
Beberapa hari kemudian Hiki datang kedalam penjara dengan status tahanan, dengan ketenaran yang ia miliki seluruh isi penjara sekarang membicarakan tentangnya apalagi dia adalah seorang perempuan,di dalam penjara ini pun tidak hanya laki-laki saja tetapi juga ada banyak perempuan yang merupakan penjahat kelas atas yang di tahan di Great Shackles,Hiki dikawal oleh Paladin kelas atas dan diantarkan ke kamar miliknya,disana ia mendapati teman sekamar yang bernama Lucia,pada saat makan siang Hiki keluar dari selnya seluruh orang mengerumuni nya, rata-rata dari mereka meminta Hiki untuk membentuk sebuah kelompok di dalam penjara untuk menyaingi kelompok lain yang di pimpin oleh bawahan Richard menurut data yang diperoleh Ruby,orang itu termasuk orang terkuat ke 3 yang bekerja dengan Richard,Hiki berjalan melewati kerumunan,ia berjalan ke tempat makan para narapidana dan disana ia menghampiri Vera dan Max yang sedang mengobrol
"Hiki akhirnya kamu datang!"
Ucap Max bahagia melihat kehadiran Hiki,namun Hiki masih dikerumuni bahkan diikuti oleh banyak orang yang masih meminta Hiki untuk membuat sebuah kelompok
"Pergi"
Ucap Hiki dengan nada dingin, tiba-tiba semuanya terdiam dan pergi menjauhi Hiki, Hiki duduk disebelah Max kemudian Max mulai bercerita tentang apa yang terjadi kemarin
"Begitu ya,aku rasa virus itu sudah mulai berkembang,lalu apa yang kau rasakan saat itu?"
"Aku bisa melihat pria botak itu melancarkan serangan kepada ku dengan jelas,tetapi ketika aku menghindar,faktanya dia belum bergerak sedikitpun"
"Jika memang benar...kekuatan dirimu mungkin adalah..."
Hiki terkejut ia tidak menyangka jika Vere mendapatkan kekuatan yang sangat langka yaitu dia dapat melihat masa depan,walau saat ini ia hanya bisa melihat masa depan 2 detik dari waktu yang berjalan dan membutuhkan waktu yang lama untuk menggunakannya kembali,tetapi semakin sering digunakan maka waktu yang dapat dilihat pun semakin jauh,bahkan ia dapat memprediksi masa depan dengan tepat
"Kau bisa melihat masa depan,itu lah kemampuan dirimu"
Jelas Hiki kepada Vera,Vera terkejut sementara Max sangat senang mendengar hal itu
"Masa depan?..."
"Itu hebat sobat!! Kau bisa menjadi yang terkuat!"
Max menepak punggung Vera,wajah Vera tersipu bahagia, kemudian Hiki menjelaskan maksud kedatangan dirinya kesini selain untuk melihat kemajuan Hyperia dalam diri Vera
"Huh sebenarnya aku tidak ingin kesini,karena pasti itulah yang terjadi,aku benci dikerumuni banyak orang dan pasti berita diriku tertangkap menyebar dimana-mana"
"Jadi..apa rencananya?"
"Kita memasuki penjara ini untuk menemui seseorang dan orang itu adalah seorang Detektif Swasta yang bernama Holmes"
"Kau mencari diriku?"
Seorang pria dengan ciri-ciri kulit putih,mata berwarna hijau dan rambut yang berwarna coklat ikal datang menghampiri mereka, tiba-tiba suasana hening seketika pria itu duduk disebelah Vera dengan satu kaki diangkat keatas keatas paha miliknya kemudian ia memakan apel milik Vera
"Kamu Hiki kan? Tidak menyangka melihat dirimu ditempat ini, pastinya kamu bukan sengaja kan datang ketempat ini huh?"
"Sama seperti dirimu begitulah aku,kamu sengaja masuk ke penjara ini untuk menangkap anak buah Richard bukan?"
