Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
bab 10 ~ Kedatangan mama mertua ~


__ADS_3

Hendra menatap Stella yang sedang menikmati sarapan nasi goreng pagi ini,dia terbiasa sarapan pagi,jadi setiap hari dia menyuruh iyem untuk menyiapkan sarapan nasi goreng untuknya.


"Sayang,nanti aku menemanimu perawatan,aku lihat belakangan ini wajahmu sedikit kusam,kamu terlalu banyak pikiran sepertinya,aku ke kantor hannya sebentar nanti aku temani kamu ke salon dan melakukan apa pun uang kamu inginkan hari ini."


"Benarkah sayang,aku memang sudah tidur belakangan ini mungkin karena itu kulitku jadi kusam seperti ini." Ucap Stella sambil mengusap wajahnya dia cukup malu karena suaminya sampai mengingatkannya.


"Iya udah aku menunggu di rumah saja ya sayang." Jawab Stella.Seketika wajah Mawar berubah dia mengira Hendra akan menawarinya juga ternyata sampai dia hendak berangkat bekerja,jangankan menawarinya menyapanya pun tidak hal itu membuatnya semakin kesal kepada Stella.


Mawar tidak ikut mengantar Hendra saat mau berangkat ke kantor,dia membiarkan Stella mengantar Hendra karena perasaanya sangat kesal dan marah karena tidak dianggap sama sekali di rumah itu.


Stella kembali ke meja makan,dia kembali duduk di tempatnya dan menikmati nasi goreng yang masih tersisa banyak tadi,Mawar menatapnya sinis dia menilai Stella terlalu menguasai Hendra sementara posisi mereka berdua sama di rumah itu.


"Stella..Kamu jangan terlalu cari muka di hadapan mas Hendra ya,ingat kita ini sama-sama istrinya,bahkan orang-orang di luar sana lebih banyak yang mengenalku dari pada kamu, istri pertama. Jadi jangan coba-coba untuk menguasai atau menghasut mas Hendra untuk membenciku,aku tau kamu tidak ikhlas menerima kehadiranku di rumah ini,tapi kamu pura-pura baik di hadapan mas Hendra supaya dia mengira kamu sudah ikhlas.Aku sudah banyak menemui wanita licik seperti mu."Ucap Mawar dengan nada sinis.Stella tersenyum kecil dia menghela napas panjang lalu menatap Mawar.


"Jika pikiran mu sangat kotor jangan samakan aku dan kamu,tugas mu cepat punya anak dan lahir kan anak di rumah ini.Ucapan mu menunjukkan siapa dirimu sebenarnya." Jawab Stella.Selera makannya langsung hilang saat terjadi perang dingin di antara mereka berdua,Stella hendak beranjak pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Saat dia hendak pergi tiba-tiba mama mertuanya sudah berada di rumah mewah itu Mawar langsung berlari menghampiri mama mertuanya dia dengan sengaja menabrakkan tubuhnya ke tubuh Stella hingga stella hampir jatuh.


Mawar langsung memeluk mertuanya dan menyalaminya,


"Ma aku sangat kesal dengan Stella,dia berusaha sekali untuk menguasai mas Hendra,aku rasa kalau Stella sikapnya seperti itu aku tidak akan tahan di rumah ini ma." Ucap Mawar berusaha menghasut mama mertuanya dan Rini langsung menatap Stella dengan sinis.


"Stella sini kamu,ngapain kamu berdiri seperti patung disitu,lagian semakin hari sopan santun mu semakin tidak ada ya mama mertuamu datang kamu seperti tidak menyaambutku,bahan menawari minuman pun tidak,cepat bawa minum kepada kami berdua." Ucap Rini.Dengan terpaksa Stella beranjak ke belakang lalu membuatkan teh untuk kedua manusia itu.


"Ma...ini tehnya." Ucap Stella sambil memberikan dua gelas teh,Mawar tersenyum mengejek,ingin sekali Stella menyiram wajah mawar dengan air panas yang ada di hadapannya tapi dia menahan emosinya karena dia sedang di atas awan sekarang.


