
Merekapun melakukan percintaan yang tidak seharusnya mereka lalukan, terdengar suara hentakan daging tak bertulang yang membuat ranjang berdecit dengan kuat, ******* dan erangan pun terdengar memenuhi ruangan itu.
" Hahhhh " Suara keduanya, setelah masing masing dari mereka mencapai puncak kenikmatan.
" Hah hah hah " Sang pria tumbang diatas tubuh sang wanita, dengan nafas yang memburu karna percintaan mereka yang tak ada hentinya.
" Terimakasih Jack, kau selalu bisa memuaskanku.... " Gumam Serena dengan posisi Jack yang berada disampingnya dan berpelukan dengan tubuh yang sama sama polos.
" Sama sama baby... kau juga selalu membuatku puas dan ketagihan dengan permainan ranjangmu " Jawab Jack dengan mata yang perlahan terpejam dan Senerapun mulai menyusul Jack mengarungi mimpi mereka karna sangat kelelahan.
***
Keesokan harinya, setelah percintaan panas Serena dengan Jack. Serena akan meminta maaf pada Arya walaupun dia merasa tidak bersalah. Serena mulai melajukan kendaraannya menuju Apartemen Arya.
Setibanya disana, Serena mulai menekan bel yang ada di sisi kiri pintu.
Ting Nong (Anggep aja bunyi bell)
Pintu apartemen di buka oleh sang pemilik apartemen, seorang lelaki tampan mulai membuka pintu dengan ekspresi wajah datar.
" Hem, kenapa? " Tanya Arya dingin.
__ADS_1
" Sayang kamu marah... yaudah aku minta maaf, masa baru bertemu lagi kita sudah bertengkar, apa kamu tidak merindukanku " Kata Serena dengan raut wajah dibuat memelas supaya bisa buat Arya luluh.
" Hem " Guman Arya dengan ekspresi tetap datar.
" Sayang... " Kata Serena berusaha membujuk, Arya yang yg tidak tega dengan Serena yang memohonpun memaafkannya.
" Yaudah aku memaafkanmu, dan maafkan aku karna mengungkit soal pernikahan " Kata Arya dengan nada bicara kembali lembut.
" Yasudah ayo sayang lebih baik kita jalan jalan dan shoping " Ujar Serena dengan tampang di imut imutkan membuat Arya yang melihatnya hanya bisa menghela nafas kasar, entah kenapa dia tidak bisa berlama lama untuk marah kepada wanita yang sudah menemaninya selama 5 tahun.
" Ayo sayang.... " Lanjut Serena.
" Sebentar, aku ganti baju dulu... ".
***
" Aku tau pernikahan itu tidak berlangsung lama... Melihat mereka bermesraan, aku sebagai seorang istri apakah boleh merasa sakit? tapi apakah aku tidak boleh berharap supaya pernikahanku tidak hancur, aku sudah berusaha menjadi istri yang terbaik. Berharap pernikahanku berjalan dengan lancar dan di manja oleh suami. Dan aku sadar aku hanya duri di tengah tengah mereka, ".
" Akan ku tutup rapat rapat hatiku, supaya ketika berpisah aku tidak merasakan sakit.. " Lanjut Raina dalam benaknya bersungguh sungguh.
Lamunan Raina buyar setelah merasakan ada yang menepuk pundaknya pelan " Hey sedang apa melamun saja? " Tanya Satya disertai senyum yang menghiasi wajah tampan Satya.
__ADS_1
" Ah Bang Satya mengagetkan Nana saja... Bang Satya sudah makan? " Tanya Raina basa basi.
" Ini saya juga mau makan, kebetulan melihat kamu disini, jika pekerjaan tidak menumpuk pasti saya mengajak kamu makan bersama " Kata Satya memposisikan duduk disamping Raina.
" Bang Satya santai saja...".
***
" Pak Satya pesan apa? ".
" Gado gado, bakso sama es teh satu ya Bu " Kata Satya melihat sang ibu Kanti yang sedang membawa buku menu.
" Baik, ditunggu ya Pak ".
Setelah kepergian Ibu kantin, Satya melihat Raina sedang memakan nasi uduk dengan layar ponsel yang masih menyala dan menampilkan postingan kemesraan Arya dan Serena.
" Kamu sedang melihat postingan Bos dengan Bu Serena " Tanya Satya kepada Raina yang sedang asik makan.
" Hehehe iya bang... ".
" Sebenarnya saya tidak menyukai kekasih Bos Arya, kamu tau tidak? dia itu perempuan yang sombong, angkuh, pokonya kelakuannya jelek lah, tapi jika berhadapan dengan Bos, perempuan itu akan berpura pura menjadi gadis lugu yang sangat menjijikan ".
__ADS_1
"Hus tidak boleh menjelek jelekan orang bang itu tidak baik, apa lagi ini kekasih Bos, nanti jika ada yang mendengar kita bisa di pecat " Kata Raina dengan suara lirih.
Bersambung....