Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Pengumuman


__ADS_3

Assalamualaikum, dan hai para readers yang setia membaca karya author.


Sebelumnya author mau ucapin selamat tahun baru untuk kita semua, di tahun yang baru semoga lebih baik dari tahun sebelumnya, jika sudah baik, di buat baik lagi untuk tahun sekarang.


Maaf selama ini gak sempat on di NT. Dan sekarang author sudah kembali aktif.


Untuk pengumuman giveaway.


Author dan kak Yanti teman author yang selama ini menemani kalian di karya author sudah memutuskan untuk memilih 5 pemenang.


2 pemenang akan kita ambil dari top fans dari dua karya. Dan 5 pemenang lagi akan kita pilih dari comen terunik dari masing-masing karya.


* Juara 1 Dan 2


Berhak mendapatkan 1 buah tas, bebas pilih warna ( tapi, jika stok warna yang di inginkan masih ada ya😁)


* Juara 3, 4, Dan 5.


Berhak mendapatkan pulsa sebesar 15.000.


Untuk pemenang yang namanya ada di bawah segera hubungi author, untuk klaim hadiah, jangan lupa sertakan bukti jika kalian pemenang nya ada pada nomor berapa.


Bagi yang belum menang jangan sedih, akan ada kesempatan di lain waktu. Giveaway gak berakhir sampai sini saja, tapi masih ada, untuk itu ikuti terus update terbaru nya.


bisa langsung hubungi author di WA:082340991885. Untuk bergabung di grup WA.


Nama Pemenang;


1 puput.




Agustina




Selamat kepada kedua pemenang kita berhak mendapatkan tas. Silakan hubungi Author untuk klaim hadiah nya.




Juara 3, 4 dan 5.





Selamat kepada Ketiga pemenang kita berhak mendapatkan pulsa sebesar 15.000.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini ada Novel terbaru author dengan Judul: Pak Tentara Itu Suamiku


__ADS_1


💞Yuk buruan cus, bab nya gak panjang🤗💞


Berada di dalam mobil Naura terus terdiam tidak berbicara apapun. Rasa takut dan gugup nya pada Noval membuat nya terus tertunduk.


Ponselnya saat ini pun masih berada di Noval, pria tersebut belum juga mengembalikan, Naura tidak berani meminta.


"Apa kamu orang nya seperti ini?" Noval bertanya tanpa menoleh terus memandang ke depan fokus menyetir.


"Maksud Kakak apa?" kaget Naura menoleh menatap Noval.


"Di perlakukan kasar tanpa membela diri, apa itu sudah menjadi kebiasaan mu?" terang Noval.


"Ya bisa di kata seperti itu, meski orang tersebut benar pun akan terlihat salah, jadi untuk apa membela diri? jika harus mati saat itu pun Naura terima."


Srek!


Noval kaget dan mengerem dadakan mendengar perkataan Naura yang asal.


"Auwh," meringis kesakitan, Naura mengelus kepala yang terasa sakit terbentur.


"Apa maksud mu? kenapa berbicara seperti itu? kau pikir dengan berbicara seperti itu akan menyelesaikan masalah? banyak orang di luar sana yang ingin hidup dan bahagia? tapi kau malah tidak menginginkan itu?" bingung Noval dengan jalan pikir Naura saat ini.


"Satu masalah muncul dalam hidup, maka masalah itu tidak akan pernah selesai, malah akan semakin panjang entah kapan akan benar berakhir atau mungkin tidak akan pernah berakhir," ujar Naura dan entah kenapa mendengar ucapan tersebut hati Noval tersentuh.


Dia dapat merasakan ucapan tersebut seperti sudah sering terjadi di kehidupan Naura, bahkan suara nya terdengar sedih.


"Apa sebenarnya yang terjadi? apa kehidupan nya dulu begitu menyakitkan hingga tidak ada kata motivasi membuat nya semangat dalam hidup?" monolog Noval penasaran. Entah kenapa dirinya seperti tertarik akan kehidupan Naura di masa lalu.


"Bunda, Naura rindu meski sudah memiliki keluarga yang dapat menyayangi Naura, Naura tetap merasa sama," sedih Naura menangis dalam batin.


"Kenapa dengan ku? kenapa melihat nya seperti ini hatiku merasa ikut sedih?" batin Noval bertanya-tanya bingung dengan perasaan nya.


Dengan situasi yang kurang baik, pelukan yang di perlukan Naura saat ini. Kehangatan, dan ketenangan, entah kenapa bisa ia dapatkan saat Noval memeluknya. Hal tersebut yang menjadi tanda tanya baginya, bagaimana tidak? baru pertama kali bertemu ia sudah merasa nyaman.


Meski tadi takut dengan sikap dingin Noval, tapi perlahan ia sadar pria tersebut tidak seburuk yang di pikirkan. Pria tersebut memiliki hati yang baik entah kenapa menutup dengan wajah dinginnya, hingga terlihat cuek pada orang di sekeliling nya.


