Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Tigapuluh


__ADS_3

Mobil Satyapun berhenti di halte bus karna Raina meminta diturunkan disana.


" Berhenti disini saja ka "Kata Raina dan Satyapun menepikan mobilnya.


" Kenapa kamu selalu menolak saya mengetahui rumahmu " Tanya Satya.


" Bukan begitu maksudku Bang, tapi Ayah Raina galak dan tidak memperbolehkan aku dekat dengan lelaki dulu, lagi pula rumahku tidak jauh dari sini Bang ".


" Yasudah, kamu hati hati ya " Setelah mengatakan itu Satya segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Raina.


" Terima kasih sudah menemani saya mencari hadiah, sampai jumpa besok selamat malam " Lanjut Satya setelah itu masuki mobilnya dan melajukan kendaraannya kembali.


Tak lama setelah mobil Satya pergi, sebuah mobil mewah tiba disana, dan turunlah Peria tampan yang tak lain adalah Arya.


" Sudah puas berkencannya, ayo masuk mobil " Kata Arya menggandeng tangan Raina dan membukakan pintu mobilnya supaya Raina memasuki mobil tersebut.


" Loh ka Arya kenapa tau aku ada disini? " Tanya Raina heran.


" Saya kebetulan tewat dan melihat kamu berdiri di halte ini, sudah kamu jangan banyak bertanya " Jawab Arya datar setelah itu menghidupkan kembali mesin mobilnya.

__ADS_1


***


Mobil Bugatti Veyron 16.4 mobil yang berwarna hitam yang memiliki kecepatan 0/100 Km/Jam dalam waktu 2,5 detik itu sudah sampai di depan gedung mewah yang menjulang tinggi. Pintu mobil terbuka dan menampilkan sesosok pria bertubuh kekar dengan balutan jas hitam, serta dasi berwarna biru tua mengantung di lehernya. Ditambah dengan kacamata hitam menambah kesan kharismatik terhadap sosok pria itu yang tak lain adalah Arya Nugraha seorang Presdir dari perusahaan ternama PT Nugraha Company.


Pria tersebut nampak merapihkan pakaiannya yang tidak kusut dan melangkahkan kakinya memasuki perusahaan dengan penuh wibawa.


Disetiap jalan banyak karyawan yang menyapanya tapi Arya malah membalas dengan anggukan kecil saja dengan wajah datarnya.


Saat sudah duduk dikursi kebesarannya, Arya menghela nafas kasar melihat tumpukan berkas yang sudah menantinya.


Arya mulai melepaskan kacamata yang bertengger dihidungnya, serta jas kerja yang membalut tubuhnya dia simpan di kursi kebesarannya.


Waktu terus berputar, ketika Arya sedang fokus pada dokumennya, pintu ruangan diketuk dan membuat pandangan Arya teralihkan oleh pintu tersebut.


Tok tok tok


" Masuk! "


" Permisi bos, sudah waktunya makan siang. apa anda ingin saya memesankan makanan? " Tanya seseorang yaitu Satya.

__ADS_1


" Tidak usah, kamu boleh makan terlebih dahulu dan yah tolong panggilkan Raina " Kata Arya datar.


" Baik bos ". Satya mulai melangkah keluar dan menuju meja Raina.


" Assalamualaikum " Kata Satya dengan senyum yang terpatri di wajah tampan itu.


" Waalaikumsalam, Iya bang ada apa? " Tanya Raina mengalihkan pandangannya dari komputer.


" Kamu di panggil oleh Bos, oh ya sebentar " Kata Satya melangkah menuju ruangannya.


1 menit kemudian dia kembali kemeja Raina dan memberi sebuah paperbag.


" Ini hadiah untuk kamu, sebagai tanda terimakasih saya karna Mama saya menukai hadiah yang kamu pilihkan, dan tanda perminta maafan saya karna sudah merepotkan kamu kemarin menemani saya seharian mencari kado " Kata Satya lembut.


" Tidak usah bang, aku murni membantu bang Satya tanpa imbalan ".


" Kamu harus mau menerimanya jika tidak saya akan sedih, sudah cepat keruangan Bos nanti dia marah, saya duluan ya " Sebelum Raina menyahuti Satya sudah melangkah menuju lift.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2