Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 17 ~ Periksa ~


__ADS_3

Stella sudah lelah dengan semua makian mertuanya,sisa kesabarannya sepertinya sudah habis setiap kali mertuanya menyebutnya wanita mandul.Stella kembali ke dalam kamar lalu mengambil tas dan kunci mobilnya.


Stella membawa mobilnya menuju sebuah rumah sakit,kali ini dia ingin memeriksa kembali rahimnya,tanpa sepengatahuan suaminya dan juga mertuanya diam-diam dia mengkonsumsi obat penyubur kandungan sudah hampir dua bulan ini.Walaupun dokter mengatakan kalau rahimnya baik-baik saja,dia tetap membeli obat herbal yang sangat mahal dari luar negri untuk menyuburkan kandungannya.


"Nyonya stella anda datang sendirian dimana tuan Hendra?" Tanya Seorang dokter yang sudah cukup akrab dengan Stella dan juga suaminya.


"Dia sedang sibuk dokter,lagian aku sedikit tidak nyaman membawanya memeriksa kandungan ku,aku takut dia merasa tidak enak denganku." Jawab Stella.Dokter Fredi adalah orang yang selalu memeriksa keadaannya dia dokter spesialis kandungan yang cukup hebat di rumah sakitnya.Dia hannya mengangguk mendengar ucapan Stella,sebenarnya dia iba melihat pasangan yang sedang di uji ini,bahkan dia tau juga kalau Hendra menikah lagi atas desakan mamanya.


Saat dokter Fredi memeriksa kandungannya dia mengerutkan keningnya,dia mengerutkan keningnya,dia merasa ada yang aneh dengan kandungan stella.Karena tidak yakin dengan hasilnya sekali lagi Dokter Fredi melakukan pemeriksaan dan hasilnya tetap sama.


"Hamil....Stella hamil,ajaib sekali ini berita yang sangat bagus,lebih baik aku menghubungi Hendra diam-diam dan menyuruhnya datang ke rumah sakit ini." Suara hati Fredi lalu mengeluarkan hasil pemeriksaannya dan tidak memberitahu hasilnya kepada Stella.


"Stella aku keluar sebentar aku ada urusan tunggu sebentar ya." Ucap dokter Fredi lalu meninggalkan Stella yang tampak kebingungan melihat kepergian dokter Fredi tiba-tiba.


Fredi pergi menjauh dari ruang periksa,dia tidak ingin Stella mengetahui kehamilannya saat ini dia ingin membuat kejutan, kepada suami istri sudah lama berjuang mendapat anak.

__ADS_1


Hendra sedang mengadakan rapat di kantornya,dia terlihat sangat emosi karena beberapa kariawan nya,yang tidak bekerja maksimal bahkan ada beberapa orang yang mengkhianati perusahaanya.


Keadaan di ruang rapat sangat mencekam saat Hendra memecat beberapa kariawan yang berkhianat,semua ketakutan karena untuk masuk ke perusahan itu bukan gampang.


"Braakkk...Kenapa kinerja kalian semakin tidak bisa di andalkan apa kalian kekurangan gaji,kekurangan tunjangan,cepat katakan." Ucap Hendra dia memukul meja kariawan semakin ketakutan.


drtttt...drttt..drttt


Saat melihat nomor dokter Fredi yang menghubunginya Hendra langsung keluar dari ruangan lalu mengangkat ponselnya di luar.


"Apa...Baiklah aku akan datang,sekarang juga istriku tidak papa kan." Ucap Hendra,lalu memutuskan sambungan teleponnya lalu kembali masuk ke ruang rapat.


"Rapat hari ini kita akhiri perbaiki kinerja kalian sebelum aku memanggil kalian rapat lagi." Ucap Hendra lalu meninggalkan semua kariawan nya di ruang rapat.


Hendra bergegas pergi meninggalkan kantornya,dia sangat panik saat dokter Fredi menghubunginya dan memberitahu kalau istrinya sedang sakit keras di rumah sakitnya.

__ADS_1


Hendra mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi,jalanan yang lumayan macet membuatnya kadang harus memaki pengemudi lainnya.


"Sial sekali kenapa jalanan kota ini cukup macet,aku tidak tau apa saja pekerjaan pemerintah hingga mengatasi kemacetan saja mereka tidak mampu." Sungut Hendra sesekali dia memaki pengendara yang berusaha menghalangi jalannya.


****


Stella merasa aneh dengan sikap dokter Fredi tidak biasanya dia bersikap aneh seperti itu,bahkan dia kelihatan gugup,membuat Stella panik takut sesuatu yang buruk terjadi di rahimnya.


"Dokter apa yang terjadi denganku,apa ada sesuatu yang buruk terjadi,jangan membuatku ketakutan seperti ini." Ucap Stella dia turun dari ranjang lalu duduk berhadapan dengan dokter Fredi.


"Dokter dimana hasil pemeriksan rahimku,aku sudah lelah aku ingin pulang sekarang." Ucap Stella,sudah beberapa Minggu ini dia merasa tubuhnya sangat lemah,bahkan dia sangat cepat kelelahan.


"Dokter apa yang terjadi dengan istriku?" Tiba-tiba Hendra membuka pintu membuat Stella kaget setengah mati.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2