Hyperia

Hyperia
Hyperia


__ADS_3

30 Maret 2030,Eropa Tengah


"Ayo kita mulai"


Terlihat seseorang sedang terbaring di bawah lampu yang menyala,dikelilingi oleh beberapa dokter yang mengenakan seragam scrub


"Bukankah hal seperti ini adalah mustahil?"


"Mau bagaimana lagi,kita tidak bisa menolak pemerintah"


Salah seorang dari mereka mengambil sebuah serum dan menyuntikkannya ke dalam tubuh orang yang berbaring tadi


"Arggh Nggh!"


"Apa yang terjadi?!"


"Apakah ini berhasil?!"


Pria yang terbaring itu terlihat kesakitan ,mulut dan hidung pria itu mengeluarkan darah yang berwarna merah gelap,Sementara itu,diluar ruangan itu banyak tentara yang menjaga laboratorium tersebut,salah satunya adalah Kapten Arthur pria yang selalu menutupi wajahnya menggunakan masker tanpa alasan yang diketahui,mereka diperintahkan untuk menjaga area rahasia britania dari orang orang yang berusaha mencari tahu tentang area tersebut


13:00 Waktu istirahat siang


"Aku selalu penasaran,sebenarnya apa yang ada di dalam tabung itu,dan sepenting apa tabung itu sampai harus dijaga oleh prajurit sebanyak ini"


Ucap Arthur bertanya kepada orang disebelahnya yang bernama Vincent yang sedang duduk menikmati makan siangnya


"Semacam eksperimen, aku mendengar cairan itu dibuat demi sebuah tujuan agar manusia memiliki kekuatan khusus"


"Kekuatan khusus? dari mana kamu tau hal itu?"


"Saat berjaga semalam aku tidak sengaja mendengarnya dari seorang petugas lab yang sedang beristirahat"


Arthur mengangguk kan kepalanya,dia melanjutkan makan siangnya dengan santai, namun,sepuluh menit setelahnya Sirene darurat berbunyi


"Penyusup! mereka mengincar tabung itu!"


Tanpa basa-basi Arthur langsung berlari membawa senjata nya di ikuti oleh Vincent dari belakang


"Vincent ayo!"


Arthur berlari bersama Vincent menuju lokasi dari tabung itu, benar saja terjadi baku tembak disana antara prajurit dan para penyusup


"Markas pusat,disini Kapten Arthur"


Arthur mencoba menghubungi markas pusat menggunakan alat komunikasinya tetapi itu tidak berhasil,para penyusup itu terlihat menggunakan masker dengan rompi anti peluru ditubuhnya


"Apa yang terjadi aku tidak bisa menghubungi markas pusat"


Seseorang berlari dari belakang dan berlindung di tempat yang sama bersama Arthur orang itu adalah Major Oliviera orang yang memimpin pasukan di area ini


"Arthur hubungi markas pusat!"


"Aku sudah mencobanya tetapi itu tidak bisa dilakukan!"


"Apa yang terjadi?"


Arthur berperang dengan sengit,menyerang secara bergantian dan juga bertahan secara bergantian

__ADS_1


"Arthur,aku serahkan yang disini kepadamu,aku harus melapor pada markas pusat!"


Major Oliviera pun pergi,ketika sedang ditengah per perangan sengit tiba-tiba pasukan tentara yang dipimpin oleh major oliviera terjatuh seperti kehabisan nafas,dari mulut dan hidung mereka mengeluarkan darah yang terus mengalir,begitu juga dengan vincent


"Apa yang terjadi?!"


Tanya Arthur kebingungan,satu persatu banyak prajurit yang jatuh tanpa sebab


"Vincent! Apa yang terjadi padamu?!!


"P-pak,a-aku tidak bisa be-rnafas!,rasanya organ organ ku ha-hancu-"


Vincent menghembuskan nafas terakhirnya,mata dia berubah berwarna merah,Kemudian Arthur mendekati Oliviera yang sekarat, Oliviera mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah kunci berbentuk kubik kepada Arthur


"Major!"


