
"Doraemon? Apa-apaan celana dalam ini!" Yifan mengibaskan celana dalam bermotif Doraemon milik Fei dengan tatapan aneh.
Buru-buru Fei mengambil celana dalam itu dari tangan Yifan kemudian menatap si malaikat maut dengan tatapan seperti ingin membunuh.
"Yak! Kau jangan sembarangan, kau harus tahu setiap orang punya batasannya sendiri." Dengan malu-malu Fei menyimpan kembali celana dalam itu dalam koper miliknya.
Yifan menepuk jidatnya lalu menatap Fei dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kau tidak sadar umur rupanya. Kenapa tidak ditinggalkan saja?" Yifan terlihat tidak suka dengan keberadaan celana dalam Doraemon milik Yifan.
"Aku tidak mau meninggalkan celana dalam ini. Kau jangan seenaknya menyuruhku."
Yifan menggeram kesal. "Tolonglah Fei, tolong.. kau tinggalkan celana dalam itu. Kau bisa membeli celana dalam baru dan meninggalkan celana dalam konyol itu."
"Tidak mau."
"Kenapa?"
"Karena ini sangat berharga bagiku. Ini celana dalam terakhir yang di belikan ibu sebelum ibu tiada, ini celana dalam kesukaanku."
Mendengar ucapan Fei membuat Yifan langsung terdiam. Tanpa bermaksud untuk membantah lagi Yifan memutuskan untuk pergi dari sana.
Seleranya benar-benar gila. rutuk Yifan dalam hati.
__ADS_1
•וווו×
"Kau yakin ingin membawa semuanya?"
tanya Fei ragu.
"Memangnya kenapa kalau kubawa semuanya?" Yifan merasa heran dengan Fei.
Fei kemudian langsung menunjuk-nunjuk ke arah semua lukisan miliknya. "Tapi untuk apa Yifan? Semua ini tidak berguna."
Yifan mengerutkan dahinya. "Ck...kau ini seorang seniman tapi tidak bisa menghargai karyamu sendiri."
"Seniman apanya! Jangan membawa barang yang tidak perlu." Fei terlihat tidak suka.
Fei menaikkan sebelah alisnya menatap Yifan kebingungan. "Hei jangan bercanda. Lukisan itu sama sekali tidak berharga. Kau bahkan tidak akan mendapatkan apa pun saat menjualnya pada tukang loak sekali pun."
"Terserahmu saja, tapi apa kau yakin tidak ingin menjualnya." Yifan menunjuk salah satu lukisan Fei yang memiliki tema festival lampion.
"Apa yang membuatmu yakin, itu hanya lukisan biasa." tukas Fei.
Yifan menyentuh dagunya kemudian menatap Fei dengan tatapan bangga. "Kalau kau tidak percaya lihat saja nanti ketika aku berhasil menjual lukisanmu ini." katanya penuh rasa percaya diri.
__ADS_1
Fei mengacak rambutnya kesal. "Jual saja sana... itu pun kalau kau berhasil menjualnya kau harus tetap membagi hasilnya denganku." ujarnya malas.
Yifan menyatukan jari jempol dan telunjuknya membentuk huruf o pada Fei. "Tenang saja bocah mata duitan. Tentu saja aku akan membagi hasilnya denganmu."
Fei mendengus kemudian menatap ke arah semua lukisan miliknya yang berada dalam ruangan tersebut. "Lalu bagaimana cara kau membawa semua lukisan ini? Tentu saja semua lukisan ini butuh tempat penyimpanan ketika di bawa ke Beijing nanti." ujarnya.
Yifan tersenyum tanpa ragu ia berkata seperti ini. "Itu urusan gampang. Kau tidak perlu repot memikirkannya."
Fei menatap Yifan bingung. "Huh?"
Yifan kemudian menjetikkan jarinya dan tiba-tiba saja semua lukisan itu bergerak dengan sendirinya lalu tersusun dengan rapi di dalam kardus (bahkan kardus-kardus itu muncul dengan sendirinya).
"Huh? Apa-apaan ini... kau melakukan sihir lagi!" Fei masih terlihat belum terbiasa dengan keajaiban yang dilakukan oleh Yifan.
"Jangan buat dirimu sendiri sulit Fei. Nanti kau juga akan terbiasa dengan semua ini." Yifan kemudian menjetikkan jarinya sebanyak dua kali dan tiba-tiba saja semua kardus berisikan lukisan itu telah lenyap begitu saja dari pandangan keduanya.
Fei menunjuk ke arah di mana kardus-kardus itu lenyap begitu saja dari pandangannya. "Kau kemanakan semua kardus-kardus itu?" tanyanya dengan rasa tidak percaya.
"Sudah kukirim ke tempat tinggal kita nantinya di Beijing. Tenang saja aku jamin semua lukisanmu tidak akan rusak sedikit pun." kata Yifan santai.
"Tap__tap__tapi___ Yifan." Fei masih terlihat tidak percaya.
Yifan meletakkan jarinya di bibir kemudian berucap seperti ini pada Fei. "Ssshhh... sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Sebaiknya kau cek ulang semua barang-barangmu karena sebentar lagi taksinya akan datang menjemput kita." kata Yifan.
__ADS_1
Fei terdiam sebentar lalu ia segera pergi dari sana untuk mengecek ulang barang-barangnya.
Yifan terkikik dalam hati ia berucap seperti ini. Hihihi... astaga lucunya dia. Yifan tampaknya terpesona dengan reaksi Fei yang terlihat lucu di matanya.