Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Bab: 40 Terungkap


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻





✨🌹💞🌹✨


Arka terus melangkah kan kaki menuju asal suara menjijikkan, bagaimana bisa Siska kekasih nya melakukan ini bersama pria lain.


Dugaan nya salah ternyata Siska lebih murahan dari Aqila.


Wanita yang selalu dia tangisi tiap malam ternyata diluar sana sangat bahagia dengar pria lain bahkan melakukan permainan ranjang, mungkin ini bukan pertama kali tapi sudah berulang kali di lakukan mereka.


Arka tidak sanggup berkata lagi selain memastikan siapa pria bersama wanita nya hingga dapat membuat melarikan diri dari pernikahan.


Arka membuka pintu dengan pelan dan masuk berjalan lebih dekat untuk melihat lebih jelas.


Arka kaget dan naik darah melihat semua adegan 21+ begitu jelas di hadapannya. Wanita yang di cintai rela memberi harta berharga kepada pria lain, bahkan meski sekarang Arka berada di dalam dan memperhatikan, mereka terus melakukan penyatuan nikmat tanpa sadar keberadaan Arka.


"Lebih cepat, aku gak kuat... Akhsss." Siska mendes*h hal itu tidak di siakan lagi untuk Roland yang semangat.


Arka mendengar dan melihat semua merasa jijik dan muak, betapa rendah Siska. Perasaan cinta amat besar kini telah berubah menjadi rasa benci teramat besar bahkan sekarang bisa di bilang malu pernah mencintai Siska begitu dalam.


Dia tidak akan melupakan peristiwa hari ini. Melihat dengan mata kepala kelakuan menjijikkan seperti wanita murahan menjual tubuh kepada pria tak bermoral.


Arka mengambil ponsel dan merekam semua aksi pergulatan ranjang mereka dan menyimpan di galeri ponsel.


"Dasar jal*ng berani nya kau mempermainkan ku, lihat apa yang akan aku berikan kepada mu. Kau salah melakukan ini kepada Arka Dirgantara." Gumam Arka merasa jijik melihat aksi keduanya.

__ADS_1


Permainan ranjang keduanya begitu, bahkan berulang kali Roland dan Siska berpindah posisi untuk mengambil alih permainan.


Roland yang saat ini berada di bawah dan Siska di atas, merasa lebih nikmat dengan permainan yang dipimpin Siska lebih nikmat dari pada di pimpin nya sendiri.


"Le_bih cepat sa_yang, Aku ti_dak bisa men_ahan lagi, aaahh." Ucap Roland terbata-bata mendes*h nikmat ritme permainan ranjang diberikan oleh Siska sangat sempurna.


Lagi dan lagi Arka melihat dan mendengar suara des*han menjijikkan keluar dari kedua mulut orang kotor di hadapan nya, langsung pergi meninggalkan mereka.


Arka kembali datang dengan membawa sebuah ember besar berisi full air yang akan siap di siram mandi bersih kepada pasangan menjijikkan.


Mengangkat ember tinggi, Arka langsung menyiram sempurna di badan kedua orang tersebut. Mereka langsung tersadar dari efek mabok, Siska dan Roland memandang kaget Arka yang berada di hadapan nya.


"Sayang, kau disini?" Kaget Siska tersadar pertama yang di lihat adalah Arka tanpa menyadari tubuhnya saat ini telanj*ng bulat tanpa busana sehelai pun di tubuh nya.


Begitu juga dengan Roland memijat pusing kepala, keduanya belum sadar dengan yang mereka lakukan barusan.


"Jangan menyebutku ku dengan kata sayang dengan mulut kotor mu itu wanita jal*ng." Teriak Arka lantang.


Mendengar penjelasan Siska jika dirinya kabur sendiri dari pernikahan tanpa ada sangkut pautnya Aqila atau orang lain, Arka merasa bersalah sudah menghukum orang yang tidak tau apa-apa. Betapa bodoh dan menyesal nya Arka dengan semua ini, kenapa tidak sejak lama dia mencari tau semua sebelum seperti ini.


