Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 25 ~ Aneh ~


__ADS_3

Hendra memeluk tubuh Stella,dia tidak menyangka ucapannya barusan telah melukai perasaan istrinya.


"Sayang...Maafkan aku,jika kata-kataku sudah melukai perasaanmu." Ucap Hendra tampa melepas pelukannya di tubuh istrinya.Stella tetap pura-pura kuat,walaupun hatinya sebenarnya sangat terluka.


"Sudah mas aku nga papa kok,aku tidak marah apalagi menangis benar yang kamu katakan mas,mama itu mama ku juga jadi aku harus bersikap sopan kepadanya." Jawab Stella sambil melepaskan tangan suaminya dari tubuhnya.


****


Sementara itu di sebuah tebing yang sangat tinggi seorang pria sedang berjuang keras untuk menaiki tebing itu setelah beberapa hari yang lalu dua orang pria berusaha menghabisi nyawanya dan dia yakin ini semua ada hubungannya dengan Mawar.


"Kamu kira aku langsung mati dan kamu bebas menikmati kehidupan yang tenang di rumah suami kaya mu,tidak jangan bermimpi mulai sekarang aku akan membuat hidupmu bagai di neraka." Ucap David sambil berusaha untuk naik keatas.


Dia hampir sampai di atas dan sepertinya tempat itu sangat sepi hingga tidak ada orang yang melihatnya selama beberapa hari ini.

__ADS_1


"Sial sekali,dia hamil anakku,tapi dia ingin memberikan anak itu kepada pria lain,enak sekali hidupnya." Sungutnya,dia berusaha keras untuk menaiki tebing itu sambil sesekali dia mengumpat dan memanggil nama Mawar.


"Aaahhhh......Akhirnya aku sampai di atas,untung saja kedua bajingan itu hannya memukul kepalaku dengan keras dan membuang ku,kalau sampai mereka membunuhku,mungkin wanita sialan itu akan merayakan kemenangannya." Ucapnya lalu dia tiduran di atas rerumputan karena merasakan lelah yang luar biasa.


Keesokan harinya semau orang sedang berkumpul dimeja makan untuk sarapan pagi,berhubung Stella tidak ada perawat lagi hari ini dia hannya makan yang ada saja apalagi Hendra buru-buru berangkat ke kantor.


"Mas...Kamu makan ini,kandungan vitamin yang ada di roti ini bagus untuk pria,apalagi pria sibuk sepertimu." Ucap Mawar sambil meletakkan sepotong roti ke piring Hendra.


Deg


"Sayang aku sudah selesai sarapan aku berangkat ya,kamu jaga diri dan jangan lupa makan dan minum susu dengan teratur." Ucap Hendra sambil mengecup kening Stella.


Setelah kepergian Hendra Stella kembali menikmati sarapan yang ada dimeja,suasana yang sangat mencekam,dan anehnya mertua dan madunya mengabaikannya disana.

__ADS_1


Stella merasa aneh dengan perubahan Mawar dan mertuanya,biasanya kedua wanita itu akan menganggunya terus menerus tapi kali ini keduanya tampak santai sampai makanan yang ada di piring mereka habis.


Setelah mereka berdua selesai makan,keduanya meninggalkan meja makan lalu kembali kedalam kamar,sikap keduanya membuat Stella takut,dia khawatir jika mereka berdua memiliki rencana aneh.


Melihat perubahan kedua wanita itu,tiba-tiba selera makan Stella hilang begitu saja,dia sangat khawatir jika keduanya menyusun rencana aneh kepadanya karena tidak bisanya kedua wanita itu kalem dan tenang.


Saat Stella duduk di ruang tamu sambil menonton dia melihat mertua dan madunya keluar rumah,perut Mawar sudah lumayan menonjol hingga orang pasti sudah tau kalau dia sedang hamil.


Keduanya naik mobil yang dikendarai oleh Mawar ,mereka sudah membuat janji dengan seorang wanita pintar yang bisa mengendalikan Hendra.


"Hahaha....Mama lihat tidak tadi ekspresi wajah Stella saat kita mengabaikan dia,aku yakin dia tidak akan tahan nanti jika Hendra akhirnya tidak memilihnya lagi,makanya kita harus berjuang ma untuk mendapat hati Mas Hendra."


"Iya mama lihat,sepertinya kita harus lebih pintar dari dia.Stella menyombongkan dirinya karena Hendra anakku sangat mencintainya,dia lupa kalau aku sebagai mertua tidak menyukainya sedari Hendra menikah dengannya dari lima tahun yang lalu sampai detik ini." Ucap Jessi dengan wajah penuh amarah.

__ADS_1


"Dia memang wanita yang hebat,aku sudah berusaha menyingkirkan dia dari lima tahun yang lalu bahkan mencari dokter untuk merusak rahimnya,tapi sepertinya dia memiliki nasib yang sangat baik hingga dia terus menerus mendapat keberuntungan." Ucap Jessi sekali lagi.Mawar cukup kaget mendengar ucapan mertuanya ternyata diam-diam dialah yang sudah menyebabkan Stella kesulitan untuk hamil.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2