
Stella bangun lalu memanfaatkan doa kepada sang pencipta,dia sadar kalau dia hannya mahluk lemah di bumi ini,apa pun yang terjadi dengan rumah tangganya dia selalu sabar dan doa terbesarnya adalah supaya cinta dan kasih sayang suaminya tidak berkurang sedikit pun kepdanya sama seperti lima tahun belakangan ini.
Setelah selesai berdoa,stella kemabli ke ranjang dan dia duduk di pinggiran ranjang sambil menatap suaminya dari atas kebawah.Mimpi buruk yang dia alami barusan membuatnya sangat ketakutan.
Bagaimana tidak dia bermimpi suaminya dan Mawar menjatuhkan dia ke tebing yang sangat tinggi,bahkan saat itu dia masih mendengar tawa mereka berdua.
Hendra terbangun saat dia merasakan Stella istrinya tidak disampingnya,dia membuka matanya dan ternyata Stella sedang duduk sambil memandanginya.
"Sayang apa yang kamu lakukan kenapa kamu duduk disini,ayo tidur ini masih tengah malam." Ucap Hendra lalu menarik tubuh Stella ke pelukannya.
Keesokan paginya,Stella masih tidur pulas saat suaminya bangun seperti biasa,Hendra enggan membangunkan istrinya apalagi dia tahu semalam dia bangun pada saat tengah malam.
Sementara itu,Jessi memasukkan ramuan yang dia terima dari wanita sakti kemarin sore ke kopi milik Hendra dia sangat hati-hati memasukan itu,kali ini dia tidak ingin rencananya gagal.
Saat Hendra datang ke meja makan Mawar dan Jessi mamanya sudah duduk di meja makan sambil menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
"Dimana Stella?"
"Dia masih tidur ma,biarkan saja,dia harus banyak istirahat." Ucap Hendra lalu duduk dan meneguk isi gelasnya.Mawar dan Jessi saling menatap dan tersenyum jahat,mereka akan menunggu kekuatan dari ramuan wanita itu.
Hendra menghabiskan sarapan dan kopinya lalu dia pamit kepada mamanya,dia berangkat dengan buru-buru karena pagi ini dia ada meeting dengan kliennya.
Sesampainya di kantor,tiba-tiba Hendra merasakan sakit kepala yang sangat parah,dia sampai membatalkan acara meeting yang sudah dia tunda beberapa hari ini.
"Tuan,mungkin tuan Zidan akan marah jika hari ini kita tidak menemuinya,kita sudah menundanya beberapa kali." Ucap Dimas asistennya.
Hendra langsung memukul meja dengan kasar lalu menatap Dimas dengan penuh kemarahan.Dimas tiba-tiba kaget melihat kemarahan Hendra,tidak biasanya tuannya bersikap kasar seperti itu.
"Apa yang terjadi dengan tuan Hendra tidak biasanya dia begitu marah ada apa dengannya?"
Karena tidak tahan dengan rasa pusing di kepalanya, Hendra berbaring di sopa yang ada di ruangannya entah kenapa tiba-tiba dia merasakan perasaan tidak nyaman.
__ADS_1
Stella baru saja bangun dari tidurnya,tiba-tiba dia menabrak meja hingga Poto pernikahannya dengan Hendra lima tahun yang lalu terjatuh ke lantai dan bingkainya hancur berantakan.
Perasaan Stella semakin tidak nyaman,bahkan nafsu makanya tidak ada saat pelayan memanggilnya untuk sarapan pagi.
"Untuk apa kamu memanggilnya,kalau dia lapar dia pasti akan ke dapur dan ambil sendiri,dia juga keturunan orang miskin sudah biasa ambil sendiri ,disini saja dia manja seperti orang kaya." Sindir mertuanya yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu.
"Nyonya kenapa? biar aku saja yang membersihkannya nyonya." Ucap pelayan sambil menunduk dan mengumpulkan beling yang berserakan di lantai.
"Sudahlah Stella kamu harus mengurangi sikap manja mu,di rumah ini bukan kamu doang yang hamil,kamu jangan berlebihan,harusnya di saat hamil seperti inilah kamu semakin rajin agar nanti kamu melahirkan dengan normal." Ucap Jessi.Stella hannya bisa menarik napas berat,dia lelah dengan sikap mertuanya yang selalu mencari masalah dengannya,apalagi saat ini perasaanya tidak nyaman sama sekali.
Pelayan membantu Stella membawanya ke belakang,dia sebagai orang yang sangat dekat dekat dengan Stella merasa tidak suka juga jika melihat jessi selalu bersikap Arongan terhadap menantunya.
"Dasar menantu miskin yang tiba-tiba jadi kaya,ya begini manja bawanya tidak tau diri banget." Sindir Jessi Stella mengabaikan ucapkan mertuanya dia mulai duduk di atas meja dan menikmati sarapannya walaupun dia tidak selera.
"Sudah nyonya tidak usah bawa ke hati apa pun kata-kata nyonya Jessi,yang terpenting itu tuan Hendra sangat mencintai nyonya,itu sesuatu yang harus nyonya syukuri.Aku pernah di posisi seperti nyonya,rumah tanggaku hancur karena mertuaku, tapi pada akhirnya aku mundur karena pada saat itu suamiku lebih mendukung mamanya." Pelayan itu tampak memberikan semangat kepada Stella.
__ADS_1
Stella tersenyum kecil saat mendengar cerita pelayannya,benar kata pelayannya yang terpenting itu suaminya selalu mendukungnya selama ini dan setia di sampingnya seberat apa pun masalahnya.
πππbersambung πππ