
Setelah Stella meninggalkan mereka tinggallah Mawar dan Jessi di ruang tamu tampa obrolan apa pun mereka berdua hanyut dalam pikiran masing hingga ponsel Mawar kembali bergetar.
"Siapa sih Mawar dari tadi mama lihat ponselmu terus berdering apa kamu punya masalah?" Tanya mertuanya membuat Mawar salah tingkah.
"Ti_tidak ma..Teman aku waktu SMA baru pulang dari luar negri dia memintaku bertemu dengannya kami sudah lama tidak bertemu." Jawab Mawar mencari alasan agar mertuanya tidak curiga.
"Kenapa tidak pergi saja,kalau teman di rumah juga kamu pasti suntuk apa perlu mama menemanimu."
"Ti_tidak ma..Tidak perlu." Jawab Mawar gugup.
"Ya sudah kamu pergilah kasihan teman kamu menunggumu lama." Ucap Jessi dia pergi ke dalam kamar lalu mengambil uang lima juta dan menyerahkan kepada Mawar menantunya.
"Mawar kalau kamu tidak punya uang mama ada uang ini sedikit pakaian ini untuk jaga-jaga." Ucap Jessi lalu menyerahkan uang lima juta kepada Mawar.
Mawar sangat kaget saat menerima uang sebanyak itu dari mertuanya,dia tidak menyangka kalau mertuanya memberikan uang sebanyak itu kepadanya.
"Terima kasih ya ma." Ucap Mawar dia segera masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan David.
Mawar pergi dengan menaiki mobil koleksi milik Hendra dia berani melakukan itu karena Jessi selalu membelanya.Sesampainya di rumah kekasihnya dia langsung menggedor pintunya.
"Kemana sih dia kenapa dia tidak membuka pintunya." Ucap Mawar lalu dia mengambil ponselnya dan menghubunginya.Setelah beberapa kali menghubungi David akhirnya pria itu membuka pintu rumah kontrakannya lalu menarik tangan Mawar untuk masuk kedalam.
"Kenapa kamu sangat lama membuka pintu,kalau ada yang melihatku bagaimana?" Mawar tampak marah dia sudah tidak bisa menahan emosi karena David selalu menghubunginya beberapa hari ini membuat mertuanya sedikit risih dengannya.
"Maaf sayang aku sedang tidur."
__ADS_1
"Tidur...tidur terus pekerjaan mu,apa kamu tidak bisa mencari pekerjaan,dan lagian untuk apa kamu menghubungiku setiap saat,makanya kamu kerja biar kamu ada kerjaan." Ucap Mawar dia duduk di sopa usang yang ada di dalam ruangan itu.
Mawar sudah muak melihat sikap David yang selalu meminta uang kepadanya,dia merasa David seakan memanfaatkannya.Bahkan sekarang pria itu masih pengangguran.
"Sepertinya aku harus menyingkirkan pria benalu ini,semua rencana ku untuk menjadi istri pengusaha bakal berantakan kalau dia selalu menganggu keberadaan ku." Ucapnya dalam hati.
"Untuk apa aku kerja sayang,kamu kan bisa memberikan apa yang ku mau,bukankah kamu sekarang menikmati hidup dengan nyaman."
"Jangan menjadi pria benalu,ini terakhir aku memberikan kamu uang ini lima juta rupiah pakai ini sampai kamu mendapat pekerjaan dan tolong jangan ganggu hidup ku lagi."
"Hahahaha....Kamu pikir segampang itu sayang berpisah dariku, setelah kamu mendapat suami yang kaya kamu ingin melupakan aku jangan mimpi." Jawab David dengan wajah yang penuh amarah.Dia mencengkram leher Mawar dan menariknya dengan keras.
"Jangan pernah bermimpi untuk berpisah dariku." Ucap David lalu melepaskan tangannya dari kerah bajunya dengan kasar hingga Mawar hampir terjatuh.
"Makan itu uang pria benalu aku tidak mau hidup dengan pria sepertimu mulai sekarang hubungan kita putus." Ucap Mawar sebelum sampai di depan pintu dan setelah itu dia meninggalkan tempat itu.
