Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Pindah


__ADS_3

Mereka berdua pun berjalan beriringan dengan Arya yang merangkul pundak Raina menuju meja makan, disana sudah berkumpul keluarga Raina dan keluarga Arya yang menginap dirumah Raina.


Setibanya di meja makan Arya kembali memulai sandiwara nya dengan menarik kursi untuk diduduki oleh Raina, semua kelakuan mereka berdua tidak luput dari perhatian seluruh keluarga.


" Sialan, seharusnya aku yang berada di posisi jalang itu. dasar penggoda! " Seru Dinda dalam benaknya dengan marah.


" Cie pengantin baru romantis sekali " Goda Adam pada Raina membuat wajah Raina merona malu.


" Sudah Adam jangan meledeki adikmu " Kata Malik tegas.


Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah ayah dan anak itu.


Mereka sarapan dengan khidmat, setelah selesai sarapan.


" Raina sayang apa ini kamu yang masak? " Tanya Hilda.


" Iya Mah di bantu bi Sumi " Jawab Raina canggung.


" Wah enak sekali, Mamah gak salah pilih kamu jadi pendamping Arya. kamu lihat itu anak makannya lahap sekali. Kamu tidak cape begadang semalaman? " Tanya Hilda membuat Arya yang sedang minum tersendak.


" Semalam Raina tidur Mah, tidak begadang " Jawab Raina dengan polosnya tanpa tau maksud dari perkataan sang mertua.

__ADS_1


" Apaan si Mam, Raina sedang datang bulan. iyakan sayang? " Kata Arya sambil meremas tangan Raina yang dia genggam dan menatap Raina dengan tatapan tajam.


" Iya Mah, Nana sedang datang bulan " Jelas Raina walaupun dia tak tau kenapa Arya mengatakan dia sedang datang bulan.


" Mah jangan ngomong begitu itu privasi mereka " Tegur Martin pada Hilda.


" Iya Pah maaf, kan mamah cuma bertanya " Sahut Hilda dengan wajah yang ditekuk.


" Ayah mertua dan Ibu mertua, Arya hari ini mau ngajak Raina untuk tinggal di apartemen Arya " Ucap Arya datar.


" Itu terserah kalian nak, lagi pula Raina harus mengikuti kemanapun suaminya pergi. iyakan Bu " Ucap Malik tersenyum lembut.


" Iya mas " Jawab Rini sambil memasang senyum palsu.


" Kami ingin mandiri Mah, biasanya waktu Arya belum menikah Arya tinggal di apartemen juga ibu gak apa apa. nanti kita berdua bakal sering ngunjungi keluarga Ayah mertua sama ngunjungi papah dan mamah "


" Sudahlah Mah biarkan saja, mereka sudah dewasa " Ucap Martin dan Hilda hanya menghela nafas setelah itu menganggukan kepalanya.


" Yasudah, nanti jika Arya jahat sama Nana bilang sama Mamah ya " Kata Hilda lembut pada Raina.


" I..i..iya Mah "

__ADS_1


***


Sekarang pernikahan Raina sudah menginjak usia satu Minggu, tidak ada yang berubah dari keduanya. Mereka masih tetap cuek dan dingin satu sama lain tapi Raina tetap melayani kebutuhan suaminya dengan sabar dan menunggu Arya setiap pulang bekerja. Awalnya Raina sudah meminta Raina untuk tidak menunggunya pulang dan menyuruh Raina untuk tidur saja, tapi Raina tetap keras kepala.


Mereka berdua pun sudah pindah ke apartemen Arya, dan mereka berdua tidur dikamar yang terpisah.


Flasback on


Sebelum Arya dan Raina mengemasi barang Raina untuk dipindahkan ke apartemen Arya. Arya, Raina, Ayah Martin, Ibu Rini, Papah Martin, Mamah hilda, Dinda dan Ka Adam sedang duduk bersama diruang tamu.


" Arya kamu kapan mengajak Raina Honeymoon? " Tanya Hilda.


" Arya sibuk Mam " Jawab Arya datar.


" Kamu kan Presdir jadi bisa libur kapanpun kamu mau, nanti pekerjaan kamu alihkan saja pada Satya (Asisten Pribadi Arya) "


" Tidak bisa Mam... ini proyek besar tidak bisa ditinggalkan " Ucap Arya terus mencari alasan.


" Yasudah lah nanti jika Mamah meminta kalian untuk Honeymoon kalian berdua tidak boleh menolak apapun alasannya " Ucap Hilda serius.


Raina dan Arya berpamitan kepada keluarga mereka, sebelum pindah.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote and komen ☺️


__ADS_2