Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 24 ~ Maafkan mama ~


__ADS_3

Semua orang terdiam di ruangan itu,suasana cukup mencekam membuat Jessi semakin ketakutan.Perawat yang sudah menyusun barang-barangnya bersiap langsung keluar dari dalam rumah.Dia sedikit malas jika tinggal di rumah yang penuh kerumitan seperti sekarang ini.


Dia harus mengakui gaji yang ditawarkan oleh hendra cukup menggiurkan, tapi melihat nyonya dan orang tua dari tuannya yang kurang akur membuatnya malas tinggal disana.Dia tidak ingin suatu saat terjadi sesuatu dan dirinya kena imbasnya juga.


"Sebelum kamu keluar katakan siapa yang membuat keributan?" Tanya Hendra dengan wajah sangat marah.


"Maafkan mama Hendra,mama mengingatkan Stella,untuk membagi makanannya kepada Mawar tapi dia malah marah dan membentak mama dan itu yang membuat perawat merasa tidak nyaman." Jawab Jessi,dengan suara yang gemetaran.Hendra memukul meja dengan sangat keras hingga membuat semuanya ketakutan tidak terkecuali dengan Stella.


Hendra menatap mamanya dengan sangat sinis,dia sangat bingung dengan mamanya karena sampai detik ini dia tidak tau apa alasan mamanya begitu membenci Stella.Kalau hannya karena latar belakang Stella tidak mungkin sudah menikah sampai lima tahun tapi mamanya belum juga menerimanya.


"Ma!!!! Aku sudah katakan berapa kali,lebih baik mama pulang kerumah mama dari pada hannya membuat keributan di rumah ini,aku tidak mau hannya karena mama istriku stres." Hendra membentak mamanya,hingga wanita paruh baya itu tidak bisa menahan air mata yang jatuh di wajahnya.


"Hannya karena wanita itu kamu menjadi durhaka kepada wanita yang sudah melahirkan kamu,hal ini yang membuat hingga dia begitu berani melawan kepada mama,bahkan dia begitu berani menepis tangan mama dengan kasar saat mama memberikan dia susu." Ucap Jessi Air mata buaya mulai jatuh di wajahnya dan kebenciannya kepada stella semakin dalam.


Hendra menatap Stella,seakan dia meminta jawaban dari ucapan mamanya,dia juga tidak ingin menjadi durhaka tapi dia tau persis bagaimana selama ini mamanya menyiksa Stella dan saat ini Hendra tidak ingin mamanya tetap berlaku kasar kepada istrinya.

__ADS_1


Jessi pergi dari ruangan itu,dan Mawar menghela napas berat,dia benar-benar seperti orang luar di rumah itu,tidak pernah di anggap ada oleh Hendra dan juga Stella.


Stella merasa tidak nyaman saat semua orang meninggalkan ruangan itu apalagi suaminya yang langsung diam dan tidak banyak bicara.


Hendra beberapa kali menghela napas panjang,hal itu membuat Stella semakin ketakutan dan tidak berani untuk memulai obrolan.Padahal dia melakukan itu karena mertuanya terus memaksanya untuk minum susu buatannya,karena takut mertuanya menaruh sesuatu di dalam susu itulah yang membuatnya berani menepis tangan mertuanya.


"Stella apa yang terjadi hingga kamu menepis tangan mama,kamu tidak bisa kasar seperti itu kepada mama,biar bagaimana pun dia itu tetap mertuamu dan kamu harus menghormatinya." Ucap Hendra.Nadanya memang lembut tapi ucapan suaminya sanggup membuat hati Stella terluka.


Stella cukup kaget mendengar ucapan suaminya apalagi suaminya jarang sekali memanggilnya namanya tapi karena mertuanya yang mengadu yang tidak-tidak dan itu sanggup membuat suaminya marah secara tidak langsung kepadanya.


Matanya yang bulat hampir berembun,benar kata orang, seribu kali kita di maki orang lain mungkin saja kita akan kuat tapi selembut apa pun suami jika kata-katanya sudah menusuk sanggup membuat pertahanan kita runtuh dan itulah yang dialami oleh Stella saat ini.


Hendra langsung masuk kedalam kamar dan meninggalkan Stella di ruang tamu,air mata yang sudah di tahannya dari tadi akhirnya jatuh juga.


Stella masuk kedalam kamar dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut,suaminya sedang mandi di kamar mandi.Stella menumpahkan seluruh air matanya di dalam selimut rasanya sakit sekali suami yang sangat jarang marah kepadanya akhirnya hari ini marah dan membuatnya terluka.

__ADS_1


Hendra keluar dari dalam kamar mandi,dia langsung mengambil pakaiannya sendiri,dia terbiasa mengambil pakaiannya sendiri tampa harus di bantu oleh istrinya.


Selama ini memang Hendra sangat memanjakan Stella,bahkan dia tidak mengijinkan Stella melakukan apa pun,termasuk melayaninya kecuali di atas ranjang dan hal itulah yang membuat mamanya tidak suka kepada Stella karena Jessi menilai stella sudah mengambil Hendra darinya.


Hendra sudah merasa lebih tenang,tadi pikirannya benar-benar buntu,masalah di perusahaan ditambah dengan masalah perawat yang mundur tiba-tiba hannya karena ibunya.


"Sayang!! kamu sudah tidur? cepat amat tidak bisanya?" Tanya Hendra seakan tidak ada masalah di antara mereka,dia tidak sadar jika kata-katanya tadi sudah sangat melukai Stella.


"Sayang!!! " Hendra naik keatas ranjang dan membuka selimut yang menutupi tubuh Stella,tapi Stella menahannya dengan keras agar tidak terbuka.


"Kamu nangis sayang?" Hendra semakin panik saat tidak sengaja dia mendengar Stella terisak.Karena takut istrinya frustasi apalagi dia ingat nasihat dokter pribadi istrinya Hendra menarik selimut yang menutup tubuh Stella lalu memeluknya dengan erat.


"Sayang.. Dengar aku,aku sangat minta maaf kalau kata-kataku sudah melukaimu aku mohon jangan menangis seperti ini."


"Aku tidak menangis." Jawab stella pura-pura dia tidak mau dicap menjadi wanita manja dan memanfaatkan kehamilannya untuk bermanja-manja.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2