
"Lalu sampai kapan aku akan terus terikat kontrak denganmu?"
Yifan tersenyum nakal lalu menjawab. "Kau akan terus terikat kontrak denganku seumur hidupmu." jawabnya enteng tanpa rasa bersalah sama sekali.
"SEUMUR HIDUP??!!" Fei langsung terganga mendengarnya.
Melihat reaksi terkejut Fei yang cukup berlebihan membuat Yifan tertawa terbahak-bahak.
"Bhawahahaha...kau ini rupanya bodoh sekali. Mana mungkin aku mengikatmu sampai mati. What the hell, kontrakmu denganku itu hanya bersifat sementara. Asal kau tahu saja aku sendiri juga tidak berniat untuk terikat denganmu dalam jangka waktu yang lama." ujar Yifan.
Mendengar hal itu membuat Fei merasa lega. Dia pikir dia harus hidup terikat selamanya dengan malaikat bau tanah tersebut.
"Kalau begitu sampai kapan kontraknya akan berakhir?" tanya Fei penuh harap.
Yifan menyungingkan senyum liciknya pada Fei lalu menjawab pertanyaan Fei.
"Kontraknya akan berakhir sampai kau mati kid." ucapnya enteng.
Fei mengerutkan dahinya berusaha mencerna maksud ucapan yang dilontarkan oleh Yifan.
__ADS_1
"Apa maksud ucapanmu itu?"
Yifan menyeringai. Kemudian ia berjalan mendekati Fei dan mempersempit jarak diantara keduanya.
"Kid. Tolong dengarkan aku. Kontrak yang kau buat denganku akan berakhir bila kau sudah mati. Kau nantinya akan terlepas dariku secara otomatis jika kau sendiri sudah mati. Ngomong-ngomong aku belum memberitahukan soal penting ini padamu." Yifan kemudian menyamaratakan tingginya dengan Fei sehingga jarak wajah keduanya menjadi sangat dekat.
"Dengan membuat kontrak denganku kehidupanmu yang sekarang memang sudah dianggap legal namun karena ini hanya sebatas kontrak yang kau buat dengan malaikat maut. Maka jiwamu tidak akan bisa lama bertahan. Perlu diingat kontrak itu memiliki masa waktu yang begitu singkat jika kontraknya berakhir otomatis kau akan langsung mati. Tapi kau tidak perlu berkecil hati setidaknya ketika nanti kau mati jiwamu tetap akan bisa pergi ke surga ataupun neraka. Bagaimana?" Yifan kemudian menjauhkan wajahnya dari Fei. Ia lalu mengangkat kedua bahunya bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Mendengar itu semua membuat Fei naik pitam namun sebisa mungkin ia mengontrol emosinya. Ia sangat sadar jika ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dialah yang akan rugi. Fei menghembuskan nafasnya berkali-kali berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Kalau begitu sampai berapa lama aku bisa bertahan hidup?"
Fei terdiam membuang wajahnya dari Yifan kemudian bergerak menjauhi pria tersebut.
"Sialan rupanya kau menipuku sejak awal. Jadi ini semua hanya akal-akalanmu saja untuk menjebakku." kata Fei tidak terima.
Yifan menghela nafas kemudian ia juga ikut bergerak menjauh dari Fei sehingga kini jarak keduanya terlihat renggang.
"Aku tidak pernah menipumu. Ini bisa dibilang, lebih tepatnya kau hanya perlu menanggung resiko dari atas pilihanmu sendiri. Lagi pula aku sudah membantumu sebisaku. Aku ini bukan Tuhan tolong camkan itu di kepalamu." balas Yifan.
__ADS_1
Fei mendesah kemudian ia bertanya pada Yifan. "Kalau begitu apa gunanya kontrak selain untuk menghapuskan namaku dari daftar kematian yang hilang dan juga untuk menyelamatkan jiwaku. Apa aku membuat kontrak denganmu hanya sebatas itu saja?" Fei mempertanyakan kejelasan kontrak yang dibuatnya dengan Yifan.
"Kontrak yang kubuat denganmu tidak hanya semata-semata hanya untuk itu saja. Dengan membuat kontrak otomatis akulah yang akan memegang jiwamu. Karena itu aku berhak atas dirimu sampai kau mati." jawab Yifan.
Fei terbelalak ketika mendengar jawaban Yifan.
"Kau akan apakan aku manula?" tanyanya sensitif.
Yifan melotot kemudian maju satu langkah mendekati Fei kemudian ia memukul kepala remaja itu dengan cukup keras.
"Jangan berpikir yang macam-macam. Aish lagipula apa yang kuharapkan dari remaja laki-laki biasa sepertimu. Kau kira aku pedofil gay! Dengar bocah yang kumaksud berhak atas dirimu itu adalah aku ingin menjadikanmu sebagai asistenku." kata Yifan.
Namun Fei sendiri malah salah mengartikan maksud perkataan Yifan ia justru malah berpikiran ambigu.
"Maksudmu aku harus menjadi asisten pelayanmu?" Fei seketika bergidik ngeri membayangkannya.
Bukannya membantah Yifan malah tersenyum. Dan hal itu semakin diperkuat ketika Yifan menjawab seperti ini. "Aku memang ingin menjadikanmu sebagai pelayanku agar kau dapat melayaniku." jawabnya enteng.
Mendengar jawaban Yifan membuat Fei ingin meloncat dari kamar apartemennya.
__ADS_1
*a*aaarrgghh___sialan aku dijebak oleh manula mesum. jeritnya dalam hati.