
"Datang juga kamu,sudah siap untuk mati?"
Hiki berkata dengan percaya diri dan tatapannya yang sadis itu,dia kemudian mengambil sebuah permen dan memakannya,Hiki ingin cepat-cepat mengakhiri petarungan ini dan langsung menuju kepada orang yang dilindungi Richard namun karena kabut yang menyelimuti kota kasta tertinggi ini membuat sulit Hiki untuk melihat apalagi dia tidak bisa meminta bantuan Ruby untuk mengetahui lokasi sekitar dan berbicara dengan rekan-rekannya karena sambungan kooneksinya telah diretas oleh seseorang
"Aku akan bermain sampai permen dimulutku habis,setelah permen ini habis maka hidupmu juga akan habis,maka cobalah untuk membunuhku sebelum permen ini habis,yah walaupun kamu tidak akan bisa melakukannya sih"
"Kepercayaan diri yang bagus Hikita~ tapi hidup mu telah berakhir disini,sayang sekali kamu harus bertemu dengan diriku hahahaha"
Chris masuk kedalam kabut,Hiki mengangkat alisnya keheranan kenapa Chris melakukan itu,tiba-tiba dari dalam kabut muncul sebuah cahaya yang jumlahnya lebih dari satu,Hiki langsung menyadari bahwa itu adalah pisau bedah yang dilempar oleh Chris,Hiki hanya diam dan membiarkan pisau bedah itu melesat kearahnya,ternyata pisau bedah itu semuanya meleset dan itu sengaja dilakukan oleh Chris
"Kamu sangat tenang"
Ucap Chris yang suaranya bergema,dia mengumpat dibalik kabut dan Hiki dapat mendengar suara tawa Chris yang aneh,Hiki masih mengunyah permennya dan dia melihat jam di handphone miliknya,dia berusaha menghubungi yang lain namun dia tidak mendapatkan sinyal untuk melakukan itu
"Tidak sopan! Fokuslah kepada lawan mu sekarang!"
Chris berteriak kepada Hiki yang sangat menyepelekan dirinya,dia kemudian melakukan serangan yang sama dengan melempar puluhan pisau bedah kepada Hiki yang jelas-jelas akan dapat dengan mudah dihindari olehnya,setelah menghindari semua itu Hiki menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara
"Kenapa aku harus serius melawan orang seperti mu yang hanya bisa mengumpat didalam kabut dan melempar pisau-pisau yang tidak akan mengenaiku? Begini saja,jika kamu masih sayang hidup mu,beritahu aku lokasi orang yang dilindungi oleh Richard maka aku akan pastikan nyawamu aman"
Mendengar itu Chris naik pitam,dia sangat kesal dan hendak langsung menyerang Hiki,namun dia berpikir dua kali dan dia kembali tenang agar tidak terpancing emosi oleh perkataan Hiki,dia paham jika Hiki hanya memprovokasi dirinya dan sengaja melakukannya agar Chris menyerang Hiki secara membabi buta,sehingga Hiki dapat membunuh Chris dengan cepat
"Perkataan mu tidak sesuai wajahmu ya,aku akui aku kesal tadi,tapi aku tidak akan tertipu Hikita"
Ucap Chris yang masih mengumpat dibalik kabut tebal,dia menunggu Hiki untuk melakukan pergerakan namun Hiki sama sekali tidak bergerak,Chris kembali melempar puluhan pisau bedah kepada Hiki, lagi-lagi Hiki hanya menghindarinya dengan mudah sementara itu Vera,luka yang ia terima telah diperban dan dia disuntikkan obat bius penahan rasa sakit lalu dia diperintahkan oleh Max untuk mencari Lucia yang sedang bersembunyi,Vera menyanggupi itu dan dia langsung berlari di tengah kabut yang tebal sementara Max dia berlari menuju suara tembakan yang ia dengar karena ia berspekulasi bahwa Chris ada disana,setelah mencari cukup lama Vera akhirnya menemukan Lucia yang bersembunyi di sebuah restoran bersama beberapa warga sipil lainnya
"Lucia!"
Vera berlari kearah Lucia begitu juga Lucia yang menghampiri Vera,wajah Lucia nampak ketakutan dan perlu diingat bahwa Lucia sama sekali tidak punya kekuatan,dia hanya warga biasa yang dituduh melakukan kejahatan oleh calon pemimpin kota Molina
"Vera! Syukurlah kamu selamat"
Semua orang di restoran itu memandangi Lucia dan Vera,walaupun diluar berkabut namun kabut itu tidak sampai masuk kedalam restoran
"Terimakasih telah memberitahu Max tentang keadaan ku,berkatmu aku sela-"
Ketika mereka sedang berbicara tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari salah satu meja disana,Vera melihat kearah orang itu uang merupakan seorang pria
"Kalian memang pasangan yang romantis"
Vera baru menyadari bahwa orang itu adalah Chris,Vera langsung menarik tubuh Lucia ke pelukannya bagaimana pun juga dia harus melindungi Lucia,ketika dipeluk Vera wajah Lucia tersipu dan dia merasakan kehangatan tubuh Vera
"Kau!! Bagaimana bisa?!!!"
