
Hari Minggu.
Pukul menunjukan 04.00 Raina masih tertidur dengan selimut tebal yaang menyelimuti seluruh tubuhnya. Sedangkan Arya yang mendengar alarm berbunyi perlahan membuka matanya, dia melirik gadis yang sedang tidur dikasur miliknya, ya Arya memang tidur di sofa sesuai janjinya pada Raina.
Arya mulai menuruni sofa dan melangkah menuju kasur tersebut yang terdapat seorang gadis cantik yang tertidur lelap dengan mulut yang sedikit terbuka.
Arya mulai mendudukan dirinya dipinggir ranjang, memperhatikan wajah gadis tersebut sambil tangannya mulai menyingkirkan anak rambut yang menghalangi pandangannya dalam melihat wajah cantik Raina yang sedang tertidur.
Cup
Arya mengecup pelan kening Raina dan mulai melangkah ke arah kamar mandi dengan senyum yang tidak luntur dari wajah tampannya.
Beberapa menit kemudian setelah menyelesaikan ritual mandinya dan dengan santainya Arya yang masih memakai boxer dengan bertelanjang dada mulai melangkah kembali menuju ranjang yang masih mempertahankan gadis yang tertidur pulas.
Puk puk puk
" Hey bangun gadis pemalas " Kata Arya lirih sambil menepuk pelan pipi Raina.
__ADS_1
Memang sejak mereka tidur satu kamar, kebiasaan baru mereka adalah akan saling membangunkan jika salah satu dari mereka ada yang telat terbangun.
Raina yang merasakan ada yang mengganggunya, mulai menggeliat dan mengucek ngucek matanya pelan.
" Ayo bangun, kamu harus mandi karna kita akan sholat berjamaah " Lanjut Arya dengan jahilnya mengibaskan rambut yang basah kewajah Raina yang sedang duduk dengan mata terpejam.
" Aaaaa " Teriak Raina ketika membuka mata dan melihat tubuh kotak kotak tepat didepan matanya.
Arya yang kagetpun, membekap mulut Raina dan membuat tubuh mereka semakin berdekatan.
" Hust diam ini masih pagi, kenapa kamu berteriak " Bisik Arya, Raina memberontak memukul tangan Arya yang membekap mulutnya, membuat Arya melepaskan tangannya dari mulut Raina.
" Ini saya akan memakai baju setelah membangunkan kamu, kamu jangan malu. ini semua adalah milik kamu, jika kamu mau memegangnya juga tidak apa apa " Kata Arya frontal dengan memamerkan perut kotak kotaknya.
" Sejak kapan balok es ini berubah menjadi lelaki narsis? " Batin Raina pada dirinya sendiri.
Raina hanya memutar bola matanya malas dengan lelaki narsis dihadapannya, dan melenggang pergi mengambil baju dan handuk.
__ADS_1
Arya yang melihat kepergian Rainapun mulai tersenyum dan melangkah keruang ganti baju.
Setelah melakukan sholat berjamaah dan Arya sebagai imamnya, Pukul 07.00 Arya dan Raina melakukan sarapan pagi.
" Apa kamu ingin kerumah ayah malik " Kata Arya membuka pembicaraannya setelah menyelesaikan sarapan pagi.
" Emmm boleh juga, sudah lama kita tidak mengunjungi ayah " Kata Raina, memang benar sudah satu bulan Raina tidak mengunjungi rumah Ayah Malik ataupun Papah Martin, karena biasanya setiap hari weekend mereka akan mengunjungi Ayah Malik atau Papah Martin.
" Yasudah nanti pukul 09.00 kita berangkat kerumah Ayah, tapi aku masih tidak enak karna aku gagal menjaga anaknya " Kata Arya yang masih merasa bersalah tentang kejadian alergi Raina.
" Tidak apa apa ka, ayah juga pasti memaklumi bahwa Ka Arya tidak sengaja membuat Nana sakit " Kata Raina lembut, karna melihat Arya yang masih merasa bersalah atas alerginya satu Minggu yang lalu.
###
" Angel apakah semua barang barangku sudah kamu siapkan? " Tanya Serena dengan mata terpejam menikmati pijatan dari pegawai spa yang sekarang ada di apartemennya.
" Anda tenang saja My Princess, barang barangmya sudah siap, tinggal menunggu keberangkatan besok Senin saja " Jawab Angel dengan antusias.
__ADS_1
" Bagus ".
Bersambung.....