"Benar,memang itu kenyataan yang ada,dan kalian pasti datang mencari ku untuk mengajak diriku berkerja sama bukan?"
Hiki terdiam dia mengangguk,Holmes tersenyum lebar ia dengan keras menggebrak meja ntah memang sifatnya yang seperti ini atau karena dia sedang bersemangat
"Kalau begitu langsung saja keintinya,apa yang akan kita sepakati huh?"
Holmes menunjuk Hiki,karena suara Holmes terlalu keras semua perhatian narapidana yang ada tertuju kepada dirinya,andai tidak ada Hiki mungkin Holmes telah menjadi bubur
"Aku akan membantu dirimu menangkap anak buah Richard dan kau akan memberikan suatu informasi kepadaku"
"Informasi apa?"
"Keberadaan seseorang intinya akan ku beritahu nanti"
Holmes tersenyum dengan lebar,ia nampak telah lama mengharapkan hari ini terjadi,Hiki menarik nafas dalam,kemudian ia menunjuk kearah Vera
"Kau pria berbadan besar ini past Max bukan? Lalu siapa pemuda berambut putih itu?"
Tanya Holmes
"Vera Ashley"
"Hmm?..baiklah kalau begitu bagaimana kita memulainya hmm? Apa kita akan menyerangnya secara langsung?? Atau bagaimana??"
"Mudah saja bagi diriku,Vera dan Hiki untuk menangkap Anak buah Richard itu tapi,kita tidak bisa langsung menyerang begitu saja"
"Benar kita butuh pasukan dan rencana,kenapa aku membutuhkan mereka? Tentu karena aku ingin membuat ini menjadi seru"
Hiki berdiri ia melebarkan kedua tangannya,dan dengan lantang ia berpidato berusaha menarik para pidana untuk menjadi anak buahnya,walaupun ia perempuan,ia memiliki kharisma yang luar biasa apalagi dengan ketenaran yang dimilikinya,membuat para narapidana tertarik dengan pidato Hiki.
Sedikit fakta,Great Shackles adalah penjara yang sangat-sangat luas mungkin besarnya seperti 10 stadion sepak bola....dan juga dipenjara itu tidak ada Paladin ataupun A.I yang berjaga,disana hanya ada perangkap dan perangkap, alasannya adalah setiap Paladin atau A.I yang berjaga disana,mereka akan langsung dihabisi oleh para narapidana dan mereka hanya diawasi oleh kamera CCTV, terdapat sekitar 2000 jebakan berada di penjara itu, beberapa lama kemudian setelah Hiki berpidato, orang-orang ramai menghampiri Hiki dan seketika suasana jadi rusuh
"Izinkan aku bergabung denganmu!
__ADS_1
"Tolong biarkan aku bergabung untuk menghancurkan bajingan itu!!"
"Aku membutuhkan perlindungan darimu Hikita!!"
Ucap beberapa dari mereka,Hiki tersenyum dan kembali melanjutkan pidatony
"Mulai sekarang aku akan membentuk sebuah kelompok dipenjara ini yang akan menyaingi anak buah Richard itu,dengan adanya diriku disini kita pasti akan dengan mudah mengalahkan mereka!"
Semuanya berteriak,ntah karena faktor apa nampaknya anak buah Richard telah melakukan sesuatu yang besar hingga membuat banyak orang seperti ini,setelah selesai semuanya bubar Hiki kembali duduk, kemudian Holms bertepuk tangan
"Kharisma yang luar biasa bagi seorang perempuan!"
"Jadi apa rencananya?"
Tanya Vera,kemudian Holmes menjawab
"Tentu kita tidak bisa langsung menyerang,jarak antara kita dan mereka sangat jauh,mungkin kita bisa memulai dengan mendeklarasikan perang,pasti berita Hiki masuk kedalam penjara telah didengar oleh kuping mereka
"Bagaimana cara kita mendeklarasikan perang?"
