
Raina menuju kamarnya dengan perasaan campur aduk antara marah, kesal dan benci. Setelah memasuki kamar, Raina menutup pintu dengan keras.
Brakkkkk....
Arya berdiri mematung di tempat, melihat Raina yang berlalu pergi dengan marah, suasana menjadi tegang.
Diapun tersentak kaget ketika mendengar pintu di tutup dengan keras, dia sangat syok melihat Raina yang sangat marah padanya.
" Arghhh Arya bodoh!! " Teriak Arya prustasi sambil menjambak rambutnya kasar.
Arya mulai melangkah menuju kamar Raina, setelah berhadapan dengan pintu kamar itu, Arya dengan ragu mulai mengetuk pintu kamar Raina.
Tok tok tok
" Raina " Panggil Arya tapi tidak ada sahutan dari balik pintu tersebut, Arya semakin prustasi melihat pintu itu tidak di buka.
" Maaf aku khilaf " Lanjut Arya lirih dengan bersungguh sungguh setelah itu melangkah kembali menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Raina.
Setelah tidak ada suara ketukan pintu, Raina mulai menyumpah serapahi Arya.
" Dasar pria mesum, bisa bisanya dia menggambil ciuman pertamaku padahal aku ingin memberikannya pada pria yang aku cintai dan mencintaiku " Gerutu Raina dengan geram.
__ADS_1
" Aku haru menjauhi pria mesum itu, ya benar sebelum aku di unboxing olehnya, enak saja dia mau mengambil kesucianku lalu menceraikan ku, aku tidak boleh terbuai oleh pesonanya " Lanjut Raina .
Sampai menjelang malam Raina tidak keluar kamar. Dia juga tidak kembali kekantor, bahkan dia tidak menyiapkan makan malam untuk Arya seperti biasanya.
***
Keesokan harinya Raina yang masih sangat kesal pada Arya memutuskan untuk menuju kantor pagi pagi tanpa menyiapkan makanan dan berpamitan terl nih dahulu.
Sedangkan Arya yang sudah rapih dengan setelan kemeja berwarna putih dibaluti jas berwarna navy, mulai melangkah menuju meja makan untuk sarapan dengan perasaan campur aduk, karna masih mengingat kejadian kemarin yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman.
Arya mengerutkan dahinya, melihat meja makan yang kosong tidak ada Raina dan tidak ada makanan.
" Apakah dia masih dikamar? " Tanya Arya pada dirinya sendiri.
Tok tok tok
" Na, kamu masih ada didalam " Seru Arya tapi tidak ada sahutan dari dalam, Arya membuka pintu dan pintu itu tidak di kunci.
Arya melihat seluruh kamar Raina, tapi tidak ada tanda tanda keberadaan gadis itu.
" Huh mungkin dia sudah berangkat bekerja " Kata Arya dengan raut wajah masam.
__ADS_1
" Apakah dia sangat marah padaku, biasanya jika dia marah, gadis itu masih melayani keperluannya " Lanjut Arya dengan senyum gentir.
Sedangkan gadis itu, setelah sampai dan duduk di meja kerjanya, Raina mulai melihat tumpukan berkas berkas yang menggunung di atas meja kerjanya.
Tak lama datang Satya dengan senyum ramahnya.
" Selamat pagi Raina " Sapa Satya dengan senyum yang tak luntur dari wajah tampan itu.
" Selamat pagi Pak Satya " Sapa Raina sopan.
" Semangat bekerja, nanti kita makan siang bersama. Saya keruangan dulu " Kata Satya.
" Iya pak " Jawab Raina ramah setelah itu Satya mulai melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
***
Arya tiba di kantor dengan wajah masam dan sorot mata dingin, aura yang Arya keluarkan sangat terlihat bahwa Arya sedang dengan suasana jati yang buruk bahkan para karyawan tidak berani menyapa bos mereka dan hanya bisa menunduk ketika berpapasan dengan Arya.
Arya memasuki lift dan setelah tiba diatas, dilihat Raina yang sedang mengetik sesuatu di komputer.
" Selamat pagi pak " Sapa Raina formal seperti tidak ada pertengkaran yang pernah terjadi.
__ADS_1
Arya ingin meminta maaf, tapi lidahnya seakan kelu ketika berhadapan dengan gadis itu. Diapun hanya bisa membalas dengan anggukan kepala dan langsung masuk keruangannya.
Bersambung...