"Arthur p-pergilah! B-bawa kunci ini bersama mu! Ini ada-lah kunci penting b-berikan ini pada p-residen, jangan biarkan mereka memiliki k-kunci ini"


Arthur mengambil kunci itu dan kemudian mayor oliviera juga tewas bersama pasukan yang lain nya,tanpa berfikir panjang Arthur langsung pergi sesuai dengan perintah dari Oliviera,Arthur membawa kunci itu pergi bersama dua dog tag milik Oliviera dan Vincent,Arthur berlari sekuat tenaga menuju kendaraan miliknya yang terparkir tidak jauh dari sana


"Hei! Ada yang Kabur! Kejar dia! Kunci itu pasti ada di tangan nya!"


Ucap pemimpin ******* itu,Arthur masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya pergi meninggalkan tempat itu,tidak semudah yang dikira para ******* itu mengejar arthur,kejar kejaran terjadi diantara Arthur dan *******


"Apa yang terjadi sebenarnya?!! Kenapa mereka semua tiba tiba tewas?!! Tabung itu?.. Jangan jangan adalah racun?!"


Ucap Arthur dalam hati,Kepala Arthur dipenuhi pertanyaan saat ini,para ******* itu menembak Arthur dengan senjata milik mereka


"Sial! Aku harus melakukan sesuatu"


Arthur berfikir sembari mengendarai mobil,******* itu masih terus mengejar Arthur dan menembaki nya dengan senapan,beruntung mobil yang dikendarai oleh Arthur adalah anti peluru,peluru tidak mempan ******* itu menembak Arthur dengan sebuah auto misile


Ucap Arthur melihat misil yang telah diluncurkan melalui kaca spion,Arthur melompat keluar,tepat sebelum rudal itu mengenai mobil Arthur,kemudian Arthur berlari dari balik asap dan bersembunyi ke balik bebatuan


"Tenang.. Tenang.."


Ucap Arthur dalam hati,dia mencoba bernapas secara stabil,******* itu mendekati mobil Arthur dan mengecek keadaan Arthur


"Jasadnya tidak ada?!"


"Bagaimana dengan kunci itu?!"


"Tidak ada! Dia pasti masih disekitar sini"


Mendengar itu,napas Arthur kembali menjadi tidak beraturan,rasa panik dan takut menyelimuti Arthur yang sedang bersembunyi dibalik bebatuan


"Apa yang akan terjadi padaku selanjutnya? Apakah aku akan mati?"


Ucap Arthur dalam hati,sedikit putus asa,dirinya masih dibayangi oleh pasukan yang telah gugur termasuk Major Oliviera dan Vincent yang mati di Area rahasia


"Tidak.. Tidak!! Aku telah diberi sebuah misi untuk mengantarkan kubik ini! Aku tidak akan mati disini!"


Arthur mengintip dari bebatuan untuk melihat situasi,para ******* itu mencari tidak jauh dari sana,Arthur memasang peredam ke pistol miliknya dan berusaha menarget orang terdekat darinya


"Tenang..Tenang.."


Dengan pistol di tangan kanan nya Arthur berusaha tenang agar tembakannya tidak meleset

__ADS_1


"Ayo!"


Arthur menarik pelatuk,dan tembakannya itu tepat sasaran mengenai dahi salah satu ******* terdekat dari Arthur,kemudian Arthur kembali bersembunyi di balik bebatuan


"Hei! Apa yang terjadi?!!"


Para ******* itu mendekati mayat yang ditembak oleh Arthur


"Dia tewas..Cari orang itu! Dia masih disekitar sini!"


Para ******* itu berpencar mencari Arthur dengan senjata api di tangannya jumlah mereka tersisa 3 orang dari 4 yang mengejar Arthur,Salah seorang dari mereka yang memiliki badan cukup besar mendekati bebatuan tempat Arthur bersembunyi


"Langkah kaki??!"