"Bisa-bisanya aku berhubungan dengan pria benalu seperti itu,Hendra aku akan menjadi istrimu yang sesungguhnya tidak peduli aku menjadi yang kedua yang penting anakku punya masa depan yang jelas." Ucapnya sambil menyetir mobilnya.
Sementara itu David memungut semua uang yang berserakan di lantai,dia tersenyum kecil saat melihat banyaknya uang yang dia dapatkan hari ini.
"Putus....Aku tidak akan melepaskan kamu sayang,kamu adalah ATM berjalan ku saat ini." Ucapnya dengan senyum jahatnya.
Sepanjang jalan Mawar mencari akal untuk menyingkirkan David dari hidupnya,rasanya dadanya sungguh sesak jika membayangkan pria selalu mengganggu kehidupannya yang sudah damai beberapa bulan ini.
"Apa kau mencari preman saja untuk menyingkirkan David,aku tidak mau dia menjadi duri dalam hidupku nantinya." Ucapnya dalam hati.Saat mobil yang dia bawa melewati perempatan jalan tiba-tiba dia melihat dua orang pria bertubuh kekar duduk di sebuah pangkalan ojek.Mawar menepikan mobilnya,lalu keluar dan menemui kedua pria itu.
__ADS_1
Sebelum Mawar menemui kedua pria itu,Mawar menatap sekeliling setelah dia memastikan semuanya aman akhirnya dia pergi menghampiri kedua pria itu.
"Mas...Kalian mau pekerjaan?_
"Iya mau dong nyonya,siapa yang tidak mau bekerja dengan wanita cantik dan seksi seperti nyonya!!" Jawab salah satu dari kedua pria itu.
"Ikuti aku." Kedua pria itu langsung mengikuti langkah kaki Mawar dan masuk kedalam mobilnya,disana Mawar langsung menunjukkan Poto david kepada mereka.
"Aku mau kalian berdua membunuh pria ini,dan usahakan mayatnya kalian buang jauh dari kota ini,jangan sampai ada yang curiga kalau dia mati terbunuh setelah itu,aku akan membayar mahal kalian,ini pembayaran awal untuk pekerjaan kalian." Ucap Mawar lalu meletakkan Amplop coklat di hadapan kedua pria itu.
"Baik nyonya,kami akan segera mengirimkan laporan kepada nyonya,dengan nyonya siapa saya bicara?"
"Mawar,panggil saya nyonya mawar." Jawab Mawar.Setelah memberikan amplop kepada kedua pria itu Mawar segera meninggalkan tempat itu,dia tidak ingin berlama-lama tinggal di tempat kumuh seperti itu.
"Huff....Menjijikkan baru sebentar saja saya dari tempat seperti ini rasanya napas ku sudah mau hilang,itu artinya anakku juga tidak suka di tempat kumuh seperti ini." Ucap Mawar lalu meludah keluar jendela dan kembali pulang ke rumah dia berharap kedua pria itu berhasil membunuh David secepat mungkin.
*****
Malam pun tiba,semua orang berkumpul dimeja makan,Stella orang terakhir yang datang kemeja,semua makanan yang sehat sudah disajikan perawat khusus untuknya,Hendra sengaja membayar seorang perawat yang khusus untuk menjaga dan merawatnya dirumah itu,dan sang perawat bekerja mulai hari ini.
"Sayang,semua makanan ini bagus untuk perkembangan otak janin,kamu harus makan dengan lahap." Ucap Hendra sambil mengelus kepala Stella dan hal itu membuat Mawar semakin Murka terhadap Stella tapi dia tidak bisa melakukan apa pun.
"Sayang,kamu juga harus makan ini,janin yang ada di perutmu dan juga di perut stella sama-sama anak Hendra,jadi kamu tidak perlu sungkan atau merasa rendah diri." sindir Jessi.Hendra dan Stella tampaknya tidak peduli saat Jessi menyindir mereka.
πππbersambung πππ
__ADS_1