Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas
Kejahilan Arya


__ADS_3

" Ini tempat anda nona" Kata sang resepsionis.


" Terimakasih Mba ".


Tak lama Arya Nugraha dengan sang asisten pribadinya Satya datang dengan setelan kemeja berwarna hitam, Arya melangkah dengan penuh wibawa, tatapannya yang tajam seperti elang membuat siapapun akan lebih memilih menunduk dari pada menatap mata elang Arya, disetiap jalan dari memasuki kantor banyak karyawan yang menyapanya dengan ramah tapi Arya hanya mengangguk sebagai tanda jawaban dengan ekspresi wajah yang tetap datar.



" Selamat pagi Pak " Sapa sang resepsionis dan Raina secara bersamaan.


" Pagi " Jawab Satya dengan Ramah sedangkan Arya hanya memberi deheman.


" Hemmm " Dehem Arya tak lupa melirik sekilas Raina yang menunduk hormat, setelah itu kembali melangkah menuju ruangannya.


" Jika begitu saya permisi nona " Kata sang resepsionis sebelum melangkah pergi.


" Huh sombong sekali! senyum sedikit saja tak ada " Gerutu Raina kesal.


Sedangkan diruangan Arya.


" Satya "



Babang Satya🤗


" Iya bos, anda mau saya buatkan kopi? " Tanya Satya sigap.


" Tidak usah, kamu boleh keluar dan yah panggil sekretaris baru itu kesini " Kata Arya seperti tidak pernah mengenal Raina, setelah itu duduk di kursi kebesarannya.


" Baik Bos, saya permisi " Ujar Satya setelah itu melangkah keluar ruangan.

__ADS_1


Satya mulai menghampiri meja Raina.


" Halo apakah kamu sekretaris baru? " Tanya Satya dengan ramah.


" Ah ya Pak " Jawab Raina gugup.


" Perkenalkan nama saya Satya kamu tidak usah memanggil saya pak, panggil saja Satya " Kata Satya memperkenalkan diri.


" Jika begitu anda bisa memanggil saya Raina salam kenal Kak Satya " .


" Oh ya kamu disuruh oleh Bos keruangannya, nanti kita lanjut mengobrol lagi oke " Kata Satya mengedipkan sebelah matanya dan Rainapun hanya tersenyum canggung setelah itu pamit menuju ruangan Arya.


Tok tok tok


" Permisi Pak, Assalamualaikum " Kata Raina dibalik pintu.


" Waalaikumsalam, masuklah " Jawab Arya datar.


" Ada apa bapak memanggil saya, apakah Pak Arya memerlukan sesuatu " Kata Raina dengan formal.


" Karna kamu belum ada pekerjaan, sekarang sebagai tanda pengenalan. Buatkan saya kopi! " Kata Arya mulai membuka laptop nya.


" Baik Pak saya permisi " Ujar Raina melangkah menuju pantry.


Rainapun mulai membuat kopi dengan takaran gula yang menurutnya pas, setelah dirasa sudah cukup Raina mulai melangkah kembali menuju ruangan sang suami yang sekarang sudah menjadi bosnya.


Tok tok tok


" Masuk ".


" Ini pak kopi yang anda minta " Kata Rain meletakan secangkir kopi.

__ADS_1


Arya perlahan meminumnya.


" Apakah kamu ingin membuat saya diabetes? ini terlalu manis!! " Kata Arya datar dan menatap tajam Raina.


" Maaf Pak, akan saya bautkan lagi " Ujar Raina kembali melangkah pergi meninggalkan Arya yang sedang menyeringai licik.


***


" Ini masih kemanisan, cepat buatkan lagi ".


" Kurang masih ".


" Terlalu pahit, kamu tidak memberikan gula ".


" Nah sudah ini baru benar, pergilah hari ini kamu belajar dengan Satya tanyakan apa saja tugas tugasmu padanya " Ucap Arya dengan entengnya dengan menyesap kopi yang Raina buat.


Sedangkan Raina sedang menahan geram, ingin sekali ia menonjok wajah tampan ini, rasanya tangan Raina sudah gatal.


Raina mulai menahan amarahnya " Kalau begitu saya permisi Pak " Kata Raina melangkah menuju pintu keluar dengan raut wajah masam.


" Astaghfirullah kenapa ada manusia yang sangat menyebalkan sepertinya dan lebih parah lagi dia suamiku, dasar laki laki sialan!! " Gerutu Raina dalam hatinya.


" Jangan mengutuk saya dalam hati Raina " Kata Arya datar tanpa melepaskan pandangannya dari dokumen yang sedang dia baca.


" Ya ampun, kenapa dia selalu tau aku mengutuknya, apakah dia dukun " Gumam Raina dalam hati.


" Saya mana berani Pak, hehehe " Kata Raina sebelum pintu tertutup.


" Hahaha senang sekali mngerjainya, apalagi melihat wajah ditekuk seperti cucian kotor " Kata Arya dalam hati mendapatkan hiburan dipagi hari.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2