Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku
bab 8 ~ bersaing ~


__ADS_3

Stella tersenyum kecil mendengar ucapan Mawar,kini dia semakin sadar jika wanita yang menjadi madunya itu bukanlah wanita yang mudah di hadapi,sudah terlihat jelas dari kata-kata dan tatapannya yang tidak suka kepadanya.


"Hmm,kita lihat saja nanti,kalau memang dia bisa jatuh cinta sepenuhnya kepadamu,itu rejeki buatmu,dan jika itu terjadi aku akan mundur pada akhirnya nanti." Jawab Stella santai.Mendidih rasanya hati Mawar mendengar jawaban Stella,


"Dasar sombong,lihat saja aku pastikan,aku menjadi ratu sesungguhnya di rumah mewah ini,jangan terlalu sombong." Suara hati Mawar,dia mencengkram pakaian yang dia kenakan,dia begitu kesal dengan sikap Stella yang terlihat tenang di hadapannya.


"Jangan terlalu sombong !!"


"Kenapa dengan wajahmu sayang,apa dia mengatakan sesuatu kepadamu?" Tanya Hendra dia duduk di samping stella lalu membuka minuman anggur yang sangat memabukkan itu.


"Kamu kenapa masih disini,pergilah ke kamarmu dan ganti pakaianmu,tenang saja malam ini aku akan tidur denagmu sesuai dengan keinginanmu,Iyem.....Iyem.....!!!


"Iya tuan!!" Seorang wanita berlari menghampiri mereka.


"Bawa dia ke kamarnya,kamu tau dimana kamarnya kan?"


"Iya tuan.Mari nona aku antar ke kamarmu." Ucap pelayan dia membantu Mawar untuk menunjukan kamarnya.Setelah Mawar pergi meninggalkan mereka,Stella menatap Hendra,walaupun dia selalu terlihat tenang,perasaanya tetap gelisah membayangkan jika suatu saat nanti cinta suaminya akan semakin hilang kepadanya seperti yang di katakan madunya barusan.


"Sayang,kenapa kamu menatapku seperti itu,ingat semua ini terjadi karena paksaan mu,sedikit pun aku tidak ada niat untuk menduakan pernikahan kita ini,tapi kamu memaksaku." Ucap Hendra,dia membalikan badannya dan menatap Stella sambil memegang kedua tangan istrinya.


"Iya sayang aku tau,aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu,aku ingin kamu memiliki anak darah daging mu sendiri,aku tidak ingin egois sayang,suatu saat kita akan tua,dan yang menjadi penerus keluarga ini adalah keturunanmu_

__ADS_1


"Aku tau sayang,yang aku sayangkan kenapa rahimmu menolak bibit yang aku tanam,aku sangat berharap kamu memberikan aku keturunan." Ucap Hendra,Stella hannya bisa diam,apalagi yang bisa dia katakan kenyataanya rejeki belum datang kepada mereka.


Hendra meneguk segelas anggur,dia berharap malam ini dia mabuk,agar bisa melakukan hubungan badan dengan istri keduanya,dia juga sangat berharap wanita itu hamil secepatnya tanpa melakukannya berulang-ulang.


"Sudah sayang,jangan minum lagi sekarang kamu masuk ke dalam dan lakukan kewajiban mu sebagai seorang suami,aku tidak ingin Mawar mengira aku terlalu memanfaatkan keadaan di saat kamu masih sangat mencintaiku,aku ingin kamu adil mas,kau harus bisa bersikap adil kepadaku dan kepadanya,karena posisi kami berdua sama saja." Ucap Stella.Tiba-tiba Hendra memeluk tubuh Stella dengan erat dia begitu kagum dengan kebaikan sikap Stella.


"Terima kasih sayang karena kamu sudah menjadi wanita yang sangat baik,aku tidak menyangka kamu memiliki hati yang begitu mulia,aku tidak tau apa alasan mama tidak menerima mu sampai hari ini." Ucap Hendra dia tidak rela melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya.