"Bagaimana? Aku juga heran bagaimana caranya diriku bisa berada disini"
Chris mengangkat tangannya,Vera melihat benang yang tajam berada si sela-sela jari Chris,Vera mengikuti arah benang itu dan benang itu ternyata telah berada dibawah leher para warga sipil yang kebingungan akan situasi saat ini,kemudian Chris menarik benang itu dan seketika kepala warga sipil itu berpisah dengan tubuh aslinya
"!!!"
Vera memeluk Lucia dan dia tidak membiarkan Lucia melihat hal itu,selain memotong para warga sipil,benang itu juga memblokir satu-satunya rute keluar Vera dan Lucia yang membuat dirinya harus bertarung melawan Chris sekali lagi dengan taruhan nyawanya,restoran itu dibanjiri oleh darah yang berasal dari warga sipil,Vera melepaskan pelukannya dan menyuruh Lucia berlindung di balik tubuh Vera,Lucia melakukannya dan dia menatap Chris dengan sedikit rasa takut
__ADS_1
"Kamu pernah dengar lagu dari penyanyi bernama Suisei? Dia adalah penyanyi favorit ku,aku sangat menyukai suar-"
"Aku tidak peduli"
Belum selesai berbicara Vera langsung memotong perkataan Chris,Chris terdiam dan kemudian dia tersenyum mengerikan
"Kau dan Hikita mirip sekali ya...aku membenci kalian berdua!"
Chris memunculkan Hologram dan membuat sebuah kapak,kemudian dia memegang kapak itu dan bersiap untuk memenggal kepala Vera dan Lucia
"Aku akan membunuhmu!"
Chris berlari kearah Vera,lagi-lagi Vera bisa melihat masa depan dalam jangka waktu 3 detik,Vera melihat Chris mengayunkan kapaknya dari atas kebawah kemudian menendang Vera,setelah mengetahui itu Vera langsung mengantisipasi dan ketika 3 detik berlalu Chris melakukan gerakan itu dan Vera mampu menghindari tebasannya dan tendangannya,dititik buta Chris,dia mengambil pistol miliknya dan menembakkannya kepada Chris namun Chris menghindarinya dengan cepat dan kembali mengayunkan kapaknya kepada Vera,Vera berhasil menghindarinya lagi dan berlari ke tempat awal Chris berdiri sementara Chris berada di dekat pintu masuk
"Lucia!!!"
Lucia sangat dekat dengan Chris dan Chris menatapnya dengan tatapan mengerikan,wajah Lucia dipenuhi ketakutan dan tubuhnya bergetar
"Tenang saja,aku tidak akan membunuhmu sebelum aku membunuh pria brengsek itu"
Ucap Chris yang kemudian berpaling dari Lucia dan menatap Vera,dia menaruh gagang kapaknya dibahu dan menatap Vera
"Aku penasaran apakah kamu pengguna Hyperia atau bukan,jika iya apa kemampuan mu? Dan jika tidak kenapa kamu bisa menghindari serangan ku yang begitu cepat bahkan lalat pun tidak dapat menghindar"
"Itu adalah rahasia lawan bukan? jika kamu memberitahunya maka itu akan menjadi kerugian bagi dirimu"
"Apakah menurutmu begitu? Siapa namamu?"
"Ashley....Ashley.... begitu ya!! Keluarga mu terdaftar di daftar korban insiden 6 tahun lalu! Jadi kamu adalah salah satu keturunan Ashley ya?! Aku tau alasan kamu mencari orang yang dilindungi Richard karena ingin balas dendam bukan?"
"Tidak,aku mencarinya karena aku ingin mengetahui keberadaan adik perempuan ku"
"Adik perempuan...kamu terpisah ya? Mungkin adikmu telah mati karena insiden itu"
"Tidak...dia masih hidup tapi kami berpisah karena dia melindungi ku"
"Melindungi mu? Kamu dilindungi oleh adik perempuan mu??....ha...hahahahahahahahaha seorang kakak laki-laki dilindungi oleh adik perempuannya? Pfft Hahahahahaha"
Mendengar suara tawa Chris membuat Vera geram,dia mengepal tangannya dan menatap Chris dengan penuh rasa kesal
"Gawat aku tertawa berlebihan sampai meneteskan air mata...tapi kamu benar-benar seorang pecundang ya, dilindungi oleh adik perempuan mu sendiri..."
Vera menundukkan kepalanya dan dia mengigit bibir bawahnya menahan rasa amarah yabg telah memuncak,tiba-tiba Chris melemparkan kapak nya kepada Vera namun bukan maksud untuk melukainya namun dia memberikan kapak itu kepada Vera
"Sebagai sama-sama pecundang mari bertarung dengan adil"
Chris kemudian membuat kapak lagi dengan hologram dan dia mengambilnya sehingga kapak yang tadinya hanya hologram menjadi nyata
"Maju! Vera!"
