
Kediaman Setiawan
Sebelum Arya akan ke kediaman Setiawan, Pukul 08.00 Raina sedang berleha leha menonton Drakor di ponselnya dengan ditemani cemilan dan Jus lemon, kadang juga membaca buku entah itu pengetahuan atau novel karna di dalam kamarnya terdapat juga ruang baca dengan rak rak buku yang tersusun rapih, setelah lulus kuliah Raina tidak melakukan aktifitas apa apa (pengangguran).
Raina suka membantu Bik Sumi didapur untuk makan siang dan makan malam, Raina juga akan membersihkan kamarnya sendiri. Dia sebenarnya bosan hanya dirumah saja tapi apa boleh buat sebentar lagi dia menikah dan dia harus dirumah sampai pernikahan dilaksanakan.
" Oppa Saranghea!! " Kata Raina sambil menempelkan ibu jari dan jari telunjuknya.
" Ya Allah Eunwoo ganteng banget argh " Kata Raina girang ketika adegan yang menyorot Eunwoo.
" Ka Arya juga gantengsi tapi dingin, eh kenapa aku jadi ngomongin dia " Lanjut Raina kembali melanjutkan menonton Drama Korea.
Tok tok tok
" Nana " Panggil seseorang dari luar kamar.
" Iya Ayah " Kata Raina membuka pintu kamarnya.
klek
" Ada apa yah? " Tanya Raina heran.
" Bersiap siaplah sayang " Kata Malik lembut sambil mengusap rambut Raina sayang.
__ADS_1
" Loh memang kita mau kemana ayah? "
" Bukan kita, tapi kamu. Jam 09.00 nak Arya mau kesini mengajakmu jalan jalan, tadi Om Martin ngewatsapp Ayah "
Raina yang mendengarkan perkataan Sang Ayah terkejut " Iya Ayah Nana akan siap siap " Kata Raina tersenyum pada sang ayah walaupun didalam hatinya sangat malas bertemu kutub es itu.
" Yasudah ayah kebawah lagi yah " Kata Malik berlalu pergi.
***
Kendaraan mewah Arya Nugraha mulai menembus seluk beluk kota Jakarta, 30 menit kemudian kendaraan Arya sudah memasuki komplek perumahan Raina, dan rumah Raina adalah rumah paling besar dari semua rumah yang ada di perumahan elit itu.
Kendaraan Arya sudah sampai didepan gerbang rumah yang menjulang tinggi, disana satpam rumah Raina yang bernama Mang Udin mulai membuka gerbang dan tersenyum ramah pada Arya. Arya perlahan menurunkan kaca spionnya dan menyapa Mang Udin.
" Iya sama sama tuan muda, silakan masuk " Ujar Mang Udin ramah dan Arya mengangguk setelah itu kembali memasuki kediaman Raina.
Tok tok tok
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam, eh Tuan Muda Arya. silahkan masuk " Kata Bik Sumi ramah dan Aryapun hanya menganggukkan kepala setelah itu mengikuti Bik Sumi dari belakang.
Disana terlihat Tuan Malik sedang membaca majalah dengan berwibawa dan terlihat tampan walaupun diusianya yang tidak muda lagi.
__ADS_1
" Tuan Besar ini ada Tuan muda Arya " Kata Bik Sumi.
" Assalamualaikum Om " Malik yang sedang membaca majalahpun mendongakkan kepalanya dan memberi senyum.
" Waalaikumsalam, eh nak Arya sudah sampai ayo duduk. Bik panggil Nana setelah itu buatkan minuman dan ambilkan cemilan untuk nak Arya " Kata Malik ramah.
" Tidak usah membuat minuman om, setelah Raina turun kita akan langsung jalan "
" Oh yasudah "
" Taun besar saya permisi memanggil non Raina " Bik Sumipun melangkah pergi ke kamar Raina.
" Ayo nak duduk dulu kita ngobrol sambil menunggu Nana turun "
Merekapun berbincang bincang sebentar, 5 menit kemudian Raina turun dengan pakaian sederhana dengan rambut yang digerai tapi terlihat elegan dan cantik ah memang Raina selalu tampil cantik walaupun memakai pakaian apapun.
Setelah melihat Raina menuruni tangga, Aryapun berpamitan dengan Om Malik.
Arya menggandeng tangan Raina dengan wajah datar begitu juga Raina tapi keduanya sama sama gugup ketika tangan mereka bertautan.
Bersambung....
Jangan lupa like, vote and komen😘
__ADS_1