Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Menyetujui Perjodohan


__ADS_3

" Semoga saja aku tidak bertemu dia lagi " Kata Raina kesal, setelah itu melanjutkan lagi langkahnya.


Dilihat dari arah jarak yang tidak jauh, Raina melihat sang Kaka, Rainapun berlari dengan penuh semangat. Sedangkan Adam yang melihat Raina berlari memberi senyum lembut dan merentangkan tangannya.


" Abang...!! " Teriak Raina menubruk tubuh sang Kaka dan memeluknya erat.


Adampun membalas pelukan sang adik dan mengelus puncak kepala Raina dengan sayang.


" Adik Abang sudah besar saja " Kata Adam sambil mengacak rambut adiknya gemas.


" Ih Abang, kusut rambut Nana! " Kata Raina cemberut.


" Abang, Nana sangat merindukan Abang " Lanjut Raina antusias.


" Abang juga rindu Nana, ayo kita pulang pasti ayah sangat merindukanmu " Kata Adam merangkul pundak Raina dan berjalan bersama.


30 menit kemudian mereka sudah sampai di kediaman Setiawan. Adam menggandeng tangan Raina untuk memasuki kediaman Setiawan.


" Assalamualaikum " Ucap Raina dan Adam serempak.

__ADS_1


" Waalaikumsalam " Ucap Ayah Raina, ibu tiri, adik tiri dan para pelayan yang sudah menunggu kedatangannya pulang.


" Nak akhirnya kamu sudah sampai " Kata Malik sambil melangkah menuju Raina dan memeluknya erat.


" Bagaimana keadaan ayah, apakah ayah sudah membaik? " Tanya Raina karna dia tau Ayahnya sering sakit sakitan.


" Ayah baik baik saja, ayo sepertinya kamu perlu istirahat " Kata Malik sambil membawa Raina sedangkan Ibu tiri dan adik tirinya menatap Raina dengan tatapan benci.


***


Sedangkan Keluarga Nugraha sedang melakukan makan malam bersama, Arya Nugraha yang baru pulang dari perjalanan bisnis selama satu minggu.


Setelah makan Martin meminta anaknya untuk tidak meninggalkan meja makan karna ada yang ingin dia bicarakan.


" Kamu masih ingat dengan Om Malik? "


" Sahabat Papahkan? "


" Iya, Papah ingin kamu menikah dengan anak sahabat Papah yang baru menyelesaikan kuliah S1 nya itu " Kata Martin enteng, sedangkan Arya yang mendengar perkataan sang Ayah sangat terkejut.

__ADS_1


" Papah tau aku sudah memiliki kekasih dan aku sangat mencintainya " Kata Arya tegas.


" Papah tau itu, tetapi kalian berbeda keyakinan dan Papah tidak bisa menunggumu terus karna usiamu sudah hampir kepala tiga. perusahaan besar kita perlu penerus " Kata Martin dingin.


" Tapi Papah, aku akan membujuknya untuk mau mengikuti keyakinan ku dan menikah denganku " Kata Arya berusaha meyakini Papahnya, karna dia tau kalau Papahnya sudah mengambil keputusan itu berarti tidak ada bantahan. Sedangkan Hilda ibu dari Arya hanya bisa menyaksikan perdebatan anak dan suaminya itu.


" Kamu fikir Papah bodoh!! Papah tau kalau pacarmu tidak mau mengikuti keyakinan kita dan papah juga tau kalau dia tidak mau menikah denganmu karna masih ingin mengejar karirnya " Kata Martin marah.


" Kenapa kamu mengejar wanita seperti itu yang pakaiannya sangat terbuka seperti seorang jalang. Pokoknya papah tidak mau tau, kamu harus mau menikah dengan anak dari Om Malik. Jika kamu menolak jangan anggap Papah sebagai Papah kamu " Kata Martin dingin lalu beranjak pergi meninggalkan meja makan.


Hilda yang merasa kasihan pada anaknya, mulai menghampiri Arya dan memeluk erat tubuh anaknya itu.


" Mah... " Kata Arya lirih.


" Nak kamu turutilah kemauan Papahmu, kamu Taukan Papahmu itu tidak bisa dibantah. Putusi Serena dan terimalah perjodohan ini. Papah pasti tidak sembarang memilih menantu, Mamah sudah pernah bertemu dengan gadis itu beberapa kali, dia wanita yang sangat cantik, baik dan pintar kamu pasti akan menyukainya " Kata Hilda lembut berusaha membujuk Arya.


" Tapi mamah taukan Arya itu tidak mencintai perempuan itu, Arya takut hanya akan menyakiti dia saja " Kata Arya masih berusaha membantah.


" Sayang..., Cinta itu akan tumbuh jika kita sudah terbiasa bersama " Ucap Hilda sambil mengelus rambut hitam Arya dengan sayang.

__ADS_1


" Baiklah aku setuju dengan perjodohan ini mam " Kata Arya melepaskan pelukannya, tapi dilubuk hatinya dia tidak ingin menerima perjodohan ini


Bersambung...


__ADS_2