Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Kesepakatan


__ADS_3

" Kita jalani saja pernikahan ini selama 6 bulan. Saya akan membuat kontrak nikah dan kita berdua tidak boleh ada yang mencampuri urusan masing masing, bagaimana? " Ujar Arya menatap datar Raina yang terlihat frustasi.


" Apakah anda gila!! Pernikahan itu bukan ajang untuk bermain main tapi sebuah hubungan yang sakral dan disaksikan oleh tuhan, kalau begitu kenapa tidak dibatalkan saja " Bantah Raina marah tak habis fikir dengan usulan lelaki tampan disampingnya.


" Yasudah kamu saja yang membatalkan, memang menurut kamu saya mau menikah dengan gadis kecil dan cerewet sepertimu sedangkan saya saja sudah memiliki kekasih yang lebih cantik darimu " Ucap Arya dengan sinis, mendengar perkataan Arya, Raina hanya bisa menghela nafas pasrah.


" Baiklah ka aku setuju, biarkan aku mengurus segala keperluan anda karna aku tidak ingin menjadi istri yang durhaka yang menelantarkan suaminya. Biar waktu yang menjawab aku akan tetap melaksanakan kewajibanku sebaik mungkin " Kata Raina serius.


" Baiklah, saya akan meminta papah untuk tidak melakukan pesta pernikahan hanya dihadiri oleh kelurga dan kolega bisnis penting saja, saya tidak ingin pernikahan kita sampai tersebar dan membuat kekasih saya sedih " Kata Arya tegas dan dibalas anggukan oleh Raina.


Mereka berdua memutuskan untuk kembali keruang tamu tempat orang tua mereka berkumpul, mereka memasuki rumah dengan ekspresi wajah tenang seperti tidak terjadi apa apa. Dilihat Papah Martin dan Ayah Malik sedang berbincang bincang, entah apa yang sedang mereka perbincangkan.


" Eh, sudah selesai perkenalannya nak? " Tanya Malik.


" Iya ayah, sudah " Jawab Raina Lalu kembali duduk disebelah Dinda.

__ADS_1


" Apa yang kalian bicarakan? pasti kamu merayu Tuan Arya yah? " Tanya Dinda berbisik dengan penasaran, Raina hanya mengedikkan bahunya.


" Jadi bagaimana kelanjutan perjodohan ini? " Tanya Hilda antusias.


" Kami berdua sudah setuju Mah " Kata Arya datar, Hilda Martin dan Malik yang mendengar perkataan Arya sangat senang sedangkan Rini ibu tiri Raina dan Dinda sangat terkejut.


" Wah beruntung sekali jalang kecil itu, kenapa tidak anak ku saja, pasti jika Dinda yang menikah aku akan kecipratan hartanya juga " Kata Rini dalam benaknya.


" Dasar jalang beraninya dia merayu tuan Arya " Umpat Dinda dalam benaknya dan menatap Raina tajam .


" Tapi aku ingin pernikahan diadakan secara sederhana dan dihadiri oleh keluarga kita saja " Lanjut Arya.


" Kami baru saling mengenal dan ini pernikahan mendadak, ini juga sudah menjadi keputusan kami berdua " Jawab Arya tegas.


" Sudah Martin tak apa " Lerai Malik pada Ayah dan anak yang sedang berdebat itu.

__ADS_1


" Sepertinya Tuan Arya malu menikah denganmu soalnya kamu itu jelek masih cantik dan seksi aku " Bisik Dinda kembali ingin membuat Raina kesal tapi Raina tetap tenang dan menganggap manusia disampingnya hantu.


" Diam kamu badut!! " Kata Raina pedas skakmat dan membuat Dinda diam sekaligus kesal.


" Baiklah jika itu mau kalian " Ujar Martin pasrah.


" Jadi perunangan dulu apa langsung menikah, Martin? " Tanya Malik serius.


" Langsung menikah saja jangan membuang waktu, Bagaimana jika dua Minggu lagi. kalian tenang saja menyiapkan Pernikahan sederhana tidak perlu memerlukan waktu lama " Jawab Malik serius membuat Arya dan Raina terkejut.


" Apakah tidak terlalu terburu buru Pah? " Tanya Arya geram.


" Tidak ada bantahan!! " Kata Martin tegas karna jika dia sudah mengambil keputusan itu tidak bisa dibantah.


" Baiklah sudah diputuskan pernikahan akan dilaksanakan dua Minggu lagi " Kata Malik menyetujuinya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote and komen 😘


__ADS_2