"Aahhh mama bisa aja deh,aku jadi malu." Jawab Mawar dia menunduk malu di hadapan mamanya ,tapi dia merasa senang setidaknya mamanya bisa membuatnya bangga di hadapan Stella.


"Stella kamu dirumah ini harus tau diri,jangan coba-coba untuk menguasai Hendra,bisa-bisanya kamu sok polos padahal isi otakmu sangat kotor." Ucap Rini mama mertuanya.Mawar tersenyum bangga karena Stella tidak berani berkutik di hadapan mertuanya.Kedatangan mertua ke rumahnya membuat Stella pusing,apa lagi saat mendengar mereka berdua cerita yang selalu menyindirnya,ingin rasanya dia pergi ke dalam kamarnya tapi dia takut mertuanya marah lagi.


"Ngapain kamu disini,pergi sana jangan membuat semak disini kamu mau menguping pembicaraan kami?"Ucapan pedas mertuanya membuat stella menarik napas dalam-dalam lalu mengelus dadanya dia tidak pergi dari mereka karena dia takut mertuanya marah kalau dia pergi.

__ADS_1


"Ya sudah ma,kalian bicara saja disini aku ingin istrahat di kamar." Ucap Stella lalu beranjak meninggalkan kedua wanita berbeda usia itu.


"Tunggu Stella,simpan dulu gelas ini,kamu jangan terlalu manja,jangan apa-apa harus pelayan yang mengerjakan,mentang-mentang suami mu kaya kamu mau enak saja hidup di rumah ini,makanya kamu tidak mau cerai dari Hendra seharusnya kalau suaminya sudah menikah lagi sebagai istri harus sadar diri,mestinya kamu mengalah dan mundur dari hubungan ini." Ucap Rini kembali,Stella benar-benar emosi,tapi dia tetap berusaha bersabar dia mengambil kedua gelas itu hendak di bawa ke belakangan.


Tidak ada yang melihat jika Hendra sudah mendengar semua ucapan mamanya,dan dia juga melihat mamanya terlalu memojokkan stella di rumah itu.


"Buang semua ini,untuk apa kamu membawa gelas mereka memangnya kamu disini pembantu...brang....." Tiba-tiba Hendra sudah datang dan menghampiri Stella yang sedang berdiri membawa kedua gelas mertua dan madunya.Hendra sangat marah saat mamanya memperlakukan Stella demikian.Rini dan mawar terlihat ketakutan melihat kemarahan di wajah Hendra Rini langsung menarik tangan Mawar dan membawanya ke dalam kamar,dia takut Hendra semakin marah kepada mereka berdua.


"Ayo ganti pakaian mu,kamu jangan diam saja kalau mama menekan mu setiap saat,kamu itu istriku,dan selamanya kamu akan menjadi istriku,apa pun yang terjadi kamu harus mencintaiku sampai kita tua nantinya." Ucap Hendra dia membawa istrinya kedalam kamar lalu menyuruhnya bersiap-siap.


Sementara itu Rini dan Mawar duduk di atas ranjang, Rini terlihat mengoceh karena kedatangan Hendra yang sangat tiba-tiba bahkan mereka tidak menyadarinya.


"Sialan kenapa dia pulang,bahkan aku tidak tau kalau dia sudah ada di dekat kita." Ucap Rini,sebagai mamanya Hendra dia cukup malu di hadapan Mawar karena dia ternyata takut juga kepada anaknya Hendra.


"Dia pulang cepat ma,katanya dia mau mengantar Stella ke salon lalu memberikan apa pun yang di inginkan si mandul itu hari ini Hendra mengabulkannya,aku sangat iri ma." Ucap Mawar,dia memang sangat iri kepada Stella,yang begitu di cintai suami mereka.

__ADS_1


*** Bersambung***


__ADS_2