Tanya Max
"Aku akan menemui anak buah Richard itu secara langsung"
Holmes tersenyum ia sudah menduga jika Hiki akan melakukan hal itu
"Aku akan menemani dirimu"
Ucap Holmes,kemudian mereka berdua meninggalkan Vera dan Max yang masih duduk
"Jadi...apa yang harus kita lakukan Max?"
"Satu fakta,baju narapidana ini tidak nyaman dipakai"
Ucap Max, kemudian diperjalanan Hiki dan Holmes selalu menjadi pusat perhatian,setelah cukup lama bertahan akhirnya mereka sampai ditempat anak buah Richard berada,mereka berada di lapangan terbuka,kemudian Hiki datang ke lapangan itu dengan tangan masuk ke saku baju,kemudian ia menghampiri seorang pria yang badannya tidak terlalu besar namun berisi yang hendak berjalan keluar lapangan,Hiki menahan tubuh pria itu dengan tangannya kemudian bertanya
"Dimana anak buah Richard?"
Tanya Hiki kepada pria itu,pria itu nampak tidak takut akan sosok Hikita,ia menatap mata Hikita
Ucap pria itu dengan suara berat Hikita terkejut,ia tidak menyangka bahwa pria itu adalah anak buah Richard,kemudian ia terkekeh
"Kalau begitu langsung kei-"
Belum selesai berbicara pria itu langsung memotong perkataan Hiki
"Namaku Alef,kau kemari untuk mendeklarasikan perang bukan?,aku sudah tau maksudmu,tidak mungkin dirimu tertangkap oleh para ba**ngan itu,kau pasti memiliki rencana"
Holmes yang melihat situasi tegang itu dia tiba-tiba tertawa tanpa sebab apapun,ntah apa yang ada di benaknya
"Benar aku ingin mendeklarasikan perang terhadap mu"
"Baiklah aku terima,aku tidak takut melawan penjahat sekelas dirimu sekalipun"
"Aku menyukai keberanian dirimu,kalau begitu aku pamit dulu"
Ucap Hikita berbalik badan,ia berjalan menjauh dari Alef diikuti oleh Holmes,tidak lama kemudian Alef dikerumuni anak buahnya dan semuanya menatap kepada Hiki yang berjalan menjauh dari mereka,Hiki dan Holmes kembali ke tempat Vera berada,mereka berdua masih duduk ditempat yang sama
"Apa yang dia katakan?"
Tanya Max,Kemudian Hiki dan Holmes duduk bersebelahan
"Tidak lama lagi kita akan berperang"
Mendengar itu,hati Vera sedikit terguncang,bagaimanapun Vera tidak cukup ahli dalam bela diri
"Jadi bagaimana kita memulainya?"
"Yang pasti tidak dalam waktu dekat ini,kita harus menanamkan kepercayaan kepada orang-orang yang berpihak kepada kita"
Tidak lama kemudian lonceng berbunyi,itu bertanda mereka semua harus kembali ke sel mereka masing-masing
"Cepat sekali,aku pergi dulu besok kita akan berkumpul disini lagi"
"Kalau begitu aku juga,sampai nanti rekan"
__ADS_1
Hiki dan Holmes pergi meninggalkan Vera dan Max
"Sebaiknya kita juga harus kembali ke sel kita Vera"
"Kau benar,sebelum sel ditutup ayo"
Saat tengah malam,Hiki yang sedang tertidur terbangun karena teman sekamarnya Lucia yang menangis ketakutan,mereka tidur di ranjang tingkat,Hiki diatas sementara Lucia dibawah
"Ada apa? Kenapa kamu menanis?"
