
Hari hari dilalui dengan suasana Rumah semakin tegang, setelah Arya yang mencium Raina, mereka menjadi saling jauh bahkan Raina tidak membersihkan kamar Arya atau menggosok pakaian Arya seperti biasanya, mereka hanya bertemu ketika dimeja makan dan tidak mengeluarkan suara dari keduanya.
Arya semakin frustasi dengan hubungannya dengan Raina yang semakin merenggang dan membuat Arya selalu dalam suasana hati yang buruk.
Karna sudah tidak tahan, Arya berusaha menyingkirkan egonya dan akan meminta maaf atas apa yang dia lakukan pada Raina.
Tok tok tok
Sebuah ketukan pintu menyadarkan lamunan Arya.
" Masuk ".
" Assalamualaikum permisi pak ".
" Waalaikumsalam " Jawab Arya sambil menatap sesosok gadis yang memasuki ruangannya tak lain adalah Raina.
" Saya hanya ingin menyampaikan Jam 1 ini ada pertemuan dengan PT Atmaja Jaya Company ".
" Oh ya, dan ini pak berkas yang sudah saya siapkan untuk pengajuan nanti, apakah ada yang perlu di revisi " Kata Raina formal.
" Berikan berkasnya pada saya " Kata Arya sambil menyodorkan tangannya, Rainapun memberikan berkasnya tersebut.
Arya mulai membuka lembaran lembaran berkas itu, setelah selesai dia menutup kembali.
" Bagus, tidak ada yang perlu di revisi " Kata Arya menatap Raina lembut.
" Kalau begitu saya permisi pak " Kata Raina membungkuk sebentar dan akan melangkah menuju pintu, tapi sebelum sampai sudah ada tangan kekar yang mencengkram lengan nya.
" Raina jangan pergi dulu " Kata Arya dengan nada lirih tapi Raina tetap diam.
" Saya minta maaf, tolong jangan jauhi saya lagi. S-saya tidak sanggup " Kata Arya gugup karna baru pertama kali Arya meminta maaf selain pada ibunya dan kekasihnya.
" Maksud Pak Arya apa? " Tanya Raina tetap datar.
" Tolong maafkan saya, jangan marah lagi pada saya, saja janji tidak akan menyentuhmu sembarangan lagi ".
__ADS_1
Raina merasa kasihan, walaupun bagaimana Arya tetap suaminya terlepas dari apa yang lelaki itu lakukan. Jika dia bersungguh sungguh Raina juga tidak boleh egois dan dia juga merasa berdosa karna sudah mendiami suaminya walaupun dia hanya istri tak dianggap.
" Iya ka, Nana maafkan " Kata Raina dengan tersenyum manis.
" Makasih Raina " Kata Arya girang dan tanpa sadar memeluk Raina erat.
Deg
Raina tersentak kaget merasakan tangan kekar melingkar di pinggangnya walaupun dia merasakan perasaan senang dan nyaman.
" K-ka to-tolong lepaskan Raina " kata Raina terbata, menepuk nepuk pundak Arya, karna pelukan Arya yang sangat erat.
" Ah maaf, saya refleks " Kata Arya sambil melepaskan pelukan itu.
Dengan wajah yang memerah, Rainapun berpamit untuk keluar ruangan.
***
Hari minggu Raina sangat malas untuk keluar rumah, dia merebahkan dirinya di sofa kamar sambil membaca novel.
Sebuah pesan masuk membuat pandangan Raina teralihkan pada handphone tersebut.
💌Bang Satya
Assalamualaikum
Raina
Waalaikumsalam, ada apa bang?
💌Bang Satya
Kamu mau gak temani saya, saya ingin mencari kado karena mama saya ulang tahun.
Raina
__ADS_1
Boleh bang, jam berapa?
💌Bang Satya
Jam 10.00 wib, nanti saya jemput. Coba share lock rumah kamu .
" Aduh gimana ya, nanti ketauan kalo aku tinggal sama Ka Arya, kalo bang Satya jemput " Kata Raina pada dirinya sendiri.
Raina
Kita ketemu di Mall XXX
💌Bang Satya
Loh kenapa gak sekalian saya jemput saja?.
Raina
Gausah bang, Deket ko gak jauh Mall nya jadi gak usah di jemput.
Waktu berjalan tak terasa sudah menunjukan pukul 9 siang, Raina memutuskan menemui Arya untuk meminta izin keluar sebelum dia bersiap siap.
Raina tau pasti hari libur begini Arya berada di ruang olahraga
Tok tok tok
Pintu di buka oleh Arya yang memakai kaus dan strit olahraga dengan keringat yang bercucuran di pelipisnya.
" Ada apa na? " Tanya Arya.
" Ka, Nana mau izin keluar " Kata Raina gugup.
" Mau kemana? mau saya antar " Tawar Arya dengan menata Raina lembut
__ADS_1
" Gak usah ka, Nana mau keluar sama Bang Satya mau cari kado untuk mama bang Satya " Mendengar penuturan dari gadis mungil dihadapannya membuat wajah Arya menjadi masam dan rahangnya mengetat.
Bersambung...