
Setelah menentukan tanggal pernikahan, Keluarga Nugraha memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka.
Ketika mobil sudah berhenti dikediaman Nugraha, Arya langsung turun dan berjalan memasuki rumah tanpa berbicara kepada kedua orang tuanya terlebih dahulu.
" Pah, Mamah kekamar Arya dulu. Sepertinya dia marah " Ucap Hilda dan dibalas anggukan oleh Martin.
Setelah memasuki kamar Arya yang bercat abu abu bernuansa klasik, Hilda melihat putra semata wayangnya sedang merebahkan tubuh di kasur dengan memejamkan mata.
" Sayang kamu masih marah sama Mamah dan Papah? hei dengerin Mamah, kami melakukan ini bukan tidak menyayangimu Arya... ini semua demi kebaikan kamu dan Serena, kamu sudah lihatkan Raina juga tidak kalah cantik dari Serena dia juga Pintar memasak, cerdas, baik hati dan sopan cocok untuk menjadi pendampingmu " Ucap Hilda sambil mengusap lembut rambut hitam legam milik Arya dengan lembut.
" Tapi aku tidak mencintainya Mam, selain itu usia kita terpaut delapan tahun " Bantah Arya kesal.
" Usia tidak membatasi sebuah hubungan Arya, mungkin kamu belum mengenal Raina tapi jika kalian terbiasa bersama mamah yakin kamu yang lebih dulu akan mencintainya, selain itu kalian sudah saling menyetujui perjodohan ini kan " Ujar Hilda, mendengar perkataan sang ibu Arya lebih memilih diam.
" Coba Papah tidak mengancam ku, aku juga tidak akan mau dengan perjodohan konyol ini " Kata Arya dalam benaknya.
***
Hari Weekend
__ADS_1
Biasanya ketika weekend, Arya akan melakukan olahraga pagi. Arya akan melakukan olah raga ketika sudah selesai melaksanakan solat subuh dan baru berakhir pukul 07.00 wib.
Seperti sekarang Arya sedang jogging pagi menggunakan celana training hitam, kaos putih dan sneakers berwarna putih. Wajahnya yang tampan dengan rahang kokoh dan tatapan tajam membuat Arya selalu cocok menggunakan pakaian apapun.
Setiap Arya melakukan lari pagi, pasti dia akan mendapatkan tatapan memuja dari para wanita bahkan ada yang terang terangan meminta nomer ponselnya, tapi Arya hanya mengabaikan mereka dan kembali berlari dengan wajah datar dan dingin.
Arya kembali menuju rumahnya dan memasuki kamar untuk mandi karna seluruh tubuhnya sudah basah oleh keringat tapi masih terlihat tampan.
Setelah selesai dengan aktifitas membersihkan tubuhnya, dia memutuskan menuju ruang makan disana sudah ada Papah Martin dan Mamah Hilda.
" Pagi Mah, Pah " Sapa Arya mendudukan dirinya di kursi berhadapan dengan sang ibu.
Merekapun mulai memakan makanannya dengan hening.
Beberapa saat kemudian, setelah menyelesaikan sarapan mereka. Hilda mulai membuka suara.
" Arya sekarangkan hari libur, jadi kamu ajaklah Raina jalan jalan ke mall sebagai kencan pertama kalian " Kata Hilda Antusias.
" Uhuk uhuk " Arya yang sedang meneguk air putihpun tersendak mendengar perkataan sang ibu.
__ADS_1
" Benar kata mamah kamu, apalagi nanti hari Rabu kamu fitting baju pengantin " Ucap Martin ikut menyahuti, membuat Arya kembali terkejut mendengar penuturan sang ayah.
" Mah hari libur Arya mau istirahat karna kemarin perusahaan sangat sibuk, dan Papah hari Rabu itukan Arya bekerja " Kata Arya mencari alasan.
" Sudah Arya jangan banyak alasan nanti jam 9 pagi kamu ajak Raina jalan jalan " Kata Hilda sambil merapihkan meja makan dibantu oleh bik Inah.
Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 wib, Arya terpaksa harus bersiap karna paksaan mamahnya yang meminta dia untuk cepat cepat bersiap.
Arya menuruni tangga dengan wajah yang ditekuk memandang kesal pada mamahnya yang sedang menonton TV dan Papahnya yang sedang menyeruput kopi dengan koran ditangan kirinya.
" Wah anak mamah sudah tampan, sudah jangan pasang raut wajah kesal nanti Raina tidak menyukaimu " Kata Hilda menggoda Arya yang semakin membuat wajah Arya semakin kesal.
" Sudah Mah Arya pamit, Assalamualaikum " Ujar Arya melangkah pergi setelah mencium tangan Mamah dan Papahnya.
" Waalaikumsalam "
Bersambung....
Jangan Lupa like, vote and komen 😘
__ADS_1