Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Alergi


__ADS_3

Setelah meletakan Hadiah dari Satya dengan sedikit paksaan dari Satya untuk menerima hadiah itu, Raina mulai melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja Arya.


Tok tok tok


" Assalamualaikum, permisi pak ".


" Masuk!! ".


" Ada apa bapak memanggil saya? " Kata Raina.


" Ayo, makan siang di luar " Kata Arya dengan posisi tubuhnya yang dia senderkan di kursi kebesaran dan tatapan mata yang menatap lembut Raina.


" Tapi pak, saya takut jadi gosipan orang orang kantor, apalagi yang orang tau anda adalah pacar Mba Serena " Jawab Raina formal.


Arya mengeryitkan dahinya tidak suka dengan perkataan yang di lontarkan oleh gadis di hadapannya.


" Apakah saya salah untuk makan di luar kantor dengan sekretaris saya? " Tanya Arya datar dan berdiri dari kursi kebesarannya.


" Bukan begitu maksud saya pak ".


" Sudahlah ayo, saya lapar " Kata Arya melangkah terlebih dahulu keluar dari ruangan.


***

__ADS_1


Setelah Arya dan Raina mendudukan diri di salah satu restoran terkenal di Jakarta, Arya mulai memesankan makanan untuknya dan Raina.


" Selamat siang tuan muda ".


" Hemm, saya pesan Ikan bakar, kepiting saus Padang dan Perempuan disebelah saya emm udang asam manis dan cumi goreng. Jangan lupa nasi dan teh manis masing masing 2 ".


" Maaf pak tapi saya.. " Sebelum Raina menyelesaikan perkataannya sudah terlebih dahulu dipotong oleh Arya.


" Sudah kamu diam, biar saya pesankan untuk kamu " Kata Arya kembali lembut.


" Saya permisi tuan muda ".


Beberapa menit hidangan pun sudah tersedia di atas meja.


Raina dengan ragu ragu menyendokan makanan tersebut kedalam mulutnya. Baru saja dua suapan Raina sudah merasakan sesuatu reaksi pada tubuhnya.


" Hah hah hah ".


" Raina ada apa? " Tanya Arya berdiri dari tempat duduknya.


" Jangan di garuk, kamu kenapa gatal gatal " Tanya Arya kembali panik.


" Aku alergi udang ka " Kata Raina masih dengan menggaruk badannya dan nafas yang memburu.

__ADS_1


Arya segera menggendong Raina dan berlari menuju mobil mewahnya.


Dengan kecepatan tinggi, Mobil mewah Arya melintasi jalur kota Jakarta. Tangan Arya yang satunya menggenggam erat tangan Raina yang akan kembali menggaruk badannya.


***


" Bagaimana keadaannya ryan " Tanya Arya berdiri dari duduknya.


" Dia memiliki alergi terhadap udang. untung lo langsung membawanya kemari tepat waktu jika terlambat mungkin akan berakibat fatal " Kata Dokter Ryan yang tak lain adalah sahabat Arya Nugraha.


" Jangan khawatir bro , gadis cantik yang ada didalam sekarang baik baik saja biarkan dia istirahat ". Lanjut Dokter Ryan membuat Arya menatap tajam lelaki dihadapannya.


" Diusahakan kejadian seperti ini tidak terulang lagi karna alergi gadis itu sudah parah dan bisa berujung kematian. Oh siapa gadis yang kau bawa itu apakah kamu sudah putus dengan Nenek lampir itu apa dia adalah pacar keduamu " Kata Ryan kepo, sedangkan Arya hanya mengabaikan sahabatnya dan melangkah masuk kedalam ruang rawat yang sudah terdapat gadis cantik yang terbaring disana dengan wajah pucat.


Ryan mengelus dadanya sabar dengan sikap dingin sahabatnya itu.


Arya dengan perasaan bersalah mulai menggenggam tangan mungil Raina yang terasa dingin dan dia letakan di pipi sebelah kanannya.


" Maaf aku tidak tau jika kamu memiliki alergi terhadap udang, maaf aku selalu menyakitimu " Kata Arya dengan nada lirih.


" Capat sembuh, aku akan memberikan apa saja yang kamu mau " Lanjut Arya.


Bersambung...

__ADS_1


##


Maaf jika kalian menunggu cerita ini terlalu lama, tapi di real life karna author sedang sangat sibuk karna sekolah mengadakan pesnatren kilat selama dua bulan dan hanya boleh memegang hendphone saat istirahat saja jadi maaf jika author telat update 🙏.


__ADS_2