Dia merutuki kebodohan nya, kenapa tidak percaya dengan perkataan Aqila saat itu, kenapa dia lebih yakin dengan ego yang besar terhadap cinta nya kepada Siska.


"Kau memang wanita gila, apa kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan ini, kau bahkan persis seperti Wanita jal*ng yang sedang menjual tubuh." Maki Arka menatap tajam pada gunung kembar milik Siska.


Arka sama sekali tidak tertarik meski tubuh Siska terpapang jelas di hadapan nya, begitu juga dengan Roland.


"Jaga perkataan kamu Ar! Aku bukan wanita murahan. Apalagi wanita jal*ng seperti apa yang kamu ucapkan itu, Aku masih punya harga diri!" Bantah Siska tidak terima dengan semua makian Arka.


"Benarkah? kau bukan wanita murahan, kau masih memiliki harga diri? Tapi apa ini pantas disebut masih memiliki harga diri?" Lantang Arka menunjukkan video rekaman pergulatan ranjang mereka.


Roland dan Siska kaget memandang satu sama lain, bagaimana semua ini terjadi, seingat mereka tadi sedang minum. Dan lainnya mereka tidak bisa mengingat jelas detail kejadian.

__ADS_1


Siska langsung menjatuhkan bola mata ke bawah tubuh nya, betapa kaget melihat dirinya tidak memakai sehelai benang. Lalu dia berpindah melihat Roland juga sama seperti dirinya.


Siska mencoba berpikir apa mereka melakukan hubungan suami istri, kenapa dia tidak sadar semua ini. Mencoba bergeser ke samping Milik Siska terasa nyeri, semua itu efek dari terobosan pedang Roland masuk ke gua nya.


"Auwh." Meringis Siska.


"Kamu gak papa Siska?" Khawatir Roland, Arka melihat perhatian Roland kepada Siska menjadi muak dan jijik.


"Pasangan yang romantis, ayo lanjutkan aksi kalian, aku ingin merekam ulang dari awal." Perintah Arka meminta mengulangi lagi.


"Kamu jangan gila Ar, semua ini tidak seperti yang kamu lihat aku bisa jelaskan."


"Tidak seperti yang aku lihat bagaimana? semua sudah tertangkap basah dengan mata ku sendiri sebagai saksi permainan kalian. Jadi aku rasa tidak perlu aku dengar lagi penjelasan dari kamu. Dan oiya satu lagi, jangan kamu berpikir setelah kamu kabur dari pernikahan aku gagal menikah. Pemikiran kamu salah besar itu. Karena setelah kamu kabur aku tetap menikah, dan Istri ku jauh lebih baik dari kamu. Aku perlu banyak berterima kasih kepada mu." Ucap Arka sengaja memancing amarah Siska.


"Tidak... Tidak... Bagaimana bisa itu terjadi, kamu hanya mencintai ku Ar, kenapa bisa menikah dengan orang lain, selain diriku." Protes Siska tidak terima dengan penjelasan yang diberikan oleh Arka.


"Kenapa tidak, bukannya kamu sendiri yang memutuskan kabur dari pernikahan? Jadi untuk apa aku masih setia menunggu wanita tak bertanggung jawab, Dan bahkan sekarang sudah menjadi jal*ng." Hina Arka.


"Please Ar, ceraikan wanita itu, menikah lah dengan ku. Aku sangat mencintaimu." Mohon Siska penuh harap mengemis.


"Kau mencintaiku, tapi tidak dengan aku, karena rasa di hati ini sudah berubah menjadi benci, bahkan jijik melihat wajah mu, jijik pernah mencintaimu, jijik pernah menghabiskan waktu bersama wanita murahan seperti kamu. Dan jijik semua hal yang berkaitan dengan dirimu." Teriak Arka gusar marah, melempar vas bunga.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


✨_______________🌼🌼🌼_______________✨


🥀 Sakit teramat sakit dari sakit gigi melihat seseorang yang kita cintai bercumbu dengan orang lain adalah hal yang menyakitkan. 🥀~~~By: Aqila💞


...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....


...Bantuan jempol mu membantu author untuk semangat menulis....

__ADS_1


__ADS_2