
Raina memilih mengalah, mengambil bantal dan selimut untuknya tidur di sofa. Setelah membaringkan tubuhnya disana, tak lama Raina sudah memasuki mimpi indahnya. Arya yang sebenarnya belum tertidur, dia menoleh dan mendapati Raina sedang tertidur.
" Ternyata dia penurut dan memilih tidur di sofa dari pada tidur di sampingku, sudahlah tidak usah di fikirkan " Ucap Arya setelah itu dia mulai memejamkan matanya menyusul Raina memasuki mimpi indahnya.
Keesokan Harinya
Dering Alarm ponsel Raina berbunyi, dan sudah menunjukan pukul 04.00 WIB. Raina bangun dari tidurnya dan mulai merapihkan selimut dan bantal, setelah itu dia menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuknya mandi.
Setelah selesai mandi, sambil menunggu azan subuh berkumandang, Raina membangunkan tuan muda sombong terlebih dahulu. Karna mulai dair sekarang dia akan memulai perannya sebagai Istri yang baik walaupun hanya sementara.
" Kak, Kak Arya bangun!! " Seru Raina sambil menggoyang goyangkan tubuh Arya.
" Apaan si Mah, Arya masih ngantuk 5 menit lagi " Gumam Arya sambil menutup wajahnya dengan selimut.
" Kak ini Raina, bangun mandi terus solat subuh " Seru Raina kembali mengguncang tubuh Arya dengan kencang, melihat Arya yang tak kunjung bangun ide licik mulai terlintas di otak mungil Raina.
Rain mulai melangkah kembali menuju kamar mandi dan mengambil sebuah gayung yang sudah terisi Air " Kebakaran!! Kebakaran!! " Teriak Raina tepat di samping kuping Arya sambil mencipratkan air kewajah Arya.
__ADS_1
" Kebakaran!! Dimana kebakaran?! " Teriak Arya panik, membuat Raina tertawa terbahak bahak dengan memegang perutnya melihat seorang CEO yang biasanya terlihat dingin tapi sekarang terlihat sangat lucu ketika panik.
" Oh jadi kau biang keroknya, dasar gadis nakal! " Seru Arya geram, sambil menjewer telinga Raina dengan gemas.
" Aw Aw, Maaf ka " Ucap Raina memelas dengan telinga yang masih dijewer.
Setelah jewerannya terlepas, Raina menyiapkan air hangat untuk Arya mandi, dan meminta Arya untuk mandi terlebih dahulu sebelum menunaikan shalat subuh. Adzan subuh sudah berkumandang, Raina terlebih dahulu menunaikan ibadahnya setelah itu Raina memutuskan ke dapur untuk membantu bi Lastri masak.
Pukul 06.00
" Kak Arya, ayo sarapan dulu " Seru Raina di samping pintu kamar yang terbuka, membuat pandangan Arya menoleh ke arah sumber suara.
Disana terpampang jelas, Raina dengan kecantikan natural tanpa polesan makeup, rambut yang di cepol menampilkan leher jenjangnya dengan memakai daster seperti ibu rumah tangga pada umumnya tapi terlihat berkali kali lipat lebih cantik dari biasanya.
" Kak ayo, jangan diam saja " Kata Raina menarik tangan Arya untuk berdiri, entah sejak kapan Raina sudah berada di samping Arya.
Aryapun berdiri sambil merangkul pundak Raina.
__ADS_1
" Kak!! " Seru Raina kaget.
" Tak usah kepedean saya tidak tertarik dengan gadis tepos seperti kamu, kita akan memulai drama berpura pura romantis supaya keluarga kita tidak curiga " Ucap Arya datar tapi tanpa sadar ucapannya menyakiti sedikit hati Raina.
Mereka berjalan beriringan menuruni tangga dengan tangan Arya yang masih bertengger di pundak Raina.
" Kau selalu memakai daster seperti ini " Bisik Arya.
" Iya, bukan hanya disini ketika di apartemen ku di Inggris, aku juga sering mengenakan danter karna bahannya nyaman dan tidak gerah " Jelas Raina.
" Kau tau, selera berpakaian mu sangat kampungan " Bisik Arya sinis, tidak sesuai dengan isi hatinya yang menyukai tampilan Raina.
" Terserah aku, kak Arya tak usah berkomentar karna ini privasi " Kata Raina tak kalah sinis.
Bersambung....
Jangan lupa untuk like,vote and komen.
__ADS_1