Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
bab 11 ~ Hadiah mobil sport ~


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan memakai sedikit make up Stella mengajak Hendra keluar dari dalam kamar mereka,hari ini dia cukup kaget melihat kemarahan suaminya kepada madu dan mama mertuanya.


"Sayang sudah kita pergi jangan marah lagi." Ucap Stella,karena dia melihat wajah suaminya masih marah.Hendra beranjak dari tempat duduknya dia sangat emosi kepada mama dan istri barunya karena sudah memperlakukan Stella dengan semena-mena di belakanganya.


Hendra menelusuri ruang tamu,dia belum melihat adanya istri kedua dan mamanya di ruang tamu,dia tersenyum kecil seharusnya dia harus memberikan efek jera kepada mama dan istri keduanya itu.


"Apa yang kamu cari sayang?"


"Tidak papa,aku kira mereka sudah keluar dari dalam kamar,ternyata mereka masih menutup diri di sana,mama memang sangat keterlaluan,kalau buka karena memikirkan aku anaknya mungkin aku sudah memakinya." Ucap Hendra terdengar suara gertakan giginya mungkin dia menahan amarah yang begitu besar.


"Sudahlah kita lebih baik pergi saja,untuk apa kamu marah,biarkan saja,nanti juga mereka akan sadar dengan semua sikap mereka." Jawab Stella lalu menarik tangan suaminya keluar dari dalam rumah.


****


Rini mengintip dari kaca kamar,saat dia melihat mobil Hendra dan Stella keluar dia menghela napas lega,sial sekali rasanya karena dia tidak mendengar Hendra datang,hingga Hendra melihat perlakuan mereka kepada Stella hari ini.


"Mama takut kepada mas Hendra?" Tanya Mawar yang masih duduk di pinggiran ranjang,Rini sedikit gengsi mengakui kalau dia memang takut jika sampai Hendra marah dan emosi kepadanya.


"Tidak takut,tapi mama juga harus menjaga sikap di depan anak mama,saling menghargai itu jauh lebih baik.Dari dulu juga Hendra tau kalau aku tidak menyukai istrinya,makanya mama berharap kamu bisa menendangnya keluar dari rumah ini." Ucap Rini.

__ADS_1


Mereka keluar dari dalam kamar,Mawar sangat cemburu karena Hendra hannya mengajak Stella saja,padahal hari ini ingin sekali dia keluar bersama suaminya menikmati kehidupan layaknya istri seorang sultan.


Karena masih takut dengan Hendra akhirnya Rini pamit pulang kepada Mawar,dia enggan bertemu dengan Hendra setelan kejadian tadi,selama ini dia selalu berusaha pura-pura baik di hadapan Hendra walaupun dia sangat tidak menyukai Stella.


"Kenapa tidak menunggu mereka pulang saja ma,apa mama tidak ingin melihat mereka membeli apa saja hari ini?"


"Tidak,aku sudah biasa menyaksikan itu,lagian mama juga masih ada arisan dengan geng mama." Jawab Rini,mencari alasan.Setelah mertuanya pergi Mawar duduk di sopa sambil tiduran rasanya dia sangat bosan sendirian di rumah.


"Seharunya aku ikut bersama mereka." Ucap Mawar sambil menghela napas kasar dan saat itu sebuah pesan masuk ke ponselnya.Mawar meraih ponselnya lalu dia duduk seperti biasa,dia mengerutkan keningnya saat membaca isi pesan pria simpanannya.


[ Sayang,kita ketemuan yuk,aku kangen dan aku juga butuh uang sekarang kamu datang temui aku di hotel,tempat kita biasa memadu kasih ]


Mawar langsung menghapus isi pesan kekasihnya,dia terlihat sangat kesal,membaca pesan itu.


Mawar langsung menekan tombol kirim,dia merasa terganggu dengan keberadaan David ,dia takut suatu saat pria itu menjadi masalah buatnya,dia merasa beruntung karena David tidak tau jika janin yang ada di rahimnya adalah miliknya sendiri.


***


David yang sudah santai di dalam kamar hotel langsung emosi saat membaca balasan pesan dari Mawar,dia menilai mawar seakan sedang berusaha menjauhinya.

__ADS_1


"Hmm...Sepertinya,dia ingin menjauhiku,apa dia pikir mudah untuk menghindari ku,dasar wanita sialan aku akan menghancurkan hidup mu jika kamu berani mencoba-coba menjauhiku." David terlihat sangat marah,dia kesal karena Mawar tidak menemuinya padahal dia sudah menghabiskan banyak uang untuk membayar kamar hotel yang di tempatnya.


[ Kirimkan aku uang sekarang juga,kalau tidak aku akan datang ke rumah suami mu atau menemui suamimu ke kantornya.]


David sengaja mengirim pesan ancaman kepada Mawar,padahal kenyataannya dia sama sekali tidak tau dimana Mawar tinggal dan suaminya.


Pada saat membaca pesan David wajah Mawar langsung ketakutan dengan cepat dia segera mengirim uang kepada David dia tidak ingin pria itu menghancurkan rencananya.Dan pada saat itu Stella dan Hendra masuk kedalam rumah,Mawar sangat kaget melihat perubahan wajah dan penampilan Stella dia terlihat tampak sangat muda dan juga fresh.


Tidak lama kemudian sebuah mobil sport Lamborghini datang di bawa seseorang ke halaman,Mawar langsung berlari ke belakang ke depan untuk melihat mobil yang sangat mewah itu.Hendra dan Stella juga keluar dari dalam rumah dan menghampiri orang yang mengantar mobil itu.


"Sayang ini mobil siapa?" Tanya Stella karena dia tidak pernah tau kalau suaminya sedang membeli mobil mewah terbaru.


"Sayang ini hadiah untukmu,aku sudah memesan mobil ini satu bulan yang lalu dan ini juga atas nama kamu,semoga kamu suka sayang ini hadiah untuk pernikahan kita yang sudah genap lima tahun dua hari lagi." Jawab Hendra seketika Stella cemburu luar biasa.


"Kamu berlebihan mas,untuk apa aku membeli mobil mahal seperti ini!!" Ucap Stella,walaupun dia menolak tapi hatinya sangat bangga mendapat perhatian lebih dari suaminya.


Setelah menandatangani berkas-berkas mobilnya pria itu segera meninggalkan rumah mereka.Hendra segera masuk kedalam mobil barunya.


"Sayang masuk lah,mari kita coba mobil baru mu." Ucap Hendra,dengan malu-malu Stella masuk kedalam mobil dan mereka meninggalkan Mawar yang masih berdiri memandangi mereka berdua.Sebenranya Stella merasa tidak nyaman saat Mawar menatapnya penuh iri,tapi dia sangat tau betul sikap suaminya yang tidak bisa di bantah.

__ADS_1


"Dasar laknat,dia sengaja membuatku iri,aku juga harus meminta mobil mewah seperti itu."Mawar masuk kedalam kamarnya lalu mengambil ponselnya dan mengadu kepada mertuanya sambil menangis sesenggukan membuat Rini marah dan kesal.


** bersambung**


__ADS_2