Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 19 ~ Aku tidak percaya ~


__ADS_3

Sepanjang jalan Hendra tidak melepaskan pegangan tangannya dari tangan istrinya,rasanya sampai detik ini dia masih kurang percaya kalau istrinya itu hamil,tapi itulah kenyataannya Tuhan memberikan kebahagian yang luar biasa kepada keluarga kecilnya.


"Sayang,terima kasih karena sudah menjadikan ku pria yang sempurna,aku sangat bahagia benar-benar bahagia sayang." Ucap Hendra sambil mencium tangan istrinya dan mereka kembali ke rumah.Sesampainya mereka di rumah,Mawar dan mertuanya sedang duduk di ruang tamu,di depan Mawar tampak satu gelas susu Hendra mengabaikan kedua wanita itu dia merangkul pundak istrinya lalu mereka masuk kedalam kamar mereka.


"Si mandul sedang bergaya,dia selalu cari perhatian kepada suamiku,dasar menjijikkan" Desis Mawar rasanya dia sangat emosional jika Stella bersikap manja di hadapan Hendra.


Mertuanya juga sangat kesal melihat Stella yang pergi begitu saja melewati mereka berdua,rasanya dia ingin mengusir Stella dari rumah itu.


Tidak lama kemudian Stella dan Hendra kembali keluar dari dalam kamar,mereka menghampiri mawar dan juga mertuanya di ruang tamu.


"Kenapa mama masih tinggal di rumah ini,kalau mama ingin merawat dia kenapa tidak mama bawa saja ke rumah mama dan rawat di sana saja,aku merasa tidak nyaman jika kalian di rumah ini." Ucap Hendra blak-blakan mamanya langsung mendongak dan menatap sinis kearah Hendra yang masih berdiri didepan mereka.

__ADS_1


"Hendra semakin hari,kamu semakin tidak punya etika kepada mama mu,kenapa? kenapa kamu bersikap seperti ini apa wanita ini mempengaruhi sikap mu." Ucap mamanya wajahnya terlihat sangat emosi karena tersinggung dengan ucapan Hendra.


"Jangan selalu melibatkan Stella ma,aku tau sikap istriku,dari dulu aku tau kalau mama tidak menyukainya jadi aku tidak suka mama disini dan membuatnya frustasi." Ucap Hendra.


"Frustasi,untuk apa dia frustasi kamu jangan terlalu memanjakan ya itulah sebabnya aku sangat membencinya,bahkan Mawar istrimu sedang hamil kamu tidak peduli sama sekali." Ucap mamanya sudah mulai nada tinggi.


"Pokoknya aku tidak peduli,aku ingin mama segera pergi dari rumah ini dan kalau bisa bawa dia dari rumah ini." Ucap Hendra setelah itu dia memabwa Stella keluar dari tempat itu menuju dapur.


Stella sebenarnya merasa tidak enak saat melihat suaminya begitu keras kepada mamanya,dia takut mertuanya akan semakin membencinya,walaupun sebenarnya dari dulu mertuanya sangat membencinya.


"Tidak papa sayang,aku hannya merasa tidak nyaman saja saat kamu begitu keras kepada mama,kamu tidak boleh seperti itu sayang,dia wanita yang melahirkan mu kamu harus menghormatinya." Ucap Stella.Hendra menatap wajah Stella.

__ADS_1


"Sayang,aku hanya tidak suka saja saat mama terlalu kejam kepadamu,entah sampai kapan dia berubah dari dulu sikapnya sangat kejam kepadanya." Ucap Hendra dia mengelus rambut istrinya lalu mengambil makanan untuk istrinya.


Mawar dan mertuanya masih menunggu kedatangan Hendra dan istrinya ke ruangan itu,dia merasa pembicaraan mereka belum selesai.


"Ma...Kenapa ya mas Hendra begitu dalam mencintai Stella padahal aku lihat istrinya biasa saja,bahkan tidak ada yang istimewa darinya."Keluh Mawar.Dia merasa semuanya sia-sia semua perjuangannya karena Hendra tetap tidak melihat dirinya sama sekali.


Mertuanya mengabaikan ucapannya dah menemui hendra dan Stella di meja makan,hatinya semakin panas saat melihat Hendra menyuapi Stella,padahal dia terlihat baik-baik saja tapi Hendra memperlakukan dia seperti ratu.


"Ehem....Untuk apa kalian suap-suapan disini?" Tanya mamanya Hendra mengabaikan pertanyaan mamanya.


"Ada apa ma katakan?" Tanya Hendra dengan nada rendah,dia tidak ingin istrinya kembali kesal jika dia tetap cuek kepada mamanya.

__ADS_1


"Tidak papa,mama hannya ingin tolonglah buka sedikit hati mu untuk Mawar,Stella saja yang tidak bisa hamil kamu bisa perhatian tapi kenapa dengan Mawar kamu begitu cuek padahal dia sedang hamil." Ucap Mamanya Hendra menatap mamanya lirih.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2