
Hendra terbangun saat matahari hampir terbenam,dia cukup kaget karena sepanjang hari ini dia tidur dan tidak melakukan apa pun.
"Aneh sekali apa yang terjadi denganku,kenapa aku bisa tidur seharian ini kenapa asisten sialan itu tidak membangunkan aku." Gumamnya dalam hati lalu dia mengambil jas dan kunci mobilnya.
Dia menuruni lift,semua kariawan sudah pulang dan lampu juga sudah mati,Hendra masih merasa bingung dengan apa yang terjadi dengannya,seumur hidupnya belum pernah dia tidur seharian di kantornya.
"Selamat malam pak?Security menyapa Hendra yang berjalan keluar dari kantor tapi Hendra mengabaikan sapaan security entah apa yang terjadi dengannya dia malas melihat semua orang.
Sementara itu Stella beberapa kali melihat jam dinding,dia sangat khawatir karena suaminya belum pulang padahal hari sudah gelap.Hal seperti ini belum pernah terjadi apalagi dia sudah menghubungi suaminya tapi tidak di angkat.
"Kenapa stella,wajahmu terlihat panik?" Tanya Jessi kedua wanita itu menghampiri Stella yang sedang duduk di ruang tamu.Stella semakin badmood saat melihat Mertua dan madunya duduk bersama di ruang tamu,dia sudah yakin mereka ingin menggodanya.
Stella tidak menjawab pertanyaan mertuanya,dia hannya pokus melihat ponselnya dan menatap jam yang ada di dinding.
"Kamu tidak mendengar pertanyaan Stella?"
__ADS_1
"Aku sedang menunggu mas Hendra ma,sekarang sudah jam delapan tapi mas Hendra belum juga pulang wajar aku panik ma!!" Jawab Stella.
"Hahaha...Berlebihan sekali kamu,mungkin saja dia sedang lembur atau sedang bertemu kliennya kenapa kamu begitu panik,Mawar juga istrinya tapi dia biasa saja,tidak kayak kamu berlebihan dan banyak tingkah." Gumam Jessi dengan wajah yang sangat angkuh.
"Ma!!! wajar dong aku khawatir sama suamiku,sebelumya dia tidak pernah pulang terlambat,kurasa bukan aku saja ma semua yang namanya wanita akan panik dan khawatir jika suaminya tidak pulang tepat waktu." Jawab Stella dengan ketus.
"Bilang saja kamu takut jika suamimu tidak mencintaimu lagi,dasar kamu memang wanita benalu,kamu selalu lengket dengan anakku persis seperti lintah."Jawab Jessi berang.Tidak ingin ribut dengan mertuanya Stella memilih mengalah dan pergi meninggalkan mertuanya.
Stella ke dapur lalu duduk di meja makan,pelayan yang selalu setia menemaninya berdiri di belakanganya lalu memijat pundaknya.
"Mas..Kamu kenapa lama aku menunggumu dari tadi dan kamu juga tidak mengangkat ponselmu.Kamu membuatku khawatir mas." Stella mencerca banyak pertanyaan kepada Hendra tapi sayangnya Hendra tidak menjawab dan mengabaikan Stella.Hendra langsung masuk kedalam rumah dan meninggalkan Stella.
Jantung stella berdegup kencang saat melihat perubahan suaminya,sudah lima tahun hidup bersama suaminya dia belum pernah sekalipun mengabaikan dia seperti itu.
Stella merasa takut masuk kedalam rumah,dia merasa malu jika mertuanya harus menghinanya lagi karena Hendra suaminya mengabaiakan nya.
__ADS_1
"Selamat malam mas,kenapa pulang begitu larut malam?" Tanya Mawar,dia ingin melihat reaksi obat yang mereka berikan tadi pagi.Hendra menghentikan langkanya lalu menatap Mawar.Setelah itu dia masuk kedalam kamarnya sementara Stella masih berada di depan pintu melihat reaksi suaminya.
Setelah suaminya masuk kedalam kamar,stella akhirnya masuk kedalam rumah,dia berharap mertua dan madunya tidak tau jika Hendra mengabaikannya barusan.
"Hahaha si lintah berharap anakku terus mencintainya tapi sayang hal itu tidak akan berlaku lagi suami mu perlahan akan membuang mu kamu harus mempersiapkan mental mu takutnya kamu gila jika suamimu membuang mu secara tiba-tiba." Sindir Jessi.Mata Stella tiba-tiba berembun mendengar ucapan mama mertuanya,sebenarnya dia sudah lelah dengan mertuanya tapi karena cintanya kepadanya suaminya dia tetap menghargai mertuanya itu sebagian bukti kalau dia wanita yang berbakti,tapi sikap mertuanya semakin membuat Stella muak dan lelah.
Perlahan Stella membuka pintu dan mengintip kamar,dah saat itu ternyata suaminya sedang mandi.Stella mulai mengambil pakaian suaminya,di dalam hati dia selalu berharap suaminya baik-baik dan tidak terjadi sesuatu apa pun kepada suaminya.
"Mas ini pakaian mu,apa kamu sudah makan?"
"Aku akan ambil sendiri." Jawab Hendra singkat.Stella menelan ludahnya air matanya hampir jatuh tapi dia menahannya dia takut Hendra suaminya marah.
"Sayang katakan apa yang terjadi dengan mu? kenapa kamu berubah dingin seperti ini kepada ku,sayang aku takut kalau kamu berubah,aku butuh kamu." Tiba-tiba Stella mengambil tangan suaminya dan meletakkan tahan suaminya di perutnya
πππbersambung πππ
__ADS_1