Karena emosi yang tidak tertahan Vera langsung berlari terprovokasi oleh Chris, Chris sudah siap melancarkan serangan penuh yang cepat namun Vera dapat melihat itu sehingga pada waktu Chris melakukannya,Vera berseluncur di lantai yang dilumuri darah kemudian dia berbalik dan dia menyerang Chris namun Chris menghindarinya,dan dia kembali menyerang Vera,mereka terus bertarung hingga menghancurkan isi restoran,gerakan mereka sangat cepat dan kecepatan serangan mereka sangat mustahil untuk dihindari oleh warga biasa,setelah bertarung cukup lama mereka mengambil jarak dan menatao satu sama lain,Vera terengah-engah sementara Chris masih berdiri tegak tidak merasakan lelah karena dia adalah Cyborg
__ADS_1
"Ini menghabiskan waktuku"
Ucap Chris yang melihat ke jam tangan miliknya,kemudian dia menatap Vera dan kali ini dia akan melancarkan serangan terakhir untuk mengakhiri hidup Vera,dia melesat dan menyerang Vera secara horizontal dengan kapaknya,namun Vera berhasil menahannya dengan gagang kapak yang terbuat dari logam,daya tahan gagang kapak itu tidak perlu dipertanyakan karena kapak itu dibuat oleh Chris dengan bahan-bahan terbaik dan langka
"Mati!"
Ketika sedang saling beradu kekuatan dan mempertahankan nyawa mereka,Lucia mengambil pistol Vera yang sengaja Vera berikan ketika dia sedang bertarung dengan Chris tanpa sepengetahuan Chris,posisi Chris adalah membelakangi Lucia dan dia sama sekali tidak menyadarinya,Lucia mengarahkan pistolnya ke kepala Chris dan menaruh jarinya dipelatuk,Vera melihat kearah Lucia dan mengangguk
"Lakukan! Lucia!"
Lucia menekan pelatuknya dan peluru itu langsung melesat tepat mengenai kepala Chris dan membuatnya mati seketika,tubuh Chris jatuh perlahan dan dia benar-benar mat dihadapan Vera,Vera dan Lucia saling menatap sebelum Lucia berlutut karena rasa takut dan rasa bersalah telah membunuh seseorang
"Aku...aku membunuh seseorang..."
Lucia menatap ke telapak tangannya dan tubuhnya gemetar seakan tidak percaya bahwa dia telah menjadi pembunuhan sungguhan,Vera menjatuhkan kapak nya dan menghampiri Lucia,dia berlutut dan tepat berada di depan Lucia
"Lucia Ada apa?!"
"Aku...aku membunuh seseorang...Vera aku akan dihukum dan dipenjara,bagaimana ini Vera"
Lucia menatap Vera dengan wajah ketakutan,Vera memegang tangan Lucia dan menatapnya
"Kamu takut Lucia?"
Lucia mengangguk
"Hei lihat aku,Lucia apa yang kamu takutkan? Rasa bersalah membunuh seseorang?"
Lucia mengangguk
"Dia bukan manusia biasa Lucia,dia adalah penjahat,dan...kamu baru saja menyelamatkan nyawaku,Lucia kamu tidak salah kamu melakukan hal yang benar dan tidak akan dihukum"
"Benarkah?"
Vera mengangguk,tubuh Lucia masih gemetar,matanya membelalak dan masih menatap kearah Vera,Vera meraih tubuh Lucia dan memeluknya lagi
"Terimakasih Lucia,kamu menyelamatkan hidupku"
Mendengar itu,perasaan Lucia sedikit tenang dan dia membiarkan Vera memeluknya, setelah itu Vera melepaskan pelukannya dan dia menatap wajah Lucia
"Ayo pergi dari sini dan kembali ke Hikita"
Vera menebas benang yang memblokir jalan keluar mereka dan keluar dari restoran sana,mereka kembali berjalan ditengah kabut namun dengan perasaan sedikit tenang, sampai akhirnya dia melihat Lauriel yang berdiri tidak bergerak
"Lauriel! Dimana Hiki?"
Lauriel haya diam,dia sedari tadi menatap Hikita yang sedang terdiam dan dikelilingi oleh benang disekitarnya,bergerak sedikit saja maka Hiki akan terluka,disisi lain Vera dan Lucia melihat Chris yang berdiri tegak
"Syukurlah orang itu masih hidup!!"
"Ngapain bersyukur! Dia musuh lu bego!"
__ADS_1
Ucap Lauriel, keadaan Hiki sangat buruk,dia diambang kematian dan tidak ada yang bisa mendekatinya karena benang disekitarnya, benang itu sangat tajam dan mampu menebas tubuh manusia, sementara itu Chris masih berdiri disana dengan keadaan segar,lalu...siapa Chris yang dibunuh Lucia?