
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di apartemen mewah Arya.
" Kita sudah sampai bos " Kata Satya dengan sopan.
" Yasudah kamu boleh kembali kekantor " Kata Arya datar setelah itu melirik Raina sekilas dan melanjutkan perkataannya.
" Sedangkan Raina, kamu ikut saya turun. Saya ada urusan dengan kamu " Lanjut Arya.
" Tapi pak jam pulang masih lama " Tolak Raina.
" Saya bosnya jadi kamu jangan banyak membantah " Kata Arya dingin.
" Baik pak.. " Lagi lagi Raina tidak bisa membantah dan hanya bisa pasrah menuruti kemauan Arya.
Satyapun turun dan membukakan pintu untuk Arya.
" Jika begitu saya ke kantor pak, Raina saya duluan ya " Kata Satya menunduk hormat sebentar pada Arya sebelum memasuki mobil.
" Hati hati Bang Satya ".
Satelah mobil Satya sudah tidak terlihat, Arya dan Raina memasuki apartemen. Arya meminta Raina untuk memasak.
__ADS_1
" Cepat masakan makanan untuk saya " Kata Arya ketika mereka berjalan beriringan.
" Ka Arya mau makan apa? " Tanya Raina datar.
" Terserah kamu yang terpenting bisa di makan " Ucap Arya dengan datar pula setelah itu pergi meninggalkan Raina untuk membersihkan tubuh.
Sebelu memasak Raina kembali kekamarnya untuk berganti pakaian kantornya dengan pakaian santai.
Raina mulai mengeluarkan satu persatu bahan bahan yang diperlukan untuk memasak yang ada di dalam kulkas. Raina berencana memasak lodeh daun melinjo, Gulai ikan patin dan pepes ayam kemangi.
Setelah bahan bahan sudah siap, Raina mulai memasak dengan lihai seperti seorang shef profesional, Arya yang sudah mandi dan sudah memakai kaus putih dan boxer hitam. Mulai melangkahkan kakinya menuju dapur sambil menggosok gosokan rambutnya menggunakan handuk.
Dia meletakan handuk diatas kursi meja makan, setelah itu memperhatikan Raina yang sedang memunggunginya dari bawah sampai atas, dress yang sebatas lutut memperlihatkan kaki jenjang nan mulusnya, Rambut yang di kepang memperlihatkan leher putih dan bahu mulus itu.
Melihat pemandangan indah yang sayang dilewatkan itu membuat Arya menelan savilanya susah payah. Bagaimanapun Arya seorang lelaki normal yang tergiur jika disuguhkan pemandangan indah seperti itu.
" Kenapa dia imut dan seksi. Apakah dia berusaha menggoda ku? " Batin Arya masih dengan berdiri memperhatikan Raina yang tidak menyadari keberadaan Arya.
Melihat Raina yang terlihat mematikan kompor, Arya perlahan melangkah dan memeluk Raina dari belakang.
__ADS_1
Raina yang merasakan tangan kekar yang melingkar di pinggangnya sontak tersentak kaget dan menoleh melihat Arya yang sedang menatap dalam dirinya.
" Ka apaan si lepas! " Kata Raina berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Arya.
Arya seakan tuli, dia mulai mengangkat Raina membuat Raina kaget dan memeluk erat leher Arya. Arya mulai mendudukkannya di atas meja makan.
" Kak lepas!! " Teriak Raina memukul dada bidang Arya.
" Na Kamu cantik sekali " Puji Arya satu tangan memeluk erat pinggang ramping Raina dan tangan satunya mengelus pelan wajah Raina membuat Raina memalingkan wajah kesamping.
Arya mulai mengangkat dagu Raina untuk menatap wajahnya, Raina berusaha memalingkan wajahnya tapi cengkraman Arya di dagunya sangat kencang.
Perlahan Arya mendekatkan wajahnya membuat Raina memejamkan matanya erat erat karna melihat wajah Arya yang sangat dekat dan mulai mengikis jarak diantara mereka.
Raina merasakan sentuhan lembut yang menyentuh bibirnya dan menggigit bibir bawahnya gemas membuat Raina kaget dan membuka matanya lebar. Dia terlojak kaget melihat Arya yang sedang ******* bibirnya.
Setelah sadar dari keterkejutan, Raina mulai mendorong Arya keras membuat Arya terjatuh.
" Brengsek, Kak Arya keterlaluan!! kenapa Kaka mengambil ciuman pertamaku " Seru Raina marah dengan mata yang berkaca kaca.
Arya tak kalah syok melihat Raina yang baru pertama kali meninggikan suaranya itu dan dia juga tak habis fikir kenapa dia bisa tanpa sadar memaksa mencium Raina yang membuat gadis itu marah.
__ADS_1
Bersambung....