Arthur mendengar langkah kaki dari ******* itu


"Eh..sepertinya ada sesuatu dibalik batu sana"


******* itu mendekati melihat dibalik bebatuan,namun Arthur telah tidak ada disana,ia berputar bersamaan dengan ******* yang melihat ke balik bebatuan,kemudian dengan langkahnya yang tidak terdengar, Arthur mengambil pisau di pinggulnya menggunakan tangan kanannya kemudian ia menutup mulut pria itu dengan tangan kiri,dan membunuhnya tanpa suara,Arthur menarik mayat nya ke balik bebatuan dan membuat jejak di tanah


"Oi!! Lihat ada darah!"


2 orang yang berpencar tadi mendekati bebatuan dan mendapati temannya dibalik bebatuan yang telah tewas


"!!? Bagaimana bisa?!!"


"Pak!,ayo kita kembali dan memberitahu mereka jika orang yang kita kejar telah berhasil kabur!"


"Percuma! Jika kita melakukan itu kita pasti akan dibunuh...Hei siapapun orang yang memegang kunci itu,bagaimana jika kita bernegosiasi? Berikan kunci itu padaku maka aku akan membiarkan mu hidup"


Arthur tidak menjawab,diam diam dia memutar melalui semak semak dengan langkah nya yang tidak bersuara sama sekali


"Bagaiamana jawaban mu??! Tawaran yang bagus bukan??"


Suara tembakan terdengar dari balik semak satu dari dua ******* itu tewas ditembak tepat di bagian otak oleh Arthur menggunakan pistol yang telah ia lepas peredam nya


"Begitu ya..Jadi itu ya pilihan mu!"


Orang itu menembak tanpa berhenti ke arah suara tembakan yang ia dengar dengan senjata jenis assault yang di pegang olehnya,Arthur tiarap dibalik semak, menunggu giliran untuk membalas serangan


"Itu dia!"


Tembakan berhenti,Arthur mengintip dengan pistolnya dan mengambil posisi siap menembak,ketika hendak menembak Arthur tidak menyangka jika pistol miliknya tidak memiliki peluru dia juga tidak membawa peluru cadangan untuk mengisi ulang


"Aku lupa! pistol ini belum aku isi ulang aku juga lupa membawa peluru! Ini gawat"


Arthur melihat orang itu masih berdiri dengan tegak,kali ini tidak dengan senjata assault miliknya tetapi menggunakan pistol


"Apakah dia kehabisan peluru juga? Glock-17 kenapa ada orang yang masih mempunyai pistol itu? tidak,yang lebih penting dia tidak menembak seperti tadi karena dia hanya memiliki beberapa peluru,jarak pistol itu adalah 50 meter,dan jarak antara diriku dengan dirinya adalah..sekitar 34 meter..ini cukup buruk tetapi aku tidak punya pilihan lain,baiklah aku akan bertaruh dengan pisau milik ku,sepertinya aku harus meminta maaf pada kakek karena menggunakan pisau ini untuk membunuh seseorang"


Arthur mengambil pisau dan menarik nafas panjang ,ia memegang pisau itu dengan erat, Arthur berlari dan melempar pisau itu ke target yang ada tepat didepannya


"Pergilah!


Arthur berteriak dan berlari keluar dari semak, melemparkan pisau itu bersamaan dengan suara tembakan dari pistol yang dipegang erat oleh ******* itu peluru itu lebih cepat dari pada pisau milik Arthur,Arthur terkena tembakan di bagian perut bagian kanan sementara pisau itu terus meluncur dan mengenai mata,Arthur terjatuh karena terkena tembak begitu juga ******* yang terkena lemparan oleh pisau milik Arthur


"Arghhh!"

__ADS_1


Arthur berteriak kesakitan dia mengalami pendarahan,dengan buru-buru mengambil perban dan membalut perutnya dengan kencang agar pendarahan terhenti arthur bersender di pohon dan berusaha untuk tenang dan berusaha menstabilkan napas nya,sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri


__ADS_2