Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
Bab 15 ~ Manja ~


__ADS_3

Hendra tidak ingin terpancing dengan ucapan mamanya,apa pun yang di katakan oleh mereka berdua Hendra sangat yakin kalau janin itu bukan miliknya seratus persen dia yakin.


Mereka bertiga kembali ke rumah,malam sudah semakin larut.Mendengar suara mobilnya sudah sampai di halaman rumah,Stella langsung keluar kamar dan menghampiri mereka yang sudah sampai di depan pintu.Hendra langsung merangkul pundak istrinya dan membawanya masuk kedalam rumah membuat Mawar cemburu tidak karuan.


"Mas,mulai malam ini kamu harus menemaniku tidur,aku tidak mau tidur sendirian." Ucap Mawar,dia menerobos mereka berdua hingga tangan Hendra terlepas dari pundak Stella.


"Iya Hendra kamu harus menemani Mawar,dan mulai hari ini mama harus tinggal di rumah ini,sebentar lagi mama akan punya cucu,jadi mama harus merawat Mawar dengan baik,aku sudah yakin Stella tidak akan merawatnya nanti dengan baik,maklum lah dia kan tidak bisa hamil seperti Mawar." Ucap Rini,dia menatap sinis ke Stella.


"Apa mama bilang,mama mau tinggal di rumah ini,kalau mama ingin merawat dia bawa sana ke rumah mama,jangan tinggal di rumahku,yang ada istriku yang akan kalian tekan semau sesuka hati kalian." Ucap Hendra menolak dengan keras keinginan mamanya yang tidak masuk akal.


"Dan kamu bilang kamu ingin aku tidur denganmu setiap malam,enak saja kamu,aku tidak mau,kamu bisa tidur dengan mama,jangan manja,nanti setelah bayi itu lahir aku akan tes DNA dengannya sampai detik ini aku tidak percaya kalau janin itu milikku."Ucap Hendra membuat emosi mamanya naik.


"Hendra.....Kamu keterlaluan sekali,jadi kamu pikir bayi itu milik siapa,kamu semakin lama semakin tidak ada etika ya,apa wanita ini sudah menghasut mu?" Ucap Rini membuat Stella merasa tersinggung.


"Mama...Apa-apaan sih,jika mama memang tidak menyukaiku jangan lah mama selalu memojokkan aku,mas Hendra memang tidak suka dengan Mawar terus aku harus apa,mama semakin kesini semakin meraja lela,aku juga bisa marah ma,aku juga bisa emosi keterlaluan sekali mama." Ucap Stella,membuat Rini dan Mawar diam.Tapi hatinya sudah memaki Stella karena menurutnya Stella sudah keterlaluan.


"Mas....Kalau kamu ingin cerai dengannya ceraikan saja,aku lelah dengan sikap mama yang selalu memojokkan aku,setiap saat selalu cari masalah denganku,aku juga punya batas kesabaran." Ucap Stella,terlihat sekali kalau dia sedang marah,raut wajahnya yang begitu kesal dadanya naik turun menahan emosi.

__ADS_1


"Belagu kamu,bilang saja kamu iri kepada Mawar karena dia bisa hamil sementara kamu,sampai detik ini kamu hannya benalu di rumah ini tidak bisa memberikan keturunan kepada anakku." Ucap Rini,Mawar terlihat begitu bangga karena mertuanya terus menerus menyanjungnya.


"Ma.....Lebih baik mama sekarang pulang,aku lihat mama semakin tidak menghargai aku,ini rumahku ma,keputusan ku yang berlaku disini,aku melihat sikap mama memang sangat berlebihan." Ucap Hendra,dia semakin kesal melihat mamanya yang selalu memojokkan istrinya.


Stella pergi meninggalkan mereka,dia tidak mau Hendra dan mamanya selalu berantem karena dirinya,dia semakin merasa terpojok di rumah itu,dia tidak menyesali suaminya menikah lagi tapi sepertinya keberadaannya membuat suasana selalu menegang jika mama mertuanya sedang datang berkunjung.