Tanya Hiki,mendengar Hiki bertanya seperti itu suara tangis Lucia langsung berubah,ia menjawab dengan nada riang
"T-tidak bukan apa-apa,maaf menganggu tidurmu"
Ucap Lucia dengan suara tersedu-sedu,kemudian Hiki kembali melanjutkan tidurnya,keesokan harinya Hiki turun dari ranjang,ia masih melihat Lucia yang tertidur,saat tertidur Lucia meneteskan air mata namun Hiki tidak memperdulikannya ia duduk dan bercermin
"Lipstik ku sudah mulai pudar"
Hiki memegang bibirnya yang mungil kemudian ia menyadari bahwa Lucia telah bangun
"S-selamat pagi Hiki,m-maaf semalam membuat mu terbangun"
Hiki hanya melirik kearah Lucia dengan tatapan dingin,melihat itu Lucia sedikit ketakutan tetapi ia berusaha untuk menyembunyikan rasa itu dari Hiki
"M-maaf"
Ucap suaranya yang semakin mengecil,Hiki masih duduk di depan sampai bell berbunyi ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari sel untuk menemui Vera dan yang lainnya
"Selamat pagi Hiki"
Hiki datang ditempat mereka berkumpul sebelumnya,disana telah terdapat Vera,Max dan juga Holmes yang sedang berbincang-bincang
"Ah Hiki selamat pagi"
Sapa Vera kepada Hiki, Hiki duduk disebelah Vera kemudian suasana hening seketika,mereka berempat saling menunggu siapa yang akan membuka percakapan
"Baiklah"
Ucap Max dan Holmes secara bersamaan
"Ahh kau dulu saja"
"Tidak,silahkan kau dulu Max"
Hiki menarik nafas panjang,ia memejamkan matanya mencoba berfikir tentang pertempuran yang akan datang,bagaimanapun dia telah mendeklarasikan perang terhadap Alef
"Hiki,aku pikir kamu harus menunjukkan bahwa kamu adalah pemimpin yang ideal,maksudku buat mereka lebih percaya dengan mu"
"Aku rasa itu tidak perlu Holmes,hanya dengan mereka mengenal siapa aku,aku rasa itu sudah cukup"
Ketika mereka sedang berbincang, tiba-tiba terdengar suara kegaduhan yang sangat berisik,itu terjadi karena sebuah pertarungan disana
"Ini kesempatan dirimu Hiki"
Ucap Holmes,Hiki berjalan menghampiri kerumunan itu dan memisahkan mereka
"Eh ada apa Hikita? Biarkan mereka bertarung!"
"Ya! Biarkan mereka!"
Semua pandangan tertuju kepadanya
"Simpan tenaga kalian,ada aturan yang berlaku disini,aku telah mendeklarasikan perang terhadap Alef,tidak lama lagi kita semua akan berperang melawannya,bukankah kalian ingin Alef berhenti mengintimidasi kalian? Memukuli teman-teman kalian? Mereka telah mengambil jatah makan kalian,uang kalian,bahkan nyawa teman kalian,banyak hal yang telah diambil oleh mereka,dan ini adalah waktunya untuk membalaskan dendam itu,kita akan mengalahkan Alef dan menjadi penguasa di Great Shackles ini! Dibawah kepimpinan ku, kita pasti akan menang tidak ada yang perlu kalian takutkan! Siapa? Alef? Pria botak itu? Apakah kalian takut dengannya?"
Hiki bertanya,semua orang disana terdiam sampai Hiki mengulangi perkataannya dengan nada keras
"Apakah kalian takut dengan Alef?!!!"
"Tidak! Kami tidak takut!"
"Si botak itu?! Tentu kami tidak takut!"
"Kita akan segera menghajarnya!"
Kerumunan itu makin gaduh setelah apa yang dikatakan Hiki,Hiki menanamkan rasa keberanian kepada orang-orang di tempatnya,setelah mengangkat suara,Hiki kembali pergi dan menghampiri Holmes yang tersenyum lebar
__ADS_1
"Kerja bagus Hiki!"