera meraihnya mereka berjabat tangan


"Nama ku Vera"


"Nama yang bagus kawan"


"Edgar bagaimana jika kamu ajak Vera pergi ke kamar mu?"


"Oh tentu,ayo Vera"


"Maaf jika berantakan,aku tidak terlalu rajin untuk membereskan semua ini"


"Tidak masalah,kamar ku juga seperti ini"


"Apakah kamu anak Tuan Jo? Aku baru melihat mu"


"Bukan,aku ditemukan olehnya disebuah gurun,aku bisa dibilang tersesat saat itu"


"Maksud mu Sahara? Itu adalah daerah berbahaya!! Banyak Vadallat berkeliaran disana"


"Vadallat? Apa itu?"


Edgar berbaring di tempat tidur miliknya,sementara Vera duduk di sebuah kursi yang terbuat dari besi


"Yah semacan monster yang tidak mempunyai perasaan,kau tau? tuan Jo dan ayah ku adalah seorang Gottenburg,namun mereka keluar karena mendapat perlakuan tidak pantas oleh pemerintah"


"Gottenburg apalagi itu?"


"Kau bahkan tidak tau Gottenburg? itu adalah semacam penjaga ketertiban kota,memangnya dari mana kamu berasal?"


"Asgard"


"Oh,aku sudah mendengar berita itu,aku turut berduka cita atas kejadian mengerikan itu,ngomong-ngomong apakah kamu suka astronomi?"


"Maksudmu bintang dan segala hal dilangit? Iya aku menyukainya mereka sangat indah ketika malam"


"Benarkah? Ayo ikuti aku,aku akan menunjukkan suatu tempat kepadamu!"

__ADS_1


Jo berlari ke luar bar Vera mengikuti dibelakangnya ia memanjat beberapa bangunan untuk mencari tempat yang lebih tinggi dia nampak sudah terbiasa berbeda dengan Vera yang harus susah payah untuk memanjat beberapa bangunan,sampai disebuah tempat yang cukup tinggi Edgar langsung menunjuk kearah langit,disana tidak tertutup bangunan tinggi maupun jalan raya yang dilalui banyak mobil,nampak sebuah planet yang sangat dekat besarnya hampir sepertiga langit dan jutaan bintang dilangit malam,saat itu Vera terkesima dengan pemandangan yang ia lihat,ia tertegun melihat keindahan tersebut


"Aku tidak pernah mendapati spot yang bagus seperti ini,planet Horus sangat bagus dari sini"


Perhatian Vera tertarik oleh sebuah cahaya mirip tombak yang ujungnya tertancap di menara tertinggi di alfheim


"Apa itu?"


Vera menunjuk kearah cahaya itu kemudian Edgar dengan tersenyum menjelaskan kepada Vera


"Itu adalah Rhongomyniad itu adalah sumber energi pertama bagi Alfheim,jika cahaya itu redup maka semua teknologi yang ada disini juga akan mati"


"Begitu ya,kota ini sungguh-"


"Tolong!!!!"


Ketika sedang menikmati pemandangan Vera dan Edgar mendengar suara teriakan seorang wanita yang letaknya tidak jauh dari sana


"Apa itu?!! Ayo kita lihat!"


Vera berlari diikuti oleh Edgar,ia melompati beberapa bangunan sampai akhirnya dia berdiri tepat diatas suara itu,Vera turun ke balkon dan berusaha masuk melewati sebuah jendela yang kaca nya tidak terlalu tebal


"Edgar bisakah kamu-"


Tanpa basa basi edgar langsung meninju kaca yang ada di depannya,pecahnya kaca itu menimbulkan suara yang membuat seseorang didalam rumah itu menunjukkan wujudnya,dari kegelapan warna mata orang itu bersinar terang pupil matanya seperti kucing ketika di siang hari,ia mendekat dengan air liurnya yang menetes ke lantai


"Vera..ini tidak normal,dia bukan manusia"


Edgar mengirim perkataannya itu langsung ke pikiran Vera melalui jaringan yang ditanam di otak Vera


"Aku tahu,apa yang harus kita lakukan?"


"Jangan bergerak dia sepertinya tidak melihat kita"


"Aku paham"


Ketika sedang di saat yang menegangkan,tiba tiba setetes air jatuh dari atap,tepat di hadapan Vera,makhluk itu langsung melihat dan berjalan ke arah Vera


"!!!!"


Edgar tidak bisa melakukan apa-apa dia juga hanya terdiam membeku,keringat perlahan turun dari kening Vera,tangan orang itu memegang leher Vera kemudian mencekik nya,membuat Vera tidak bisa bernafas


"Vera!!!"


Edgar berlari ke arah Vera dengan sebuah belati di tangannya,belum mendekati ia malah ditendang oleh makhluk itu yang membuat kepalanya terbentur ke dinding membuatnya jatuh pingsan,perlahan kesadaran Vera mulai menghilang disisi lain mata Vera juga perlahan berubah menjadi biru terang


"T-tolo-"


Melihat mata Vera yang berubah jadi biru,makhluk itu melepaskan Vera dan menjatuhkan tubuh Vera


"Kau keluarga Ashley? Hal yang sulit dipercaya,aku bertemu dengan leluhurku di tempat seperti ini,siapa nama mu?"


"Pergi!! Pergii kau dari sini!!"


Makhluk yang berwujud perempuan tadi memegang pipi Vera,Vera sangat ketakutan,dia meringkuk menangis ketakutan


"Jangan takut Vera,mulai sekarang aku akan melindungi mu"


Suara itu perlahan hilang,Vera memberanikan diri untuk melihat keadaan di ruangan itu,ia melihat Edgar yang tidak sadarkan diri dan berusaha membangunkannya


"Edgar bangun lah Edgar"


Edgar tidak sadarkan diri,dia pingsan karena kepalanya terbentur terlalu keras,ketika sedang berusaha mengangkat tubuh Edgar,tiba tiba seseorang masuk membuka pintu ruangan itu,orang itu adalah Gottenburg yang mendengar keributan dari tempat Vera dan memutuskan untuk memeriksanya

__ADS_1


"Nak apa yang terjadi?"


Vera tidak menjawab pertanyaan itu,ia diantarkan pulang oleh Gottenburg tadi sementara Edgar dilarikan ke rumah sakit,pihak keamanan tadi juga menemukan mayat perempunan yang mati dalam keadaan tubuhnya terbelah menjadi 2


__ADS_2