"Ini semua gara-gara mama." Ucap Hendra dengan sinis lalu mengejar Stella yang sudah pergi ke masuk ke dalam kamarnya.Hebdra melihat pintu terbuka sedikit,dia mendorong pintu dan melihat Stella sudah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Sayang,maafkan aku,aku tau ini sangat berat untukmu,hal ini yang ku hindari makanya aku selalu menolak saat mama meminta aku untuk menikah lagi,tapi kamu memaksa ku,ini lah akibatnya." Ucap Hendra dia menaiki ranjang lalu membuka selimut yang menutup tubuh Stella.Stella pura-pura menutup matanya,berat rasanya untuk berbicara kepada suaminya,dia tau suaminya pria yang baik, tapi mamanya yang selalu memberinya kesulitan.


"Sayang,aku tau kamu belum tidur,aku mohon bersabarlah sebentar lagi,jangan putus asa,aku sangat mencintaimu." Ucap Hendra lalu memeluk tubuh Stella dari samping tapi Stella tetap tidak bergeming.


****


"Mas,nanti pulang kerja tolong belikan aku mangga muda,aku pengen sekali makan mangga muda,dia selalu ingin memperkeruh suasana.Hendra sama sekali tidak peduli dengan ucapan Mawar,dia pokus membaca beberapa email yang masuk ke ponselnya.


"Hendra apa kamu mendengar apa yang di katakan istrimu,dia sedang hamil,anak kamu jangan sampai anakmu lahir dengan tidak baik." Ucap Rini.Hendra langsung beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Sayang,aku mau berangkat sekarang,tiba-tiba di kantor ada meeting dan aku sudah tidak mood untuk sarapan,di meja makan saja harus berisik membuatku emosi." Ucap Hendra lalu meninggalkan meja makan diikuti oleh Stella.


"Hendra....."


"Sudah ma,mungkin dia tidak menginginkan anak ini,mungkin aku hannya duri di antara mereka." Ucap Mawar,dia mulai terisak,dihadapan mertuanya,dia berpura-pura agar Hendra kembali duduk,tapi sayang Hendra sama sekali tidak peduli dan malas terus pergi meninggalkan rumah menuju mobilnya.


"Ingat sayang,jika mereka masih memojokkan mu,kamu harus melawan mereka,tidak perlu kamu takut baik sama mama atau sama wanita itu." Ucap Hendra lalu mencium kening Stella dan pergi menuju kantornya.


****


Stella masuk ke dalam rumah,saat dia melewati ruang tamu dia sudah melihat mertua dan madunya duduk di ruang tamu sambil menikmati teh di pagi hari.


"Mawar,lebih baik hari ini kita keluar rumah,shoping,mama malas sekali jika melihat wajahnya di rumah ini,dia benar-benar tidak tau malu,sudah mandul malah tidak sadar diri,harusnya dia bercerai dari Hendra supaya tidak menjadi benalu di rumah ini." Sindir Rini,saat Stella melewati mereka.


Stella menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah mertua dan madu nya,


"Memangnya jika aku meminta cerai kepada mas Hendra,mama bisa memastikan kalau mas Hendra akan menerimanya,mama lupa kalau anak mama sangat mencintai wanita mandul ini,sudahlah ma,mama jangan terlalu mengurusi rumah tangga kami,mas Hendra saja yang bekerja tidak merasa keberatan dengan kehadiranku di rumah ini." Ucap Stella membuat mertua dan madunya semakin kesal dengannya.

__ADS_1


"Dasar tidak tau diri kamu,kalau anak ku lahir,sudah pasti dia menjadi pewaris terus kamu apa gunanya disini." Ucap Mawar,dia beranjak mendekati Stella yang masih berdiri tidak jauh dari mereka.


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2