
Jessi mengerem mendadak saat mendengar ucapan mertuanya,hingga kepala mertuanya hampir menyentuh dekan mobil.
" Jadi mama yang membuat Stella hampir tidak bisa melahirkan anak?" Tanya Mawar dengan nada tinggi.
"Kamu ini apa-apaan sih untung saja mama tidak papa,kamu hati-hati dong,kamu juga harus menjaga kandungan mu,memangnya kamu mau bayimu kenapa-napa?" Ucap Jessi dengan wajah kesal.
"Maaf ma,aku hanya kaget saja mendengar ucapan mama,aku tidak menyangka begitu besarnya keinginan mama untuk memisahkan mas Hendra dengan Stella,padahal jelas-jelas mama tau kalau mas Hendra sangat menyukai Stella." Ucap Mawar lalu kembali menyetir mobilnya.
Jessi tersenyum jahat,dia juga tidak mengerti kenapa dia begitu membenci Stella padahal pada saat mereka bersama sebelum akhirnya hendra membawanya dari rumahnya Stella sangat menghargainya bahkan begitu baik mengurusnya.
Mungkin Stella sudah muak dengan sikapnya yang sangat kejam hingga dia mulai berani melawannya bahkan menepis dengan kasar tangannya saat dia memberikan susu dicampur ramuan jamu yang bisa mengugurkan kandungan.
"Iya..Dari dulu mama tidak menyukai menantu sialan itu,bagiku dia hanya benalu yang ingin mengambil semua harta anakku,coba kamu bayangkan dia hannya gadis miskin yang kebetulan di cintai pria kota dan kaya,enak sekali dia menikmati harta anakku tampa kerja keras." Ucap Jessi kembali.
Mawar hannya tersenyum kecil mendengar cerita mertuanya,dia tidak bisa membayangkan jika sampai mertuanya tau kalau dia hamil anak dari pria lain,padahal selama ini mertuanya sangat baik kepadanya,bahkan membelanya sampai mati-matian.
****
__ADS_1
Sementara itu David baru saja sampai di kontrakannya dia memesan makanan,karena dia sudah sangat lapar beberapa hari tidak makan dan berjuang untuk hidup melewati tebing yang cukup suram.
"Kamu sedang mencoba bermain-main denganku Mawar,aku akan membuatmu menyesal karena telah mencoba membunuhku,ternyata kamu melupakan semua perjanjian kita." Ucap David dalam hati wajah yang penuh kemarahan.
"Hmm...Sepertinya aku harus mendekati pria yang menjadi suami Mawar aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang setelah apa yang kamu lakukan untukku." Ucapnya kemabli.David membuka pintu saat pesanannya datang dia sudah sangat lapar.
****
Mawar dan Jessi keluar dari rumah wanita pintar,mereka tersenyum puas setelah mendapat sebuah botol minuman yang diberikan wanita itu.
"Kamu yakin kalau minuman ini bisa membuat Hendra anakku melupakan wanita itu,aku kurang yakin dengan mantra-mantra."Ucap Jessi sambil memandangi botol kecil pemberian wanita barusan.
Setelah hari sudah mulai gelap akhirnya Jessi dan Mawar sampai di rumah suaminya,dua orang penjaga rumah membukakan pagar untuk mereka berdua.
Setelah sampai di dalam rumah,lagi-lagi keduanya harus melihat pemandangan yang tidak mengenakkan dimana Stella dan Hendra sedang berduaan di ruang tamu.Dari pintu sudah terdengar suara tawa keduanya nampak sekali mereka sangat bahagia saat ini.
"Darimana kalian sampai pulang malam begini ma?" Hendra menyapa mamanya yang pergi melewati mereka di ruang tamu.
__ADS_1
Jessi dan Mawar menghentikan langkah mereka lalu menoleh kearah Hendra yang menatap mereka dengan wajah tidak suka.
"Tumben kamu peduli kepada mama dan istrimu,mama sudah sakit hati kepadamu,kamu tau sendiri Mawar juga hamil anak kamu tapi kenapa kamu begitu mengabaikan dia,mama membawanya periksa hari ini." Ucap Jessi berbohong.Dia sengaja memanfaatkan waktu untuk membuat suasana semakin melow.
"Aku minta maaf ma,untuk masalah ini,mama tau dari awal aku tidak menyukai dia,dan bahkan aku tidak yakin kalau janin itu darah da_
"Sudahlah kamu akan tetap egois,itulah sebabnya dari dulu mama melarang mu menikah dengannya,dia sudah banyak mempengaruhi pikiran mu." Ucap Jessi lalu menarik tangan Mawar dan pergi meninggalkan ruang tamu.
Stella tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh mama mertuanya,dia sudah sangat paham dengan sikap mertuanya yang begitu pandai memutarbalikkan kata.
Dia sudah sangat hapal dengan mertuanya,bahkan sampai saat ini dia yakin kalau mertuanya masih mencari cara untuk memisahkan dia dan suaminya.
Setiap tengah malam Stella selalu berdoa kepada sang pencipta agar hati suaminya tidak pernah goyah,karena jika sampai suaminya percaya apa kata dari mamanya dia sangat yakin dia tidak akan bertahan tinggal di rumah itu.
****
Malam sudah semakin larut,Stella yang tertidur di pelukan suaminya tiba-tiba terbangun dia bermimpi buruk tentang suaminya.
__ADS_1
"Mimpi macam apa itu,ngeri sekali aku harus berdoa agar keutuhan rumah tanggaku tidak diuji sedemikian rupa." Ucapnya dengan nada gemetaran.Dia masih ketakutan dengan mimpi buruk yang barusan dia alami.
πππbersambung πππ