I Can Live

I Can Live
15. Go Part 1


__ADS_3

"Dan aku berharap kau tidak akan pernah memakai celana dalam itu untuk selama-lamanya." ujar Yifan sebelum menutup pintu taksi.


Fei langsung melotot ke arah Yifan mengingatkan si malaikat maut agar menjaga privasinya.


"Kau gila berbicara sembarangan soal celana dalam di dalam taksi!" ucapnya pelan.


Yifan sendiri tampak masa bodoh dan malah mengacuhkan Fei yang merasa malu setengah mati.


Grrrrrhgh... kurang ajar sekali dia! Lihat saja akan kubalas nanti. ucapnya dalam hati.


Lalu taksi berjalan dan pergi berangkat menuju bandara.


 


וו×ו×


 


Bandar Udara Internasional Longjia Changchun.


"Kau yakin tidak ada barang yang tertinggal di apertemenmu?" tanya Yifan memastikan Fei.


Fei mendongkak kemudian ia langsung menjawab. "Tidak ada." jawabnya dengan singkat.


Setelah itu keduanya pergi masuk ke dalam bandara.


"Kapan pesawatnya take off ?" tanya Fei.


Yifan melirik ke arah arloji Rolexnya sebentar lalu ia menatap Fei. "Kita masih ada waktu lima belas menit sebelum pesawatnya take off." jawanya cepat.


Yifan melihat sekelilingnya lalu matanya tidak sengaja melihat sebuah kafe kecil yang terletak di ujung sana. Mungkin tidak ada salahnya mampir sebentar ke sana. ucapnya dalam hati.


"Aku mau mampir ke sana. Sebaiknya kau ikut aku juga ke sana, nanti biar kutraktir." ujar Yifan sambil menggerek kopernya ke arah kafe.


Fei yang berada di belakang Yifan hanya mengekor dari belakang sambil juga ikut menggerek kopernya.

__ADS_1


 


וו×וו×


 


Seorang pelayan perempuan mengantarkan dua buah minuman beserta sepiring kecil kue untuk di sajikan pada dua mahluk dengan dua gender yang sama.


"Selamat menikmati hidangannya." ucap sang pelayan ramah.


Yifan tersenyum manis pada pelayan itu kemudian ia juga berterima kasih pada pelayan tersebut. "Terimakasih ya." katanya dengan seyuman manis yang tak pernah luntur dari wajahnya.


Pelayan itu tampak terpesona sekaligus salah tingkah pada Yifan. Tentu saja siapa yang tidak akan salah tingkah ketika melihat seorang pria tampan tersenyum dengan sangat manis padamu.


Dengan malu-malu pelayan itu mengeluarkan buku kecil dan sebuah pulpen dari sakunya. "Boleh...boleh saya minta nomor ponsel anda?" tanyanya malu-malu.


Yifan tersenyum kemudian menunjukkan dua jarinya yang sudah menyilang pada pelayan itu. "Maaf tapi saya tidak bisa memberikannya." katanya sedih.


Pelayan itu terlihat kecewa dan hendak menarik kembali buku dan pulpennya namun belum sempat pelayan itu melakukannya Yifan sudah terlebih dahulu menarik buku beserta pulpen milik pelayan tersebut.


Dengan tangan bergetar pelayan itu mengambil buku dan pulpennya. Pelayan itu kemudian melihat tanda tangan milik Yifan sekaligus membaca namanya. Dengan suara pelan dan khas malu-malu pelayan itu berterima kasih pada Yifan. "Terimakasih tuan Yif...an, saya sangat berterimakasih pada anda. Maaf bila saya sudah bersikap tidak sopan pada anda." katanya malu-malu.


Yifan tersenyum kemudian mengayunkan tangannya pada si pelayan memberikan tanda semangat pada pelayan tersebut. "Tidak apa-apa nona cantik. Bekerjalah dengan giat dan fighting. " katanya memberi semangat pada si pelayan.


Si pelayan merasa tersipu lalu pelayan itu kembali bekerja.


Fei yang melihat semua itu hanya bisa mendecak kesal kemudian menatap Yifan dengan tatapan aneh. "Norak! Dasar norak. Apa-apaan itu tadi... kau tiba-tiba saja bersikap seperti seorang Casanova." ujarnya tidak suka.


"Service... mungkin. Tidak ada salahnya memberikan servis pada pelayan itu." ucapnya acuh.


"Huh?" Fei terlihat bingung. "Servis? Apa-apaan tindakan norakmu tadi justru bisa mencelakakanmu.


"Celaka?" Yifan terlihat tidak mengerti.


"Celaka karena kau tadi memberikan namamu padanya. Bisa saja pelayan tadi adalah seorang penguntit. Bukankah akan sangat merepotkan sekaligus berbahaya bila pelayan itu sampai mengetahui identitasmu." kata Fei.

__ADS_1


"Meski dengan hanya nama saja?" balas Yifan.


"Kau ini kenapa malah bertanya balik padaku." tukas Fei.


"... sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Kau tenang saja sebelum pelayan itu menjadi penguntitku akan kupastikan dia sudah tidak ada di dunia ini." jawab Yifan tenang. Yifan kemudian menyeruput kopi beningnya.


"Apa maksudmu itu?"


Yifan menatap Fei datar lalu dengan santainya ia menjawab seperti ini. "Pelayan itu akan mati setelah aku mulai menghitung mundur dari sekarang."


Fei menganga tidak percaya.


"5...4...3...2...1. Pelayan itu sekarang pasti sudah mati." ucapnya dengan tenang.


"Ap__ apa yang terjad...." Belum sempat Fei menyelasaikan kata-katanya tiba-tiba saja terdengar suara menjerit dari arah belakang kafe atau lebih tepatnya mungkin dapur kafe.


KYAAAAAAAAAAAA!


Tiba-tiba saja semua pegawai kafe tersebut berlari ke arah dapur. Dan betapa terkejutnya pegawai-pegawai kafe tersebut ketika melihat tubuh seorang pelayan tercebur masuk ke dalam penggorengan besar berisikan minyak panas.


וו×ווו•


*Catatan*


**Casanova adalah nama seorang pria nakal. Casanova adalah seorang ahli tentang perempuan, petualang ****, lama sebelum ada telepon seluler yang menjadi semacam bar untuk para lajang. Tetapi seorang Casanova tidak bisa dipercaya, jenis pria yang akan mengatakan apapun untuk merayu dan meniduri wanita.


**April 2017 lalu, dunia dibuat gempar karena penemuan kopi berwarna aneh di London, Inggris oleh kakak-beradik bernama Slovakian David Nagy dan Adam. Gimana gak aneh, kopi ciptaan mereka berwarna bening, persis seperti air mineral! Kakak-beradik itu membuat brand bernama CLR CFF untuk kopi bening mereka, dengan harga setiap 2 botol sekitar Rp99.500.


Sumber Google.com


**BBC


**Mister Aladin


 

__ADS_1



__ADS_2