
Sekarang Arya dan Serena sudah berada di apartemen, setelah mereka kelelahan belanja dan jalan jalan di Seul, Korea.
" Sayang buatkan aku kopi... ".
" Nggak mau, aku bukan pembantu kamu " Kata Serena sambil fokus mentatap ponselnya.
" Yaampun sayang cuma membuat kopi kamu tidak mau? yasudah pijat aku sebentar aku lelah menemanimu seharian " Kata Arya dengan mata terpejam.
" Kamu gak pernah nyuruh nyuruh aku, kenapa sekarang kamu itung itungan sama aku? " Tanya Serena kesal.
" Kenapa Serena tidak seperti Raina, jika aku pulang bekerja. Raina pasti selalu menawarkan ku untuk membuat kopi, memijat bahuku tanpa disuruh ketika aku lelah, dan jika difikir fikri selama aku memberikan kartu kredit dia tidak pernah menghambur hamburkan uang bahkan ketika dia ingin memakai uangku dia selalu izin terlebih dahulu. Eh tapi kenapa aku memikirkan gadis itu " Batin Arya.
" Sayang kamu kenapa diam saja? " Tanya Serena.
" Sini mau aku pijat " Lanjut Serena membuat Arya senang.
" Iya sayang... " Kata Arya manja.
" Tapi sayang emm, kamu lihat deh ada high heels bagus banget Limited edisiend. Nanti beli ya " Kata Serena menunjukan gambar di ponselnya yang berlogo apel membuat Arya kembali merubah wajahnya menjadi masam.
" Kamu tidak perlu memijatku, aku sudah tidak lelah, aku ingin istirahat nanti aku belikan untukmu. Apa sudah puas? sudah malam kamu biasa pulang sendiri kan? " Kata Arya dengan datar.
Cup
__ADS_1
" Yasudah aku pulang ya muachh.. good night, have a sweet dream dear " Setelah mengecup bibir Arya sekilas, Serenapun melangkah keluar dengan bahagia.
" Baru saja berbaikan, kenapa dia sudah membuatku kesal dan marah " Batin Arya kesal.
***
Sudah satu minggu Arya berada di Seul, Korea Selatan. Hari ini Arya akan pulang dan kembali berkutat dengan dokumen dokumen pekerjaannya yang sudah di dinggalkan selama satu minggu.
Arya POV
Aku sudah tidak sabar untuk pulang ke Indonesia, selain karna pekerjaan, entah kenapa aku sudah tidak sabar melihat gadis itu setelah satu minggu tidak melihatnya.
Mungkin karna aku sudah tinggal selama dua bula bersamanya, membuatku sudah terbiasa dan seperti ada yang kurang jika aku tidak melihatnya secara langsung.
Sekarang Arya sudah berada di bandara Soekarno Hatta, disana sudah Satya dan Raina yang menunggu.
Arya heran, kenapa Raina ikut menjemputnya? padahal dia hanya meminta Satya saja yang menjemputnya di bandara, tapi biar begitu Arya sangat senang karna akhirnya dia bisa melihat wajah gadis yang sudah satu minggu tidak dia lihat dan rindukan.
" Sudah berapa lama menunggu " Tanya Arya.
" Ah tidak lama bos " Jawab Satya sedangkan Raina hanya diam.
" Kenapa dia ada disini Sat " Tanya Arya melirik Raina.
__ADS_1
" Tadi kami selesai bertemu client di restoran bos jadi sekalian langsung ke bandara menjemput anda " Jelas Satya.
" Oh yasudah, Raina bawa koper saya " Kata Arya datar.
" Biar saya saja bos " Tawar Satya.
" Tidak usah, biarkan dia yang membawanya " Kata Arya setelah itu melangkah dengan penuh wibawa menuju parkiran dengan tangan yang dimasukan kesaku celana.
Setibanya di di dekat mobil, ketika Raina ingin duduk di sebelah Satya tapi di hentikan oleh Arya.
" Eh Raina kamu duduk di belakang bersama saya " Kata Arya dengan sorot mata tajam.
" Tapi saya merasa tidak sopan pak... " Tolak Raina.
" Jangan membantah, ayo masuk!! ".
" Baik pak... " Raina hanya pasrah menuruti perkataan Arya.
Setelah semua sudah berada didalam mobil, Arya meminta Satya untuk menjalankan kendaraanya.
" Sudah cepat jalan Satya " Seru Arya.
" Baik Bos ".
__ADS_1
Bersambung....