"Lupakan semua yang pernah terjadi, jangan terus takut akan masa lalu, seharusnya masa lalu itu kamu jadikan kekuatan untuk berubah menjadi berani dalam menghadapi kehidupan kedepannya yang lebih keras dari dulu yang pernah kamu hadapi."


"Tapi kak."


"Lihat saya," melepaskan pelukan Noval menatap wajah Naura.


"Kapan pun kamu butuh bantuan saya akan ada untuk membantu, jadi sekarang kamu harus berani jangan takut pada orang yang selalu merendahkan mu, jika terus di biarkan orang di luar sana akan mengira kamu takut dan memang seperti apa yang mereka katakan kamu orang yang buruk karena tidak pernah mematahkan tuduhan orang-orang tersebut. Dan saat itu juga kamu akan semakin terpojok tidak pernah bisa keluar dari masalah yang di hadapi," bijak Noval panjang lebar mengatakan betapa kerasnya hidup dan apa yang harus di lakukan.


Naura terdiam, ia terharu tidak menyangka pria tersebut bisa berbicara sepanjang ini, pikirnya tadi pria tersebut hanya dapat berbicara singkat, tapi pikirannya itu ternyata salah.


"Terima kasih, Naura akan berusaha berubah seperti yang Kakak katakan," senyum Naura menatap wajah Noval.


Mereka saling pandang, tanpa sadar tangan Noval masih menggengam erat tangan Naura, bahkan wajahnya begitu dekat, tarikan nafas pun dapat Noval dengar, entah kenapa dari dekat memandang wajah Naura jauh lebih cantik.


Hatinya merasa debaran aneh yang sudah lama tidak ia rasakan.


"Kenapa aku merasa deg-degan di dekat nya?" batin Noval menatap lekat wajah Naura.


"Tidak mungkin aku jatuh cinta pada nya? kita baru bertemu hari ini ?" bantah Noval ragu akan perasaan nya sendiri.


"Kakak kenapa?" Naura melihat Noval diam seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu.


"Tidak, emangnya kenapa?" tanya balik Noval.


"Tidak," menggeleng kepala Naura tersenyum.

__ADS_1


"Mmm, Naura," panggil Noval.


"Iya Kak," sahut Naura menoleh.


"Apa boleh saya bertanya sesuatu padamu?"


"Boleh, apa yang ingin Kakak tanyakan?"


"Siapa Saka? kenapa mereka tadi mengatakan mu penyebab renggang nya hubungan wanita itu?"


"Semua itu salah paham Kak, Naura dan Kak Saka hanya temanan, layaknya Kakak dan adik semester gak lebih dari itu, lagipula saat ini Naura gak kepikiran untuk pacaran. Naura ingin selesaikan kuliah dan menjadi Dokter."


"Tapi jika suatu saat ada seseorang yang datang menyatakan cinta, apa yang akan kamu lakukan?"


Naura tersenyum dan menggeleng kepala. "Tidak tau Kak."


"Pantas Ar begitu menyayanginya, ternyata dia masih sangat polos," senyum Noval memandang Naura.


"Mulai hari ini jangan dekat dengan pria manapun selain keluarga mu dan juga saya," pesan Noval mengelus rambut Naura.


"Iya Kak," patuh Naura tanpa membantah.


"Sebelum kita ke resto saya akan mengajakmu ke suatu tempat," Noval menghidupkan kembali mesin mobil dan mulai menyetir.


"Kemana kak?" tanya Naura.


"Kamu akan tau nanti."


Mendengar itu Naura tidak lagi bertanya, ia hanya melihat jalan kemana pria tersebut membawa nya.


Arah jalan yang di lewati tidak dapat di tebak Naura kemana Noval akan membawa nya.


"Apa kesibukan mu saat ini selain kuliah?" sekilas menoleh kesamping melihat Naura.


"Bantu Mommy di resto Kak."


"Selain di resto apa ada lagi?"


"Tidak Kak, emang seharian Naura gitu aja kuliah dan di resto."


"Selain cantik, dia juga baik. Apa benar sekarang aku telah jatuh hati padanya?" batin Noval bertanya-tanya memandang Naura.


"Kak, awas!" teriak Naura melihat ada mobil di depan.


Menyadari itu Noval membanting setir mobil hingga tidak tabrakan.


Brugh.


"Apa ada yang luka? di mana? kita ke rumah sakit sekarang?" cemas Noval periksa keadaan Naura.


"Kak, Naura baik-baik saja, tidak perlu ke rumah sakit. Kakak sendiri bagaimana, apa ada yang luka?"


"Alhamdulilah. Saya juga baik. Maaf karena saya kita hampir saja celaka."


"Iya kak tidak apa-apa yang terpenting sekarang semua baik-baik saja."


Mobil pun kembali melaju, kali ini Noval lebih hati-hati ia tidak ingin hal tadi terulang kembali.


Tidak ada pembicaraan antara kedua nya, Noval takut jika kembali berbicara akan terjadi hal yang tidak di harapkan.


Selama perjalanan hanya ada keheningan, tidak suara hanya ada suara kendaraan yang berlalu lalang di dekat mereka.

__ADS_1


__ADS_2