"Sudah,kamu masuk,mungkin dia sudah menunggumu,aku juga sudah sangat mengantuk." Ucap Stella,dia pura-pura menguap di hadapan Hendra lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Mas jangan minum lagi,kamu masuk sekarang aku pamit ke kamar ku." Ucap Stella lalu meninggalkan Hendra yang masih duduk di sopa.Stella memang terlihat tenang tapi hatinya sebenarnya sangat sakit saat harus mengikhlaskan berbagi suami dengan wanita lain,dia banyak belajar bahwa tidak semua kehidupan ini sesuai rencananya.


"Huftt...Berat sekali rasanya aku melakukan ini,tapi aku tidak ingin mamaku menekan istriku lebih lama lagi,aku berharap wanita itu segera hamil,terlalu muak harus melakukannya berulang-ulang dengan wanita yang tidak aku sukai." Sungut Hendra.Dia mendorong pintu kamar,saat itu dia sudah melihat Mawar memakai gaun malam yang sangat seksi.Saat melihat penampilan Mawar jangankan nafsu yang ada malah jijik melihat penampilan wanita seperti itu yang dia nilai sama persis dengan wanita yang menjajakan tubuhnya.


"Mas...Akhirnya kamu datang juga,aku sudah tidak tahan mas." Ucap Mawar.Mungkin karena Hendra tipe pria yang tidak menyukai wanita nakal dia sangat jijik mendengar ucapan itu.


Dia membual kemejanya lalu menutup wajah Mawar lalu mulai menggerayangi tubuh wanita itu.Mawar kesal karena kepada Hendra saat dia menutup wajahnya,itu artinya dia benar-benar tidak menyukai tampilannya.Mawar berusaha sabar,dia tidak peduli dengan perlakuan Hendra kepadanya,dia berusaha menggoda pria itu dengan membalas setiap rangsangan Hendra.


Setelah merasa cukup bergairah Hendra membuka pakaiannya lalu mendorong miliknya masuk ke milik Mawar,sekali hentakan saja miliknya langsung masuk kedalam tampa ada rintangan sedikit pun.


Seketika Hendra menghentikan permainannya lalu mengambil pakaiannya yang menutupi wajah Mawar,lalu dia kembali mengenakan pakaiannya dan menatap sinis Mawar.

__ADS_1


Mawar sangat kesal kepada Hendra karena dia menghentikan permainya padahal dia sudah sangat menginginkannya tapi Hendra langsung menghentikan aktifitasnya.


"Kenapa berhenti mas?"


"Kamu sudah tidak perawan lagi,kamu wanita ****** yang sudah memberikan tubuhmu kepada setiap pria dasar wanita murahan,bisa-bisanya kamu membohongiku."


"Membohongi apa mas? wanita mana yang ada perawan jaman sekarang,kamu sangat kampungan,aku tidak menyangka kamu pria yang begitu kolot dan kampungan." Ucap Mawar lalu melempar bantal kepada Hendra yang sudah meninggalkannya sendirian di malam pertama mereka.


"Dasar laki-laki sialan,bisa-bisanya dia mengakhiri permainan di saat aku sudah sangat menginginkannya,perawan mana ada gadis yang perawan jaman sekarang."Ucap Mawar,dia keringat dingin menahan hasratnya yang sedang menggebu.


" Mas...ngapain kamu datang kesini lagi?"


"Aku mau cerai dengannya?" Ucap Hendra lalu merebahkan tubuhnya di samping stella,Stella sangat kaget mendengar ucapan suaminya dia langsung duduk di atas ranjang dan menatap kepada suaminya.


"Kenapa sih mas? jangan seperti anak-anak mas,pernikahan itu bukan permainan,kamu jangan seperti orang bodoh."


"Tapi dia sudah tidak perawan,bagaimana bisa seorang wanita kehilangan kesucian disaat dia belum pernah menikah." Ucap Hendra,Stella terdiam mendengar ucapan suaminya,dia juga tidak menyangka kalau Mawar sudah kehilangan keperawanannya.


Stella turun dari atas ranjang,dia tidak tau harus bagaimana,dulu saat menikah dengan Hendra dia memang masih wanita yang suci dan bersih.


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2