
"Kita sudahi saja pembicaraan ini. Sebaiknya kau pergi mandi dan aku akan memasak makan malam untuk kita." Yifan kemudian keluar dari kamar Fei.
Fei mendesah ia berpikir bagaimana mungkin ia harus bertemu kembali dengan ayahnya bahkan disaat detik-detik terakhirnya.
bagaimana mungkin aku bisa bertemu kembali dengannya dalam kondisi seperti ini.
ucap Fei dalam hati.
ווווו×
Di meja makan
Yifan meletakan piring yang berisikan sebuah roti di hadapan Fei yang saat ini masih
termenung diam diatas meja makan.
Yifan berdehem lalu menepuk bahu Fei pelan untuk meyadarkannya. “Berhentilah melamun,
aku sudah menyiapkan makanan untukmu.” Yifan lalu menarik kursi dan segera
duduk disana dengan pandangan yang masih mengarah pada Fei, memastikan bahwa
__ADS_1
remaja laki-laki itu sudah sadar dari lamunannya.
“Ini apa?” Fei menunjuk kearah piringnya.
“Tentu saja itu makanan bodoh. Kenapa kau bertanya hal yang tidak jelas seperti itu.”
jawab Yifan sarkas.
“Ck. Siapapun tahu ini bahwa ini adalah makanan yang kutanyakan itu kau itu membuat apa! Lagipula ini terlihat seperti roti kenapa kau tidak membuatkanku nasi saja
tidak usah sok Eropa.” Fei menggerutu sambil menunjuk-nujuk kearah piringnya.
Yifan menghela nafas berusaha sabar menghadapi kelakuan Fei saat ini. “Jangan norak. aku tahu kau suka nasi tapi mulai sekarang aku akan membuatkanmu semua menu dari seluruh penjuru dunia jadi anggap saja menu kali ini sebagai awal perkenalanmu terhadap masakan luar. Soal roti yang kubuat ini adalah roti corn rye bread roti ini berasal dari daratan Eropa roti ini dikenal sebagai makanan pokok pengganti dan cocok disajikan bersama daging.” jelas Yifan panjang lebar. “Oh dan jangan lupa aku juga sudah memanggang daging sapi untuk disajikan bersama rotinya,” tambahnya.
Yifan menghela nafas kemudian ia berkata seperti ini. “Sudahlah jangan cerewet makan saja makananmu itu!” titah Yifan.
Fei menggembungkan pipinya pertanda tidak suka Yifan yang melihatnya lalu menatap Fei tajam. “Jika kau tidak suka roti itu mungkin akan lebih baik bila aku membuatkanmu makanan dari daging mayat ini." Yifan kemudian mengeluarkan sosok mayat bayi dari tangan kosongnya.
Fei terkejut ketika melihat Yifan, mengeluarkan sosok mayat bayi kecil dari tangan kosongnya.
"Kau...kau dapatkan itu darimana?" tanya Fei merasa ketakutan sekaligus mual ketika melihat kondisi bayi itu yang tampak setengah hancur tubuhnya.
__ADS_1
"Ini? Oh aku mendapatkannya sebulan yang lalu saat aku mengambil jiwanya, bayi ini mati karena mengalami keceselakaan harusnya aku tidak menyimpan mayatnya tapi karena ini terlihat menggemaskan jadi aku memutuskan untuk menyimpannya." Yifan memainkan tubuh bayi yang sudah tidak bernyawa itu layaknya sebuah boneka. "Tapi ngomong-ngomong mayat bayi ini selain terlihat menggemaskan tampaknya ia juga terlihat enak untuk di makan." lanjutnya masih dengan posisi memainkan tubuh bayi itu.
Fei seketika bergidik ngeri, ia hampir saja muntah.
"Tolong jauhkan itu dariku kumohon Yifan." Fei memelas is sudah tidak tahan melihat kondisi tubuh bayi itu yang sudah setengah hancur.
"Kalau begitu makan makananmu sebelum aku membuatkanmu makanan baru dari 'ini' ” ancam Yifan sembari menunjukkan mayat bayi itu ke hadapan wajah Fei.
Tak tahan melihat mayat bayi itu ditunjukkan ke hadapan wajahnya membuat Fei langsung mengiyakan ancaman Yifan.
"Baiklah... baiklah aku akan memakan makananku. Tapi tolong cepat singkirkan itu dari wajahku." pinta Fei.
Bukannya menjauhkan mayat bayi itu Yifan justru semakin mendekatkan mayat itu kearah Fei. "Aku tidak akan menyingkirkan ini sampai kau berjanji tidak akan protes terhadap semua masakan yang kubuat untukmu." ancam Yifan lagi.
Fei mengangguk-anggukkan kepalanya. "Baiklah...baiklah...baiklah. Aku tidak akan protes lagi. TAPI CEPAT SINGKIRKAN MAYAT ITU DARI WAJAHKU!" Fei sudah tak tahan lagi.
Yifan kemudian menyingkirkan mayat bayi itu dari wajah Fei. Setekah menyingkirkan mayat itu Yifan langsung menghilangkan mayat itu dari tangannya.
Melihat Yifan sudah menghilangkan mayat bayi itu membuat Fei merasa lega.
"Kalau sudah merasa tenang cepat cuci tanganmu." titah Yifan. Yifan sendiri sedang mencuci bersih tangannya di wastafel.
__ADS_1
selalu saja aku berbuat kasar hanya untuk mengancamnya. sesal Yifan dalam hati.